
Masa masa kecil yang tidak akan terulang kembali.Tanpa terasa sekarang anakku sudah sd.
Kesedihan yang dalam kurasakan bila ku ingat saat anakku waktu masih kecil di tinggalkan papanya.Kala itu umur anakku baru satu tahun dan belum paham akan papanya.Untuk anak seumuran nya harusnya lagi masa masa bahagianya mendapatkan kasih sayang dari kami berdua.Bukannya di tinggal kan.Sekarang beranjak besar dia mulai menanyakan papanya.Kenapa tidak pulang.
Kenapa aku hanya sendiri ngga punya adik.Kenapa sekolah tidak diantar papa.Kenapa papa ngga pulang.Semua pertanyaan penuh kenapa.
"Papa jaga kakek yang sakit"kata mamaku.Tapi mau sampai kapan aku menutupinya.
Anakku mulai menanyakan kenapa papa nya ngga pernah belikan mainan atau pun lainnya.Aku berusaha menghibur nya,nanti kalau papa gajian dibeliin.
Aku sudah cape mengalah& cape dihina hina.Jangankan mainan.Untuk nengok atau telepon saja tidak.
Dulu aku selalu mengajak anakku main ketempat mertuaku.Tapi respon nya selalu dicuekin.lama lama aku cape juga dianggap tidak ada.Niat baik tapi respon tidak baik.Aku tadinya berpikir jangan sampai silahturahmi terputus,tapi ya sudahlah.
Sudah 6 tahun aku berusaha baik.6 tahun menurut ku bukan waktu yg sebentar walau kami sudah bercerai di pengadilan dan pisah rumah.Tadinya aku sempatin seminggu sekali berkunjung. Trus sebulan sekali.lama lama Malas sendiri.
Sedih kadang bude sama omnya serta kakek dan papanya tidak peduli.Tidak ada niat mereka untuk datang berkunjung atau pun ngasih jatah tiap bulan.Sampai anak ku manggil papanya sebutan om.Padahal aku tidak mengajarkan anakku untuk berbuat hal itu.Mantan suami memandangku penuh pertanyaan.
"papa bukan om".kata mantan suamiku.
__ADS_1
"Aku tidak nyuruh lho"kataku menjelaskan.
"salah kamu sendiri tidak ada komunikasi sama anak".
"nengokin ngga,beliin mainan ngga".
"wajar aja anak sampai lupa bilang papa,tapi om" kataku
Kaget dengan pertanyaan anak.
"Mama ibu kandung".tanya anakku
"Aku anak kandung".katanya.
"Aku mau nya punya banyak Adik".
"Adik laki laki ya,Biar ku ájak nakalan"katanya antusias.
Sedih aku dengernya,Kalau ingat kadang anakku seperti anak yang ngga punya papa.
__ADS_1
Aku bersyukur masih ada mama yang selalu membantu ku menjaga anakku.Mama yang selalu mendampingi ku.
Aku bersyukur anakku dekat dengan Adikku dan suaminya.Jadi bisa membuat nya terhibur.
Alhamdulillah anakku tumbuh dengan baik.Badannya sehat untuk anak seumurannya.
Aku sudah tidak memberinya vitamin hpai.Karena sudah gemuk 40 kg tinggi 135 untuk anak kelas satu sd.Badannya paling besar di kelasnya.Aku memberinya vitamin saat dia kurang sehat.Dan aku mulai mengurangi makannya.Takut obesitas kegemukkan.
Orang orang sering berkata kenapa bisa ya papanya seperti itu.Orang lain aja pada gemas.ini Malah papanya tidak ingat sama sekali.Kalau diminta jatah bulanan buat anaknya,pesan tidak dibalas.di telepon ngga diangkat.Minta kewajiban nya dijalankan udah seperti dept colector nagih hutang.Sekali nya trsfer cuma 300 buat sebulan sedangkan anaknya banyak kebutuhannya.Sudah mulai sekolah SD.
Buat bayar ojeknya sekolah.belum les nya.Belum jajan anaknya.Belum makannya.Belum buku dan prakarya sekolah.Aku hanya berdoa semoga papanya dapat hidayah.
Aku hanya bisa memandang wajahnya saat tidur.Maavin mama ya sayang.Semoga kalau kamu besar nanti kamu mengerti kenapa mama berpisah dengan papa.itu jg demi kamu nak.
Anak mama kerjaanya minta beli mainan terus.Padahal udah banyak banget sampai 3 box.
Semoga oma sehat trs bisa terus sama aku dan anakku.amin
Semoga indah pada waktunya.amin
__ADS_1
Ngga tega kalau aku kerja harus repotin oma dengan nitipin cucunya.seharusnya di umur oma sekarang.Oma sudah santai istirahat.Semoga saja aku dapat mewujudkan semua mimpi mimpi mama.Semoga aku dapat membahagiakan mama disihari tuanya.Amin.
# like ya#