
Pagi ini adalah hari keberangkatan Ken ke Bali,Ken berangkat pagi pagi sekali dengan menggunakan jet pribadi milik keluarga nya, karena tepat pukul sepuluh Ken akan menghadiri rapat dengan para desainer yang bernaung di bawah AZ grup dan para pengrajin perhiasan yang bernaung di bawah brand keluarga Ifander
Syifa ikut mengantar Ken sampai ke bandara tapi Ken tidak mengizinkan nya keluar dari mobil, setelah sesi perpisahan Ken langsung memerintahkan sang supir untuk mengantarkan syifa ke kampus nya karena syifa ada kuliah pagi, dengan mata berkaca-kaca Syifa meninggalkan bandara bersama sang supir menuju kampus
Setelah kepergian syifa barulah Ken melangkah memasuki jalur khusus pesawat pribadi milik keluarga nya,Ken tau syifa menahan diri nya agar tidak menangis didepan nya, membuat Ken benar-benar sangat berat meninggalkan syifa, hatinya merasa sangat gundah, andai semua bisa di batalkan ia lebih memilih membatalkan acara tersebut,tapi Ken juga gak mungkin egois sementara itu sudah sangat lama mereka rencanakan dan juga melibatkan banyak orang,Ken ga mau di cap egois dan tidak berprinsip.
Sebagai seorang lelaki Ken sangat menjaga prinsip nya dan mencoba untuk bisa profesional seperti halnya sang papa yang sangat dikenal dengan sikap tegas dan profesional nya.ken ingin menjadi yang terbaik untuk semuanya, terutama untuk istri dan keluarga nya,juga untuk ribuan pekerja di perusahaan keluarga nya, mereka menggantungkan hidup mereka pada perusahaan keluarga Azhar.
Syifa tiba di kampus dengan wajah lesu dan terlihat sendu dengan mata yang sedikit sembab, kedua sahabat nya yang sudah menunggunya langsung memeluk nya dan mengusap lembut punggung syifa, mereka tau apa yang membuat sahabat cantik plus manja nya itu sedih dan tidak bersemangat
" Udah dong kan pergi nya cuma dua hari,lusa juga udah balik, lagian Deket ke Bali doang,masak iya udah mau jadi Mommy masih cengeng aja..." ucap Maya membujuk syifa
" Tapi fa sedih...." jawab syifa manja membuat kedua sahabat nya tersenyum dan menggeleng
__ADS_1
" Sekarang ditinggal dua hari aja nangis,dulu pas pertama ketemu selalu mengibarkan bendera perang... untung kayak nya kak Kenzo itu jatuh cinta pandangan pertama makanya sabar banget,kalo ngak aku yakin udah di culik dan di hamili duluan nih anak..." ucap putri membuat Maya melebarkan matanya dan syifa Langsung melihat ke arah nya
" Apaan sih... itukan dulu..fa belum inget siapa dia...." protes syifa membuat putri tertawa puas
" Jadi kalau udah tau langsung di peluk gitu pas pertama ketemu...? bukan nya dari belum tau emang udah jatuh cinta...? pasti ni gara gara belaian nya hot banget..." goda putri membuat syifa sangat geram
" Putri...... ngomong apaan sih..? sok tau deh..awas ya fa bilang sama kak Dimas suruh cepat cepat lamar kamu.." ucap syifa sedikit berteriak membuat mereka menjadi pusat perhatian orang orang di sekitar gerbang kampus
" Apa hubungan nya coba sama kak Dimas? si play boy cap kapak itu...?" ucap putri membuat syifa dan Maya tertawa terbahak-bahak dan lagi lagi mereka menjadi pusat perhatian
Bagas dia lah yang memanggil syifa teman satu jurusan dan satu kelas dengan syifa, pria tampan yang sejak hari pertama syifa masuk kuliah sudah sangat mengagumi sosok cantik dan lembut syifa, dia selalu berusaha mendekati syifa dengan bertanya banyak hal pada syifa, karena syifa memang bersikap welcome pada siapa saja dia tidak terlalu menganggap serius tentang bermacam cara para mahasiswa disitu mendekati nya.
Bagas anak seorang Dokter spesialis jantung dan memiliki sebuah Rumah sakit yang juga bekerja sama dengan keluarga Azhar.ia mengira syifa adalah anak keluarga Azhar ataupun sepupu Ken, pernah sekali ia bertanya pada sang papa dan papa nya menjawab tidak terlalu tau tentang anggota keluarga Azhar karena mereka tertutup tentang apapun yang menyangkut kehidupan pribadi keluarga mereka jawab sang papa
__ADS_1
Syifa dan Bagas berjalan beriringan membuat beberapa mata yang melihat mengira mereka tengah dekat, mengingat Bagas termasuk dalam kategori pria tampan dan juga terbilang keluarga nya cukup kaya.membuat para mahasiswa pria yang juga mengagumi syifa merasa telah memiliki saingan sebelum bertempur, tanpa mereka tau saingan yang sesungguhnya adalah seorang pewaris tunggal kerajaan bisnis Eropa dan Asia dengan wajah yang nyaris sempurna
Saat sampai di kelas teman teman mereka menjadi heboh dan menggoda keduanya, mereka mengatakan bahwa syifa dan Bagas adalah Best Cauple karena mereka berdua saat ini sama sama menjadi idola para lawan jenis dan di gadang gadang sebagai King dan Quin nya Universitas kedokteran tersebut.
Syifa hanya tersenyum menanggapi kehebohan teman teman nya, baginya itu salah satu hiburan dalam berteman di lingkungan belajar mereka agar mereka tidak merasakan bosan akibat terlalu serius
Sedangkan Bagas sangat bahagia saat melihat syifa tidak menyangkal saat teman teman mereka menggoda nya, malah syifa nampak tersenyum dan terlihat happy dengan ucapan selamat dari mereka.Bagas memang lebih tua dari syifa dia juga mahasiswa di dokter umum dan sudah semester 6 dan dia memang memutuskan untuk kuliah di dua jurusan dan tahun ini ia memutuskan untuk mengambil jurusan psikolog
Menurut nya syifa memberikan sinyal baik terhadap usaha nya saat ini dalam mendekati syifa,Bagas merasa sangat bahagia dan ia seperti mendapatkan hadiah terindah dari Tuhan karena telah mempertemukan dirinya dan syifa.
Bagas juga mengakui ini adalah pertama kali bagi nya melihat seorang wanita cantik yang nyaris sempurna seperti Syifa, walaupun beberapa mantan nya tergolong dalam kategori wanita cantik bahkan dikabarkan Agnes juga pernah dekat dengan Bagas termasuk beberapa mahasiswi cantik lainnya
Bagas juga di kabarkan sedang dekat dengan salah satu mahasiswi jurusan psikolog yang berprofesi sebagai seorang model dan kini tengah berada di Bali menjadi salah satu brand ambassador fashion show yang Ken dan sahabatnya adakan di Bali.
__ADS_1
Syifa hanya tersenyum menanggapi cerita cerita dari beberapa teman kelasnya tentang Bagas,ia merasa kalau mereka terlalu menganggap serius apa yang mereka lihat tanpa mengkaji lebih dalam tentang yang sebenarnya.