
Sudah dua Minggu syifa menjadi mahasiswi psikolog di Universitas kedokteran tersebut, syifa yang memang wanita yang cerdas dan ramah membuat nya cepat memiliki banyak teman,dia tidak terlalu perduli mereka berteman dengan nya tulus atau karena ia selalu di antar oleh mobil mewah Ken atau di antar supir dengan Mobil milik nya yang di hadiahi oleh Ken saat hari Ulang tahun nya.
Karena bagi syifa selama mereka masih menunjukkan itikad baik maka ia tidak mempermasalahkan tentang niat mereka berteman dengan nya, karena tidak semua teman nya dapat mengunjungi kediaman nya dan Ken,jadi dia hanya berteman sebatas di kampus saja.
Dua hari lagi Ken akan berangkat ke Bali bersama ketiga Sahabat nya dan para kru serta para model yang akan berpartisipasi langsung dalam penyelenggaraan fashion show brand keluarga Azhar dan keluarga Ifander.
Rencananya Ken hanya dua hari saja di Bali, sisanya ia serahkan pada Dimas,Ray dan stiff. karena ia tidak mengajak syifa, dokter yang menangani kehamilan syifa mengatakan kehamilan syifa sangat lemah, mungkin karena faktor usia syifa yang masih sangat muda, sehingga sang dokter belum bisa mengizinkan syifa untuk bepergian dengan pesawat atau beraktivitas terlalu lelah.
Sebenarnya Ken sangat berat untuk meninggalkan syifa,terlebih sang papa baru dua hari yang lalu terbang ke negara xxxx untuk menghadiri rapat pemegang saham dan menangani sedikit masalah yang terjadi di perusahaan cabang mereka yang ada di negara tersebut.
Sedangkan sang Mama harus ke New York untuk mengawasi sang Oma yang sedang dalam perawatan karena sang aunty sedang dalam perjalanan bisnis ke negara lain.
Sedangkan syifa ia tidak merasa keberatan walaupun di tinggal sendiri karena di kediaman mereka sangat banyak para ART membuat syifa tidak akan merasa kesepian, terlebih semua Art yang bekerja di keluarga Azhar sangat menyayangi nya.
Syifa dan kedua sahabat nya sedang menunggu jemputan, hari ini Syifa tidak di jemput oleh Ken, sedangkan kedua sahabat nya selalu setia menemani syifa Sampai jemputan nya datang, orang orang di kampus mengira Ken adalah kakak syifa, mereka tidak percaya kalau Ken adalah kekasih syifa apalagi suami, karena dari yang mereka tau syifa tinggal di kediaman keluarga Azhar
Setelah menunggu beberapa menit sang supir datang dan langsung menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang, melihat sang supir telah datang syifa langsung melangkah menuju ke mobilnya dan meninggalkan kedua sahabat nya, putri dan Maya memang tidak perlu menaiki kendaraan untuk pulang ke kos mereka karena memang letak kos mereka tepat di samping kampus
__ADS_1
Setelah kepergian syifa Maya dan putri juga meninggalkan kampus mereka,namun langkah mereka terhenti saat terdengar beberapa suara wanita yang memanggil mereka,dan ternyata mereka adalah Luna dan teman teman nya yang tak lain adalah teman sekelas syifa dan Agnes salah satu senior mereka yang di kenal sebagai Quin kampus sebelum kedatangan syifa
" Hai....kalian teman nya syifa kan...?" tanya wanita yang Maya dan putri tau adalah teman kelas syifa
" Ia bener..ada apa ya...?" tanya Maya sedangkan putri hanya diam di samping Maya
" Kalau boleh tau syifa tinggal di mana ya...dan kakak nya yang super tampan itu ga jemput dia ya...?" tanya lagi teman kelas syifa tersebut, sedangkan Agnes hanya diam di samping Luna.
" Syifa tinggal di kediaman keluarga Azhar di perumahan Xxxx,dia di jemput supir karena kak Kenzo sedang sibuk mungkin" jawab Maya singkat
" Boleh minta no syifa gak..? tuanya Agnes tiba tiba
"Kalian udah berapa lama temenan sama syifa ?" tanya Luna
" kalau saya baru setahun saat kami naik kelas 12, setelah saya Lulus seleksi siswa VIP di HIS dan mengganti kan syifa di kamar putri, karena syifa sudah tidak boleh lagi tinggal di Asrama oleh keluarga nya" jawab Maya sambil menjelaskan
" kalau putri sejak mereka masih mondok di Sumatra dulu mereka emang selalu satu kamar,dan kami kuliah di sini juga atas perintah papa dan Mama nya syifa untuk terus menemani syifa,di HIS kan yayasan milik keluarga mereka" jawab Maya lagi dan di angguki putri
__ADS_1
" Oh jadi kalian juga lulusan HIS ? sayang banget ya ga lanjutin di penerbangan kan gampang cari kerja nya" ucap Agnes menyayangkan
" Kami kuliah di HIS dengan beasiswa dan akan kerja di perusahaan penerbangan milik keluarga Azhar dan kami kuliah di sini juga beasiswa dan juga bisa bekerja di Rumah Sakit keluarga Azhar juga,jadi bagi kami sama aja selama mereka yang menjamin akan memberikan kami lowongan pekerjaan.jawab putri membuat mereka mengangguk
" Trus kok syifa beda sendiri jurusan nya...?" tanya mereka lagi
" Itu perintah dari kak Kenzo.." jawab Maya singkat
" Ternyata patuh banget ya Syifa itu sama kakak nya, padahal kalau di lihat dia itu manja banget" jawab Agnes dan Luna bersamaan
Putri dan Maya hanya tersenyum, dalam hati mereka tertawa geli membayangkan orang orang yang mengira bahwa Ken dan syifa adalah kakak beradik,dan mereka juga membayangkan bagaimana reaksi orang orang di kampus saat tau syifa sedang hamil dan sang papa adalah pria yang mereka kira adalah kakak dari Nasyifa, sungguh sangat menggelikan membuat putri dan Maya sama sama tersenyum kikuk pada mereka
Putri dan Maya melanjutkan langkah mereka menuju kos mereka karena setengah hari sore nanti mereka akan mengajar anak-anak jalanan di taman kota dan besok di pendopo, mereka mengajarnya selang sehari bergantian antara taman kota dan pendopo, mereka di gaji oleh Syifa, bagi yang muslim juga di ajarkan mengaji.
Syifa hanya di izinkan datang sekali dalam seminggu dan Ken belum mengizinkan nya untuk mengajar mengingat kehamilan syifa sangat lemah dan akhirnya syifa menuruti perintah Ken karena ia juga ga ingin terjadi sesuatu dengan calon baby nya.
Syifa baru tiba di rumah dan langsung menuju kamar nya, hari ini ia merasa seperti sangat lelah, sampai sampai Syifa meminta bik Ijah untuk membawakan makan siang nya ke kamar, sejak dua hari ini dia sering mual dan baru akan hilang saat Ken sudah pulang dan ia bisa menghirup Aroma tubuh Ken
__ADS_1
Setelah koki selesai memasak menu makan siang untuk syifa,bik Ijah langsung membawanya ke kamar sang nona muda dan menemani nya makan sampai selesai, syifa meminta pada bik Ijah agar tidak memberitahu Ken tentang keadaan nya hari ini, dia ga mau membuat Ken khawatir saat meninggalkan nya ke Bali.