Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka
Akhir Yang Bahagia?


__ADS_3

Bian POV


Di bandara Juanda, aku berlarian mencari sosok gadis yang kucintai. Ku dengar dari Rahma, dia akan terbang ke Bali hari ini. Aku mengamati setiap wanita yang berlalu lalang disana. Tiba-tiba sepasang kekasih menarik perhatianku. Gadis mungil dengan dress dan heels tengah digandeng seseorang. Aku berjalan pelan ke arahnya. Selangkah Dua langkah..


Kakiku terhenti begitu mendapati tatapannya. Mata sayu yang pernah mengagumiku, kini tampak datar saja melihatku.


Ku lihat lelaki di sebelahnya menghampiriku.


"Tolong, jangan ganggu Retha lagi!" ujarnya sedikit mengancam


"Gue nggak akan nyerah sampai Gue dengar sendiri, langsung dari Retha!" balasku tegas


Lelaki itu datang untuk menyampaikan pesanku pada Retha. Gadis itu tampak terkejut, namun sedetik kemudian wajahnya kembali datar. Langkah kecilnya semakin mendekatiku. Jantungku semakin tak karuan. Antara ingin memeluknya atau takut ditolak olehnya. Yang jelas, dekat dengannya selalu membuatku kalut.


Retha menatap wajahku yang tak berselisih jauh dengan tinggi badannya.


"Ada apa lagi? Kenapa kamu kesini?" tanyanya


Aku terdiam bingung menjawab apa.

__ADS_1


"Belum puas kamu nyakitin aku An?" tanyanya


"Gue cinta sama Lu Tha!" ujarku


Kulihat dia tertawa. Sulit diartikan kenapa dia tertawa.


"Jika kamu mencintaiku, kenapa kamu ninggalin aku? Kenapa kamu nolak aku yang sudah jelas cinta sama kamu An? Kenapa kamu nggak nerima keadaanku waktu itu?"


Pertanyaan berentet itu membuatku semakin gugup


"Kenapa kamu kembali An?" tanyanya lagi


"Gue.. ninggalin Lu karena pekerjaan Tha. Bukan berarti Gue nggak ada perasaan sama Lu!" bantahku


"Kalau kamu cinta sama aku An, mestinya kamu kasih kepastian dengan hubungan ini. Bukan pergi gitu aja, dan balik saat aku udah sama yang lain."


"Sorry Tha. Gue minta tolong Sekali aja kasih Gue kesempatan!" pintaku


"Kesempatan nggak datang dua kali An. Cukup sekali dan kamu udah sia-siain kesempatan itu."

__ADS_1


Kulihat dia berbalik menjauhiku. Dia pergi bersama prianya menuju pintu keluar. Aku pun menangis. Sesal di hati seolah menjadi teman setiaku. Harusnya aku terima saja dia dulu. Jika ku tau perasaannya bisa berubah secepat itu, aku tidak akan meninggalkannya. Namun tidak ada lagi yang bisa ku perjuangkan selain meratapi segalanya. Ya, Rethaku telah menjadi milik orang lain. Dan Hati yang terluka pun melekat di dalam diriku.


"Akhirnya selesai juga." Retha meregangkan tubuhnya. Pinggangnya terasa pegal setelah dua jam duduk dalam posisi yang sama.


Sepasang tangan mengulur dan memeluknya dari belakang. Dikecupnya puncak kepala Retha.


"Sayang, udahan dong ngetiknya. Kasihan anak kita." ujar Andian sambil mengusap perut buncit Retha


"Hehehe iya Mas. Keasyikan sih." balas Retha sambil nyengir kuda


"Makan dulu yuk! Itu aku bawain Mac N Chese kesukaan kamu." ujar Andrian


Retha berdiri sambil berpegangan kursi. Andrian membatunya berjalan. Di rangkulnya tubuh Retha yang mulai berisi karena kehamilannya sudah memasuki bulan ke delapan.


"Mas, makasih ya udah jadi suami terhebatku!" puji Retha


"Sama-sama sayang. Terima kasih sudah menghadirkan anak kita ini." balas Andrian mencium perut Retha yang membuncit.


Akhirnya Retha menemukan cinta sejatinya. Cinta yang tak memandang remeh fisiknya, Cinta yang menerima segalanya dalam diri Retha. Cinta yang selalu ada disampingnya, menutupi sisi kekurangan Retha dengan ketulusannya. Ya, setiap orang pantas mendapatkan jodoh terbaik dari Tuhan. Tidak peduli cantik atau jelek, Kaya atau miskin, baik atau buruk. Tuhan sudah menciptakannya untuk melengkapi satu sama lain. Meski hidup tidak bisa kita tebak bagaimana ia akan berjalan. Namun satu yang pasti, akan ada bahagia yang Tuhan siapkan di akhir ceritanya.

__ADS_1


DAN INILAH KISAHKU. *Margaretha Nurcahya*


...****************...


__ADS_2