
Sabtu pagi Mira sedang sibuk untuk memasak makanan pesanan dari mamanya pak Aria.
Mira memasak karena hari ini masakannya untuk pengganti hari saat Mira ke Jakarta menghadiri sidang perceraiannya.
Mira memasak sambal goreng hati, ayam tepung serta capcay goreng.
Dan tepat pukul 11 masakan sudah siap, ia tinggal menunggu supir untuk mengambil masakannya.
Sambil menunggu ia bersih- bersih dan mencuci semua perabotan yang di pakai.
Karena bajunya basah kena percikan air bekas mencuci, maka ia memutuskan untuk mandi lagi.
Setelah mandi, ia mengenakan kaos santai dan celana selutut karena ia merasa nyaman dengan pakaian itu bila di rumah.
Lalu ia mendengar bel pintu rumahnya berbunyi, lalu ia bergegas membukanya seraya berkata," Sebentar pak," katanya.
" Pak... mau ambil ya?" katanya.
Tetapi ia terlihat heran karena di depannya bukan supir yang biasa mengambil kateringnya.
" Maaf... cari siapa ya pak?" " tanyanya heran
" Ini dengan ibu Mira?" tanya orang itu.
Mira mengangguk dan berkata," Ya, ini dengan siapa?" tanyanya seraya menatap wajah asing di depannya yang sedang tersenyum manis. Wajah seorang pria yang ganteng, putih dan terselip lekukan di pipi kirinya saat senyum.
" Perkenalkan saya Aria. Aria Kusuma," katanya dengan menatap lekat wajah Mira.
Mira baru pertama melihat Aria, selama ini mereka hanya berjumpa lewat suara.
" Saya Mira, Mira Anggraeni." sahut Mira canggung.
" Mari masuk pak, sudah saya persiapkan kateringnya, sebentar saya ambilkan di dapur," sahut Mira seraya bergegas ke belakang.
Aria tampak sudah duduk dan ia terlihat sedang mengamati ruang tamu yang ada foto Mira, ibu dan Yunia.
" Ini anak mbak Mira?" tanyanya seraya mengamati foto Yunia.
" Ya pak, namanya Yunia Samira Putri, usianya bulan depan 3 tahun," katanya .
" Lucu sekali, cantik," katanya .
" Ini pak masakannya, terima kasih untuk kepercayaan bapak memilih katering kami untuk ibu nya bapak, semoga terus cocok ya pak," katanya seraya tersenyum.
" Ya mudahan mbak, baiklah saya permisi dulu, terima kasih. " sahut Aria.
" Baik pak, terima kasih juga," katanya seraya mengantar pak Aria sampai ke depan lalu setelah mobil itu berlalu ia pun masuk ke rumah.
Aria tersenyum sendiri di mobil, ia baru melihat Mira. Ada degup di jantungnya melihat pesona Mira.
Ia pun bertekad akan mengenal Mira lebih dalam lagi.
__ADS_1
POV ARIA
Aria Kusuma seorang yang mempunyai pribadi lembut, penyayang dan perhatian.
Seorang pekerja keras dan sekarang bekerja di salah satu perusahaan kayu di kota Semarang dengan jabatan Wakil Direktur.
Aria dari dulu pendiam, tak banyak teman, dunianya lebih banyak di habiskan dengan membaca, dan diselingi main game.
Aria pernah menikah dengan Anita, wanita yang di cintainya sejak ia pertama kali bekerja di perusahaan ayahnya.
Sampai akhirnya mereka dikaruniai seorang anak bernama Antony yang sekarang berusia 10 tahun dan duduk di kelas 4 SD.
Hidup mereka berbahagia, Aria sangat sayang pada Anita dan Antony, mereka selalu bersama.
Sampai suatu ketika saat Antony berumur 7 tahun, Anita sakit parah, dokter mengatakan Anita kena kanker payudara, Aria sangat sedih, ia seperti tak terima musibah ini datang menimpa keluarganya.
Berbagai cara dilakukan agar Anita dapat sembuh.
Aria ingin membawa Anita berobat ke luar negeri, tetapi 4 hari sebelum mereka berangkat, Anita kritis dan tak sadarkan diri, kemudian besoknya Anita meninggal.
Aria terguncang dan terpukul, ia seakan tak percaya istrinya secepat itu akan meninggalkannya.
Sejak saat itu Aria seperti melampiaskan rasa kehilangannya dengan bekerja keras, sebab baginya dengan bekerja keras ia dapat melupakan kisah pahitnya ditinggal istri yang di cintainya.
Lena, mamanya sudah berapa kali menyuruh ia untuk berteman dengan wanita lain, tetapi Aria terlihat acuh dan cuek pada wanita. Sehingga mamanya pun akhirnya menyerah tidak menyuruh wanita manapun untuk di bawa Aria pada Lena.
Itulah suatu pertemuan yang tak terduga, kadang di atur oleh Tuhan untuk memberikan kebahagiaan pada umatNya yang sedang menderita.
Lena tak terduga senang dan cocok dengan masakan Mira pada saat ia sedang berkumpul dan makan bersama dengan karyawan dari anaknya.
Dan Lena melihat Aria tidak menampiknya seperti biasanya.
Di jalan Aria melamun lagi, tadi pagi setelah ia memberitahu mamanya bahwa nanti siang ada katering lagi, Lena tersenyum mengatur strategi.
Ia menyuruh supirnya untuk belanja buah- buahan pada saat hampir jam pengambilan katering.
Lena pun tersenyum mengingat itu.
" Pak Rasyid, di panggil nyonya sekarang," kata Susi asisten rumah tangga Lena.
" Ya," jawab Rasyid segera masuk menemui Lena.
" Siang nyonya, ada apa memanggil saya?" tanyanya sopan.
" Rasyid, saya lagi ingin makan buah, kamu belikan buah di langganan saya ya," katanya.
" Baik nyonya, tetapi maaf saya belinya sesudah saya ambil katering makan siang nyonya ya, ini sudah hampir jam 11.30, kan nyonya harus makan jam 12 siang," kata Rasyid.
" Kalau beli buah dan ambil makanan itu lama Rasyid, kan berlawanan arah, saya nanti keburu lapar," kata Lena.
" Begini saja Rasyid, saya akan telepon Aria untuk mengambil kateringnya, dan kamu tetap beli buah di langganan saya," kata Lena lagi.
__ADS_1
" Apa pak Aria nya tidak sibuk nyonya?" tanyanya.
" Aku telepon dulu ya, kamu tunggu di depan, nanti saya panggil lagi," kata Lena.
Rasyid pun keluar dan Lena menelepon Aria.
" Halo ma, ada apa?" tanya Aria.
" Aria kamu sibuk, sudah mau makan keluar?" tanya Lena.
" Kebetulan tidak sibuk, nanti jam 3 baru ada meeting dengan para manager ma," katanya.
" Ini .. pak Rasyid ada mama suruh beli buah di langganan mama, tapi katanya mau sekalian ambil katering masakan mama, itukan berlawanan arah lokasinya, mama kalau tunggu Rasyid pasti akan lama, maukan kamu Aria yang ambilkan katering mama? Mama kan kata dokter tidak boleh telat makan nanti kambuh maag mama," katanya.
" Hmm... baiklah ma, sebentar Aria keluar ambilkan untuk mama sekalian Aria makan di rumah aja ya ma," katanya.
Mamanya senang dan setuju untuk Aria makan siang di rumah.
" Ya, mama tunggu ya," sahutnya seraya menutup telepon.
Aria pun sampai di rumahnya dan masuk dengan menenteng masakan untuk mamanya.
" Ma... Aria pulang ma, ini masakannya," katanya.
" Pa.. sudah pulang kerja?" dilihatnya Antony yang juga baru pulang sekolah.
" Belum nak, ini Oma minta diambilkan katering.Ayo Tony kita makam bersama ya sama oma," kata Aria mengajak makan.
Tony mengangguk dan masuk dalam kamar mengganti baju.
" Sudah datang ya kateringnya, Susi... tolong tata makanannya di meja ya, saya mau makan bersama Aria dan Tony," sahutnya.
Setelah tersaji, mereka pun makan bersama.
" Oma.. kapan opa pulang dari Australia?" tanya Tony.
" Kangen opa ya, katanya 1 minggu lagi baru opa pulang," kata Lena sambil makan.
" Papa kalau sudah bisnis lupa kita ma, dari dulu begitu," kata Aria.
" Ya memang begitu papamu, tapi biar bagaimana pun mama sayang pada papamu karena ia bekerja keras dari dulu untuk membahagiakan mama," sahutnya.
" Bagaimana tadi waktu ambil katering apa nertemu dengan.Mira? kamu sempat ngobrol nggak dengannya, bagaimana menurutmu?" tanya mama tersenyum.
Aria hanya tersenyum dan berkata," Apa sih ma, orang baru ketemu sekali kok, ya nggak bisa di nilai dulu ma," sahutnya.
" Tapi dari tadi mama lihat kok wajahmu berbeda dari biasanya, gembira dan tersenyum terus," goda Lena.
" Mama ini.. malu .. ada Tony," jawab Aria tersenyum.
Mama pun tertawa dam berkata," Aria.. Aria.. seperti baru jatuh cinta saja kamu ini,"
__ADS_1
Aria pun yerdiam menunduk tetapi ada senyum di bibirnya.
***