
Aria tak ingin berlama- lama untuk mempersunting Mira yang telah menerima lamarannya.
Ia pun merencanakan untuk mulai mempersiapkan semuanya.
Aria ingin di pernikahan ke 2 mereka berjalan dengan istimewa karena mereka masing- masing telah melepaskan sesuatu yang pahit, yang sedih menuju kebahagiaan.
Terutama Lena, ia sangat sibuk sekali mengatur dan mempersiapkan itu semua untuk kebahagiaan Aria. Antony pun senang dan bahagia melihat papanya yang akan menikah kembali.
Walau ada rasa sedih karena tidak bersama mama Anita, tetapi ia cukup senang melihat papanya yang berbahagia kembali setelah bertemu Mira.
Antony pun tak lupa memberitahu tantenya yang ada di Singapore, tante Rossa adiknya Anita.
Rossa yang ditelepon Antony cukup terkejut mendengar bahwa Aria akan menikah dengan Mira.
" Ya tante, papa akan menikah dengan mama Mira bulan depan," kata Antony.
" Oh ya... bukannya papa kamu itu tak berminat dengan wanita manapun ? Selalu meratap dalam kesedihan karena kak Anita yang sudah meninggal? Kok sekarang mau menikah ?" tanya Rossa heran.
" Papa sekarang bahagia tante dengan mama Mira. Mama Mira sayang banget sama Antony dan papa.
Nanti tante datang ya, lihat mama Mira. Mama Mira baik sama Antony." kata Antony lagi.
" Oma setuju dengan mama Miramu ?" tanyanya lagi.
" Oma dan opa setuju banget. Mereka senang dengan mama Mira. Tante Rossa nanti datang saja pas pernikahan papa, pasti kalau sudah lihat mama Mira tante pun senang dengan mama Mira." kata Antony senang.
" Oke tante, Antony mau les dulu. Nanti tante datang ya Antony kangen dengan tante," kata Antony .
" Oke Antony, nanti tante usahakan datang ya, salam sama papa dan oma ya. " kata Rossa menutup telepon.
__ADS_1
Rossa termenung sejenak di depan ponselnya Ia tak habis pikir dengan Aria. Ia harus mencari tahu siapa Mira itu.
POV Rossa
Rossa adalah adik Anita, istri dari Aria yang telah meninggal karena sakit beberapa tahun yang lalu.
Rossa itu sangat dekat dengan Anita, hanya karakter yang membedakan mereka berdua.
Anita seorang yang baik, sederhana, tidak ingin merugikan orang dan selalu kasihan pada orang yang sedang dalam kesusahan.
Beda dengan Rossa yang sering boros, memanfaatkan orang, serta bila ingin sesuatu harus tercapai walaupun itu dengan cara merugikan orang lain.
Rossa pernah di rumah Aria pada saat Anita meninggal. Ia menemani Antony dulu selama beberapa bulan sesudahnya.
Rossa ingin menguasai Aria, ia sudah dari dulu jatuh cinta dengan Aria. Pada saat tertentu ia memanfaatkan situasi Aria kehilangan Anita dengan cara mendekatinya. Tetapi Aria tak ingin meladeninya, ia tetap fokus pada Antony dan pekerjaannya.
Ia tetap ingin mengenang Anita, tetapi pada saat ini Aria justru akan menikah. Padahal bila Rossa mendekatinya Aria selalu mengelak dengan berkata ingin tetap mengenang Anita. Ada rasa marah di hati Rossa mendengar kenyataan ini, Aria secara langsung menolaknya padahal ia ingin sekali mendapatkan Aria. Orang yang diam- diam ia cintai sejak kakaknya belum menikah dengan Aria. Tetapi ketika ia tahu kenyataan ini bahwa Aria mencintai Anita, Rossa diam- diam mengubur rasa cintanya karena ia ingin kakaknya berbahagia. Tetapi sekarang ketika kesempatan itu ada, Aria malah memilih orang lain untuk mendampinginya. Rossa tidak terima. Ia harus mengagalkan rencana pernikahan ini.
" Halo Aria.. " sapa Rossa.
" Hai Rossa apa kabar, lama tak dengar kabar kamu," kata Aria.
" Kabarku baik Aria, mama dan papa gimana sehat?" tanya Rossa basa basi.
" Baik semua Ross, tumben kamu telepon ada apa?" tanyanya.
" Nggak ada apa- apa.. kangen aja," kata Rossa.
" Oh ya beberapa hari yang lalu Antony teleponku, ia mengundangku untuk datang di acara pernikahanmu ," kata Rossa.
__ADS_1
" Oh iya.. nanti kamu juga datang ya bulan depan. Aku akan menikah dengan Mira," katanya dengan suara bahagia.
" Siapa Mira, Aria? Kamu sudah lupa dengan kak Anita?" tanya Rossa dengan nada kesal.
" Aku tidak akan lupa dengan Anita. Cintaku sudah dibawa pergi olehnya. Tapi entah kenapa begitu melihat Mira aku seperti merasa Anita ada dalam dirinya, cara memperlakukan Antony dan aku persis sama dengan Anita dulu. Aku melihat Anita sangat mirip karakternya dengan Mira. Itulah yang membuat aku merasa nyaman dengannya," kata Aria menjelaskan.
" Kenapa harus Mira, Aria. Aku adiknya aku yang lebih mirip Anita dibandingkan orang lain.Kenapa kamu tak bisa untuk memilihku, dari dulu aku suka denganmu pada saat kakakku itu kuliah saat pacaran denganmu, aku suka tapi aku mengalah agar Anita bahagia, sampai ia meninggal dan sampai sekarang mengapa tak ada sedikitpun dihatimu terbuka untukku, tetapi dengan Mira baru sebentar kamu bertemu langsung kamu memutuskan menikah. Ini tak adil bagiku," kata Rossa dengan marah.
" Hei .. hei Rossa.. kenapa kamu jadi marah? Aku tak mencintai kamu dari dulu. Kamu sangat berbeda dengan Anitaku, wanita yang masih kucintai sampai detik ini. Anita yang lembut, Anita yang penyayang dan baik padaku, tidak sepertimu yang selalu ingin mengatur hidupku." Kata Aria dingin.
" Sudah Rossa.. kalau kamu ingin mencari masalah denganku, lebih baik kututup telepon ini," kata Aria dengan nada marah.
" Oke.. oke Aria.. aku minta maaf sudah buat kamu marah, aku tadi terbawa emosi. Aku akan datang ke pernikahanmu. Semoga kamu bahagia ya Aria. Salamku untuk Antony," kata Rossa menutup telepon dengan tangan mengepal erat.
" Tak akan kubiarkan pernikahan ini terjadi, aku tidak mau semua ini bahagia. Yang harus bahagia itu aku, bukan wanita itu," batin Rossa berkata.
Mira dan Sari sedang mempersiapkan juga semua untuk acara pernikahan Mira.
Sari sangat senang Mira mulai melupakan sakit hatinya. Ia tak pernah sekalipun mengabari Bagas soal Yunia. Semua sudah ditangani oleh Mira dengan baik, dari soal Yunia, kebutuhan hidupnya, juga tabungan untuk Yunia nanti bila sekolah.
Mira seolah tak mau lagi berurusan dengan Bagas.
Tak terkecuali saat ini pun ketika Sari bertanya padanya soal Bagas.
" Mira.. kamu mau undang Bagas ke pernikahanmu ?" tanya ibunya.
Mira terhentak sejenak lalu berkata," Mungkin tidak bu, aku tidak mau ingat lagi dengannya. Aku ingin hidup bahagia ke depan tanpa ada bayang- bayang Bagas atau pun luka hati lagi bu. Soal Bagas mau bertemu Yunia sudah kuserahkan pada ibu kan? tapi sampai hari ini Bagas pun tak mencari anaknya, bahkan ulang tahun anaknya pun ia tak ingat, jadi buat apa aku mau undang dia ke pernikahanku bu, yang ada nanti malah kacau pernikahanku," kata Mira dengan nada kesal.
" Ya sudah bila kamu tak mau undang tak apa, ibu hanya bertanya saja Mira," kata Sari menatap Mira.
__ADS_1
" Ibu.. lebih baik ibu pikirkan hari bahagia Mira bu, agar ibu pun senang, jangan berpikir tentang masa laluku bu, aku pun ingin melupakannya bu, aku ingin menatap, melihat dan menyongsong masa depanku bersama Aria, Antony dan Yunia bu," kata Mira mantap.
***