
Antony menenangkan Ranny yang termenung di dalam mobil.
Ia pun tak menyangka akan bertemu Stella di situ.
" Ranny .. jangan di dengar ya omongan Stella tadi. Sudah cukup dulu ia membully kamu. Sekarang kamu harus melawannya bila ia tetap membullymu.
Jangan kamu diam dan pasrah ya," sahut Tony lembut.
" Iya Ton.. aku juga harus lebih kuat sekarang. Aku tidak mau lemah. Stella belum berubah masih sana seperti dulu. Malah makin sombong kulihat sekarang. " kata Ranny.
" Biarkan saja sayang.. jangan kamu pusing memikirkan dia. Yang terpenting aku ada untukmu. Sudah.. jangan kita bahas dia lagi. Lebih baik kita bahas besok aku akan ajak kamu ke rumah bertemu mama dan papaku ya, " sahut Tony seraya tersenyum pada Ranny.
Ranny mengangguk senang lalu ia pun tersenyum.
Tony mengantarkan Ranny pulang dan ia berbincang sebentar dengan papa dan.mamanya Ranny lalu pulang.
Keesokan harinya..
Aria terlihat sarapan di dampingi oleh Mira.
Celoteh Stefan ramai disahuti oleh Yunia yang juga sedang sarapan.
Tak lama Antony ikut duduk sarapan juga.
" Acaramu hari ini apa Ton?" tanya Aria pada anaknya.
" Hmm pagi ini tidak ada pa, mau santai di rumah sama mama dan Stefan.
Nanti malam baru jemput Ranny untuk bertemu papa dan mama," sahut Tony sambil mengunyah roti bakar.
" Jam berapa kamu jemput Ranny? Papa mau bertemu klien dulu jam 5 . Mungkin sekitar jam 7 atau 8 malam baru papa pulang. " kata Aria.
" Nanti sekitar jam 7 malam aja baru Tony jemput. Jadi biar bisa bertemu papa ya, " kata Tony .
" Oke atur saja. Biar bicara sama mama dulu juga bisa ya, biar mama mengenal calon mantunya dulu," kata Aria terkekeh sambil mrlirik Mira.
" Papa ini.. masih lama .. Tony baru juga mau semester 2 ini. Suruh tunggu saja Ton.. jangan kamu korbankan kuliahmu," kata Mira seraya mendelik kesal pada Aria.
" Iya ma... masih lama. Ranny saja baru kelas 3 SMA. Belajar dulu, lulus kuliah dulu, kerja dulu pa, baru menikah. Umurku juga masih muda kok pa.. masa sudah mau mikir nikah.. papa ini," sahut Antony menggelengkan kepalanya seraya tersenyum geli mendengar ocehan papa dan mamanya.
" Hehe... papa berhasil nih buat mama kesal pagi ini.. " sahutnya tertawa.
" Apaan sih papa ini, kalau mau buat lesal mama bukan gitu caranya," kata Mira cemberut.
" Harusnya kalau pagi- pagi itu buat istri tersenyum bukan buat istri cemberut," sahutnya lagi.
__ADS_1
" Kalau melihat istri tersenyum itu sudah sering. Hampir setiap pagi dan malam lihat mamamu tersenyum.
Tapi bila cemberut dan kesal itu jarang. Karena itu papa senang melihat mama cemberut. Mukanya jadi lucu. chubby ... chubby .. ingin dicubit ya," kata Aria tertawa terbahak- bahak.
" Papa... genit ya sama mama, " kata Yunia seraya tertawa juga.
Semua tertawa mendengar ucapan papa dan Yunia tadi.
Itulah lebahagiaan yang tengah mereka rasakan saat ini.
Setelah puas mereka bercengkrama Aria pun bersiap pergi ke kantor.
Mira, Stefan, Yunia dan Antony pun ikut beriringan leluar.
Aria akan mengantarkan Yunia lebih dulu ke sekolah karena searah.
Antony pun meluangkan waktunya bermain dengan Stefan.
Stefan yang tahu disayang oleh kakaknya pun sering tertawa riang ketika Tony mengajak bercanda.
Mira yang melihat Tony sedang bermain dengan adiknya pun mendekati.
" Tony.. apa benar kamu serius dengan Ranny ,?" tanya Mira lembut.
" Serius lah ma, cuman Tony tidak tahu ya dengan LDR ini pacaran jarak jauh apakah kita bisa tetap setia.
Bisa saja mendadak bosan, jenuh karena pacaran yang jauh.
Segala desuatunya bisa terjadi.
Kita ingin dan merencanakan segala sesuatunya tapi kembali pada kekuasaan Tuhan.
Karena itu Tony memang serius dengan Ranny. Tetapi Tony tidak mau terlalu sangat mencintai Ranny agar bila suatu waktu bukan jodohnya Tony, aku tidak akan terlalu sakit bila harus berpisah.
" Memang lebih baik begitu, harus juga kamu pikirkan kuliahmu dan juga masa depanmu. Kamu masih muda nak, lebih baik kamu fokus dulu menyelesaikan sampai lulus. Sesudahnya kamu bisa teruskan perusahaan papamu nak. " kata Mira menasehati Antony.
" Ya ma.. Antony juga mau fokus dulu pada kuliahku. Jangan kuatir ma, Antony akan berusaha tidak mengecewakan papa dan mama. Antony ingin kalian bangga denganku na," katanya dengan mimik serius.
" Baiklah.. mama percaya padamu nak, tolong jaga sebentar Stefan ya, mama mau ke kamar sebentar," sahut Mira.
Tony pun bermain bersama Stefan dan membuatnya senang, adiknya selalu berteriak menjerit kesenangan.
Hari ini Ranny senang bercampur gugup karena akan di bawa Antony menemui papa dan mamanya.
Ia merasa salah tingkah karena ia ingin penampilannya terlihat sempurna di depan oangtua Tony.
__ADS_1
Mama Ranny dari tadi tersenyum terus melihat gaya Ranny yang kebingungan memilih baju.
" Ranny mau sampai jam berapa kamu pilih baju terus, pakailah yang sopan, yang kira- kira pantas dengan tibuhmu.
Dari tadi mama lihat semua baju kamu keluarkan dari lemari. Kamu harus percaya diti kamu tuh cantik. Tapi jangan karena kamu cantik jadi kamu tidak menjaga dirimu ya nak. " kata mamanya tersenyum geli melihat anaknya yang sedang jatuh cinta.
" He he mama... aku tuh lagi bingung. Kira- kira yang mana ya aku pilih. Bantu pilihkan dong ma.. " sahutnya
Seyelah beberapa lama ia memilih baju yang sangat bagus dan cocok di tubuhnya.
Tak lama Antony pun datang menjemputnya.
Hari ini Ranny sangat cantik. Antony pun sangat terkesima melihat penampilan dan kecantikan Ranny.
Lekas ia ajak Tony untuk pergi menjumpai papa dan mamanya Tony.
Tampak Mira sedang bercerita pada Ranny bagaimana Tony dulu saat ia bertemu dengan Mira sebagai mama tirinya.
Ranny mendengarkan dengan penuh perhatian.
Sesekali terdengar tawanya mengimbangi cerita dari Mira.
Aria pulang pada saat Mira sibuk menyiapkan makanan. Antony menyambutnya dan mengenalkan Ranny pada papanya.
" Siapa nama panjangmu ?" tanya Aria yang duduk disamping Mira.
" Ranny Permata Sari " jawabnya dengan lembut
" Apa pekerjaan ayahmu ?" tanya Aria kembali.
" Papa mempunyai perusahaan Tiga Mandiri dan bergerak di bidang makanan. " sahut Ranny sopan.
" Nama ayahmu siapa ,? " tanyanya .
" Baskoro Agung Sudrajat," sahut Ranny mantap.
Aria yang mendengar langsung terkejut mendengar nama itu.
Ia punya kenangan dengan nama itu. Dan ia pun lalu berdiam tak bicara .
Ia tak menyangka bahwa saingannya di bisnis ini adalah ayahnya Ranny.
Ia sangat kesal dengan sikap papanya Ranny yang kadang bersikap santai tidak bertanggung jawab dengan pekerjaan dan tugas yang diberikan padanya.
Aria kenal sekali dengan papanya Ranny.
__ADS_1
Mereka dulu satu kampus dan teman bermain.
Ingatan Aria pun terbang mendahului pada zaman ketika Aria baru mulai mengembangkan usahanya.