
Tak terasa sudah menulis ke bab 100.
Author akan bercerita selama 2- 3 bab tentang Intan.
Biar dapat sama ya karmanya dengan Bagas... wkwkwk... 😄😄
Siang itu di suatu kota terpencil di sebuah rumah yang asri, terdengar tangisan dari seorang bayi yang sangat menyayat hati.
Tangisan dari anak Intan, Dion.
Intan seakan tak bergeming melihat keadaan Dion, ia sudah kecapean dari pagi karena seharian ini Dion sangat rewel
" Intan, kenapa itu Dion, coba kamu tenangkan, tante dari tadi pusing mendengar suara tangisannya. Mungkin dia lapar, bukan kamu urus malah kamu sibuk main handphonemu, " suara Aya, tantenya Intan mengomel pada Intan.
" Mungkin anakmu sakit, coba kamu lihat," kata Aya pada Intan.
Intan dengan malas menyeret sandalnya masuk ke kamar.
Ia melihat Dion yang tergolek di ranjang, hatinya mendadak kesal karena apa yang diinginkannya tak tercapai dan sesuai kenyataan.
" Kamu Dion.. susahkan terus ibu, jangan menangis, kamu lapar ya," kata Intan mengambil dan menggendong Dion dan memberi susu.
Diamatinya wajah Dion dan ia melamun membayangkan yang sudah terjadi.
Saat itu..
Intan menangis di travel arah ke Jawa, sampai beberapa orang di dekatnya terus melirik dan melihatnya.
Sampai ada seorang ibu yang simpatik dengannya lalu menghiburnya.
" De.. kenapa menangis terus?" tanyanya.
" Kasihan itu bayinya, jangan menangis terus," kata ibu yang lain.
Ya, Intan menangis karena inilah perpisahan yang terberat dalam hidupnya.
ia harus berpisah dengan Bagas, pria yang sangat ia cintai tetapi ia pun tidak sanggup melihat Bagas mengetahui hasil test DNA yang akan di ambil oleh Bagas.
Ia menyesal telah terbuai oleh bujuk rayuan pak Anton, lelaki yang telah membuat hidupnya hancur dan yang merupakan direkturnya di perusahaan di Bali tempat dia bekerja sebelumnya.
__ADS_1
Pak Anton menerima Intan bekerja di perusahaannya yang sudah terkenal di Jakarta sejak Intan lulus kuliah dan masih sangat awam tentang pekerjaannya.
Pak Anton mengajari dan banyak memberi masukan pada Intan.
Dia menaruh harapan Intan dapat menjadi andalannya kelak di perusahaannya.
Ternyata Intan dapat diandalkan dan menjadi salah satu kariawan kesayangan pak Anton bahkan menjadi sekretaris pribadinya pak Anton.
Setiap di ajak pak Anton untuk melobi perusahaan lain untuk kerjasama, ia selalu berhasil sehingga pak Anton memanjakan Intan dengan berbagai kebutuhan.
Kadang pak Anton pun memanfaatkan Intan untuk mendekati rekan kerjanya untuk kerjasama dengan menawarkan Intan menemani mereka hingga berhari- hari.
Intan yang awalnya tidak setuju akhirnya melihat peluang ini sebagai usaha untuk memperkaya dirinya.
Mulailah gaya hidup kelas atas di masuki Intan.
Sampai suatu saat pak Anton terlihat lesu dan berantakan penampilannya datang ke kantor. Dipanggilnya Intan untuk masuk ruangannya.
" Ya pak, ada apa?" tanya Intan.
" Besok temani aku ke Surabaya Intan, aku ada proyek besar di sana. Mungkin kita akan lama di sana sekitar 1 minggu." kata Anton.
" Pak maaf kenapa hari ini bapak tidak serapi biasanya, ini terkesan.berantakan," kata Intan.
" Aku tidak betah di rumah Intan, aku habis bertengkar dengan ibu, karena ibu tidak setuju aku pergi besok ke Surabaya, sedangkan ini kan masalah pekerjaan, repot memang istriku ini, curigaan terus," kata Anton menceritakan kekesalannya.
" Pantas bapak seperti ini penampilannya, yang sabar ya pak, namanya juga istri kadang cemburu tanpa alasan," kata Intan tersenyum.
" Dari pada bapak bete gitu, lebih baik bapak traktir saya makan siang, tenang pak.. Intan tidak akan buat tampang bapak kusut lagi," kata Intan tertawa genit.
Pak Anton pun akhirnya tertawa dan mereka pun akhirnya pergi untuk makan siang.
" Apapun akan kulakukan agar hidupku tetap enak dan terjamin," batinnya berkata.
Setiap hari, setiap waktu selalu pak Anton merasa terhibur dengan Intan. Tanpa mereka sadari kebersamaan yang ada bukan hanya atasan dan sekretaris tapi itu sudah merupakan suatu hubungan yang serius.
Anton telah memanjakan Intan dengan segala apa yang di minta Intan dan sebagai balasannya Intan pun memberikan apa yang di minta oleh pak Anton termasuk tubuhnya.
Intan memiliki apartemen, mobil mewah, rumah di suatu tempat yang sekarang dia tempati, tabungan di bank yang lebih dari cukup.
__ADS_1
Intan sangat menikmatinya sampai .. suatu hari ketika mereka sedang berjalan- jalan dengan mesra, bertemulah mereka dengan istri Anton dan anak- anaknya yang juga sedang membeli kebutuhan di mall.
Terkejutlah mereka berdua tertangkap basah.
Kelanjutannya dapat dibayangkan bagaimana pertengkaran mereka berdua yang berakhir di keluarkannya Intan dari perusahaan. Intan di pecat oleh istrinya Anton.
Di tengah kebingungan Intan, Anton yang merasa kasihan dan telah menyebabkan Intan di pecat membuat 1 keputusan yang menyebabkan Intan dapat bekerja kembali di salah satu anak perusahaannya di Bali. Sehingga Intan dapat tetap bertahan hidup.
Itupun Intan bekerja dengan sangat hati- hati sehingga mereka berharap istrinya Anton tidak mengetahuinya.
Hubungan mereka tetap berlanjut bila Anton sedang melihat perusahaannya di Bali.
Sampai akhirnya mereka bertemu Bagas.
Anton yang melihat peluang usaha yang sangat besar bila ini terjadi proyek kerjasama dua perusahaan, maka menyuruh Intan melayani segala kebutuhan selama Bagas di Bali
Maksud Anton hanya satu dengan mendekatkan Intan dan Bagas agar kerjasama ini berhasil dengan baik, tetapi satu sisi lain tanpa disadari tumbuhnya benih cinta di antara mereka.
Yang terjadipun akhirnya seperti yang sudah sejak awal diceritakan, mereka makin berbuat sampai akhirnya Intan hamil.
Yang Bagas tahu Intan hamil olehnya, tetapi saat itupun Intan lupa bahwa Anton yang melihat kedekatan antara Bagas dan Intan semakin dekat merasa cemburu dan ia pun memanfaatkan hari- hari ketika Bagas tidak ke Bali, mereka berdua Intan dan Anton menikmati lebersamaan mereka berulang kali pula.
Intan menghela napas setelah imengetahui siapa ayah biologisnya Dion. Bukan Bagas, tetapi Anton.
Karena ia tahu Bagas bukan ayah biologis Dion dengan cara menelepon juga bagian lab menanyakan hasil test dengan alasan berbagai cara akhirnya diberitahukan.
Sehingga ketika Bagas dengan cara memberitahu untuk tahu keberadaan Intan dengan membohongi itu anak mereka, Intan sudah tahu duluan bahwa Bagas marah karena merasa ditipu dan dibohongi.
Tangisan Dion terdengar nyaring lagi, rupanya Intan melamun ketika menyusui. Dia cepat- cepat memberikan kembali asinya pada Dion.
Dion pun memikmati dan menyusu dengam lahap.
Di pandanginya kembali wajah Dion yang mulai terlelap, wajah Anton yang terlihat, bukan wajah Bagas.
Pantas karena wajah yang bukan wajah Bagas membuat orangtua Bagas curiga, dan Intan yang tak tahu pasti ini anak siapa juga entah Bagas entah Anton membuat satu keputusan yang akhirnya fatal untuk kehidupan Intan dengan test DNA.
Intan lega, tapi terbentur kembali dengan satu hasrat yang tidak pasti mencari keberadaan Anton untuk dapat memberi kenyataan bahwa yang sedang dirawatnya ini adalah anaknya Dion hasil perbuatan mereka berdua Anton dan Intan.
***
__ADS_1