Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka
Bab. 82. Rencana Mira Selanjutnya


__ADS_3

Bagas tak terima dengan keputusan Mira. Ia ingin tetap memiliki Mira dan tidak mau melepaskan Intan.


Mira tidak mau dengan alasan Bagas.


Keputusan nya untuk cerai dari Bagas itu sudah merupakan yang terbaik.


Ia tak mau lebih sakit hati melihat kelakuan Bagas yang menghianatinya .


Mira meneteskan air matanya kembali ketika ia keluar dari cafe itu, ia merasa sangat sakit hatinya mendengar Bagas akan tetap mempertahankan dirinya dan Intan.


Sebagai wanita, Mira merasa tak di hargai, yang dengan gampang harus mengikuti kemauan Bagas, tetapi tak diperhitungkan sikapnya Bagas akan membuat Mira tambah terpuruk dengan diduakan oleh Bagas secara poligami.


Mira pergi ke rumah Yanto dan Rianti. Ia akan pamit pada mertuanya secara baik- baik.


Sesampainya di rumah mertua, suasana rumah terasa sepi, tapi tak mengurungkan niatnya untuk menjumpai mereka.


Tok Tok Tok


Agak lama Mira berada di depan pintu.


Ia merasa canggung untuk mengetuk pintu lagi karena hari sudah malam.


Saat detik ia berniat akan pulang, tampak pintu terbuka, ada Yanto yang berdiri di muka pintu.


" Miraa ?" tanyanya heran.


" Ada apa malam- malam kamu ke sini, sama siapa Mir?" tanyanya kembali.


" Malam pa, maaf bila saya mengganggu kesibukan papa dan mama, " katanya.


" Masuk Mir... temui dulu mamamu itu, " sahut Yanto.


Yanto dan Mira masuk untuk menemui Rianti yang sedang menonton televisi.


" Hai Mira.. pa kabar nak, mana cucu mama, sini duduk dekat mama," kata Rianti semangat.


Setelah berbasa- basi sejenak, lalu Mira meminta waktu untuk bicara dengan papa dan mama mertuanya.


" Pa, ma .. maaf bila Mira minta waktunya untuk mendengarkan apa yang menjadi curahan hati Mira," katanya.


" Katakan Mir, biar papa dan mama dapat mendengarnya," kata mereka berdua.


" Pa, ma... Mira sudah memutuskan untuk berpisah dengan mas Bagas," kata Mira seraya menitikkan air mata.


" Kenapa Mir.. apa alasanmu," kata Rianti pelan.

__ADS_1


" Mira sudah berusaha pa, ma untuk dapat memaafkan mas Bagas, Mira sengaja memberi waktu pada mas Bagas untuk ia dapat mengerti apa kesalahannya dan berusaha untuk memperbaiki hubungan kita, tetapi yang Mira lihat dan rasakan mas Bagas tidak ada niat untuk memperbaikinya, ia masih berhubungan dan semakin akrab dengan Intan, dan yang buat saya merasa tidak dihargai yaitu mas Bagas malahan ingin mengambil kita berdua Intan untuk jadi istrinya demi anak- anaknya, ia mau berpoligami ... " kata Mira seraya menangis tersedu- sedu.


Sakit hatinya melihat perbuatan suaminya seperti itu.


Yanto dan Rianti terhenyak kaget. Ia tak menyangka anaknya akan berbuat seperti itu.


Mereka tidak mengerti dengan jalan pikiran Bagas.


Yanto mengepalkan tangannya tanda ia marah, anaknya membuat ia menjadi pemarah sekarang.


" Mira... papa dan mama hargai keputusanmu, kami tidak dapat bicara apapun, kami juga tidak mengerti jalan pikiran Bagas yang mau korbankan kamu demi perempuan murahan itu, mungkin ini jalan terbaik untuk kamu dapat mulai melangkah ke depan tanpa Bagas.


Belajar hilangkan sakit hati, belajar dari awal lagi, memang akan sulit pertama tetapi yakin dan percaya kamu pasti bisa," kata Yanto.


" Mama dan papa sangat sayang padamu Mira, mama sudah anggap kamu seperti anak mama, kamu dan Yunia menjadi penghibur mama, sedih harus berpisah dengan cucu yang mama sayangi, jangan lupakan papa dan mama ya Mir" kata Rianti menangis.


" Ya ma, Mira tak akan lupakan semua kebaikan dari papa dan mama," katanya.


" Kalau boleh papa tahu, apa rencanamu ke depan," kata Yanto.


Mira menghela napas, lalu berkata, " Mira akan pergi ke luar kota pa, untuk menghindar dari Bagas, karena Mira melihat mas Bagas tidak terima dengan keputusan Mira, Mira akan tinggal dengan adik ibu, dan Mira akan mulai untuk bekerja mencari uang untuk menghidupi Yunia," katanya.


Yanto menatap Mira, lalu ia berkata, "Mira.. walau kamu sudah berpisah dengan Bagas, tapi ijinkan papa untuk membantu kamu menghidupi Yunia, Yunia itu cucu kami, kami tidak mau perkembangan dan pertumbuhan Yunia terganggu oleh pasokan gizi yang kurang, kamu mengerti maksud papa Mir.. dan jangan menolaknya, ini bukan untuk kamu, tetapi untuk cucu kami," kata Yanto.


Mira menolaknya, tetapi mereka berulang kali mengatakan.itu, sampai akhirnya ia pun mengalah untuk setuju atas apa yang akan mertuanya lakukan untuk Yunia.


Mereka minta sebelum Mira benar- benar akan pindah untuk membawa Yunia bertemu mereka dulu.


Mira pun menyampaikan niatnya untuk pindah pada orangtuanya.


Sari keberatan, ia ingin Mira tetap bersamanya. Tetapi akhirnya Sari mengijinkan setelah Mira mengemukakan alasannya.


Sari pun menghubungi adiknya di kota Semarang, dan menceritakan semua yang terjadi pada Mira.


Adik ibunya pun setuju untuk Mira memulai hidup baru di sana.


Maka mulailah ia mempersiapkan diri untuk keberangkatannya yang ia rencanakan dalam waktu 2- 3 hari ke depan.


Sementara itu Bagas...


Bagas masih tidak terima ia dan Mira akan berpisah, ia tidak mau dan Bagas mengendarai mobilnya untuk menemui Mira kembali di rumahnya.


Ia akan terus memaksa Mira untuk tidak berpisah, Bagas tak akan sanggup berpisah dengan Yunia.


Ia akan menempuh segala cara untuk tetap bersatu dengan Mira.

__ADS_1


Bagas telah sampai di depan rumah Mira, ia berniat harus menuntaskan niatnya dan ingin Mira mengerti.


Mira yang mengetahui Bagas datang sempat marah, tetapi ia akan temui Bagas dan menjelaskan agar Bagas mengerti maksud Mira.


Tok tok tok


Bagas menunggu beberapa saat.


Mira membuka pintu dan Bagas di persilahkan masuk.


Bagas langsung pada inti masalahnya setelah duduk.


" Mira... coba kamu jangan keras kepala, aku menawarkan cara ini untuk supaya kamu dan Yunia dapat terus menjalani hidup walau aku punya istri lagi " katanya cepat.


" Kamu cuma menerima saja madu kamu, rumah pun berbeda, kamu tetap dapat jatah bulanan walau sekarang tidak sebanyak yang dulu, demi Yunia Mir.. demi Yunia, aku tidak mau Yunia tumbuh tanpa ada perhatian dan kasih sayang ayahnya," katanya lagi.


" Jangan kau egois Mir... karena sakit hatimu padaku, kamu mau korbankan Yunia untuk menghapus sakit hatimu, coba pikir ulang Mir untuk berpisah denganku," kata Bagas .


Mira terdiam dan menatap tajam Bagas.


" Jawab Mir.. jangan kamu diam saja, kamu sebenarnya tak ingin berpisah denganku kan Mir, tapi kamu gengsi, kamu malu dengan aku, kamu menyesal sudah ucapkan itu, karena itu kamu sekarang diam, karena kata- kataku benar adanya," kata Bagas dengan mimik muka mengejek.


Mira pun menjawab pertanyaan Bagas dengan muka datar.


" Baik, bila itu maumu, aku akan jawab pertanyaanmu yang tidak berbobot itu!" katanya.


" Aku tidak egois mas, justru aku memberi kebebasan padamu untuk bersama wanita simpananmu itu, aku tidak ribut dengannya, dan aku pun tidak mengganggunya. Bukankah itu untung bagimu dan dia??


Aku tetap pada keputusanku bahwa aku tidak mau terima tawaranmu untuk hidup bersama simpananmu, aku Mira... dapat hidup sendiri bukan bersama wanita simpananmu itu! " katanya dengan bibir bergetar menahan marah.


" Kamu beralasan demi Yunia.. demi Yunia , kasihan bila ia tumbuh tidak ada perhatian ayahnya, coba dengar mas.... apa ketika kamu berselingkuh kamu ingat anakmu mas ?? ingat ?? ... kalau kamu ingat anakmu saat kamu berselingkuh, pasti kamu akan putuskan simpananmu itu, " katanya marah.


" Justru kamu mas yang berlindung di balik alasan demi Yunia, kamu ingin aku kasihan dan menerimamu kembali, tidak !! bukan karena aku tidak memaafkan atau akan membalas sakit hatiku, tapi karena kamu telah sia- siakan kepercayaan dan kesetiaanku mas, kamu sendiri yang telah merobek janji suci kita demi untuk kepuasan mu saja," kata Mira tak dapat menahan marah lagi.


" Sekarang ku minta padamu mas... keluarlah dari rumahku, aku tetap pada pendirianku, tidak dipengaruhi siapapun, ini aku sadar berbuat dan bertindak, jadi uruslah surat cerai kita, makin cepat makin baik untuk kamu dapat menikah lagi dengan dia,"


" Mir... Mira.. kita masih bisa bicara baik- baik soal ini," kata Bagas tetap ngotot.


" Pergilah mas, keluar dari rumahku sebelum kesabaranku habis, keluar mas.. keluar! , aku tidak mau di ganggu lagi olehmu," katanya seraya menutup pintu dan menguncinya.


Bagas terpekur di depan pintu rumah Mira.


Hatinya panas karena di usir Mira. Ia sakit hati dengan Mira.


Sebelum ia berlalu, ia berteriak, " Aku akan urus surat cerai kita secepatnya, kamu keras kepala, perempuan tak tahu diuntung," katanya memaki. Mira.

__ADS_1


Mira menangis di sudut ruangan, ia benar- benar sakit hati dengan kelakuan Bagas.


***


__ADS_2