
Sesudah sampai di kamar Maira mendapati farrel yang sedang duduk diranjang dengan memainkan ponselnya.Mungkin dia sudah membersihkan dirinya karena pakaian semalam sudah ada di keranjang kotor.
Dengan langkah hati hati maira mendekati farrel.
"Mmm makanlah aku sudah membawakanmu sarapan"-kata maira hati hati sambil menunduk.
"...."-Farrel tak menjawab apapun dia malah menatap maira dengan tatapan dinginnya.
Karna tak ada jawaban sama sekali dari farrel ia pun langsung meletakan nampan itu di atas nakas "Aku taruh di sini ya?" ucap maira sambil tersenyum.
Setelah meletakan itu ia pun berniat keluar untuk menyiram tanaman.Tetapi saat maira ingin keluar farrel mengucapkan kalimat yang membuat maira sedikit sakit hati.
"Ingat ini hanya perjodohan.Gue nggak mungkin suka sama lo!Dan buanglah jauh jauh perasaan lo kalo lo suka sama gue."-kata farel tegas dan terkesan dingin.
"Baiklah terimakasih sudah mengingatkan"-jawab maira cepat sedikit bergetar.
Maira keluar dengan raut wajah yang sulit diartikan.Ia memilih ke taman belakang untuk menyiram bunga .Sedari tadi dia memikirkan ucapan farrel saat sedang dikamar.
"Biarlah berjalan sesuai alurnya"-Ucap maira dengan tersenyum agar dia bisa menutupi rasa sakit hatinya itu.
_____________________________________
Maira sudah siap dengan 2 koper nya.Mulai malam ini ia sudah tak tinggal lagi bersama papa dan mama ah dan jangan lupa firli.Dan malam ini juga hidupnya akan segera dimulai.
"Pa,ma kenapa maira harus ikut suami?"-rengek maira
"Karena sekarang tanggung jawab maira sudah sama farrel,Nanti farrel yang jagain maira,tenang aja kalo farrel bikin mai sakit hati bilang aja sama kakak"-kata devano.
"Tapi kakak-"-ucap maira terpotong.
"Yang dikatakan kak dev itu benar mai.Berhenti menjadi gadis manja dan cengeng kamu sudah bersuami!"-ledek firli
"Oh ya?Eummm katanya mama sama papa mau menjodohkan firli ya sama siapa ma?"-kata maira berbohong pasalnya ia juga akan balas dendam sama firli, hari ini firli sudah meledeknya berkali kali.Firli yang mendengar itu pun langsung menatap wajah raka dan adinda yang sedang menahan tawanya
"Eh kok gitu ma pa?"-ucap firli memelas.
"Kan kamu sudah jadi keluarga pratama nak jadi ya mungkin benar kata maira ,kalo papa mau menjodohkan kamu sama anak rekan kerja papa"-jawab raka mengikuti permainan maira.
"Iya ta-tapi kan ma?"-rengekan firli berhasil membuat semua orang tertawa terbahak bahak.
"Bodoh di kadalin tu sama maira"-kata devano sambil menahan tawanya.
"Ck..apa apaan sih kamu mai!,"-Kata firli kesal
"Salah sendiri kenapa kamu selalu meledek ku"-cibir maira
Sementara itu terlihat farrel sedang berbicara empat mata dengan devano.
"Jaga maira untuk kak dev,dia sangat manja dan cengeng tolong jangan mengecewakan kak dev fa"-perintah devano
__ADS_1
"Hmm tapi kurasa kak dev tau apa yang ada di pikiran ku"-balas farrel tak kalah serius
"Iya kak dev tau,kamu sama sekali tidak ada rasa bukan sama adikku?tapi percayalah rasa itu akan tumbuh dengan sendirinya,kembalikan maira kepada kami jika kamu tidak mau menerimanya dalam waktu 1 tahun,maka hari itu kamu mengembalikan nya hari itu juga kamu bercerai"-Ucap devano tegas.
"Satu tahun?"-katanya mengulang
"Ya dalam satu tahun kamu belum bisa menerimanya kembalikan maira kepada kami!"-jawab devano dan diangguki oleh farrel
Kemudian mereka berjalan keruang tamu sekalian berpamitan.
"Ma,pa kak kalau begitu farrel bawa maira pulang ke rumah sekarang karena mami susah menunggu di sana"-ucap farrel.
"Baiklah sering-seringlah bermain kesini ya dan farrel papa titip putri kecil papa"-kata raka dengan tersenyum.
"Iya pa"-balasnya ramah dan juga tersenyum.
Deggggggg
"Wah wah apa itu barusan? kutub utara itu tersenyum?seharusnya ini adalah momen yang harus aku abadikan tapi mana mungkin bisa begitu"-batin maira
Selesai berpamitan akhirnya maira pergi bersama farrel dengan mobilnya kerumah besar.
Maira membuka pintu Mobil belakang saat ingin masuk tiba tiba farrel berkaata "Aku bukan supir mu,duduklah di depan!" maira yang tak ingin berdebatpun ia hanya bisa menuruti keinginan farrel.
Selama di perjalanan mereka tidak bicara sama sekali,Hening.Ya suasana hening dan panas dingin menjadi satu.
"Assalamuallaikum"-ucap maira tersenyum
"Waalaikumsallam"-balas mereka ramah
"Wah pengantin baru ini"-kata vino menggoda farrel.
"Brisik lo"-jawab farrel ketus dan pergi meninggalkan mereka semua yang ada di depan rumah.Maira hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap farrel yang sepertinya terlihat tidak sopan.
"Hai mai gimana kabar lo?"-tanya nayla basa basi.
"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat"-balas maira.
"Oh iya gimana malam pertama lo sama si farrel?"-goda Neo
Ah perkataan neo membuat maira ingat akan farrel yang sangat dingin kepadanya.Jangankan menyentuh berbicara saja dia tidak mau pikirnya.
Neo,vino,dan nayla yang melihat maira melamun pun mereka saling menatap satu sama lain.
"Lo nggak papa mai?"-tanya vino namun tak ada balasan dari maira .
"Maira!"-panggil Nayla sedikit berteriak
"Ah nayla kamu membuat ku terkejut!"-ucap maira sambil mengelus kepalanya.
__ADS_1
"Non ditunggu nyonya sama tuan di dalam,sini biar bibi bawain kopernya"-ucap bibi tibatiba datang.
"Ah begitu ya?Nggak usah bi biar mai aja yang bawa lagian nggak berat kok makasih ya bi"-ucap maira disertai senyuman.
"Nanti bibi di marahin sama tuan non,biar bibi aja yang bawain nggak papa"-ucapnya halus.
"Ini sudah mau masuk jam makan malam mendingan bibi siapin makan malam aja mai nggak papa kok bawa ini sendiri,nggak usah khawatir mami sama papi nggak akan marah sama bibi"-balas maira.
"Baik non,kalo gitu bibi permisi"-menunduk dan meninggalkan mereka semua di luar.
"Ya sudah ayo kedalam nanti di marahin mami sama papi kalo di luar "-ajak maira ke teman teman farrel
"Iya mai,mah aku bantuin bawa?"-kata nayla
"Nggak usah mai bisa sendiri kok"-balas maira ramah .
Sesampainya di dalam mereka melihat Dekia san ilham yang sedang duduk bersantai diruang tamu.
"Selamat Datang ke rumah mami.!!Kenapa lama sekali,mami sudah menunggu"-ucap delia dengan mengerucutkan bibirnya terkesan seperti merajuk.
"Mami tadi gara gara neo sama vino mereka nanyain maira sama farrel malam pertama jadi ya gitu deh hahah"-Ucap nayla diikuti gelak tawanya.
"Oh jadi gara gara kalian ya hm?"-kata delia langsung menjewer telinga neo dan vino.
"Aaaa mami cantik deh"-ucap neo dan vino bersamaan.
"Oh jadi selama ini kakian baru nyadar kalo mami cantik?"-mengeraskan jeweranya
"Ah iya iya iya mi ampunn"- neo dan vino meringis kesakitan,Ilham,Nayla dan Maira pun tertawa akan tindakan delia dan ringisan sakit neo & vino.
"Mami sudah kasian mereka"-ucap maira
Akhirnya delia melepaskan jeweran tersebut,Merah.Ya merah telinga mereka :v
"Ya sudah ayo mami antar kamu ke kamar!"-ajak delia dan diangguki oleh maira.
Sesampainya di depan pintu kamar ,delia mengetuk pintu kamar tersebut,farrel pun keluar dan tak lupa wajah dengan wajah yang dinginnya.
"Ada apa mi?"-tanya farrel.
"Anak nakal!Tentu saja mami mengantarkan maira ke kamarnya,kenapa kamu meninggalkanya sendiri di luar."-omel delia
"Mi kenapa kita berdua harus satu kamar lagi?"-rengek farrel.
"Bodoh! Jika kamu lupa kalian berdua sudah menjadi pasangan suami istri!"-Ucap delia kesal.
"Sudah mi,tidak papa maira di kamar yang lain saja"-
"Tidak kalian harus satu kamar!"-Bentak Delia yang membuat farrel dan maira terkejut.
__ADS_1