
Setelah lift yang mereka naikin sampai ke lantai dasar mereka langsung keluar dan melangkah menuju restoran hotel, orang orang sekitar yang melihat syifa dan sahabat nya merasa kagum akan kecantikan syifa, tapi bagi yang tau lift yang mereka naikin adalah lift keluarga pemilik hotel membuat orang orang yang belum mengetahui siapa syifa, membuat mereka berasumsi bahwa syifa dan sahabat nya adalah wanita sewaan anak pemilik hotel tersebut bersama teman temannya.
Karena memang belum semua pekerja hotel tau kalau putra sematawayang keluarga Azhar tersebut sudah menikah, hanya para petinggi dan petugas kebersihan yang bertugas membersihkan kamar pribadi Ken yang mengetahui siapa syifa karena mereka melihat photo pernikahan Ken dan syifa di kamar tersebut.
Keluarga Azhar memang tidak terlalu mempublikasikan tentang putra nya apalagi tentang syifa,selain karena syifa masih sekolah, mereka juga takut syifa merasa jadi kurang bebas dan akan terbebani.
Mereka akan mempublikasikan pernikahan Ken saat syifa mengandung tapi tidak akan mempublikasikan wajah dan identitas lengkap syifa.
Setelah Syifa dan sahabat nya tiba di restoran mereka mencari tempat yang nyaman,Maya dan putri melihat di tempat tersebut juga ada Ken dan sahabat nya.saat melihat syifa masuk sahabat Ken menjadi heboh dan syifa menjadi pusat perhatian orang yang terdapat di restoran, bagaimana tidak syifa yang tampil dengan hanya menggunakan dress tidur dan hijab instan tanpa polesan make up sedikit pun, membuat nya terlihat lebih seksi.
Kecantikan alami nya justru membuat nya semakin menjadi pusat perhatian,dan Ken sangat tidak menyukai itu,Ken cemburu dan tidak pernah suka melihat orang orang memandangi tubuh proporsional dan wajah cantik syifa.
"Ray gue mimpi ya liat Syifa ada di hotel ini di jam segini dengan penampilan yang bener bener bikin gue ga rela buat berkedip".ucap stiff spontan saat melihat syifa
"Mungkin ada acara keluarga makanya ada dia di sini".ucap Ray
Sedangkan Dimas langsung memukul lengan Ken saat syifa masuk karena Ken sibuk dengan ponsel nya.pukulan Dimas di lengan nya membuat Ken mengangkat kepalanya dan betapa terkejutnya dia saat melihat syifa masuk dengan penampilan nya yang menurut Ken juga sangat seksi.membuat Ken langsung bangun berjalan menuju meja syifa dan sahabat nya.
"Kenapa turun pakai baju tidur sih? banyak banget orang loh dan pada ngeliatin semua tu."ucap Ken terdengar lebih dingin
"Maaf"fa kira ga rame lagi,Kakak kenapa kemari kalau malu dengan penampilan fa? Kakak jangan kesini lah" Jawab syifa
" Bukan malu sayang tapi ga suka liat orang orang yang terus liat kamu,kamu itu terlalu seksi" jawab Ken sambil berbisik di telinga syifa
__ADS_1
"mau pesan apa Hem?" tanya Ken dengan lembut sambil mengelus lembut kepala syifa.syifa langsung mendongak menatap wajah Ken yang tepat berada di atas kepalanya.membuat yang melihat menjadi bertanya, sedang kan sahabat Ken sangat shock kecuali Dimas.
" Vegetarian sama susu coklat panas" jawab syifa lalu menatap sahabatnya dan bertanya kepada mereka mau pesan apa
" Kami Nasi goreng aja fa, minum nya air mineral aja" jawab putri
" Yakin cuma itu?" tanya syifa dan di angguki kepala oleh mereka
" Tambah yoghurt aja kak 3 ya " ucap syifa lagi sambil kembali menatap ken.ken mengangguk sambil tersenyum dan kembali mengusap lembut kepala syifa sebelum melangkah meninggalkan meja syifa.
Ken berjalan ke arah ruangan chef dan berbicara langsung dengan chef.ray dan stiff yang melihat interaksi antara Ken dan syifa dibuat melongo dan melihat ke arah Dimas seakan meminta Jawaban.sedangkan Dimas hanya menggidikkan bahunya sambil menjawab.
" Tanya langsung sama orang nya aja ya pas udah Balik ntar" ucap Dimas ray dan stiff diam dengan pikiran masing-masing.
Tak lama kemudian Ken kembali dan duduk dengan tenang dengan ekspresi sangat santai tanpa menyadari ekspresi wajah kedua sahabat nya yang seakan menuntut nya dengan berbagai pertanyaan.
" Sejak empat bulan lalu setelah gue jabat tangan Ayah nya langsung dan halalkan dia buat gue " jawab Ken santai.
Jedar .....
Sontak jawaban Ken membuat Ray dan stiff Marasa sangat terkejut seperti tersambar petir di siang bolong, mereka berdua langsung melotot sambil melongo melihat ke arah Ken
" Lo serius Ken? " tanya Ray dan stiff bersamaan
" Kapan gue pernah bercanda?" jawab Ken tanpa melihat wajah mereka
__ADS_1
"Gila Lo Ken "bocah Lo nikahin, nunggu tamat sekolah dulu kek,ga kasian pa Lo kalo dia BUNTING gimana? " ucap stiff
"Ya gue Home schooling aja" jawab Ken Santai
" Ya deh yang anak Sultan, lagian sekolah juga yayasan lo" ucap stiff lagi.
" Nah tuh Lo tau" jawab Ken singkat
" Tapi Ken gimana rasanya segel bocah?tapi kalian kan sama sama masih Orisinil, pasti hot banget ya gak" goda stiff lagi pada Ken
Ken hanya tersenyum dan menggeleng
" Gue belum pernah apa apa in dia" ucap Ken sambil terus menatap kearah Syifa.
" Gila.... tahan Lo Ken liat yang kayak gitu tidur di samping Lo tanpa Lo apa apa in?" tanya stiff
" Belum waktunya dia aja masih manja banget,di cium aja gemetar trus langsung nangis" jawab Ken santai sambil memainkan ponselnya.
" Lo si gila,bocah Lo nikahin, takut di tikung kan Lo, lagak Lo aja waktu liat dia sok cuek.ga tau nya Lo lebih nekat" protes stiff lagi
" Kami tuh di jodohin dan perjodohan itu udah terjadi sejak sepuluh tahun yang lalu.saat kami masih kecil" jawab Ken sementara stiff melongo
" Trus kenapa pas kalian ketemu di new York kalian kayak orang asing yang ga saling kenal?apa jangan jangan dia cewek masa kecil lo" ucap stiff lagi, sementara Ray hanya diam karena dia yakin syifa pasti wanita masa kecil Ken.
" Emang kami ga kenal,tapi gue merasa ga asing sama dia sejak saat pertama kali kami ketemu dan saat gue menatap matanya, seolah olah kami itu sangat dekat dan saling merindukan.Dan hati gue bilang kalau dia memang Gadis bunga gue" jawab ken
__ADS_1
"Dan ternyata emang bener dia gadis masa kecil gue dan gue baru tau dua hari yang lalu saat papa nyuruh gue ambil berkas penting dalam brankas di ruang kerja nya di rumah,pas gue liat ada amplop yang bertuliskan nama dia"
"Karena penasaran gue buka, ternyata isinya semua tentang masa kecil kami dan surat wasiat papa tentang warisan untuk dia walaupun kami ga jadi nikah" cerita Ken pada sahabat nya