
Sementara itu setelah beberapa tahun terlewati .. Bagas rupanya bahagia dengan pernikahan ke 2 nya ini.
Ya .. 2 tahun lalu Bagas memutuskan untuk belajar mencintai Dessy.. wanita yang selama ini kerap membuat Bagas kesal dan marah setiap melihat dan mendengar nama Dessy.
Benci yang Bagas tebarkan pada Dessy, akhirnya berbalik menjadi cinta bagi Bagas.
Yang dulunya ia tak pernah terlintas di pikirannya bahwa Dessy lah jodoh yang masih Tuhan berikan pada kehidupannya.
Peristiwa yang membuat Bagas akhirnya menyerah pada keegoisannya yakni pada saat suatu sore ketika mobil Bagas melewati sebuah supermarket Indoma***t, ia melihat Dessy yang sudah bukan karyawannya lagi baru keluar dari situ.
Ia hanya melihat sepintas karena baginya wanita ini sudah tak penting dalam hidupnya.
Tetapi pada saat ia melihatnya, pandangan matanya tertuju pada seorang laki- laki yang mengikutinya dengan pelan dari belakang. Dessy yang tak sadar akan adanya bahaya melenggang dengan pasti menyusuri sisi parkir dan akan menuju jalan raya.
Dengan belanjaan yang ia pegang di sebelah kirinya, ia tetap fokus pada jalan.
Tiba- tiba ia merasa kaget ketika ada benda dingin menempel pada sudut tangannya, lalu benda itu terasa menusuk ke punggungnya dan terdengar suara " berikan dompetmu, jangan kau toleh kiri kanan atau... pisau ini akan menancap di punggungmu. Kau berteriak habis nyawamu," kata laki- laki itu.
Dessy yang ketakutan berusaha untuk tidak bergerak, Ia sangat ketakutan dan tak terasa ada air mata yang menetes dipipinya. Saat ia akan memberikan dompetnya itu Bagas melihat dengan heran.
Lalu sadar akan bahaya Bagas bergegas membuka pintu mobil, berlari dan berteriak, " Hei copet.. kamu copet ya.. Dessy jangan bergerak.. dia copet, copet... " kata Bagas berteriak lantang mendekati Dessy.
Orang yang disekitar situ lalu mendengar dan bergerak mengepung pencopet itu. Karena panik ketahuan, pisau yang menempel di punggung Dessy malah dihujamkan pada tubuh Dessy.
Dessy menjerit kesakitan dan tak lama ia pun terjatuh. Ada darah yang merembes di bajunya. Pencopet pun semakin panik ketika ada warga sekitar yang langsung menangkap dan memukulnya
Akhirnya warga mengamankan pencopet itu untuk dibawa ke kantor polisi dan sebagian warga ada yang membantu Bagas menolong Dessy.
" Bertahan Dess.. kita akan ke rumah sakit ya, kamu pasti kuat," kata Bagas seraya membopong Dessy yang terkulai lemas di pelukan Bagas. Ia hanya tersenyum dan selanjutnya tak ingat apapun.
Setelah 4 jam Dessy pun membuka matanya, ia merasa heran dirinya ada di tempat yang baginya asing. Digerakkan tubuhnya, tetapi rasa sakit membuat ia mengerang.
" Aduh... kenapa punggungku sakit sekali ? Aku di mana ?" tanyanya heran.
" Kamu jangan banyak gerak dulu Dess.. kamu ada di rumah sakit. Tadi pencopet itu sempat menghujamkan pisaunya di punggungmu, tapi tidak usah kuatir dokter sudah menanganimu dengan baik, lukanya tidak dalam tapi sempat membuat keluar banyak darah. Istirahatlah.. aku akan menjaga kamu," kata Bagas lembut.
" Maaf bapak.. aku merepotkan bapak. Apa ibuku sudah ada yang memberitahu keadaanku ?" tanya Dessy.
" Sudah.. tadi aku menyuruh seseorang warga yang mengantarkan ke rumah sakit tahu rumahmu, jadi ku suruh untuk sampaikan pada ibumu. Mungkin sebentar lagi akan datang. " sahutnya.
__ADS_1
" Terima kasih pak, maaf saya sudah merepotkan bapak. " kata Dessy tertunduk.
" Tidak apa, kita harus saling menolong. " jawab Bagas tersenyum.
" Maafkan juga saya ya pak, yang sudah sering buat bapak tidak nyaman dan kesal pada saya," kata Dessy kembali.
" Sudah.. jangan diingat- ingat lagi yang lalu, yang penting kamu cepat sembuh. " Lalu keduanya saling menatap dan tersenyum.
Selepas Dessy keluar dari rumah sakit, Bagas semakin sering berkunjung ke rumah Dessy.yang semakin merasa diperhatikan oleh Bagas kadang merasa risih.
Ia masih sering bertanya di hatinya apa Bagas sudah benar- benar berbeda dari dulu atau.. ini strategi barunya yang buat Dessy makin tidak mengerti.
Tetapi akhirnya Dessy mulai tenang dan menyadari bahwa ada perubahan dari diri Bagas padanya.
Sampai suatu hari minggu, Bagas mengajak Dessy jalan - jalan di taman kota. Ia beriringan berjalan sambil masing- masing memegang botol minuman. Sesampainya di sebuah pohon yang rimbun dan ada bangku taman yang kosong Bagas mengajaknya duduk.
" Des... duduk dulu yuk, cape dari tadi kita sudah 2 putaran ini mengelilingi taman.
Dessy mengangguk dan duduk. Tangannya membuka botol minuman dan meminumnya.
" Kamu cape Des... ? " Bagas memulai pembicaraan.
" Lumayan pak .. cape juga. " sahutnya pelan.
Dessy pun tersenyum lalu mengangguk serta mrnjawab," ya mas,".
" Kamu apa sudah punya pacar kah Des ?" tanya Bagas pelan.
" Belum mas, masih sendiri dan belum memikirkan calon nya," jawab Dessy spontan.
" Kamu mau jadi pacarku ?" jawab Bagas langsung.
Dessy terkejut lalu diam. Ia berusaha menenangkan degup jantungnya yang berdebar .
" Kamu mau kan Des ?" tanya Bagas kembali setelah sekitar 5 menit mereka terdiam.
" Mas serius? Tidak sedang buat harapan aku melambung kan mas ?" tanyanya lirih.
" Tudak.. aku benar- benar. Aku tidak akan buat kamu hanya harapan palsu. Aku benar tulus mencintaimu. Kebersamaan kita sejak kamu terkena musibah membuat aku tersadar bahwa kamu orang yang baik dan tulus. Aku sempat dibutakan oleh kebencian dan harga diri serta egoku, padahal gadis di depanku itu sangat baik. Maafkan aku ya Des... " katanya seraya menatap dalam Dessy.
__ADS_1
Dessy pun percaya Bagas sudah sadar perbuatannya dan ia pun memaafkannya.
6 bulan kemudian Deasy pun resmi bertunangan dan setelah 2 bulan bertunangan mereka pun menikah. Bagas tak lupa mengundang Mira dan Aria, dan ia pun meminta Yunia untuk hadir dan menyaksikan ayahnya di hari bahagia.
Yunia yang sudah kuliah dan sedang menempuh semester akhir pun sekarang telah mengerti dan tahu bahwa Bagas ternyata adalah ayah kandungnya. Sempat ia membenci Bagas, tetapi Aria selalu memberikan arahan untuk Yunia harus berterima kasih pada Bagas. Ia ada di dunia ini karena Bagas dan Mira. Sampai pada akhirnya Yunia pun mengakui dan memanggil papa pada Bagas.
Bagas sangat terharu mendengar Yunia memanggilnya papa. Itu yang dari dulu ia idamkan disebut " papa " oleh Yunia.
Rasa bahagia itu akan terus ada dalam kehidupan mereka karena tak lama setelah menikah Tuhan karuniakan mereka dengan kehamilan Dessy.
Bagas terlihat sangat senang dan ia pun semakin mencintai keluarganya. Sering Bagas mengajak Yunia mampir ke rumahnya dan Yuniapun bisa menyesuaikan diri dengan Dessy.
Sore itu Bagas terlihat di belakang teras rumah, memandang bunga- bunga mawar yang ditanam Dessy.
" Des... aku sangat bahagia sekarang...aku bersyukur memilikimu yang tulus mencintaiku. Aku dulu sempat iri melihat kebahagiaan mantan istriku Mira dengan Aria. Mereka terlihat bahagia di saat aku sangat terpuruk. Tetapi ternyata Allah menginginkan aku bahagia juga walau lama aku mendapatkan bahagia itu. Aku sedang melewati proses kehidupan agar aku tidak bertindak, berpikir lagi secara egois dan kekanak- kanakan. Aku akan terus berjuang untuk keluarga kecilku bahagia.
Tak lama lagi aku kan mendapat karunia dari Allah, anak yang akan lahir dari rahimmu, aku bersyukur dan sangat bersyukur. " kata Bagas sambil mengelus terus perut Dessy.
" Ya mas.. bersyukur itu kunci dari kita menikmati karunia dari Allah. Kita akan siap menyambut anak ini dengan hati yang gembira.
Aku bersyukur juga mendapatkan seorang suami yang sangat memvahagiakan aku. Semoga selamanya cinta kita kan setia ya mas.. sampai anak kita besar kita selalu bersama mendidiknya. " kata Dessy seraya memeluk Bagas.
Keduanya saling menatap dan bertekad akan menjalani kehidupan di depan mereka dengan saling mengerti dan membawa kehidupan yang lebih baik lagi dengan terus mendekatkan diri pada Allah.
Sementara itu pun.. di sudut rumah di suatu kota yang sedang menampakkan senja yg indah, Mira dan Aria sedang melihat tumbuh kembang dari Stefan yang sudah menginjak SD.
Waktu tidak terasa, begitu cepat berlalu. Pasangan ini masih terlihat mesra dan saling mendukung.
Mereka tetap menyayangi Anthony dan istrinya, Yunia dan sangat sayang dengan Stefan.
Bagaimana nasib Dion, anak Intan dan Anton?
Dion sekarang telah SMP dan masih diasuh oleh neneknya yang sudah tua renta, tp Dion sangat dekat dengan neneknya dan ia pun sampai saat ini tetap suka menyambangi makam Intan dan berdoa di sana memanjatkan doa bagi ibunya terkasih.
Sedangkan Anton sudah lama tak terdengar kabar, ia terakhir kali ketika bertemu Bagas tidak mengakui Dion demi tidak di buang ke jalan oleh mertuanya Anton, karena itu ia tetap mempertahankan istrinya dan ia berniat bertaubat agar di sisa hidupnya ia menjadi orang yang beriman dan berharap pada Allah apapun permasalahan kehidupannya.
Semua manusia akan berpulang.. selama masih belum waktunya mereka selalu diingatkan untuk ibadah agar jalan hidupnya tetap dalam kehendak Tuhan dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.
Alangkah indahnya hidup bila kita selalu berzyukur dan menikmati apa yang Allah sudah kerjakan dalam hidup kita.
__ADS_1
Bersyukur atas karunia Allah, bersyukur atas apa yang Allah sediakan bagi kita..
**** happy ending ***