Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka
EPILOG


__ADS_3

Retha menatap tajam ke arah suaminya yang baru pulang bekerja.


"Kita perlu bicara Mas!" tegas Retha dengan tangan menyilang di depan dadanya


Tidak ada sambutan hangat, ataupun segelas kopi hitam untuk penghilang penatnya. Sikap dingin yang mengintimidasinya sejak Andrian memutuskan untuk membantu Shindy, mantan kekasihnya. Meski sudah bersumpah sekian kali pada Retha, tak membuat Retha percaya padanya.


Andrian menghela napas dan duduk di hadapan istrinya.


"Apa?" tanyanya pelan


"Soal keputusan Mas tempo hari. Apa Mas yakin mau menolong Shindy?" tanya Retha


Andrian terdiam. Jika dia mengiyakan maka perdebatan panjang akan kembali terjadi. Jika dia menjawab tidak, Andrian tidak sampai hati membiarkan Shindy menghadapi kehidupan pahitnya sendirian. Biar bagaimanapun, Shindy pernah menjadi kekasihnya. Dan ada kewajiban dalam diri Andrian untuk membantunya.


"Kita sudah membahas ini kan sebelumnya. Aku hanya ingin memberikan tempat tinggal sementara Tha, setidaknya sampai dia bisa menghubungi orang tuanya." ujar Andrian


"Apa sih yang mengharuskan Mas bantuin Shindy? Apa hutang budi Mas ke dia sampai harus membawanya kembali ke dalam hubungan ini!" tanya Retha


Andrian menghela napas. Entah sampai kapan istrinya akan seperti ini.


"Apa Mas masih mencintainya?"


DEG.. Pertanyaan itu menggetarkan hati Andrian. Dia tidak lagi menaruh hati pada Shindy, hanya sebatas kasihan melihat penderitaannya.


"Tha, aku kasihan sama dia. Hanya sebatas itu, nggak lebih Tha!" ujar Andrian


"Dulu, Mas juga kasihan sama aku! Tapi ujung-ujungnya Mas suka kan sama aku. Sampai Mas mau menikahiku sebelum Mas berhasil melupakan Shindy!" ujar Retha


"Konteksnya beda Retha. Waktu itu, kamu masih single. Aku juga masih sendiri. Kita punya latar belakang yang sama. Pengalaman yang sama. Aku rasa itu yang membuat kita saling tertarik. Kalau aku dan Shindy beda Tha. Aku hanya sebatas memberinya tumpangan di rumah ini. Hanya sebentar kok!" terang Andrian

__ADS_1


"Sebentar? Sehari pun nggak akan tenang Mas kalau ada perempuan lain di rumah ini. Apalagi dia mantanmu! Mantan kesayanganmu! Dia memiliki segalanya yang nggak aku miliki. Apa lagi alasanmu untuk tidak tertarik sama Shindy? Apalagi, kalau Mas biarkan dia tinggal disini? Bukannya lebih mudah perasaan itu kembali!" ucap Retha dengan nada meninggi


"Tha, tolong aku udah capek berantem terus kayak gini! Tolong ngertiin aku dikit aja! Jangan egois!" ujar Andrian mulai merasa kesal


"Egois? Egois katamu! Kamu yang bawa dia kembali ke keluarga kita Mas. Keputusan kamulah yang udah buat aku kaya gini!" ujar Retha tak terima


"Terus maumu apa?" tanya Andrian


"Jangan lakukan apapun untuknya!" ujar Retha penuh penekanan


Andrian menghembuskan napasnya kasar. "Kamu tahu kan jawabanku apa? Aku akan tetap bantuin dia, Aku harus pastikan dia dijemput dengan baik oleh orang tuanya."


"Kamu yakin?" tanya Retha dengan wajah datar


Andrian menatap wajah istrinya lekat-lekat. Tampak mata memerah menahan air matanya agar tidak tumpah.


Retha pun bangkit dari posisi duduknya. Tanpa menoleh ke arah Andrian dia berujar, "Kita sudahi saja pernikahan ini Mas."


Andrian terkejut mendengar pernyataan ini. Wanita yang sangat dia cintai dan diperistri selama lebih dari 2 tahun ini menyatakan ingin berpisah secara terang-terangan.


"Mungkin bagimu, itu hal yang biasa. Membantu siapapun termasuk mantanmu sendiri. Tapi bagiku, lebih dari itu Mas." ujar Retha sebelum akhirnya masuk ke dalam kamarnya


Andrian mengusap kasar wajahnya. Lelah.Tubuh, hati dan pikirannya diforsir hanya karena masalah sepele. Andrian tidak lagi mengenali istrinya, dia berubah menjadi sosok lain yang tak lagi hangat untuknya.


Memang tidak mudah bagi seorang wanita menerima kembali masa lalu suaminya, namun Andrian hanya ingin memberi Shindy kesempatan agar bisa kembali ke orang tuanya. Apa salahnya membantu, mengingat kebaikan orang tua Shindy yang sudah banyak membantunya dulu.


Suara pintu terbuka membuat pandangan Andrian teralih. Tampak istrinya sedang menggendong putranya yang tertidur lelap dengan sebuah koper di tangannya.


Andrian berdiri menghampiri Retha yang berjalan ke arahnya.

__ADS_1


"Kamu mau kemana Tha?" tanya Andrian


"Tolong jangan seperti ini." pinta Andrian


"Aku tanya sekali lagi. Mas pilih aku dan Nathan. Atau memilih membantu Shindy? Tanya Retha dingin


Andrian terdiam. Menatap sendu putranya yang tampak tenang dalam gendongan istrinya.


"Tha, aku mohon. Jangan seperti ini. Kasihan anak kita. Dia masih kecil Tha. Lagipula ini bukan masalah serius yang harus membuat kita mengambil keputusan ini. Pikirkan baik-baik Tha, bagaimana anak kita nanti?" bujuk Andrian


Retha menghela napasnya. "Akan kupastikan Nathan akan jauh lebih bahagia meski tanpa ayahnya."


Retha berjalan melewati Andrian.


"Tha tunggu!" Andrian menghadang Retha yang mendekati pintu rumahnya


"Hanya satu perempuan yang boleh tinggal disini Mas! Jika Mas kekeh membawa Shindy masuk ke rumah ini. Maka aku akan tetap pada keputusanku untuk pergi dari sini." ucapan itu seperti sengatan listrik untuk Andrian


Retha melanjutkan langkahnya. Membuka pintu dan meninggalkan kediaman Andrian. Teriakan suaminya yang memanggil tak lagi digubrisnya. Retha memasukkan koper besar itu ke dalam taksi online yang sudah dia pesan. Dia masuk ke dalam tanpa menghiraukan suara suaminya yang mengetuk kaca mobil berkali-kali.


"Jalan Pak."


...Hai semuanya! Masih ingat kan sama mantan pacarnya Andrian yang udah membatalkan pernikahan dan memilih kembali ke masa lalunya? Nah author mau ceritain nih sedikit tentang nasibnya Shindy....


...Jadi ternyata pilihan Shindy untuk balikan sama mantan itu malah membuat hidupnya makin terpuruk, Shindy hamil di luar nikah dengan Rama (mantannya) yang bahkan nggak mau mengakui anaknya. Juga ternyata diam-diam, Rama punya pekerjaan yang nggak baik loh! Sering KDRT, Temperamen dan pernah sekali menjebak Shindy dengan bosnya! Parah kan!...


...Terus gimana nih nasib Shindy? Dan apa pernikahan Andrian dan Retha baik-baik aja? Simak kelanjutannya di sini!...


__ADS_1


__ADS_2