Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka
Bab. 144. Ingatan Aria


__ADS_3

Aria secara tidak sengaja mengingat kembali kenangan di masa mudanya


Saat ia baru mulai mengembangkan usahanya di perusahaan papanya.


Ya dia ingat Baskoro. Baskoro itu adalah saingannya saat mulai dari kuliah.


Aria masuk ke sebuah universitas terkenal di kotanya. Ketika masa perkenalan mahasiswa ada seorang pria yang menjadi temannya saat mereka di hukum oleh para senior karena tidak mengerjakan tugas.


Mereja menjadi akrab dan terlihat bersama- sama kemana pun.


Suka dan duka mereka lalui bersama. Aria yang pintar dan kaya kadang membantu perekonomian kuliah Baskoro sehingga kuliah Baskoro tetap lancar.


Baskoro pun kadang membantu Aria untuk ikut andil dalam membantu teman- teman mereka yang kesulitan dakam ekonomi dengan membuat makanan dan menjualnya di kantin kampus atau kadang mereka semua berjualan di pasar dengan modal dari orangtua Aria.


Sehingga suatu ketika Aria jatuh hati pada Anita, gadis lugu dan cerdas serta kaya.


Anita yang merupakan seorang pendiam tetapi selalu mengamati kegiatan Aria.


Dan suatu kali Anita membantu kegiatan teman- teman Aria sampai akhirnya teman- teman Aria dapat membayar uang kuliah mereka.


Anita diam- diam kagum dengan Aria sebagai seorang yang kaya tetapi mau peduli dengan orang lain yang kekurangan.


Sampai suatu ketika mereka tak sengaja pergi berdua untuk membantu kegiatan di kampus mereka.


Di situ Aria memgutarakan bahwa ia suka dengan Anita.


Dan Anita pun rupanya memang sudah jatuh hati sejak pertama bertemu di kampus.


Kisah kasih Anita dan Aria pun terjalin terus dengan saling serius Baskoro yang merupakan teman dekat dari Aria pun akhirnya dekat dengan Anita karena pertemanan itu.


Baskoro kerap mengajak bercanda Anita, tetapi hati Anita tak dapat digoyahkan oleh Baskoro yang ternyata diam- diam ia pun tertarik pada Anita.


Walau sempat kesal dengan sikap Anita yang menolak Baskoro tetap ia memghormati pertemanannya dengan Aria.


Persahabatan mereka bertiga terus terjalin sampai akhir lulus kuliah.


Ketika tamat kuliah, Aria pun masuk dalam perusahaan ayahunya, dan Baskoro pun pulang kampung kembali ke orangtuanya. Sedang Anita meneruskan S2 nya di Jerman.


3 tahun kemudian...


Ketika Aria sudah dapat mulai memimpin perusahaan, Baskoro pun berjumpa kembali dengan Aria.

__ADS_1


Aria yang senng berjumpa kembali dengan Baskoro di saat mereka tak sengaja bertemu di cafe yang dirintis oleh Anita sekembalinya dari kuliahnya di Jerman.


" Hai Aria dan Anita apa kabar ?" tanya Baskoro yang ternyata juga sedang ada di cafe ini.


Ia sedang menunggu seseorang yang janjian untuk bertemu membicarakan bisnis.


Aria dan Anita yang sedang berbincang terkejut melihat siapa yang menyapanya.


" Hai Bas... apa kabar ? Bagaimana keadaan mu sekarang ? Sedang bisnis apa ?" tanya Aria terlihat senang dapat bertemu dengan teman lamanya.


" Lama kita tak berjumpa. Kau pergi tiba- tiba tanpa berita. Bagaimana dengan kehidupanmu Bas?" tanya Anita juga .


" Kabarku baik- baik ini. Aku tadi janjian bertemu dengan seseorang di sini. Ternyata ini usahamu ya Anita. Hebat kamu bisa sukses seperti ini. Kamu juga Aria. Sukses untuk kalian berdua. " kata Baskoro .


" Kamu sekarang kerja di mana Bas ?" tanya Aria.


" Aku tidak bekerja di pabrik manapun. Aku merintis usaha seperti Anita. Tetapi aku di bidang kertas.


Ya lumayan.. bisa berkembang pesat tahun ini, sehingga aku bisa menikmati hasil kerjaku melalui usaha ini.


" Syukurlah kalau begitu, Aku turut senang mendengarnya Bas," kata Aria menepuk pundak Baskoro.


" Kalian terlihat serasi, selalu berdua dari dulu. Anita bagaimana kabarmu, kamu setelah lulus kuliah melupakanku ya .. " kata Baskoro seraya tertawa.


Baskoro terdiam, karena memang ia menjauh dari mereka waktu itu belum dapat melupakan kekecewaannya setelah dia tahu Anita lebih menyukai Aria.


" Oh ya Bas . kamu nanti datang ya di acara pertunanganku , aku dan Anita sejak lulus kuliah sudah lebih serius dan aku pun cukup lama menunggu untuk bisa bertunangan dengannya Jadi ku pikir aku lebih mendalami hubunganku dengan Anita ke jenjang ini sebelum nanti kami menikah 6 bulan lagi " kata Aria tersenyum bahagia.


" Kalian akan menikah ? Wah aku tidak tahu perkembangan ini, tetapi selamat ya ," kata Baskoro dengan muka masam.


" Belum menikah Bas, baru tunangan, aku diikat dulu biar nggak kemana- mana oleh Aria, ha ha ha .. " kata Anita tertawa


Mereka pun berbincang- bincang mengenang waktu mereka kuliah.


Tiba- tiba telepon Aria berbunyi, rupanya papanya telepon dan membicarakan perusahaan.


Aria ijin pada Baskoro dan Anita untuk menjauh dan menerima telepon dari papanya


Baskori dan Anita saling terdiam, sampai akhirnya Baskoro memulai pembicaraan.


" Anita kamu semakin cantik dan menarik setelah lama kita tak berjumpa," kata Baskoro menatap lekat Anita.

__ADS_1


" He he biasa saja kok Bas," kata Anita tertawa kecil.


" Kamu sudah punya pasangan Bas?" tanya Anita.


" Belum... kamu nya lebih memilih Aria yang lebih kaya dan tampan dibandingkan aku yang seperti ini," kata Baskoro


" Bas.. dari dulu aku menganggap mu teman, tidak lebih.


Kalau kamu ada rasa lebih padaku, aku minta maaf karena dari dulu aku lebih menyukai Aria. " kata Anita.


" Aku sekarang sudah berhasil Anita, apa aku tidak boleh menyampaikan rasaku padamu kembali, aku cinta padamu Anita sejak kita kuliah, tapi kamu malah memilih Aria yang lebih kaya dariku sejak dulu, harta kan yang kamu cari ?" tanya Baskoro.


" Bas... bukan harta yang ku cari, tapi rasa itu yang tak dapat dibohongi. Jangan kau rusak hariku dengan mengatakan seperti itu. Ku minta jangan kamu bicara pada Aria.


Aria akan mengorbankan semuanya pada mu seperti dulu kuliah.


Aku tidak mencintaimu sedikitpun, jadi jangan sampai Aria mengiklaskan aku untukmu. Aku tidak mau.. Aku tidak mencintaimu, kamu mengerti Bas?? " jawab Anita tegas.


Baskoro terdiam. Hatinya terasa sakit Anita menolak dirinya dengan tegas.


Ia selama ini berjuang untuk supaya Anita tertarik padanya.


Tetapi setelah beberapa tahun waktu berpisah tetap Anita tak bergeming pada Baskoro. Ia tetap memilih dan mencintai Aria.


Baskoro tetap memaksa Anita untuk meminta kepastian cintanya. Tetapi tetap Anita tidak peduli ia pun tetap berulang kali mengatakan bahwa di hatinya hanya ada Aria.


Dengan rasa sakit hati Baskoro mengatakan sesuatu," Anita.. kau telah mengecewakanku. Kau lebih memilih Aria yang punya segalanya dan kaya, dibandingkan diriku. Lihat saja Anita aku akan membuktikan nanti aku akan lebih kaya daripada Aria. Semoga pernikahanmu tak bahagia selamanya " kata Baskoro seraya bangkit berdiri dan menatap tajam Anita lalu berlalu menghampiri Aria yang masih sibuk bertelepon dengan papanya.


" Aku pulang dulu Aria, nanti kita bertemu lagi ketika aku sudah sukses," kata Baskoro tersenyum sinis pada Aria.


Aria yang melihat itu hanya menatap heran pada Baskoro yang pergi setelah pamit padanya


Setelah selesai itu semua Aria menghampiri Anita dan berkata," Anita.. kenapa Baskoro tadi ? Dia seperti orang kesal pamit padaku. " tanya Aria.


" Entahlah mas.. aku juga tidak tahu dan mengerti mengapa Baskoro langsung pulang dengan wajah kesal. Aku dan dia hanya berbicara masa lalu dan menceritakan aku akan bertunangan denganmu.


Mungkin dia bosan menunggumu mas yang sedang bertelepon dengan papamu. Sehingga dia pamit karena kesal menunggu," kata Anita yang tak mau menceritakan apa yang tadi ia dan Baskoro bicarakan.


Anita tahu kalau ia ceritakan pada Aria pasti Aria akan mengorbankan perasaannya untuk Baskoro bisa dekat dengannya.


Anita tak mau ini terjadi karena ia tak ada sedikitpun rasa mencintai Baskoro.

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu. Kita pulang saja. Aku banyak pekerjaan dari papa. Tetapi yang pasti kita akan siap- siap untuk acara pertunangan kita," sahut Aria tersenyum lalu menatap Anita dengan penuh cinta.


***


__ADS_2