
Pagi hari di kediaman keluarga Azhar,Ken sudah di kejutkan dengan syifa yang muntah muntah di wastafel kamar mandi,Ken langsung berlari menuju kamar mandi dan memijat tengkuk syifa, syifa yang menyadari kehadiran Ken langsung menyandarkan kepalanya di dada Ken, dengan wajah yang terlihat sangat pucat, membuat Ken langsung menarik syifa dalam pelukannya seraya mencium kepala syifa
Syifa yang benar benar sangat lemah membuat nya menitikkan air mata, sehingga membuat Ken semakin tidak tega melihat istrinya yang terlihat sangat kesakitan itu, dengan sangat lembut Ken memijat tengkuk syifa dan mengelus punggung nya, berusaha memberikan support kepada syifa, sedangkan syifa hanya bisa tersenyum kecil sambil masih merasakan mual dan pusing yang luar biasa
" Sayang.... maaf, kamu bilang aku harus gimana supaya kamu ga gini terus" tanya Ken sambil mengusap lembut air mata syifa yang keluar dengan sendirinya
" cukup temani fa sebentar aja by...fa mau mandi,gerah banget badan fa, abis itu kita Shalat bareng ya" jawab syifa sambil tersenyum tipis agar Ken ga terlalu khawatir
" Sayang nya Daddy... udah ya, kasian mommy muntah terus" ucap Ken sambil mengelus lembut perut rata syifa seraya berbicara dengan sang calon buah hatinya yang masih dalam kandungan, membuat syifa tersenyum sambil mengelus lembut kepala ken yang sedang menunduk mencium perut rata syifa
" Ini udah biasa by untuk wanita hamil,kan dokter juga sudah bilang sampai trimester ketiga ibu hamil akan mengalami morning siknes,jadi Hubby ga perlu khawatir ya..fa kuat kok" ucap syifa lembut sambil mengusap lembut wajah Ken dan mengecup singkat kening Ken, membuat Ken sangat terharu dengan kesabaran Syifa
Ken langsung menuntun syifa menuju buth up dan mendudukkan nya di pinggir buth up,Ken mengisi dengan air hangat dan menambah kan aroma terapi agar syifa merasa segar dan lebih tenang, setelah nya Ken langsung membantu syifa membuka dress tidur nya,dan membimbing syifa masuk ke buth up,Ken membantu syifa mandi dengan keringat bercucuran membasahi pelipisnya karena menahan hasratnya,melihat istri cantik nya dalam keadaan polos membuat nya sangat frustasi
Setelah selesai Ken langsung memakaikan jubah mandi pada tubuh indah syifa dan menggendongnya menuju sofa di kamar mereka,Ken langsung menuju walk inclose mengambilkan pakaian untuk syifa dan memakaikannya, setelah semua nya selesai barulah Ken membersihkan dirinya dan setelahnya langsung memakai pakaian Shalat nya, setelah merasa dirinya sudah beres,Ken langsung menyerahkan mukena pada syifa dan memapah nya ke sajadah untuk melakukan Shalat subuh bersama
Ken benar-benar sangat menikmati merawat sang istri yang sedang mengandung buah cinta mereka, syifa yang memang terlihat mengalami morning siknes yang lebih parah dari kehamilan pertama nya membuat nya benar benar tidak mampu untuk melakukan apapun,ia lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar atau di ruang TV, terlebih saat Ken dan kedua orang tuanya sedang ke kantor
Tak terasa kehamilan syifa sudah menginjak bulan ketiga,Ken yang selalu siaga untuk syifa, begitu juga dengan kedua orang tua Ken, setelah kepulangan keluarga syifa dan sahabatnya ke Aceh syifa lebih sering di ajak ke kantor oleh Ken,terlebih saat Mama nya tidak sedang dirumah,sejak Ken sering membawa syifa bersama nya ke kantor Ken jarang menerima meeting di luar dan akan di gantikan oleh Dimas, kecuali meeting yang sangat penting dan mengharuskan kehadiran dirinya.
Semakin hari manjanya syifa semakin besar, membuat kedua orang tua Ken sering menertawakan putra mereka yang terkadang sampai kewalahan menghadapi calon ibu muda tersebut,Ken harus benar-benar memiliki kesabaran Ekstra menghadapi ulah istri cantik nya itu, seperti pagi ini,sejak setelah Ken memandikan nya dan mereka melakukan Shalat Subuh berjamaah, syifa langsung meminta pada Ken untuk tidur kembali dan saling berpelukan
Ken sebagai lelaki normal, di pagi hari di perlakukan seperti itu maka akan di pastikan hormon pria tampan tersebut akan langsung naik,di tambah dengan objek didepan nya yang semakin hari semakin membuat nya frustasi, bagaimana tidak, syifa yang semakin hari tubuh nya semakin berisi dan tampak lebih menonjol di bagian bagian tertentu dan sialnya itu semua di bagian faforit Ken
Syifa terus memeluk erat tubuh Ken dan menelusup kan wajah nya di celuk leher Ken, membuat Ken benar-benar tidak bisa menahan hasratnya, dengan perlahan tapi pasti Ken mulai melepaskan satu persatu yang menempel di tubuh mereka, melihat tidak adanya penolakan dari syifa membuat Ken semakin bersemangat dan melanjutkan petualangan nya pada syifa
__ADS_1
Ken mulai menciumi seluruh wajah syifa dan berakhir dengan melxxxx bibir ranum syifa, membuat syifa Langsung membuka matanya dan sangat terkejut saat menyadari mereka dalam keadaan polos
" Hubby...." lirih syifa pelan setelah Ken melepas Pangutan bibirnya dan menyatukan kening mereka seraya menarik syifa dalam dekapan hangat nya
" Aku udah ga tahan sayang.. sebentar aja ya,aku janji akan hati hati buat nengok baby nya,dia juga pasti kangen sama Daddy nya" ucap Ken merayu syifa membuat syifa tersenyum sambil menarik hidung mancung Ken
" MODUS..." balas syifa membuat Ken langsung melanjutkan aktivitas nya membuat sang istri cantik nya itu terus mendexxx dan menggeliat sempurna dibawah kukungan nya dan Ken sangat menikmati itu,Ken sangat gemas saat melihat syifa yang mendesah nikmat dibawah tubuh kekar nya,Ken benar-benar menepati janjinya,ia melakukannya dengan sangat lembut dan hati hati, hingga sampai pada puncaknya dan ia mengerang sempurna di atas tubuh wanita cantik yang kini tengah mengandung calon keturunan nya
Setelah selesai dengan pelepasan nya,Ken langsung menarik syifa dalam dekapan hangat nya tanpa melepas penyatuan mereka,Ken menciumi seluruh wajah syifa, mereka sangat asyik masih bergulung di bawah selimut dengan tubuh yang masih sama-sama polos, sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi yang seharusnya Ken sudah berangkat ke kantor
Kedua orang tuanya Ken yang sudah selesai dengan sarapan dan belum juga terlihat tanda-tanda pasangan muda tersebut akan turun untuk sarapan, mereka menggeleng sambil tersenyum membayangkan pasti putranya sedang membujuk syifa agar ikut dengan nya kekantor, mereka terkadang sering merasa kasihan kepada menantu kesayangan mereka, yang terkadang juga kewalahan menghadapi sikap posesif putra tunggal mereka
Semakin hari Ken memang semakin posesif, apalagi dengan tubuh syifa yang semakin berisi membuat nya terlihat semakin cantik dan seksi,di tambah perut syifa yang belum terlihat seperti orang yang sedang hamil, membuat Ken benar-benar gelisah bila syifa keluar rumah tanpa dirinya,di kantor Ken tidak pernah mengizinkan syifa keluar dari ruangan nya kecuali dengan nya, bahkan terkadang syifa izin ke kantin bersama sang sekretaris saja Ken tidak mengizinkan
" By...fa ke kantin ya sama mbak Vivi, pengen beli jus sama bakso" bujuk syifa pada ken saat Ken tengah serius berkutat dengan grafik di laptopnya
" tapi fa pengen makan di sana loh by.... please...ya sebentar aja loh by...30 menit deh ya..ya..ya.." rayu syifa dengan puppy eyes nya
" Ga sayang.... nanti aja ya sama aku" ucap Ken masih serius dengan pekerjaan nya
Melihat Ken tidak sedikit pun goyah dengan permintaannya membuat syifa Langsung melangkah menuju meja kerja Ken dan langsung duduk di pangkuan Ken sambil langsung memeluk erat tubuh Ken,membuat Ken yang sedang serius dengan laptop nya sangat terkejut
" Sayang... jangan godain aku lagi kerja ya,ntar aku khilaf loh...Cup cup cup" ucap Ken sambil membalas pelukan syifa dan mencium kepala syifa berulang ulang
" By.... boleh ya fa ke kantin....ya.. please.. Cup.." bujuk syifa sambil mengecup bibir Ken, membuat Ken langsung tersenyum gemas melihat tingkah istri cantik nya yang tengah berusaha merayu nya
__ADS_1
" Ok... boleh,kalau kamu lama lama seperti ini bisa bisa pekerjaan ku ga akan selesai,kamu sangat menggoda ku sayang...tapi ingat jangan lama-lama ya dan jangan lirik lirik,..huh untung pekerjaan ku banyak, kalau tidak akan aku makan kamu, belum juga siang udah godain aku kerja" keluh Ken pada syifa, membuat syifa tersenyum nakal semakin membuat Ken gemas
" Ok...siap sayang...fa ajak kak Vivi dulu ya, Hubby ga mau di beliin sesuatu,jus atau mungkin makanan lain" tanya syifa sambil meraih handphone nya di atas meja sofa dan mengambil dompet nya di dalam tasnya
" terserah kamu..apa aja boleh, kamu ada BB awa kartu kamu?" tanya Ken saat Syifa akan melangkah meninggalkan ruangan tersebut
" Ada dong by...nih kartu ajaib Hubby kan masih sama fa.. hehehe" ucap syifa seraya menunjukkan black milik Ken yang ada padanya,Ken tersenyum sambil geleng-geleng
" itu memang punya kamu sayang..aku buat khusus untuk kamu.. atau mau bawa punya aku saja, tuh ambil sendiri di dompet" jawab Ken seraya menunjukkan dompet nya yang terletak di atas meja kerja nya
Dengan sangat gembira syifa langsung menuju meja kerja Ken dan mengambil salah satu card yang terdapat dalam dompet Ken,dan meletakkan kembali dompet Ken, syifa langsung menuju Ken dan mencium seluruh wajah Ken, membuat Ken menarik syifa ke pangkuan nya dan langsung ******* bibir ranum syifa
" itu baru bener sayang..." ucap Ken setelah melepas Pangutan nya pada bibir ranum syifa sambil mengusap lembut bibir basah syifa akibat kelakuan nya
Syifa hanya tersenyum dan menggeleng sambil melangkah keluar ruangan kerja Ken dan menuju ruangan Dimas
Tok tok tok... syifa mengetuk pintu ruangan Dimas dan masuk setelah mendengar suara Dimas mengizinkan nya untuk masuk
" Lho ada apa fa.. tumben kamu keluar dari ruangan Ken,dah minta izin.? tanya Dimas saat melihat syifa yang masuk ke dalam ruangan nya
" Udah dong kak..fa mau ngajakin mbak Vivi ke kantin,kak Dimas ga papa kan kalau kerja sendiri dulu? cuma sebentar kok,fa pengen makan bakso atau mie" jawab syifa sambil tersenyum
" Ya udah....Vi tolong Kamu temenin syifa ya ke kantin dan ingat usahakan jangan terlalu lama di kantin nya,takut nya Bos marah" ucap Ken seraya memberi perintah sekaligus peringatan kepada sang sekretaris
" Oh baik mas Dimas...ayok non saya temani ke kantin nya" ucap Vivi seraya mengajak syifa
__ADS_1
" Yok mbak...kak Dimas ga pesan sesuatu? tanya syifa seraya melangkah dan menggandeng lengan Vivi, membuat Vivi sedikit terkejut dan enggan dengan sikap ramah nya syifa
" kakak mau jus Mangga aja ya, Vivi tuh kamu traktir juga ya" ucap Dimas dan di balas Anggukan kepala oleh Syifa seraya mengangkat jari nya membentuk huruf O, sedang Dimas tersenyum melihat tingkah syifa yang sangat manja dan jauh berbeda dengan saat pertama mereka bertemu di new York