Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka
Memori indah


__ADS_3

Pertemuan ku dengan mas Satya terekam kembali dikepala ku.Kami ketemu selalu dengan anak anak.Makan bersama,main bersama.Seperti keluarga utuh.Anak ku dan anaknya juga akur.Aku berharap kami dapat bersatu.


Mas Satya mengajak ku main kerumahnya.Dia menjemput ku dengan anaknya.


Aku dengan anak ku.Aku tidak lupa beli beberapa cemilan.Dan mas Satya mengajak ku beli makan siang di Ruben Onsu ayam geprek kesukaan nya.


"Bungkus ya makan dirumah aja" katanya.


"Terserah" jawabku.


"Dirumah juga boleh".


Mas Satya memesan beberapa menu.Untuk dibawa pulang.Kami makan di rumah nya.Anak anak makan bersama di meja makan.Setelah itu mereka main bersama.Membuatku bahagia melihat nya.Seperti keluarga utuh.


Aku dan mas Satya ngobrol didepan.Sambil sesekali aku melihat anak2 main game dikamar.


Sudah kamu santai aja


Anak anak aman kok


Bukan begitu,anakku itu agak hiperaktif ngga bisa diam


takut jatuh atau nyenggol sesuatu..Iya kata mas Satya merangkul pinggang ku.


Udah duduk sini

__ADS_1


kita bisa melihat mereka bermain.Aku lihat anakku cenderung bawel bertanya ini itu dengan anak nya mas Satya.


untung anak nya mas Satya lebih mengalah dan mengayomi karena memang umur mereka beda jauh.


Kami menemani mereka bermain.


"Hari sudah sore" kataku.


"Aku pulang ya,takut kemalaman".


"Ya udah aku antar" katanya.


"Tunggu sebentar ya".


"Aku bilang anakku dulu".


Dia mengelus kepalaku.Dan mencium keningku.


"Aku keluarin mobil dulu ya".


Sambil merangkul ku.


"Nti mampir tempat adikku sebentar ya".


"Aku mau antar baju ganti dan kebutuhan ibu disana".

__ADS_1


"Ngga pa2 ya,muter sebentar".


"iya"jawabku.


"kamu tunggu dalam mobil aja sama anak anak".


"aku yang turun aja".katanya


"iya"jawabku singkat.


Aku kirim pesan ke mama dirumah.Biar mama ngga khawatir.Soalnya mama sudah sama anak ku dari kecil.Saat aku kerja,terpaksa anakku sama mama.Karena kalau dirawat orang lain sering kali sakit.pernah ada pembantu dan tukang gosok bantu bantu.tapi pada bgtu.Akhirnya sekarang aku handle sendiri dari cucian,gosokan dan masalah rumah.kecuali masak,karena mamaku yang kebetulan orang Jawa tidak suka pedas.Sedang aku terbiasa dengan mantan suami orang Sunda suka pedas.Saat hamil aja aku suka pecel ayam sambel setan.Tidak kumakan semua sambalnya syarat aja colek colek dikit dgn ayam.


Sudah sampai dekat rumah adik mas Satya.Akupun nunggu dimobil.Setelah selesai mas Satya mengantarku pulang.Saat turun dekat rumah anakku mnta beli sate ditemani mas Satya.Tangannya langsung digandeng saja.Mas Satya takut anaknya cemburu.setelah pesan dia menemani anaknya dimobil.maklum sama2 anak tunggal.Aku janda anak satu mas Satya duda anak satu.Akupun pesan sekalian buat anak mas Satya sate dibungkus buat dirumah.walau kata mas Satya tidak usah.


Mas Satya mengantarku sampai gang rumah ku.kebetulan kontrakan ku banyak yang punya mobil.Takut mas Satya susah putar baliknya.


Memori indah bersama walau seringnya kami ketemu bawa anak2.


Kami berpisah hanya karena pertengkaran biasa.Mas Satya cemburu disosmed aku dengan gojek langganan aku.ipin,namanya dia suka komentar di sosmed aku.karena aku ngga ada rasa apa2 kadang kujawab.ipin juga sudah berkeluarga dan punya anak.gojek hanya sambilan.Dia kerja sebagai supir pribadi makanya sering posting dengan mobil mobil mewah.


Mas Satya memintaku menghapusnya dari daftar pertemanan sosmedku.kamipun berdebat.


Mas Satya sempat bicara keras denganku.Aku yang tidak biasa diperlakukan begitu langsung marah dan blokir nomernya.


Mas Satya tidak pernah berusaha kontak atau datang.

__ADS_1


Seandainya dulu kami saling ngerti dan ngga egois mungkin kami tidak akan berpisah.


__ADS_2