Gadis Ku

Gadis Ku
Ungkapan.


__ADS_3

Hari hari kini berlalu begitu cepat dimana sekarang maira sedang bimbang akan pemikiranya,Minggu lalu Maira dan teman sekampusnya melaksanakan wisuda akhir S1.Maira ingin sekali melanjutkan studynya S2 di luar negri yaitu Kampus International Seoul Company kampus elit dan favorite yang berada di Seoul,Korea Selatan.


Masih tertutup rapat hubungan safira dan farrel dan tidak ada yang mengetahuinya sekalipun vino dan neo ataupun nayla.


Semenjak menikah dengan farrel,Maira mendapatkan teman baru yaitu nayla ,mereka bertiga selalu menghabiskan waktu bersama maira,firli,dan nayla.


Safira ingin melanjutkan S2 di kampus venus sama halnya dengan farrel.Karena selama ini safira berbeda kampus dengan farrel jadi ia memutuskan untuk satu kampus agar bisa terus bersama.


Hubungan pernikahan farrel dan maira sudah mencapai 8 bulan.Maira dan farrel mereka jarang bertemu walaupun satu atap.Misalnya salah satu dari mereka bangun pagi mereka tidak akan menunggu atau di tunggu Dan Jika malam salah satu dari mereka pasti sudah terlelap atau belum kembali itulah yang dilakukan maira dan farrel setiap harinya .Delia dan Ilham memutuskan pergi keluar California untuk mengurus perusaahaan yang ada disana karena perusahaan yang ada disini sudah di pimpin oleh Farrel.Yap farrel adalah Presedir muda JK Group.


Hari ini Maira,Firli,Nayla,Neo dan Vino berada di kantin kampus sedang membicarakan study yang diinginkan mereka.


" Neo lo mau nglanjutin dimana S2 nya? " tanya vino


" Italia kayanya "- jawab neo mangut mangut.


"Jauh banget "- timpal firli.


" Beneran lo? bukanya lo suka sama seseorang jadi gimana nanti kalo lo keluar negri ? lo bakal nyerah gitu aja untuk dapetin hatinya itu?" tanya vino bingung.


" Wahh benarkah neo? "- goda maira.


" Hmm gue emang lagi suka sama seseorang,gue juga gamau kali ninggalin dia nanti di ambil orang lagi. "- kata neo menyindir salah satu dari mereka.

__ADS_1


" tapi tega ngga tega gue harus tetap tega karena yaa gue gamau pacaran gue maunya komitmen dan langsung ke jenjang pernikahan seperti maira,uang untuk modal nikah gue juga harus berpendidikan tinggi gue mau merintih perusaanhaan dari nol "- tambah neo yang berhasil membuat mereka tertawa terbahak bahak namun neo juga tak menghiraukan sama sekali.


" dia tau ngga kalo lo suka sama dia?" -tanya firli .


" entahlah gue juga gatau kalo dia suka sama gue apa engga " jawab Neo dengan melamun.


" Siapa namanya aku kepo nih wkwk? seberapa cantik dia bisa ngeluluhin hati yang keras seperti batu seorang neo sanjaya?-tanya maira lagi dengan menahan tawanya.


" Cantik relatif sih,gue suka gaya dia blak blakan ,gue suka dia karna dia cewe yang ngga so polos gitu "- balas neo dengan penuh perasaan


" Bukan begitu Nayla Marlenda? "-timpal neo


" Uhhuk uhhukk " .nayla yang di panggil namanya langsung tersedak minuman nya


" Wah wah kurasa aku tauu ini "goda maira.


Blushhh


Wajah nayla merah padam ia juga mengerti maksud maira.Neo pun tersenyum seakan itu lah dari jawaban dari pertanyaannya.


" So ? "-ucap firli


" Fir apa kamu tidak tahu maksud neo hnn? "-tanya maira seakan dia menginginkan neo untuk memperjelas.Vino yang sedari tadi bingung ia langsung menduga dan tertawa diikuti dengan maira.

__ADS_1


Saat asik bercengkrama tiba tiba farrel datang dengan seorang wanita.Ya Safira Maulidia isa dibilang kekasih nya.Farrel tidak tau jika maira berkumpul dengan vino dan neo jadi farrel memutuskan pergi menemui mereka.


Saat sampai di meja Vino dan yang lain.Farrel langsung membulatkan matanya ia sangat terkejut melihat maira ada di meja tersebut.


Melihat kedatangan farrel dengan seorang wanita asing kini mereka semua bingung terkecuali nayla dia hanya sedikit terkejut karena dia juga sudah tau bahwa safira adalah first love nya farrel.


" Hai fa lo sama siapa ? " goda vino,belum sempat farrel menjawab safira terlebih dulu mengulurkan tanganya.


" Hai kalian nama ku Safira Maulidia,Aku kekasih farrel ! senang bisa bertemu kalian "- Ucap safira lantang.


Deggggggg.


Bagai disambar petir hati maira,Mereka semua terkejut akan penuturan safira.Yaa maira memang kini sudah mencintai farrel sejak farrel merebut kesucian maira beberapa waktu lalu karena mabuk dan tidak sadarkan diri.


Maira menunduk tak bisa menyembunyikan tangisnya lagi.Farrel yang melihat perubahan maira ia langsung merasa bersalah .Ia ingin sekali menjelaskan semuanya tapi ego nya berkehendak lain jadi ia tetap kekeh diam.


Firli dan nayla seakan merasakan sesak yang sama seperti maira ia langsung mengode vino untuk menjauhkan safira dengan farrel.setelah sedikit menjauh dengan secara bersamaan mereka berdua menampar pipi farrel dengan keras dan menimbulkan pelipis farrel mengeluaarkan darah.Tanpa berkata apapun maira langsung berlari menuju mobil di ikuti dengan nayla dan juga firli.Saat di perjalanan hanya suara isakann maira yang terdengar.Firli tau ini sangat sangat menyakitkan.Tapi apa boleh buat maira tidak akan berbicara apapun jika dia belum lega menangis.


Mereka bertiga kini sampai di rumah Nayla,terlihat mata sembab maira yang memerah .Sesampainya di kamar nayla maira hanya diam duduk mematung tak bergeming sekalipun.Nayla merasa sangat khawatir karena keadaan maira saat ini,Sebenarnya ia ingin sekali berbicara namun firli mengode nya untuk tidak membicarakan apapun sebelum dia berbicara duluan akhirnya dengan terpaksa nayla hanya diam menatap, maira yang sedang menatap kosong lurus kearah depan dengan mata yang masih mengeluarkan air.


" Bolehkah aku menginap untuk beberapa hari disini ?" tanya maira dngan sesegukan.


" Ya tentu saja " -ucap nayla dan langsung berhamburan memeluk maira dengan eratt.

__ADS_1


__ADS_2