Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka
Mas satya sibuk sendiri


__ADS_3

Hari ini mas Tio tanpa kabar,sibuk seharian dengan halal bihalal keluarga besarnya.Hal tersebut membuatku berpikir lebih dalam lagi masalah hubungan ini.Seperti biasa mas satya sibuk dengan acara dan kegiatan nya sendiri yang membuat ku kesal.Aku berusaha sabar dan cuek. Dan aku sengaja tidak telepon ataupun mengirimi mas Satya pesan.Aku mau tahu reaksinya mas Satya seperti apa.


Kemarin mas Satya sibuk dengan perpisahan sekolah anaknya hingga lupa dengan diriku.Aku masih sabar dan tidak mau ribut akan masalah sepele.Sekarang diulangi lagi.


Tiba tiba handphone ku berbunyi,ada sebuah pesan singkat dari mas Satya.


"Tumben hari ini tanpa kabar?"


"Kamu berubah ngga seperti dulu yang menggebu gebu"katanya.


"Aku atau mas Satya yang ngga ada kabar?".


"Dari tadi maskan sibuk dengan acara mas sendiri".


"iya" katanya.


Aku diam seribu bahasa.Sebenarnya malas untuk berbasa basi.Dan ngga lama mas Satya mengirimi ku pesan yg isinya baik baikin aku.Aku pun membalas nya baik baik, seperti tidak ada apa apa.


Dengan asyiknya mas Satya menceritakan mengantar saudara saudara nya yang ikut dimobilnya.Jadi seksi sibuk.Dan dia bercerita kalau tadi ditanya sama omnya siapa sekarang calon istrinya.Aku kasih lihat foto kamu yang dihp.Dan omnya menyuruh mas Satya mengenalkan aku dengan om nya.Dia bilang biar ditatar.Aku yang dengarnya kesal.

__ADS_1


Dalam hati aku berkata "memang nya ngga kebalik ya?".


"Dimana mana pria yang ditanya tanya,Ini kenapa aku yang harus di interogasi".


"Oklah,kalau mas Satya lebih muda dan lebih mapan,kenyataan nya tidak!".


Sedangkan mas Satya sampai saat ini belum ketemu mama aku selama kami jalan dan berkenalan.Alasannya belum siap terus.Dan malu dengan kerjaan dan gajinya yang tidak sebesar dulu.


Mas Satya masih menggebu gebu menceritakan kalau nanti rencana keluarga besarnya mau jalan jalan kepuncak.Dan mas Satya sibuk mencari cari villa yang kira kira cocok sampai lupa dengan aku.


Sengaja seharian aku tidak kirim pesan sama mas Satya.Selain badanku lagi kurang enak badan.Aku juga sedang kesal dengan mas Satya yang nyuekin aku.


Hari ini harusnya mas Satya antar jemput aku kerja.Dia kirim pesan pulangnya saja jemput karena paginya mau beres beres rumah dan nyuci.Padahal hal tersebut bisa dia kerjakan setelah mengantar aku kerja.Dan saat aku kabari telepon kalau sudah sampai mas Satya langsung memutuskan telepon aku.Aku pikir pasti sibuk cari villa lagi.Aku pun diam saja.Sore harinya mas Satya mengabari aku tidak bisa jemput.Dengan alasan mau ada tukang AC mau pindahin AC.Akupun terdiam walau hatiku kesal.Doa mengabari sedang tempat adiknya ambil bor.Aku diam saja tidak balas.Saat malam mas Satya juga ngga ada kabar.Aku pun iseng menanyakan masalah pindah AC.Ternyata tukangnya tidak jadi datang.Lalu aku bertanya kenapa dia tidak menjemputku.Mas Satya bilang dia sedang tidak ada uang aku harus mengerti.


"Aku ngga pernah nuntut apa apa,cuma kalau ada waktu tolong kirim kabar atau jemput".


"Aku cape harus ngerti terus".


"Sekarang mas pasti lagi sibuk dengan group dihp dari tadi online tapi ngga kasih kabar?".

__ADS_1


"Iya"jawabnya.


"Group keluarga cari villa"


"iya pacar mas group di hp!"


"Aku dari tadi sabar tunggu pesan tapi mas ngga ngabarin juga, terserah lah"kataku.


Akhirnya titik kesabaran ku sudah habis.Aku dari kemarin berpikir panjang untuk apa aku pertahankan pria yang cuek sama aku.Dan aku berpikir dia gaji 7 juta aja tidak cukup.Malah nyuruh aku ngelamar kerjaan lagi yang gajinya lebih besar.


"Aku tulang rusuk bukan tulang punggung".


"Kalau seandainya aku berkeluarga aku mau santai damai menikmati hari tua bukan push cari uang yang tugasnya seorang suami".kataku.


Kebetulan aku punya tanah.Aku pingin kalau itu aku jual harus berkembang lagi setidaknya bisa beli lagi yg lebih luas syukur2 syukur ada rumahnya.Makanya aku berencana tanah itu aku sertifikat kalau ada pemulihan dari pemerintah.


Mas satya tahu akan aset aku.Dia Malah ngatu ngatur2 untuk jual dan buat usaha.Kebetulan aku ada tanah ada rumahnya.Dulu karena aku berpikir itu dijual buat beli rumah jakarta.karena bangun rumahnya uang mama dan aku.Makanya aku berpikir barter aja sama tanah mama yg di ipb yg ngga ada rumahnya.Karena aku cuma buat investasi masa depan anak aku.


Mas satya ngatur ngatur kalau dua tanah itu dijual dan. buat usaha kontrakan.Aku tinggal dirumah ya.Mama aku dikontrakkan karena sekolah anak aku dan adik aku dekat kontrakan aku.Ya aku ngga bisa seperti itu karena aku tidak terbiasa jauh dari anak dan mama aku.

__ADS_1


Rencana ya beli rumah kalau warisan rumah orang tuanya dijual.Aku ngga berani bicara itu karena mamanya mas satya masih hidup sudah bahasa warisan aja.Ngga sopan menurut aku.


Aku dan mas satya sama sama tidak komunikasi.Dan tiba tiba dia mengirimiku sebuah lagu.Tapi tekad ku sudah bulat sepertinya aku lebih baik tidak lanjutin hubungan ini daripada kedepannya nanti pisah juga.Karena perbedaan kami.Jadi aku tidak balas pesan mas satya.


__ADS_2