Gadis Ku

Gadis Ku
Ekstra part 56


__ADS_3

Syifa berjalan anggun sambil menggandeng lengan Vivi, membuat Vivi sedikit salah tingkah karena di perhatikan oleh banyak pasang mata karyawan yang mereka lewati atau yang kebetulan bertemu dengan mereka,Vivi takut dicap sebagai orang yang suka mencari muka pada wanita cantik yang sedang menggandeng nya tersebut, karena hampir semua karyawan yang memiliki jabatan tau siapa syifa, wanita cantik yang sangat di sayangi oleh Big Bos mereka dan mereka juga sudah banyak yang tau kalau Ken sudah menikah dan mereka yakin Syifa adalah Istri dari Bos muda dan super tampan itu


Saat sampai di kantin mereka langsung menuju kursi yang kosong dan sedikit dekat dengan kaca yang menampakkan sebuah taman bunga mini dan lobby utama kantor megah Tersebut.syifa dan Vivi langsung memesan menu sesuai selera mereka, syifa memesan bakso sesuai apa yang tadi ia katakan pada Ken bahwa ia kepingin bakso, sedangkan Vivi hanya memesan Dimsum karena menurut nya ini waktu untuk ngemil, karena memang baru pukul 10 pagi, dan syifa memesan dua milkshake untuk nya dan Vivi, membuat Vivi tersenyum melihat tingkah istri bos nya yang sesekali terlihat sangat dewasa tapi terkadang juga sangat manja dan lebih seperti anak ABG





" Mbak Vivi ga papa kan minum milkshake...? supaya jadi lebih muda lagi, jadi minum minuman anak muda, hehehe" tanya syifa pada Vivi


" ga papa non, saya suka juga kok minum milkshake kalau lagi jalan jalan di luar kantor" jawab jujur Vivi dan dibalas senyuman oleh syifa


Semua orang yang ada di kantin memperhatikan interaksi antara syifa dan vivi yang terlihat seperti sangat dekat, membuat Vivi kembali merasakan Sedikit kurang nyaman, menyadari sikap Vivi yang terlihat seperti gelisah syifa langsung bertanya


" Mbak kenapa...,kok seperti gelisah gitu? takut di marahin sama kak Dimas atau kak Kenzo ya..? kakak tenang aja, mereka ga akan marahin mbak,fa jamin deh.." ucap syifa seraya mengusap lembut lengan Vivi


" Ngak non bukan itu...mbak ga enak sejak tadi orang orang terus liatin kita,mbak takut mereka mengira kalau mbak mendekati non untuk cari muka sama Tuan muda, Tuan besar atau mas Dimas.." jawab Vivi sedikit merasa canggung


" Aduh....mbak..,ga usah mikirin orang deh, yang penting ni ya mbak baik sama fa tulis dan ga ada niatan seperti itu,kalau mbak sibuk mikirin perkataan orang mbak ga akan pernah bisa temenan sama orang orang yang memiliki jabatan,masa bodo aja mbak, yang terpenting kita ga melakukan hal negatif yang dilarang oleh agama kita sehingga merugikan kita atau merugikan orang lain.." jawab syifa bijak membuat Vivi Sangat terharu dan kagum pada wanita yang masih sangat muda itu


" Makasih ya non,non syifa memang sangat baik,semoga diberikan kebahagiaan dunia akhirat,saya cuma takut ada isu yang tidak enak berakhir dengan saya di pecat non,saya dari keluarga yang kurang mampu, mendapatkan pekerjaan ini sangat berharga buat saya dan ini karena kebaikan mas Dimas yang sering makan di warung mbak saya, sehingga mas Dimas menawarkan saya bekerja sebagai sekretaris nya karena kebetulan saya lulusan S1 jurusan sekretaris" ucap Vivi seraya tersenyum


" Jadi mbak adik nya ibuk yang jualan sarapan dan makan siang di depan jalan Apartemen nya kak Dimas...? jangan jangan kak Dimas Naksir lagi sama mbak.." ledek syifa membuat Vivi tersenyum dan menggeleng


" Ga mungkin dong non, mas Dimas itu katanya naksir sama sahabat nya non syifa,tapi namanya mbak lupa,mas Dimas pernah cerita.ia mbak adik nya mbak Dewi..non kok tau warung nya mbak Dewi..? " tanya Vivi penasaran


" Hahahaha mungkin yang mbak maksud kak Dimas suka sama putri ya..? kayak nya sih mereka sama-sama suka mbak,tapi masih sama-sama gengsi,ia fa tau warung nya karena kak Kenzo suka ledekin kak Dimas kepincut sama mbak warung depan,hehehe" jawab syifa sambil nyengir

__ADS_1


Sementara Vivi tersenyum sangat bahagia melihat wanita yang masih sangat muda di hadapannya itu, wanita yang memiliki wajah nyaris sempurna dengan sifat yang sangat santun,dan Vivi dapat melihat kalau syifa sangat cerdas,namun yang masih menjadi tanda tanya Vivi kenapa wanita secantik, syifa sudah menikah di usia yang masih sangat muda, padahal syifa memiliki banyak kesempatan untuk menjadi wanita yang sangat sukses.


" Non bisa aja, maaf ya non syifa usianya berapa...udah berapa lama nikah?" tanya Vivi dengan wajah terlihat sedikit takut


" Fa baru 19 THN mbak,kami nikah udah setahun lebih, dari fa masih kelas 12 mbak, hehehe,mbak pasti kaget ya..? kami udah di jodohin sejak usia fa 7 tahun mbak, untung kami saling sayang mbak sejak kecil.." ucap syifa sambil menceritakan semua tentang nya dan Ken,saat mereka dipisahkan sampai saat mereka kembali ketemu setelah besar ada diminta untuk menikah secara tiba-tiba


Vivi yang mendengar cerita syifa sangat antusias dan merasa sangat salut dengan kisah cinta yang mereka lakoni, walaupun sedikit terkejut saat tau syifa masih sangat muda dan menikah saat masih sekolah,tapi setelah mendengar cerita syifa Vivi jadi semakin paham bahwa orang tua Ken sangat takut putra nya tidak bisa menikah dengan wanita pujaannya sejak kecil


" mbak kira non dan tuan muda Kenzo pacaran dan masih pengantin baru, habis nya tuan muda Kenzo terlihat posesif banget sama non syifa,kayak orang lagi jatuh cinta banget" jawab putri membuat syifa Langsung tersenyum dan menggeleng


" Kak Kenzo itu memang seperti itu, bahkan sejak kecil, jadi fa udah biasa aja menghadapi nya, dari kecil fa itu emang ga banyak berteman dengan orang luar, jadi kalau sekarang kak Kenzo itu jarang kasih fa keluar itu udah biasa untuk fa, palingan kalau udah suntuk baru minta izin keluar" cerita syifa membuat Vivi tersenyum


Saat mereka sedang asyik ngobrol tiba tiba syifa dan Vivi dikejutkan dengan suara Ken Yang sudah berada tepat di belakang syifa dan langsung mencium puncak kepala syifa, membuat orang orang yang ada di kantin tak bisa berkedip, mereka serasa seperti mimpi melihat seorang tuan muda Kenzo yang terkenal sangat dingin dan cuek bisa sehangat itu pada seorang wanita yang mereka kira adalah adik dari sang tuan muda


" kok lama sih makan nya..? kan tadi aku udah bilang jangan lama-lama" protes Ken sambil meraih tisu dan mengelap keringat yang membasahi dahi syifa


" pasti ini pedas banget kan...? udah di bilangin jangan makan pedas" protes Ken


" Namanya juga bakso by... kalau ga pedas mana enak, Hubby mau coba? Aaa" ucap syifa seraya menyodorkan sendok yang berisi bakso ke mulut Ken,dan disambut baik oleh Ken, membuat seisi kantin terkejut termasuk Vivi,ia sangat merasa canggung dan serba salah, ingin pamit duluan tidak enak,disitu terus juga sangat sungkan dengan bos muda nya itu


" Pedes banget yang....." ucap Ken dengan wajah merah membuat syifa kalang kabut dan langsung memberikan minuman nya pada Ken, tanpa menunggu Ken langsung meminum minuman itu dari tangan Syifa, kelakuan pasangan muda itu benar-benar mencuri perhatian orang orang yang ada di kantin


" Maaf..." cicit syifa nyaris tak terdengar sambil mengusap lembut wajah Ken yang di penuhi keringat dengan tisu dan meniup wajah Ken, membuat Ken langsung menatap wajah syifa


" trus kenapa kamu tiup wajah aku..? " tanya Ken tiba tiba membuat Syifa baru menyadari kelakuan konyol nya


" Hehehe biar wajah Hubby ga merah lagi.." jawab syifa sambil tersenyum dan mengelus lembut wajah Ken, membuat Ken benar-benar sangat gemas melihat tingkah wanita yang sangat ia cintai itu


" ya udah cepetan makan nya,..Vi kamu kalau mau duluan ga papa syifa biar saya yang temani,dan jangan lupa pesanan Dimas" ucap Ken tanpa melepas pandangan nya dari wajah cantik istri nya

__ADS_1


" Biak tuan terimakasih,non saya duluan ya terimakasih traktirannya dan pesanan mas Dimas biar saya yang bawa saja" ucap Vivi sopan


" Ia Mbak terimakasih ya udah mau Nemani fa makan,lain kali fa pasti akan ajak lagi" jawab syifa sambil tersenyum dan di balas Anggukan kepala oleh Vivi seraya membungkuk dan berlalu meninggalkan mereka


Setelah kepergian vivi, syifa kembali melanjutkan makan nya yang tinggal sedikit lagi,Ken yang melihat syifa makan dengan lahap nya hanya bisa menggeleng karena menurut nya itu sangat pedas


Ken yang melihat syifa sudah selesai dengan makan nya, langsung mengajak syifa kembali ke ruangan nya dengan alasan bahwa pekerjaan nya masih sangat banyak, mereka melangkah menuju lift khusus dan langsung menuju ke lantai atas


Sesampainya di ruangan Ken langsung menarik syifa dalam dekapan nya membuat syifa sedikit terkejut dengan tingkah suaminya itu


" Hubby....kok malah peluk peluk sih..? katanya pekerjaan nya masih banyak.." protes syifa


" kangen yang....kamu itu tadi pergi nya lama banget tau.." ucap Ken sambil terus menciumi leher syifa dan meninggalkan beberapa jejak nya disana, sejak hamil syifa memang lebih sering memakai hijab instan nya apalagi saat di ruangan Ken


" tapi ini masih jam kerja by... nanti kalau tiba-tiba ada yang masuk kan malu.." ucap syifa sambil mengelus lembut lengan kekar Ken yang semakin erat melingkar di pinggang nya, baru saja syifa selesai bicara,benar saja terdengar suara ketukan pintu dari luar menandakan ada yang ingin masuk ke ruangan sang bos muda tersebut, dengan perasaan gondok Ken melepas pelukannya dan menuju kursi kebesaran nya


" masuk...." ucap Ken tegas dengan suara dingin nya, sedang syifa langsung duduk di sofa sambil tersenyum cantik pada Ken, membuat Ken semakin geram


Tak menunggu lama pintu terbuka dan menampilkan wajah Dimas dengan membawa beberapa berkas di tangan nya


" Ni berkas kerja sama dengan klien yang akan bekerja sama dengan kita di acara fashion show di Korsel, mereka semua setuju kalau acaranya di undur bulan depan,tapi...." Dimas tampak ragu ingin melanjutkan ucapannya dan ia sedikit melirik syifa yang sedang asyik dengan ponsel Ken


" Tapi......?" tanya Ken sambil melihat wajah Dimas


" Mereka semua masih sangat berharap kalau model pembuka dan model puncaknya itu syifa.." ucap Dimas lirih


" Gue gak akan pernah mengizinkan istri gue jadi model,dia akan ikut bareng gue ke sana sebagai pendamping gue bukan model, bilang ke mereka kalau mereka keberatan silahkan cari brand lain" ucap Ken tegas dan datar


Dimas hanya bisa mengangguk dan sebenarnya ia juga kurang setuju jika istri dari adik angkatnya itu menjadi model,ia bisa membayangkan bagaimana kalau syifa menjadi model, bukan model saja sudah membuat ia cukup dikagumi banyak pria dan itu membuat nya terkurung di rumah mewah keluarga Azhar, apalagi jika ia menjadi model,bisa bisa rumah tangga mereka akan dipenuhi dengan pertengkaran karena sikap posesif nya Ken yang sangat luar biasa itu.

__ADS_1


__ADS_2