
Aria dan Baskoro menjalin kembali persahabatan yang sempat terputus hanya karena kecemburuan dan cinta yang tertolak.
Mereka sepakat untuk mengubur masa lalu mereka dan memulai kembali kehidupan yang lebih baik
Aria sudah bercerita pada Baskoro bahwa Antony anaknya sedang dekat dengan Ranny anak Baskoro.
Baskoro sangat senang dan ia mendukung niat anaknya yang sedang dekat dengan anak Aria.
Kala itu mereka berdua sedang berbicara dan akhirnya mereka pun berkhayal masa depan anak- anak mereka.
" Bas.. aku tidak menyangka.. dulu kita berteman sudah lama, dan sekarang anak kita pun berteman, bukan hanya berteman tetapi anak- anak kita menjalin hubungan.
Siapa sangka ternyata rasa pertemanan kita kita membuahkan rasa cinta di hati anak- anak kita. " sahut Aria .
" Ya betul.. aku pun tak menyangka. Mereka berdua berteman sejak SMA. Anakku tahun ini sudah lulus. Ia akan melanjutkan studinya di Jakarta. Tetapi aku masih bingung dengan biaya kuliahnya jika di Jakarta, jadi kusarankan untuk ambil kuliah di sini aaja. " kata Baskoro.
" Di manapun kuliah sama saja Bas.. yang penting anak kita mau fokus dan belajar penuh semangat untuk bekal masa depan mereka.
Aku tidak menuntut banyak pada anakku Tony, biar dia merasa enjoy dengan belajarnya. Tantenya Rossa yang ingin dia ke sana, ya ku pikir itu lebih baik untuknya sehingga ia belajar mandiri mengatur hidupnya . Bila ia tidak serius kuliahnya yang akan rugi dirinya, bila ia serius dan fokus yang akan menikmati juga dirinya nanti. " sahut Aria.
" Aku sebenarnya lebih setuju jika Ranny kuliah dan menyelesaikannya dulu Ar.. baru ia menikah. Aku tidak mau ia buru- buru menikah. Aku mau lihat anakku berhasil dulu Ar.. " sahut Baskoro menatap Aria.
" Ha...ha.. ha... kamu ini lucu Bas.. Siapa juga yang mau cepat- cepat nikah ? Aku malah memberi semangat untuk anakku cepat selesai dan bekerja dulu dengan mapan, baru menikah.
Masih jauh bro.. mereka masih kuliah ngapain kita harus suruh cepat- cepat nikah ?" jawab Aria seraya tertawa.
" Khayalanmu sudah jauh melebihi bulan bro.. biarkan saja mereka meyakini hati mereka masing- masing. Bila itu memang jodoh yang Tuhan kasih mereka berdua tak akan kemana- mana. Itu saja prinsipku. Jadi aku hanya mantau dan kita sebagai orang tua hanya mampu berdoa untuk mereka, karena semuanya Tuhan yang sudah tentukan atas hidup kita ini," sahut Aria seraya menatap Baskoro.
Baskoro manggut- manggut dan akhirnya ia pun tertawa, menertawakan kebodohannya yang sudah merasa bahwa anaknya ini sudah akan menikah.
__ADS_1
" Lebih baik sekarang kita bicara bisnis Bas.. kita harus dapat proyek besar agar kita berdua akan dapat untung dan kamu bisa mulai mencicil hutangmu pada almarhumah Anita. " kata Aria mengingatkan Baskoro.
" Oke.. ayo .. aku mau mulai bekerja ini untuk mencicil hutangku. Dan memulai kembali menjalani semuanya dengan semangat. " jawab Baskoro.
Tak lama mereka pun fokus membicarakan bisnis itu.
Sementara itu...
Antony sedang bersama Ranny dalam mobil menuju suatu tempat.
Ia membawa Ranny untuk meminta bantuannya memilih barang yang akan diberikan pada mamanya.
Ya, Mira akan berulang tahun minggu depan. Antony ingin membelikan hadiah istimewa bagi mamanya.
" Kita mau ke mana Tony ?" tanya Ranny .
" Aku mau bawa kamu ke toko tas yang langganan mama. Aku mau belikan tas untuk hadiah ulang tahunnya. Aku pernah dengar mama bicara dengan temannya ingin tas itu, tapi sewaktu di cari tas itu sudah habis laku karena bagus sekali.
" Oh.. tante Mira ulang tahun.. ? Aku juga ingin membeli sesuatu kalau gitu untuk mama kamu ," kata Ranny tersenyum.
Antony pun tersenyum menatap Ranny. Ia senang Ranny peduli dengan mamanya.
" Oke.. nanti kita cari bersama ya. " katanya.
Sesampainya di tempat yang di tuju, Tonny turun dan berjalan bersama dengan Ranny. Mereka mencari- cari tas yang bagus dan menarik. Beberapa kali Tonny terlihat meminta pendapat Ranny soal tas yang dipilihnya. Ia ingin memberi sesuatu yang spesial untuk mamanya.
Akhirnya Tonny bernapas lega setelah ia mendapatkan tas yang sangat bagus untuk manya. Ranny pun membelikan hadiah untuk tante Mira .
Setelah selesai berbelanja, Tonny mengajak Ranny untuk makan dulu.
__ADS_1
Ketika mereka sedang menunggu pesanan makanan, Ranny mengajak bicara Tonny.
" Tonny... kamu terlihat sayang sekali dengan mamamu, padahal yang ku tahu tante Mira itu kan bukan mama kandungmu, hanya mama sambung kan ya ?" tanyanya.
Tonny menatap Ranny lama lalu berkata, " Kenapa kamu tanyakan itu ? Aku sangat sayang dengan mama Mira. Sewaktu usia ku 10 tahun mama Mira lah yang menjadi pengganti mama ku Anita yang sudah meninggal. Aku melihat dan merasakan kasih sayang dan ketulusannya pada ku. Aku seperti merasa mama Anita ada dalam diri mama Mira. Karena itu aku merasa nyaman dengan mama Mira. Dan mama Mira tak pernah bedakan kasih sayangnya padaku dan Yunia. Aku selalu merindukan mama Mira. Dan bagiku dia adalah mamaku yang sangat ku sayang. " jawab Tonny.
" Aku hanya menanyakan saja Tonny, tidak ada maksud apa pun. Aku senang melihat cara keluargamu mengekspresikan rasa sayang padamu dan Yunia.
Papa dan mamaku pun jarang mengekspresikan rasa sayang itu padaku. Apalagi papa yang selalu sibuk dan sekarang mulai bangkit kembali setelah waktu itu terpuruk. Papa semakin jauh denganku, tetapi aku bersyukur papa sekarang mulai peduli lagi denganku dan keluarga. " jawab Ranny menunduk.
Tonny yang mendengar itu sedikit kaget, ia tak menyangka Ranny sering kesepian dengan sikap papanya yang cuek pada dirinya. Dan sekarang om Baskoro mulai memperhatikan keluarganya sehingga Ranny pun semakin menyayangi papanya.
Tonny mengambil tangan Ranny lalu ia menggenggamnya.
" Ranny.. jangan sedih. Kamu bisa kok datang setiap saat ke rumah mama. Kamu bisa ngobrol dan menemani mamaku 'bila kamu lagi kesepian. Aku senang bila kamu semakin mengenal keluargaku. Aku pun akan memghabiskan sisa cuti ku dengan lebih mengenal keluargamu. " kata Antony sambil mencium tangan Ranny yang sedang digenggamnya.
" Janjilah padaku Ranny.. kamu akan setia padaku.. akan menjaga hatimu untukku," kata Tonny seraya menatap dalam mata Ranny.
" Aku tulus mencintaimu Ranny.. aku tidak main - main. Tunggu aku 2- 3 tahun lagi setelah aku selesai kuliah, maka aku akan melamarmu dan kita akan menikah. " kata Antony menatap Ranny dengan penuh cinta.
Ranny mengangguk dan matanya berkaca- kaca. Ia tak menyangka Tonny akan bicara seperti itu.
" Tonny... aku pun sangat mencintaimu. Aku akan menunggumu. Setelah tamat SMA, aku akan kuliah juga, lebih baik kamu bekerja dulu Tonny. Papa dan mamamu sangat mengharapkan itu. Dan kamu jangan kuatir, . aku akan selalu merindukanmu. " kata Ranny dengan suara lirih menahan air mata yang terùs mengalir di pipinya.
Tonny pun mengambil tissu dan mengusap lembut pipi Ranny.
Antony tersenyum penuh cinta pada Ranny. Hatinya sudah bulat akan mempersunting Ranny menjadi istrinya kelak dan membina keluarga bahagia bersamanya nanti.
Tak lama makanan yang mereka pesan pun datang, maka mereka pun mulai makan dan suasana haru tergantikan oleh keadaan Tonny yang sedang lahap makan bersama Ranny.
__ADS_1
Mereka pun kadang saling menatap dan tersenyum penuh cinta di sela makan mereka. Dunia terasa indah bagi mereka berdua yang sedang menikmati cinta.
***