
Empat tahun telah berlalu...
Antony sedang tersenyum melihat Ranny yang berlari mengejar buah hatinya yang tidak bisa diam. Ya... mereka berdua telah menikah 2 tahun yang lalu, setelah Ranny lulus sekolah, Antony memantapkan hatinya untuk kuliah sambil bekerja, ia menabung untuk menikahi Ranny, walaupun Antony masih kuliah.
Cinta mereka berdua mengalahkan segalanya, sehingga Aria akhirnya mengijinkan Antony untuk menikah sebelum lulus kuliah.
Ada kadang terbersit penyesalan tidak dapat memenuhi harapan kedua orang tuanya untuk menyelesaikan dulu kuliahnya, baru menikah. Tetapi di satu sisi ia pun tak mungkin membiarkan gejolak cinta membara di hati mereka yang kian lama semakin panas.
Harapan mereka berdua untuk sama- sama menikah setelah lulus kuliah sirna Ranny pun minta ijin pada Baskoro ayahnya untuk menikah muda. Mula- mula Baskoro menolak dan marah, tetapi sekali lagi cinta mereka sudah tak mungkin dipisah mengalahkan cita- cita mereka 4 tahun yang lalu di mana waktu itu mereka saling berjanji akan menikah setelah lulus.
Aria dan Mira memang pernah menyayangkan Antony yang punya ketetapan untuk menikah . Tetapi Aria sebagai ayah mensupport keputusan anaknya demi kebaikan mereka berdua.
Setelah mereka menikah Aria menganjurkan Tony untuk melanjutkan kuliahnya dulu sampai selesai. Dan Aria membantu untuk kehidupan keluarga kecil mereka sampai Antony lulus dan setelahnya dapat memimpin di anak perusahaan punya Aria di Jakarta.
Antony pun setuju dan ia pun memboyong Ranny ke Singapura untuk menemaninya dan mensupport diri nya agar cepat menyelesaikan kuliahnya.
Akhirnya tahun lalu Tonny lulus dan pulang ke Jakarta.
Aria memberikan anak perusahaannya untuk di kelola Tonny.
Perusahaan yang di pimpin Tonny pun berkembang pesat, dan ia mempraktekkan ilmu yang didapatnya dari kuliah.
Tonny bersyukur mempunyai mama dan papa yang sangat perhatian dan mendukungnya.
Kebahagiaan ia pun makin terasa ketika Ranny hamil dan melahirkan anak buah cinta mereka.
Ya... Raisa Kumala Dewiana anak perempuan yang lucu dan menggemaskan, membuat semua keluarga menyenanginya.
Terlihat Ranny menggendong Raisa dan membawanya ke meja untuk meneruskan makannya.
Mira yang melihatnya lalu mencium dengan gemas.
" Cucu nenek ini makin menggemaskan.. sini nenek suapi, kasihan tuh mamanya dari tadi lari- lari terus mengejarmu," kata Mira meraih tempat majan Raisa.
Ranny tersenyum dan menyerahkan Raisa pada Mira.
__ADS_1
Tiba- tiba Yunia masuk rumah dan berteriak- teriak.
" Mama... mama.. di mana ?" tanyanya .
" Yunia... kamu ini kalau masuk kasih salam dulu, bukan main teriak- teriak seperti itu, malu sudah kuliah masih saja tidak bisa menjaga sikap. " kata Mira mengomel.
" He he... habis perhatian mama hanya ke Raisa aja terus. " kata Yunia tertawa geli dan mencubit pipinya pelan.
" Mana Stefan, Nia ?" tanya Mira.
" Masih di belakang ma, tadi ku jemput di sekolahnya, cemberut mukanya ma," kata Nia yang lagi bermain dengan Raisa.
" Cemberut ? kenapa adikmu Nia? kamu iseng lagi padanya?" tanya Mira menyelidik.
" Ngak tahu ma, tadi Mira jemput dia sudah begitu mukanya. Ku tanya ada apa, dia juga diam saja. Coba mama tanya anak kesayangan mama itu," kata Nia lagi.
" Ya bentar, mama habiskan dulu suapan terakhir Raisa, baru mama ke kamar Stefan. " kata Mira.
Setelahnya Mira bergegas ke kamar menengok Stefan.
Tak lama pintu kamar Stefan terbuka, Mira masuk dan melihat anaknya tertelungkup di kasur dan masih mengenakan pakaian sekolah.
" Fan... kenapa kamu nak ? jawab mama jangan diam aja. " tanya Mira.
" Aku kesal dengan kak Yunia ma, " jawab Stefan.
" Kenapa kamu kesal dengan kakakmu ?" tanya Mira heran.
" Aku selalu di jemput telat ma, bukan hanya hari ini, tapi sudah berminggu - minggu ma., aku cape tunggu kak Nia, terus sudah gitu kak Nia malah cuek dan terus sepanjang jalan sibuk teleponan dengan pacarnya, karena manggil nama sayang. " kata Stefan masih dengan muka kesal.
Mira terlihat kaget namun ia tetap bisa menguasai hatinya, di nasehatinya Stefan dengan penuh kelembutan.
" Mungkin kakakmu lagi banyak tugas, sehingga sering telat jemput. Besok mama akan jemput kamu ya nak, dan selanjutnya pasti kakakmu tidak akan telat jemput kamu lagi." sahut Mira dengan lembut.
" Besok mama mau jemput aku ?" tanyanya serius Mira mengangguk dan Stefan pun langsung memeluk mamanya dengan senang, dan diusapnya rambut Stefan dengan pelan.
__ADS_1
Setelah menyuruh Stefan ganti baju dan makan, maka Mira menghampiri Yunia di kamarnya.
" Yunia.. buka pintunya, mama mau bicara," katanya seraya mengetok pintu kamarnya.
" Ya ma, ada apa?" tanya Yunia heran.
" Mama mau tanya, Stefan selalu kamu jemput ? dan kamu apa selalu telat jemputnya ?" tanya mama pelan.
" Stefan ngadu apa sama mama ? sudah di jemput masih saja ngadu.. besok sekalian nggak ku jemput," omel nya.
" Jadi betul kamu sering telat jemput ?" tanya Mira menatapnya.
" Bukan begitu ma.. aku hanya sekali .. dua kali aja telat ma, itupun aku harus ngebut dari kampus ke sekolahnya padahal tugas ku banyak " kata Yunia dengan muka kesal.
" Tugas banyak atau kamu telepon pacar terus ?" tanya mama lagi .
" Tugas mama.. kalau aku tuh telepon bukan pacar tapi teman . " kata Yunia lagi .
" Teman .. tapi mesra gitu ? kok manggil nya sayang ?" tanya mama terus menyelidiki.
" Ampun Stefan... awas ya kamu.. bocorin rahasia kakaknya sendiri. " sahut Yunia yang terlihat marah.
Mira menghela napas, ia tersadar anaknya sudah gadis jelita sekarang. Pasti hari- harinya banyak disibukkan dengan dunianya. Dunia kampus, tugas, pacaran dan bermain bersama teman.
" Ya udah.. nggak usah marah dengan adikmu. Ngaku aja.. mama nggak marah kok kalau kamu jujur. " tanya Mira.
Yunia menunduk lalu berkata, " Itu baru teman dekat ma, Nia baru menerima dia jadi pacar Nia kemarin. Dia sudah suka denganku dari lama, tapi Nia baru menyukainya dari minggu lalu. Ketika dia tanya Nia mau mulai belajar mengenalnya lebih dalam ma, " kata Nia seraya menunduk malu.
" Nia.. berteman boleh, mengenal lebih dekat boleh. Mama nggak melarang Nia untuk bersamanya, tetapi mama hanya minta Nia fokus dulu kuliah. Bila Nia rasa kamu bisa untuk membagi waktu antara kuliah dan paxaran, silahkan. tetapi bila Nia tidak bisa bagi waktu dan tidak fokus mama akan memperingati Nia nantinya.
Juga dalam berpacaran jangan sampai melewati batas. Kamu anak perempuan nak, mama tidak mau terjadi sesuatu pada kamu dan nantinya akan merusak masa depanmu .
Kamu bawa teman pria mu ke rumah, kenalkan pada mama dan papa. Karena kami juga ingin mengenal sosok pria yang menjadi pacarmu itu, paham kamu Nia?" tanya Mira tegas.
" Paham ma, aku akan ingat nasrhat dan larangan mama. Terima kasih ma, aku lega sudah bicara pada mama," kata Nia seraya memeluk mamanya.
__ADS_1
Mira tersenyum dan membalas pelukan anak kesayangannya, buah hati bersama Bagas yang di mana Nia bertumbuh tanpa kasih sayang ayahnya, tetapi kasih sayang Aria, ayah sambungnya.