Gadis Ku

Gadis Ku
Bab 50


__ADS_3

rambut indah Jaka tampak gelisah saat menunggu Dea keluar dari kos nya. Cukup lama laki-laki berkacamata itu menunggu Dea di depan kos nya.


"Dea" Tegur Jaka dengan senyuman yang kecut kepada gadis itu.


Dea yang tadi nya tersenyum dan penuh semangat untuk berangkat ke cafe kini kehilangan semangat nya. Gadis itu menatap Jaka dengan tatapan sinis nya. Yah tentu saja gadis itu sangat tidak suka dengan kehadiran Jaka saat itu. Itu di sebab kan apa yang Jaka lakukan terhadap Rumi yang begitu tega nya.


Dea tampak tidak memperdulikan kehadiran laki-laki itu. Gadis itu melanjutkan langkahnya untuk pergi cafe tanpa melihat sedikitpun ke arah laki-laki yang berkacamata itu.


"Dey, Dey...tunggu" Ujar Jaka menarik tangan Dea agar menghentikan langkah nya.


"Ada apa sih Jaka. Masih berani kamu menampakan diri setelah apa yang kamu lakukan terhadap bumi kemarin?" Ujar Dea sedikit membentak. Amarah di hatinya bergejolak. Sungguh ia kembali membayangkan keadaan depresi Rumi ketika kehilangan kesucian nya akibat laki-laki itu.


"Dey aku mohon dengarkan aku dulu. Aku tahu aku salah aku ingin memperbaiki semua nya. Tolong bantu aku" Jaka memohon.


"Iya, emang, emang kamu bersalah dan sangat salah dalam hal ini. Kamu tega menjebak Rumi hanya untuk melunasi hutang-hutang mu. Manusia seperti apa kamu yang tega melakukan hal itu kepada temanku" Ujar Dea dengan mata memerah karena menahan emosi di dalam hatinya.


"Iya Dey, aku tahu. Maaf kan aku. Kamu boleh melakukan apapun untuk menghukum ku. Tapi tolong bantu aku untuk bertemu dengan Rumi. Aku ingin memperbaiki semuanya, aku ingin bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepadanya" Jaka masih memohon kepada gadis yang memiliki lesung pipi itu.


"Tidak ada hak nya aku menghukum mu Jaka. Jika saja Rumi tidak menghalangi ku,mungkin aku sudah melaporkan perilakumu yang buruk itu kepada polisi. Hanya saja Rumi mencegah ku"


Deg...


Jaka kaget mendengar kenyataan yang di katakan oleh Dea. Ia semakin berasa bersalah kepada Rumi karena masih mau melindunginya.


"Dey, aku tahu Rumi masih mencintaiku. Aku yakin masih ada sisa cinta di hati nya untuk ku" Ujar Jaka lagi dengan deraian air mata. Yah laki-laki itu menangis. Ia benar-benar menyesal dengan apa yang terjadi kepada Rumi.


Dea menatap Jaka dengan tatapan menyelidik. Bisa ia lihat bahwa laki-laki itu memang ingin memperbaiki segalanya dengan tulus.


Beberapa kali Dea menghilang nafas beratnya. Ia mencoba untuk mereda emosi yang saat ini sedang menghubungi hatinya terhadap Jaka.


"Kenapa tidak kamu sendiri saja yang berbicara dengan Rumi"


"Sudah Dey, aku sudah melakukan nya. Tapi Rumi sama sekali tidak peduli. Bahkan melihatku saja dia tidak mau. Aku sama sekali tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan segalanya. Ia begitu kecewa kepada ku Rum" Ujar Jaka dengan lirih.


"Jelas saja dia kecewa. Dia begitu mengagung kan mu. Dia begitu percaya kepadamu dan mencintaimu dengan sepenuh hati. Dia telah menaruh harapan tinggi terhadapmu di mana kamu bisa melindunginya dari kejahatan. Tapi nyatanya, kamu telah mengecewakannya justru kamu yang menjerumuskannya ke dalam lubang hitam" Ujar Dea lagi.


"Iya Dey, aku tahu karena itu aku mohon maaf. Aku mau bertanggung jawab. Kini baru ku sadari aku begitu mencintai nya" Ujar Jaka lagi meyakin kan gadis yang memiliki lesung pipi itu.


Dea hanya diam tanpa memberikan jawaban apapun kepada Jaka. Ia tampak berpikir keputusan apa yang harus dia ambil saat ini.


***


"Dea... Maaf ya telat" Tegur Rumi. Yah malam ini Rumi dan Dea memiliki janji untuk makan malam bersama di sebuah cafe.


"Iya tidak masalah kok. Aku juga belum terlalu lama tiba di sini" Ujar Dea tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.


"Mau pesan makan apa Rum Aku yang traktir deh hari ini" Ujar Dea lagi.


"Wah, yang benar kamu Dey?"


Dea mengangguk membenarkan apa yang baru saja ia katakan tadi.


"Asyik di traktir sama pacar bos" Canda Rumi bersemangat melihat menu yang tertera di daftar nya.


"Oke, aku pesan yang ini, ini dan ini ya" Ujar Rumi kepada pelayan cafe tadi.

__ADS_1


"Oh ya Rum, ada yang mau aku katakan kepada mu" Ujar Dea dengan raut wajah bahagia.


"Wah kabar bahagia apa nih? Sepertinya kabar itu sangat membuatmu bahagia sekali ya" Ujar Rumi ikut tersenyum melihat temannya Bahagia seperti itu.


"Rum, aku sudah di lamar sama mas Marco. Dan kami akan menikah dalam waktu dekat"


"Wah Selamat ya Dey, aku turut bahagia mendengar kabar ini. Tidak lama lagi kamu akan berubah statusnya dari pacar Bos menjadi istri bos alias nyonya besar. Wah, sepertinya aku harus pintar-pintar nih mengambil hatimu Agar nanti Jabatan itu dinaikkan di cafe" Canda gadis berambut Ikal itu lagi.


"Ya seperti nya sih begitu ya" Ujar Dea ikut-ikutan.


pelayan pun datang mengantarkan makanan yang mereka pesan tadi. Kedua sahabat itu pun mencicipi makanan itu dengan lahap.


Dea tampak berpikir untuk mencari kata-kata yang tepat yang harus ia katakan kepada Rumi tentang Jaka.


"Hmm...Rum, ada lagi yang mau aku katakan kepada mu" Ujar Dea dengan hati-hati. Takut nanti sahabat nya itu kembali depresi ketika ia mengatakan niat baik Jaka. Namun, gadis yang memiliki lesung pipi itu tidak mempunyai pilihan lain. Ini jalan yang baik untuk masa depan Rumi. Di mana Jaka mau bertanggung jawab terhadap Rumi.


"Tapi kamu Jangan marah ya ketika sudah mendengarkan apa yang akan ku sampaikan kepadamu nanti" Ujar Dea lagi.


"Oke aku tidak akan marah kok" Jawab Rumi dengan senyum di wajah nya.


"Janji kamu tidak akan marah?"


"Janji Dey, Aku tidak akan marah. Apa sih yang mau katakan kepada ku? Ayo katakan. Jangan buat aku penasaran seperti ini dong Dey" Ujar Rumi menatap hadis yang ada di hadapannya itu dengan tatapan penasaran.


"Hmm, kemarin Jaka...."


Mendengar nama laki-laki itu disebut membuat raut wajah rumit menjadi murung. Ia benar-benar tidak mau ada hubungannya lagi dengan laki-laki yang bernama Jaka itu. Hati nya benar-benar kecewa dan terluka kepada laki-laki yang pernah ia cintai itu.


"Dey, jangan kamu sebut-sebut nama dia lagi. Aku sama sekali tidak mau mendengar namanya disebut di hadapanku seperti ini" Potong Rumi tanpa memberi kesempatan kepada Dea untuk menjelaskan semuanya.


"Gak ada yang perlu dijelaskan lagi. Semua nya sudah sangat jelas. Aku tidak mau terlibat lagi dengan laki-laki itu. Rentenir mana lagi yang mau aku layani untuk melunasi hutang-hutangnya?" Ucap Rumi penuh dengan kekesalan di hati.


"Rum, Jaka mempunyai niat baik untuk bertanggung jawab. Dia mau menikahi mu Rum. Berikan dia kesempatan untuk membuktikan semua nya" Pinta Dea kepada gadis berambut ikal itu.


"Rum, Setiap orang pasti mempunyai kesalahan. Aku, kamu, Jaka semuanya mempunyai kesalahan. Kita sebagai manusia biasa tidak terlepas dari kesalahan. Di setiap manusia mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Apa salahnya kamu memberikan kesempatan kepada Jaka"


"Entah lah Dey, kejadian yang pahit itu masih sangat jelas di ingatan ku. Ketika aku melihat wajah Jaka mendengar namanya saja hati ini terasa perih. Seolah-olah kejadian di malam itu kembali terjadi" Jelas Rumi sambil membayangkan kejadian yang pahit yang ia alami saat itu.


Dea tampak melamun memikirkan apa yang dikatakan oleh sahabatnya. Mungkin Jika ia berada di posisi Rumi Ia juga akan melakukan hal yang sama seperti apa yang Rumi lakukan. Tidak mudah mengembalikan kepercayaan yang telah hancur untuk seseorang setelah kepercayaan itu di bangun dengan susah payah.


"Aku tidak tahu harus mengatakan apa kepada mu Rum. Tapi aku minta kamu pertimbangkan lagi keputusan ini. Jaka sudah menyadari kesalahannya dan dia ingin memperbaiki segalanya. Dia mau bertanggung jawab untuk masa depanmu" Ujar Dea akhir nya.


Rumi tampak berpikir dengan apa yang di katakan oleh sahabat nya itu.


"Mungkin benar apa yang di katakan oleh Dea. Jaka mungkin memang sudah menyadari kesalahan nya. Ia ingin memperbaiki segala nya. Dan dia mau bertanggung jawab. Siapa lagi yang mau menerima gadis yang tidak suci lagi seperti ku" Batin Rumi.


"Mungkin aku memberikan Jaka kesempatan yang kedua" Tambah gadis berambut Ikal itu lagi.


***


Jaka dan Rumi duduk di taman, suasana yang tenang dan damai mengelilingi mereka. Jaka tampak tegar, sementara Rumi masih merasa ragu dan hati-hati.


Hari ini mereka mempunyai janji untuk bertemu di taman atas bantuan dari Dea. Yah Dea lah yang memberi jalan kepada mereka berdua untuk memperbaiki segala kesalahan ini.


"Rumi, aku ingin kau tahu bahwa aku sungguh-sungguh ingin memperbaiki kesalahan yang aku buat. Aku ingin kembali memenangkan kepercayaanmu" Ujar Marco dengan lembut meyakin kan gadis yang ada di samping nya itu.

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa meyakinkanku bahwa ini bukan hanya omong kosong belaka" Jawab Rumi dengan menatap Jaka masih tersemat ragu-ragu di hati nya


Jaka menghirup nafasnya dalam-dalam dan dihembuskannya kuat-kuat.


"Aku tahu bahwa kata-kata saja tidak cukup. Oleh karena itu, aku ingin menunjukkan perubahan nyata dalam tindakan dan perilakuku" Ujar Jaka lagi.


Jaka berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Rumi.


"Izinkan aku memulai dengan langkah pertama ini. Biarkan aku membuktikan padamu bahwa kamu adalah prioritas utamaku. Aku akan menjaga mu sepenuh hati ku. Tidak akan aku biarkan siapa pun yang menyakiti kamu Rum. Rasa cinta di hati ku ini tulus ada nya" Ujar Jaka dengan tulus kepada Rumi sambil mengulurkan tangan nya.


Rumi memandang tangan yang diulurkan Jaka dengan perasaan campuran antara keraguan dan kerinduan. Yah sedikit banyak nya rasa rindu di hati gadis itu masih ada untuk laki-laki yang memakai kacamata itu. Dia akhirnya memutuskan untuk memberikan kesempatan kedua kepada Jaka.


Rumi melirik tangan Jaka dan wajah Jaka secara bergantian. Beberapa kali gadis itu menghelan nafas beratnya untuk memberikan keyakinan di hatinya terhadap Jaka.


"Aku memberimu kesempatan kedua, Jaka. Tapi, harap ingat bahwa kepercayaan itu harus diperoleh kembali dengan usaha nyata dan waktu" Ujar Rumi memberi keputusan yang bijak kepada laki-laki itu.


"Terima kasih, Rumi. Aku berjanji untuk tidak mengecewakanmu lagi. Aku akan menghormati, mendengarkan, dan mendukungmu sepenuh hati. Dan yang terpenting aku akan selalu menjagamu dalam keadaan apapun. Bahkan, aku rela mengorbankan nyawaku demi menyelamatkan kamu" Ujar Jaka dengan rasa syukur di hati nya.


Rumi menjawab hanya dengan senyuman yang tampak di paksakan memang terlihat di wajah nya.


"Jangan kamu hancurkan hati ku lagi Jaka. Ini kesempatan yang terakhir aku berikan untuk mu" Ujar Rumi lagi.


"Iya Rum aku tidak akan pernah mengecewakan mu lagi" Jawab Jaka.


Gadis itu masih bersikap dingin dan enggan untuk memeluk Jaka. Yah secara hati nya belum bisa menerima sepenuhnya kehadiran laki-laki itu lagi di dalam kehidupannya. Jaka mengerti dengan keadaan kekasih nya itu. Ia akan bersabar menunggu kekasihnya kembali bersikap seperti dulu lagi yang penuh dengan kehangatan dan juga keceriaan.


***


"Tante, tante Ratna kan?" Tanya Alicia yang tidak sengaja bertemu dengan Ratna di sebuah cafe saat wanita paruh baya itu ingin me time.


"Eh Alicia. Kamu sendirian. Ayo duduk" Jawab nya mengajak gadis itu gabung bersama nya.


Alicia duduk berhadapan dengan wanita paruh baya itu.


"Iya tante aku sendirian. Yah bosan di rumah sekedar mencari angin saja" Jawab Alicia tersenyum ramah.


"Sama tante juga begitu. Suntuk di rumah"


"Oh ya, ngomong-ngomong Marco gimana kabarnya?"


"Oh Marco, baik kok sangat baik" Jawab Ratna dengan salah tingkah.


"Terus kapan dong tante aku bisa jalan-jalan sama Marco agar kami saling mengenal satu sama lain. Yah untuk membuat kami semakin dekat begitu" Tanya Alicia.


Ratna menelan Silva nya. Secara Marco akan menikah dengan Dea dalam waktu dekat. Namun gadis itu masih belum mengetahui rencana pernikahan. Ia masih mengharapkan laki-laki itu untuk dijodohkan dengan nya sesuai dengan rencana Ratna dan Susi waktu itu.


"Nah itu dia yang mau tante sampaikan sama kamu. Papa Marco sudah menjodohkan Marco sama gadis lain"


"Apa? Kenapa tante? Kok bisa?" Alicia kaget.


"Yah tante juga tidak tahu. Yang jelas papa Marco setuju dengan gadis pilihan Marco. Tapi tante sama sekali tidak pernah setuju dengan perjodohan ini"


Alicia menatap heran kepada wanita paruh baya itu.


"Iya tante sama sekali tidak setuju dengan keputusan Marco. Gadis itu tidak jelas asal-usulnya dan bibit bobo. Tante lebih suka kamu yang menjadi menantu tante. Tapi tante bisa apa? Papa Marco sudah mengambil keputusan seperti ini jadi mau tidak mau, suka tidak suka tante harus terima. Tapi tante akan pastikan gadis kampung itu tidak akan betah menjadi istri nya Marco. Dalam waktu sekejap mereka akan tante buat berpisah. Dan tante akan memaksa Marko untuk menikah denganmu" Ujar Ratna.

__ADS_1


"Wah, tante jika tante membutuhkan pertolongan untuk melancarkan rencana tante, aku sangat siap untuk membantu tante dengan senang" Ujar Alicia tersenyum licik.


__ADS_2