Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka
Bab. 146. Baskoro Melancarkan Aksinya


__ADS_3

Baskoro tetap terdiam sampai akhirnya ia pun pamit ingin pulang.


Aria masih sengaja menahan Baskoro tetapi ia tetap memaksa pulang dengan alasan masih ada yang harus dikerjakan.


Sebelum benar- benar pergi, ia masih sempat menanyakan sesuatu pada Aria.


" Anita istrimu itu sekarang usaha apa?" tanya Baskoro.


" Anita usaha bisnis online di rumah. Ia tak bekerja lagi. Sehingga aku modali untuk ia usaha bisnis online saja. " kata Aria.


" Oh ya sudah, salam untuk Anita ya Aria," sahut Baskoro dan langsung beranjak pergi meninggalkan Aria


Sementara itu ketika Baskoro di dalam mobil ia menatap usaha Aria yang maju pesat, lalu membatin dalam hatinya ," Aku akan buat usaha istrimu mundur dan bangkrut perlahan - lahan, itulah akibat Anita yang tak menghargai aku," lalu ia pun tertawa kecil .


" Lihat saja Anita, kamu pasti menyesal telah menolakku, ha ha ha.. " sahutnya tertawa .


Seminggu kemudian..


Baskoro menelepon Aria kembali. Ia ingin meminta nomor Anita. Rupanya Baskoro ada maksud tertentu pada Anita.


" Halo Aria...Lagi sibuk ?" tanya Baskoro.


" Hai Bas.. aku baru saja selesai meeting. Ada apa tumben telepon lagi ? Mau ajak makan lagi ya ?" gurau Aria .


" Ha.. ha... nanti kita akan makan- makan lagi ya Aria. Biar aku yang tentukan tempatnya .


Aku mau minta nomor telepon Anita, ada yang ingin kerjasama di bisnis online ini. Siapa tahu cocok jadi makin memperbesar usaha istrimu itu," kata Baskoro.


" Wah.. ini berita baik untuk istriku Bas.. ini nomornya catat ya. " kata Aria seraya menyebut nomor telepon istrinya.


" Oke Aria.. terima kasih ya.. pasti aku hubungi Anita." kata Baskoro menutup teleponnya.


Baskoro tersenyum sendiri. Ia melamun membayangkan yang akan terjadi nanti Memang ia akui belum dapat melupakan Anita, tetapi pada saat ia memikrkan Anita hatinya yang telah dilukai Anita tidak dapat ia lupakan. Sehingga kadang ia sibuk untuk meredakan antara emosi dan rasa sayangnya pada Anita yang ada dalam hatinya.


Satu sisi ia ingin melupakan dan menata hatinya dengan mulai membuka diri.


Tetapi satu sisi ia merasa sakit hati mengingat Anita yang telah menolaknya beberapa kali.


Ia sadar sebenarnya tak bisa lagi mengharap dan mengingini Anita karena Anita telah dimiliki orang lain, tetapi karena keegoisannya yang merasa telah ditolak dan ia tidak siap di tolak, akhirnya yang ada sakit hati.

__ADS_1


Siang itu ketika jam istirahat, ia pun menelepon Anita.


" Halo.. " sapa lembut Anita ketika gawainya berdering di saat ia sedang makan siang.


" Hai Anita, ini aku . Baskoro. Masih ingat aku kan ?" jawabnya.


" Oh iya Bas... apa kabar? Lama kita tak jumpa ya? Bagaimana kabarmu ?" tanya Anita kembali.


" Kabarku baik Nita, wah yang sudah jadi istri Bos sekarang lagi usaha apa ini ?" tanya Baskoro .


" Ha ha.. lucu kamu Bas.. pake bilang- bilang seperti itu. Yang biasa saja kalau bicara itu," kata Anita.


" Ya.. ya.. bercanda Nita, kamu seperti tidak tahu aku saja dari dulu," sahut Baskoro.


" Apa kamu di rumah saja atau kamu kerja atau usaha apa Nita setelah kamu married ini ?" tanya Baskoro lagi.


" Nanyamu sudah seperti petugas sensus aja Bas," kata Anita tertawa.


" Aku ini sudah tidak boleh kerja oleh Aria, maka dalam 2 tahun ini aku menekuni bisnis online yang bisa kukerjakan di rumah. Aku bersyukur bisnisku berjalan dengan baik dan sudah banyak pelangganku. " sahut Anita.


" Syukurlah kalau bisnismu maju ya, semoga semakin banyak yang suka berbelanja di lapak online mu ya," kata Baskiro.


" Amin.. makasih Bas.


" Aku ini punya teman yang juga ada di bisnis online. Ia ingin membuka cabang dan menanamkan modal. Ada tanya padaku siapa tahu aku ada kenalan yang di bisnis online. Aku tadi tanya sama Aria, katanya kamu sekarang usaha busnis online. Ya sudah aku tanya makanya pada kamu Nita," sahut Baskoro.


" Wah kebetulan aku memang mau kembangkan usahaku di bisnis ini. Tadinya aku mau dimodali Aria, tetapi Aria bilang tunggu 3 bulan lagi karena ia sedang membuka lagi bisnis di bidang digital, jadi aku sabar saja nunggu nanti Aria kasih modal. " kata Anita.


" Kamu kalau berminat Nita, tidak usah nunggu 3 bulan lagi modal dari Aria Nanti aku hubungi orang yang sedang ingin memberi modal itu, biar usahamu lebih cepat berkembangnya Nita," kata Baskoro.


"Aku senang dengarnya. Baik sekali teman kamu itu mau memberikan modal padaku.


Apa aku kenal dengan orangnya? Aku mau tanya- tanya dulu banyak hal dengannya, termasuk apa motivasinya dia mau tanam modal di bisnisku ini ?" tanya Anita.


" Dia teman akrabku Nita. Ia memang senang bantu orang. Kamu percaya saja padaku Nita, tidak mungkin temanku itu akan menipumu. Kamu harusnya bersyukur aku kenalin dengan orang itu sehingga bisnismu nanti akan lebih berkembang pesat. " kata Baskoro meyakinkan.


" Baik lah Bas.. terima kasih ya untuk bantuanmu. Nanti aku bicarakan dengan Aria dulu, aku berharap ia setuju dengan usulmu itu Bas," kata Anita.


" Aku sudah bicara pada Aria sih. Tapi keputusan untuk mau tidaknya itu terserah kalian berdua

__ADS_1


Kasih kabar padaku ya, biar aku tidak cari- cari orang lain lagi, bila sudah ada kamu," jawab Baskoro.


" Oke, makasih ya Bas, sudah telepon aku, nanti ku kabari kalau sudah bicara pada Aria," jawab Anita.


Baskoro pun menutup teleponnya. Lalu ia pun kembali menelepon pada seseorang memberi kabar bahwa ada yang berminat untuk dimodali usahanya.


Tiga hari kemudian..


Ponsel Baskoro tiba- tiba berbunyi pada saat Baskoro sedang memimpin rapat.


Diliriknya nama yang menelepon saat itu, ternyata Anita memanggil.


Baskoro mendiamkan panggilan tersebut yang berbunyi dua kali. Ia meneruskan rapat itu sampai selesai.


Setelah selesai Baskoro memanggil balik pada Anita.


" Halo? " sapa Anita.


" Halo Anita.. sory tadi aku lagi memimpin rapat jadi kuabaikan teleponmu," sahut Baskoro pada saat Anita sudah menjawab teleponnya.


" Oh ya Bas.. tidak apa. Aku tadi telepon ku pikir kamu lagi tidak sibuk," jawab Anita.


" Ada apa Nita? Ada kabar baik tentang usahamu ?" tanya Baskoro semangat.


" Ya Bas.. aku mau katakan aku setuju untuk bantuanmu di mana ada orang yang mau modali aku di bisnis online ku ini. Aria juga sudah setuju.


Kalau boleh tahu apa syarat- syaratnya ?" tanya Anita .


" Wah aku senang kamu akhirnya mau untuk dimodali usahamu. Semoga usahamu tambah besar ya.


Syarat- syaratnya nanti kamu bicara sendiri dengan temanku ini ya, aku pun tak paham. " kata Baskoro.


" Oke Bas.. apa aku boleh minta nomor teleponnya biar aku bicara sendiri padanya ? Karena kamu pasti sibuk, aku tidak enak bila terus memgganggumu bertanya," kata Anita.


" Oke Nita.. nanti aku kasih tahu ya, ku tulis nanti di pesan padamu, aku ada panggilan masuk dulu Nit ini di ponselku," jawab Baskoro buru- buru ia mematikan ponselnya.


Lalu ia pun mengangkat panggilan itu dan terjadilah pembicaraan yang serius antara dirinya dengan seseorang yang sedang meneleponnya.


Setelah cukup lama berbincang di telepon, Baskoro pun menyudahinya.

__ADS_1


Ia tersenyum senang usahanya hampir berhasil. Tinggal selangkah lagi ia melancarkan aksinya ini.


***


__ADS_2