
Jika ken sangat sibuk karena jadwal meeting nya hari ini yang terbilang sangat padat dan juga hampir semua pertemuan nya termasuk pertemuan penting yang harus di hadiri langsung oleh dirinya, sehingga membuat nya sama sekali tidak sempat untuk sekedar mengecek handphone nya
Berbeda halnya dengan wanita cantik yang kini tengah berbadan dua itu,ia sedang asyik berbalas chat dengan para sahabatnya dan sibuk berselancar di dunia Maya, setelah meminta beberapa sandwich pada bik Ijah dan telah ia habiskan seraya bersantai di teras belakang rumah mewah nya di temani beberapa Art yang sedang membersihkan kolam renang dan taman belakang
Setelah selesai dengan sarapan yang ia pesan pada bik Ijah,ia kembali ke kamar nya dan mulai mengerjakan beberapa tugas kuliah nya yang ia terima melalui Email nya, karena Ken tidak lagi mengizinkan nya untuk ke kampus dan melanjutkan kuliahnya dengan cara online, setelah selesai dengan semua tugas nya dan mengirimkan langsung ke Email sang Dosen yang bersangkutan Syifa kembali sibuk dengan ponsel nya dan mulai menjelajahi tempat-tempat kuliner yang sedang booming di kota tersebut, dan melihat beberapa toko bunga
Setelah menemukan beberapa tempat ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengganti bajunya,ia berencana akan berwisata kuliner,dan wisata kembang dengan penuh semangat ia memilih beberapa out fit yang ingin ia pakai hari ini, setelah berwisata kuliner ia berencana menemui sahabat dan teman teman kampusnya, sebenarnya ia juga mengajak mereka untuk berwisata kuliner,tapi karena mereka harus mengikuti mata kuliah yang penting, membuat mereka tidak bisa ikut
Akhirnya syifa memilih out fit yang ia rasa cukup santai dan tidak akan terlalu memperlihatkan tubuhnya yang sedikit terlihat lebih berisi, setelah merasa cukup ia langsung menyambar tas,dan handphone nya dan melangkah menuruni tangga,saat sampai di bawah ia tidak melihat siapapun karena para Art biasanya akan berada di area belakang rumah atau depan jika di jam segini
Syifa langsung melangkah menuju ke pintu utama dan melihat bik Ijah tengah berbicara dengan beberapa pekerja pria di rumah mewah tersebut seraya membawakan mereka minuman dan cemilan
"Bik....bibik..." panggil syifa manja seperti biasanya membuat sang bibik langsung menghampiri nya dengan kening sedikit berkerut melihat penampilan sang Nona muda yang di pastikan akan keluar dari pekarangan rumah mewah tersebut
" Ia non ada apa..? non kok udah cantik banget mau nyusul Aden ke kantor ya..?tanya sang bibik
" No bik... syifa mau ke kampus sebentar bik... kangen sama temen temen, mamang mana bik..? Tolong suruh siapin mobil satu buat fa Donk bik" pintanya sambil tersenyum cantik
__ADS_1
" Tapi non Aden udah tau kalau non mau ke kampus..? kenapa ga temen temen non aja yang di suruh ke sini non...? nanti Aden ngamuk loh..." ucap sang bibik mengingatkan
" Ga akan bibik,kak Kenzo hari ini tuh jadwal nya padat banget dan ga bisa di ganggu, fa ke kampus pengen makan bakso yang biasa fa makan di kantin,udah bibik tenang aja,ayok bik tolong panggilkan Mamang nya, keburu kesiangan bik" jawab nya membuat sang bibik tidak bisa berkomentar lagi
Dengan berat hati bik Ijah memanggil salah satu supir di kediaman mereka dan meminta menyiapkan salah satu mobil yang ada di garasi untuk sang nona muda mereka, dengan sigap sang supir mengeluarkan salah satu koleksi mobil sport mewah tuan mudanya dari garasi dan langsung memeriksa semua kondisi mobil dan mulai menyalakan nya,para supir di kediaman tersebut sudah sedikit tau selera dari nona muda mereka, syifa lebih suka menggunakan mobil yang berwarna hitam, putih atau silver,ia sangat jarang menggunakan mobil yang berwarna terang.
Setelah sang supir menghampiri dan mengatakan mobil telah siap, syifa langsung menuju mobil dan mengatakan kalau ia tidak ingin menggunakan supir dan bodyguard, lagi lagi keputusan syifa membuat para Art menjadi gelisah dan mereka yakin kalau hari ini mereka harus menyiapkan diri mendapat amukan dari sang Tuan muda
Syifa langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju salah satu tempat yang ia lihat di sosial media yaitu sebuah outlet yang menyediakan berbagai jenis bunga dan juga menjual aneka bibit tanaman hias dan buah-buahan, syifa langsung memarkirkan mobilnya saat ia yakin tempat yang ia tuju sudah benar sesuai dengan alamat yang ia dapatkan dari sosial media tadi
Setelah merasa parkirnya cukup aman, syifa langsung turun dan menuju toko bunga tersebut,ia di sambut sangat ramah oleh salah satu karyawan toko tersebut,semua yang ada di tempat itu langsung melihat ke arah syifa dan mereka sangat kagum melihat kecantikan wanita muda itu, syifa menanyakan hal-hal yang memang ingin ia tanyakan,ia juga memilih beberapa buah strawberry segar untuk nya, karena di tempat tersebut juga menjual strawberry langsung dari pohon nya, walaupun tidak banyak tapi itu terlihat sangat menggoda Syifa
Tanpa syifa sadari sejak tadi ada sepasang mata yang tengah memperhatikan nya dengan sangat intens dan dengan tatapan yang susah untuk di artikan,sejak ia masuk ke toko tersebut langsung membuat seorang pria tampan yang juga tengah berada di tempat itu merasakan tubuhnya seakan tidak mampu untuk bergerak, mulut nya seakan tak mampu untuk berkata,dan matanya seakan tak ingin berkedip melihat Betapa ia merasa sangat bahagia bercampur rasa sakit yang sangat sulit untuk ia jabarkan
Nathan.... ya pria tampan tersebut adalah Nathan dan toko tersebut adalah salah satu outlet bunga milik sang mami,ia datang ke toko itu untuk memenuhi permintaan sang mami yang memintanya untuk menjemput sang mami yang tengah mengecek usaha nya tersebut,tapi ia malah melihat wanita yang sungguh sangat ingin ia hindari dan lupakan, wanita yang tidak pernah tau telah mampu menjungkirbalikkan dunia nya dan membuat nya memimpikan sebuah ikatan indah dan suci hingga akhir usia nya,tapi itu semua harus ia kubur sebelum ia mengungkapkan pada wanita tersebut karena kenyataannya sang wanita sudah menjadi milik orang lain,sakit itulah yang ia rasakan saat mengetahui semua kenyataan nya
" Hai Nasyifa....kamu Nasyifa kan...? masih ingat Tante...? " tanya wanita paruh baya tersebut
Syifa langsung mengangkat wajahnya dan melihat siapa yang menyapanya, sedangkan ia tidak terlalu banyak kenal orang di kota tersebut,namun sedetik kemudian ia langsung teringat dengan wajah wanita paruh baya tersebut,yaitu wanita yang secara tidak sengaja pernah ia tabrak beberapa bulan lalu di salah satu outlet di sebuah mall
" Hai Tante... Assalamualaikum..ingat dong Tan,Tante kan mami nya kak Nathan yang tertabrak oleh Syifa di mall xxxx,Tante apa kabar...?mau beli bunga juga disini...? tanya syifa ramah seraya mencium punggung tangan wanita paruh baya itu
" Tante baik sayang...kamu sendiri apa kabarnya..? kamu tambah cantik aja sih, bikin Tante gemes deh, boleh peluk sayang...? Tante kangen banget sama kamu, handphone Tante Hilang jadinya Tante ga bisa hubungi kamu" cerocos mami Adrian dengan wajah yang ia buat sendu, membuat syifa tersenyum lembut
__ADS_1
" Syifa Alhamdulillah juga baik Tan,ah Tante bisa aja..Tante juga makin cantik aja, boleh dong Tan,ya ampun Tante kenapa ga suruh kak Nathan minta no fa sama kak Stiff atau kak Kenzo aja,kan kak Nathan ada kerja sama dengan kak Kenzo" jawab syifa apa adanya, tanpa ia tau kalau kedua ibu dan anak itu sedang mengobati rasa kecewa mereka karena wanita yang mereka sukai sudah menjadi milik orang
Nathan yang melihat interaksi antara syifa dan sang mami merasa sangat terharu,ia masih bisa mengingat bagaimana wajah kecewa sang mami saat ia mengatakan bahwa syifa adalah istri dari seorang Kenzo Azhar, saat itu sang mami sampai meneteskan air matanya mengetahui wanita yang sang putra incar ternyata sudah berstatus istri orang, Nathan terus memperhatikan interaksi kedua wanita beda generasi itu,membuat para karyawan dan pengunjung disitu merasa sedikit penasaran kenapa Nathan seperti sangat menginginkan wanita cantik tersebut
" Kamu mau beli bunga apa sayang...? ini salah satu toko bunga milik Tante,jadi hari ini kamu boleh pilih bunga apa aja dan ga perlu bayar,Tante traktir untuk putri cantik Tante" ucap mami Nathan menutupi rasa harunya pada syifa, yang bisa di katakan calon menantu idaman yang gagal ia dan putra dapat kan
"Tante bisa aja,mana boleh main gratisan aja, justru ini perdana fa datang harus beli, masak iya baru pertama udah gratisan aja... fa mau beli bibit beberapa jenis bunga dan buah Tan,tapi yang sudah tumbuh karena kalau harus di semai dulu fa kurang ahli Tan, hehehe..." jawab syifa sambil menggandeng lengan wanita paruh baya tersebut
" Terserah kamu deh, yuk kita lihat aja langsung di belakang, ada banyak jenis nya dan cara perawatan nya,kamu tinggal pilih aja" jawab mami Nathan sambil menarik tangan syifa menuju belakang toko tersebut
Sampai di belakang syifa benar benar di buat sangat bahagia melihat aneka jenis bunga yang belum ada di taman rumah nya dan juga beberapa bibir buah buahan yang berukuran mini, syifa langsung menghampiri dan memilih beberapa jenis bibit bunga dan buah yang ia sukai, membuat mami Ken yang melihat nya tersenyum dan menggeleng,ia juga merasa sangat kagum melihat wanita cantik dihadapan nya itu,dimana kebanyakan wanita yang seusia nya hanya suka shopping di mall tanpa mau perduli dengan tanaman seperti itu
Tapi sangat jauh berbeda dengan syifa, sangat terlihat kalau ia wanita rumahan dan tidak terlalu suka berkeliaran di luaran.
Saat mereka sedang asyik ngobrol sambil menunggu pekerja menyiapkan pesanan syifa yang akan mereka antar langsung ke kediaman keluarga Azhar,tiba tiba Nathan muncul dan memanggil sang mami, membuat kedua wanita beda generasi itu langsung melihat ke arah suara
" Mi... ternyata di sini, Nathan nungguin mami di depan, katanya tadi minta di jemput" ucap nya seraya Mela mendekat, seakan-akan ia tidak mengetahui akan kehadiran syifa di toko tersebut, dan itu Nathan lakukan setelah ia benar-benar meyakinkan dirinya tidak akan gugup saat bertemu langsung dengan syifa
" Oh sayang...maaf mami kira kamu belum datang dan kebetulan sekali tadi saat mami akan keluar mami lihat syifa ada di toko mami, ternyata dia sedang ingin mencari beberapa jenis bibit bunga dan tanaman buah-buahan" jawab sang mami seraya merangkul bahu syifa
" Loh ternyata syifa,maaf aku kira tadi dengan siapa mami ngobrol, hai syifa... Assalamualaikum..." sapa Ken berusaha setenang dan seramah mungkin
" Waalaikumsalam kak...apa kabar...maaf ni kalau gara gara syifa Tante jadi nunda perginya,kalau Tante mau pergi ga apa kok Tan, langsung aja, lagian syifa juga udah hampir selesai kok, tinggal nulis Alamat dan transaksi aja" jawab syifa sambil tersenyum cantik
__ADS_1
" Ah nggak kok sayang,Tante bukan mau pergi ke tempat yang penting penting banget kok, lagian Tante juga ngak sedang buru buru,Tante cuma mau ketemuan sama temen temen lama aja dan sepertinya mereka juga belum pada nyampe deh, buktinya belum ada yang telfon Tante, jadi kamu tenang aja dan ga perlu merasa sungkan" jawab mami Nathan seraya mengusap lembut lengan syifa dan di angguki oleh syifa
Setelah menyelesaikan semua nya dan mereka yang akan mengantarkan langsung ke kediaman keluarga Azhar, akhirnya syifa meminta izin untuk meninggalkan toko tersebut tentunya setelah minum teh dan bertukar nomor ponsel lagi