
Pagi ini syifa terlihat sangat cantik dengan dress yang ia pilih untuk ke kampus, hari ini Syifa akan mengikuti ujian semester pertama di kampus nya dan akan berjalan selama satu Minggu,Ken masih di dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya,ia akan berangkat ke kantor setelah mengantar syifa ke kampus
ceklek
suara pintu kamar mandi yang terbuka menampilkan Ken yang baru saja selesai mandi,Ken berjalan menuju walk inclose dan langsung memakai setelan kantor nya yang sudah di siapkan oleh Syifa, setelah selesai Ken langsung keluar dan berdiri di depan cermin untuk memastikan penampilan nya sebentar,ia sibuk dengan memasang jam tangan mahalnya, syifa yang melihat Ken sudah berada di depan cermin langsung menghampiri dan berdiri di depan nya sambil mengalungkan dasi ke leher Ken dan memasang nya dengan sangat rapi
Ken langsung menarik pinggang Syifa membuat tubuh mereka tanpa jarak dan langsung mencium singkat seluruh wajah syifa membuat syifa tertawa karena merasa geli dan langsung memeluk erat tubuh Ken, menghirup dalam aroma maskulin yang sangat ia sukai
Setelah selesai dengan kegiatan mereka di kamar, mereka langsung keluar meninggalkan kamar mewah tersebut menuju lantai dasar untuk sarapan, syifa langsung menyiapkan sarapan Ken dan satu gelas oranye jus dan langsung memberikan nya pada Ken.
Selesai sarapan mereka langsung keluar menuju mobil yang sudah di siapkan oleh sang supir,ken dan syifa Langsung duduk di kursi penumpang dan mobil mewah itu mulai meninggalkan halaman rumah mewah tersebut,Ken sengaja memakai supir karena hari ini ia akan ada meeting di luar kantor
" By papa Mama jadikan pulang hari ini...?" tanya syifa lembut sambil melihat wajah Ken yang sibuk dengan ponsel nya
karena tidak mendapat jawaban dari Ken, syifa langsung menarik ponsel yang dipegang oleh Ken dan melihat apa yang membuat sang suami sangat serius sampai sampai ga perduli dengan Pertanyaan nya
Ken yang sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan syifa pun langsung melihat ke arah syifa " Sayang...ko di ambil sih...? aku lagi ngecat Dimas dan yang lain" ucap Ken sambil mengulurkan tangannya bermaksud ingin mengambil kembali ponselnya, syifa malah menggeleng lalu memberikan ponsel miliknya untuk Ken, sejenak Ken terdiam namun sesaat kemudian dia langsung mengambil ponsel yang syifa berikan,ia baru ingat pasti istrinya sedang dalam mode cemburu
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit mereka sampai di depan gerbang kampus syifa, setelah mencium punggung tangan Ken dan Ken mencium seluruh wajah syifa yang membuat sang supir selalu harus menutup spion tengah mobil mewah tersebut, syifa langsung izin untuk turun dan meninggalkan mobil,di depan gerbang seperti biasa kedua sahabat nya sudah menunggu nya
Setelah punggung syifa benar benar menghilang dari jarak pandang nya,Ken baru memerintahkan sang supir untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kantor dimana sekarang Ken lah yang memegang kendali atas perkembangan kantor tersebut
Syifa dan kedua sahabat nya berjalan menyusuri koridor kampus dan seperti biasa mereka akan berpisah di tengah jalan untuk menuju ke jurusan masing-masing, Syifa terus melanjutkan jalannya menuju ke ruang belajar nya sambil tersenyum saat bertemu dengan beberapa teman kampus yang sering menyapa nya
Mereka mengikuti ujian dengan sangat tenang, sampai waktu yang telah di tentukan, setelah waktu nya selesai banyak diantara mereka yang menuju ke kantin untuk mengisi perut dan banyak juga yang sekedar untuk mengobrol sambil memesan minuman untuk membasahi tenggorokan mereka atau untuk mengurangi kepenatan yang baru mereka rasakan saat menghadapi soal soal yang harus mereka jawab.
Begitu juga dengan syifa dan kedua sahabat nya serta beberapa orang teman lainnya, mereka sedang asyik ngobrol sambil menunggu pesanan makanan mereka di kantin kampus mewah tersebut, syifa yang memang tergolong orang yang mudah akrab pun tidak pernah merasa sendiri saat di kampus
Beberapa dari teman teman mereka yang wanita sibuk bercerita tentang pria pria tampan dan sukses yang mereka ketahui, karena memang banyak dari mereka yang merupakan anak dari pengusaha atau pejabat, sehingga membuat mereka banyak mengenal anak anak pengusaha dan pejabat atau orang orang yang sangat berpengaruh
Syifa dan kedua sahabat nya hanya menjadi pendengar dan sesekali ikut tertawa saat mereka bercerita tentang idola mereka yang terkadang tidak membalas respon dari mereka bahkan ada yang terkesan sangat cuek dan dingin
Sampai salah satu dari mereka yang menyebutkan satu nama yang langsung membuat syifa dan kedua sahabat nya tersedak secara bersamaan, Bagas langsung tertawa ngakak,membuat semua yang duduk di meja itu langsung keheranan
"Gaes kalian tau? sebenarnya hari ini tu kalau bukan karena ujian gue dak akan masuk" ungkap salah seorang dari mereka
" Emang ada apa say..?" tanya mereka dan di angguki oleh yang lain juga
" Hari ini tu papa gue ada meeting sambil makan siang di restoran keluarga kami, dan kalian tau sama siapa papa gue meeting?" tanya nya dan mendapat gelengan kepala dari yang lain
" Emang sama siapa sampai sampai bikin Lo ga mau kuliah?" tanya Maya karena penasaran
" kalau gue bilang Lo semua pasti bakal sama heboh nya kayak gue... kalian tau siapa pengusaha paling sukses di Eropa dan Asia...? pasti tau dong... keluarga Azhar... dan kalian tau hari ini tu papa gue meeting sama satu satunya pewaris keluarga Azhar...sama Kenzo Azhar putra tunggal keluarga Azhar yang kalian tau wajah nya itu.... SEMPURNA"ucap nya menggebu-gebu
__ADS_1
uhuk uhuk uhuk
suara syifa dan kedua sahabat nya yang tersedak dengan minuman yang tengah mereka nikmati
Bhahaha...suara tawa Bagas menggema membuat mereka menjadi pusat perhatian dari meja lain
"Eh kalian kenapa sih kok tersedak nya berjamaah gitu?..trus Lo lagi kak Bagas orang tersedak bukan nya di tolongin malah di ketawaain, gitu ngakunya sayang sama syifa" protes salah satu dari mereka yang bernama Andin
" Eh enggak papa lanjutin aja cerita Lo, kita cuma keinget waktu di New York syifa pernah bersitegang dengan salah satu yang katanya anak orang terkaya" jawab putri memberi alasan yang lagi lagi membuat Bagas tertawa
hahaha..." sempat Lo tampar juga ya fa kabarnya...?" tanya Bagas menyindir syifa membuat syifa Langsung melotot ke arah Bagas dan di balas Bagas dengan acungan jempol
" Kalau syifa mah gak heran.. orang sama kak Bagas yang good looking aja dia kayak ga tertarik gitu...jadi penasaran syifa tu tipe nya yang gimana sih?" ucap lagi dari mereka yang di jawab gelengan kepala oleh Syifa
" Emang main Jerman pakai tipe.." jawab syifa singkat sambil tersenyum cantik
" Syifa tuh tipe nya di atas rata-rata" jawab Bagas sambil tertawa meledek syifa
" Eh tapi beneran deh gue tuh penasaran banget pengen banget bisa liat langsung putra tunggal keluarga Azhar tu yang katanya cuek dan dingin banget, ya walaupun gosip nya doi udah nikah atau tunangan gitu sih,tapi gue kurang yakin deh,secara doi tuh dulunya hidup di New York dan umurnya juga kabarnya baru 21 atau 22 gitu, ga rela banget rasanya cowok sesempurna dan setajir itu nikah muda" cerocos Andin lagi
" Lo beneran pengen banget ketemu sama kak Kenzo...? tanya Maya sambil tersenyum membuat syifa melotot sempurna dan reaksi syifa tak luput dari perhatian salah satu dari teman cewek yang ikut gabung dengan mereka, karena ia merasa sedikit penasaran dengan kehidupan syifa yang sangat terlihat bahwa ia bukan dari kalangan biasa terlihat dari fashion syifa hampir semua nya brand AZ grup dan mobil yang mengantar jemput syifa juga bukan mobil sembarangan dan dia pernah sekilas melihat syifa sedang makan di sebuah restoran mewah dengan seorang pria muda yang berwajah sangat mirip dengan putra tunggal keluarga Azhar ditambah lagi tadi syifa terlihat sangat terkejut saat Andin menyebutkan nama dari pria tampan tersebut
" Lo kenal may...?" tanya Andin semangat dan di jawab anggukan kepala oleh Maya
" Ya kenal lah...kak Kenzo itu kan....." sengaja Maya menggantung kata kata nya " Anak pemilik yayasan yang gue tinggal dulu dan yang nanggung beasiswa gue dari di HIS sampai sekarang gue kuliah di sini" jawab Maya sambil tersenyum penuh arti pada syifa membuat putri,Bagas dan syifa menggeleng.dan itu pun ga luput dari perhatian Nana,ya yang sejak tadi memperhatikan syifa adalah Nana
Syifa langsung meraih ponselnya dan melihat siapa yang memanggil dan ternyata sang papa
Papa is calling
π±halo Assalamualaikum pa..." ucap syifa lembut
π±........
π±Kak Ken di kantor pa...fa di kampus ni pa, mungkin selesai ujian fa ke kantor
π±.....
π± ponsel fa sama kak Ken pa... tadi pagi ketukar waktu di mobil, mungkin di silent karena tadi kata kak Dimas mereka ada meeting di luar kantor
π±.....
π±Ia papa... berarti papa sama Mama besok sore nyampe Jakarta
π±......
__ADS_1
π± Mama mana pa..?pa... tolong bilangin ke mama fa mau di beliin Tas yang kemaren tu duo sister kirim foto nya ke fa...ya pa...
π±......
π±Ia papa ....fa Juga sayang papa Mama..salam buat Mama dan Oma... Assalamualaikum
Syifa dengan sangat santai nya menerima telepon dari sang papa di depan semua teman teman nya tanpa ia sadari sejak tadi mereka terus memperhatikan nya, terutama Nana dia semakin yakin setelah mendengar nama yang syifa sebutkan dalam obrolan nya bersama orang yang ia panggil papa tadi
"Fa emang ortu Lo ada di mana fa....?" tanya Nana sengaja ingin memastikan
" Kalau Ayah sama Bunda fa ada di Aceh, dan kalau yang telfon tadi papa.. sekarang papa sama Mama lebih sering di new York,selain papa ada urusan mereka juga sedang mengawasi perawatan Oma" Jawab syifa jujur tanpa menyadari mereka tengah penasaran
" Emang Lo punya berapa ortu...? kok ada yang di Aceh ada yang di luar negeri?" tanya Anin dan di angguki yang lain, kecuali kedua sahabat syifa dan Bagas yang memang sudah tau semua nya
" Eh...itu... kalau yang di Aceh itu orang tua kandung Syifa.. dan kalau papa Mama itu...."jawab syifa menggantung dan langsung di potong oleh putri dan Maya
" kalau yang syifa panggil papa mama itu tadi MERTUA nya syifa" jawab mereka kompak membuat Nana dan yang lain nya membulatkan matanya
" Becanda kalian gak lucu, syifa tu paling muda di antara kita" jawab mereka kompak membuat syifa dan kedua sahabat nya serta Bagas langsung tertawa masam.
" Tapi ni ya fa kami pengen deh main ke rumah Lo..kita kan satu kelas ya walaupun beberapa dari kita beda kelas sih.. kalau Maya dan putri emang ngekos dan kami udah pernah singgah di kos mereka, masak kerumah Lo ga pernah sih..." ucap Andin tiba-tiba dan langsung di angguki oleh yang lain
" Boleh kok... kapan kalian mau main...? bilang aja pasti fa tunggu" jawab syifa santai
" gimana kalau nanti pulang dari kampus...? kalian pulang jam berapa..kami jam 11.30 ?" tanya Andin semangat pada yang lain
" Kami ada tambahan setengah jam lagi... kalau kalian mau tunggu kami sih ok " jawab salah satu dari teman sekelas Maya dan putri
"Oh bentar ya fa telfon bibik dulu buat masak makan siang kita.." jawab syifa santai
π± assalamualaikum kak Dimas...maaf fa ganggu..kak Ken udah selesai meeting nya...kak tlg bilang sama kak Ken pulang dari kampus nanti fa langsung ke rumah ya...ada beberapa teman fa minta main ke rumah dan kami akan makan siang di rumah" ucap syifa
π± baru aja selesai fa... dan Ken masih ngobrol dengan beberapa klien nya...ok nanti setelah ini langsung kakak bilang..tapi hati hati tu ya ..dan ingat jangan terlalu dekat dengan teman laki-laki...kakak ga mau jadi sasaran ngamuk nya suami kamu.." jawab Dimas sambil mengingat kan tentang kecemburuan Ken
π±Ia kak.... yang cowok cuma kak Bagas sama kak Rama.. yang lain cewek semua kok.. makasih ya kak.. Assalamualaikum" ucap syifa sambil menutup panggilan nya
Ok fa udah izin dan tinggal bilang ke bibik buat masak makan siang aja
π± Assalamualaikum bibik...bibik dimana...bibik tolong bilang ke Mbak Cici tolong siapkan makan siang buat sekitar 15 orang ya bik.. sekalian sama makanan penutup nya dan satu lagi..fa mau di buatkan salad buah aja bik..." ucap syifa lembut
π±.......
π± Ok bik...itu aja... bukan bik... temen temen fa di kampus... makasih ya bik... Assalamualaikum.ucap syifa sambil memutuskan panggilan nya.
"Ok semuanya udah ya...tapi maaf fa ga bisa tunggu kalian...ga pasti akan di jemput sesuai jadwal.. jadi fa tunggu di rumah aja ya.." terang syifa pada semua nya
__ADS_1
" ITS Ok...kan ada Maya dan putri.. kan ga mungkin mereka belum pernah ke rumah Lo..." jawab mereka kompak dan di jawab anggukan kepala oleh Syifa
Sementara Maya, putri dan Bagas saling pandang tentang keputusan syifa mengizinkan mereka ke rumah nya, tapi saat melihat syifa yang Terlihat sangat santai membuat mereka yakin bahwa syifa sudah siap membuka jati dirinya