
Sementara itu di kediaman Mira
Mira melihat kalender yang ada di dinding, 2 hari lagi anak kesayangannya Yunia berulang tahun yang ke 3.
Ia berencana akan mengadakan syukuran dengan mengundang beberapa anak tetangga di sekitar rumahnya merayakan kebahagiaan bersama Yunia.
Mira memanggil Neni yang sudah setia selama hampir 3 tahun mengurus Yunia dan ikut mengalami susah senang bersama Mira.
" Neni... Nen.. Yunia mana?" panggilnya.
" Bu.. Yunia baru saja tidur, tadi sebelum tidur main terus jadi cepat tidurnya," kata Neni.
" Duduklah Neni, aku mau bicara denganmu," kata Mira menyuruh Neni duduk.
" Neni.. 2 hari lagi Yunia ulang tahun ke 3, ibu rencana mau mengundang anak- anak tetangga untuk membuat pesta ulang tahun Yunia semakin ramai. Apa kamu punya ide untuk konsep ulang tahun Yunia?" tanya Mira.
" Bagus sekali ide ibu, saya setuju saja, tapi mungkin bu akan lebih baik lagi bila ibu juga mengundang ibu Lena dan pak Aria serta anaknya biar lebih meriah," kata Neni sembari tersenyum- senyum.
Mira berpikir sejenak lalu ia melihat pada Neni yang sedang tersenyum.
" Mengapa kamu tersenyum Neni, kamu ingin mengundang pak Aria, kamu suka ya dengan pak Aria?" tebak Mira seraya tertawa.
" Waduh ibu... mana level saya dengan pak Aria, ibu tuh yang cocok dengan pak Aria, mana sekarang kalau bertemu pak Aria suka mencuri pandang melihat ibu," kata Neni tersenyum lagi.
" Hahaha... lucunya kamu ini, mana mungkin pak Aria mau sama saya, dia ganteng begitu mana mau sama saya yang begini," kata Mira.
" Tuh kan ibu juga bilang pak Aria ganteng kan?" kata Neni lagi.
Mira baru tersadar ia mengucapkan kata itu, lalu dia pura- pura marah pada Neni untuk menutupi ucapannya tadi.
" Neni.. ibu tidak suka kamu bicara itu," kata Mira tegas.
" Maaf bu, Neni salah sudah lancang bilang begitu," kata Neni menunduk.
Mira yang melihatnya terdiam padahal hatinya tertawa melihat Neni yang ketakutan dikira Mira marah.
Sari yang mendengar pembicaraan itu keluar dari kamar dan ikut berkumpul.
" Neni tidak salah kok Mir.. memang Aria itu ganteng, dia diam- diam suka kamu sepertinya, ibu sih setuju saja Mir untuk kamu dekat dengannya," kata ibu seraya duduk di sisi Mira.
" Ibu... ibu ngomong apa, ini lagi bicara untuk ulang tahun Yunia kok bu," kata Mira kaget dan tersipu malu.
" Kamu ya Neni.. duluan bicara itu jadi ibu ikut meledekku tahu," kata Mira .
__ADS_1
" Maaf bu sekali lagi maafkan Neni," kata Neni semakin menunduk.
" Sudah.. sudah.. ayo kita bicarakan untuk ulang tahun Yunia ya," kata Mira kembali.
Akhirnya Mira, ibu dan Neni membicarakan dan akhirnya sepakat untuk ulang tahun Yunia .
Subuh jam 4 itu Mira sibuk memasak di bantu ibu untuk acara ulang tahun Yunia yang bertepatan jatuh di hari Minggu sehingga Mira bebas tidak memasak untuk makanan katering ibu Lena.
Mira akhirnya mengundang Aria serta Anthony dan Lena untuk hadir di ulang tahun Yunia sesudah di desak oleh Sari.
Acaranya jam 11 siang agar tidak terlalu jauh dengan acara makan siang.
Kue ulang tahun yang dipesan oleh Mira diantar jam 9 pagi ini.
Yunia terlihat ceria, tidak rewel.
Sebelum jam 11 siang anak- anak tetangga yang diundang sudah berdatangan mereka terlihat bermain bersama Yunia yang sangat cantik hari ini bersama Neni juga.
Tepat jam 11 siang pada saat acara hendak di mulai Aria dan keluarganya datang.
Mira menyambut mereka dengan riang dan mempersilahkan duduk.
Aria memandang Mira yang terlihat berbeda hari ini, hatinya bergetar melihat kecantikan Mira.
Yunia tiba- tiba memanggil Aria.
" Papa.. papa.. " sahutnya seraya tanggannya mengibas ingin mengapai Aria.
Mira kaget bukan kepalang, ia tak pernah menyangka Yunia akan seperti itu.
" Yunia... itu bukan... belum selesai Mira berkata, Aria sudah maju dan berkata," Ya nak ini papa, Yunia mau tiup lilin bersama papa?" tanya Aria.
Yunia mengangguk senang lalu bergelayut manja pada Aria.
Mira yang melihat itu semua hanya melongo dan melotot, ia tak dapat berbuat apa- apa.
Lena, Sari dan Neni yang melihatnya tersenyum lalu bertepuk tangan menyemangati.
" Ayo.. di foto dulu ya, biar jadi kenang- kenangan, ayo Antony ikut di foto bersama papamu," kata Lena pada Antony.
Akhirnya mereka berempat berfoto bersama. Tampak wajah Yunia, dan Aria serta Antony yang ceria, berbeda dengan wajah Mira yang tertawa dipaksakan di foto.
Ia masih syok dengan kejadian tadi.
__ADS_1
Setekah acara selesai, anak- anak tetangga sudah pulang semua, Mira dan Sari menemani ibu Lena dan Aria yang belum pulang.
Yunia sudah mandi dan lagi asyik bersama Neni membuka kado di kamar.
" Mira.. maafkan tadi aku langsung bilang seperti itu, aku tidak mau Yunia sedih Mir.. " kata Aria.
" Ya Mira.. ibu ikut senang, kalian ini cicok sekali untuk jadi ayah dan ibunya Yunia," kata Lena senang.
Mira hanya tersenyum dan terdiam.
Sari yang melihat itu lalu berkata," Aria.. jalani saja dulu ya dengan Mira, bila nanti ada kecocokan ya silahkan saja, sementara ini Mira masih ragu dan takut, jadi berusaha berilah kepercayaan pada Mira agar dia bisa kembali percaya pada laki- laki ya," sahut Sari.
" Ibu... jangan bicara begitu bu, aku malu," kata Mira lirih.
Aria yang melihat Mira terpojok berinisiatif membuat suasana cair.
" Besok Senin tanggal merah, bagaimana kalau kita jalan- jalan, lalu berenang Antony ?" sahut Aria melihat Antony.
" Ya pa.. Antony mau berenang bersama dede Yunia boleh ya?" sahutnya dengan wajah berharap pada Mira.
Mira mengangguk dan berkata pada Antony," Mau berenang dengan Yunia ? boleh.. ibu ijinkan ," katanya.
" Tapi ibu ikut kan ? bersama oma dan nenek ya pa?" tanya Antony melihat pada Mira dan Aria.
Mira melihat Antony dan mengangguk.
Antony juga melihat pada semua, dan mereka mengangguk.
Antony berteriak kegirangan..
" Yes.. Yes.. besok berenang," katanya seraya tangannya di angkat tinggi- tinggi.
Semua yang melihatnya tertawa dan Aria memeluk Antony dengan rasa haru.
Ketika hendak pulang mereka semua seakan memberi waktu untuk Mira dan Aria bicara berdua.
" Terima kasih Aria. sudah mau datang dan menghibur Yunia, aku senang ulang tahun Yunia berjalan lancar dan semua bahagia. " kata Mira.
Mira dan Aria sudah terbiasa memanggil nama tidak sekaku beberapa waktu yang lalu, karena seringnya mereka bertemu maka akhirnya mereka saling memanggil nama agar lebih akrab.
" Sama- sama Mira, aku pun senang Antony merasakan kebahagiaan yang dulu hilang dari dirinya, sekarang dia sudah mendapatkannya dari dirimu," kata Aria menatap lekat Mira.
Mira menunduk dan ketika ia mengangkat kepalanya mata mereka bertemu.. ada binar- binar bahagia di mata mereka dan itu terpancar ke wajah mereka di mana kebahagiaan ada.
__ADS_1
***