
Tak terasa pernikahan Mira dan Aria sudah memasuki tahun ke 3. Antony sudah masuk SMA, dan Yunia sudah SD.
Pagi itu kesibukan sangat terasa di rumah Aria.
Aria sekarang menjabat jadi direktur di perusahaannya. Dengan ini maka kesibuksnnya pun bertambah.
Mira pun memperbesar usaha kateringnya dengan membuka usaha rumah makan di sebuah ruko yang sangat ramai dan strategis, sehingga berkembang pesat, ramai dikunjungi orang.
Secara ekonomi kehidupan mereka sangat lebih dari cukup.
Tetapi Mira ingin berusaha karena Mira termasuk wanita yang mandiri
Aria yang sibuk di luar rumah, ingin sekali untuk Mira tetap memantau perkembangan anak- anak mereka yaitu Antony dan Yunia.
Antony yang tumbuh lebih dewasa dari usianya sangat sayang pada Yunia.
Kerap ia membimbing dan bila Mira sibuk menjemput Yunia di SD dekat rumah bila ia libur sekolah.
Pernah Rossa mengajak Antony untuk tinggal bersamanya di Singapura bersama dengan suaminya Rossa.
Ya Rossa akhirnya mempunyai seorang suami setelah lama terpuruk karena pernikahan Aria.
Tetapi Mira menolaknya karena ia tak sanggup jauh dengan Antony.
Karena kesibukan mereka masing, masing membuat Aria dan Mira akhirnya merasa jenuh. Tetapi Mira selalu mempunyai ide untuk membuat rumah tangganya kembali harmonis bersama Aria.
Suatu hari di minggu pertama, Aria bersama Mira sedang menikmati sarapan.
Antony ikut sarapan bersama Yunia. Setelah sarapan Antony berniat bercanda pada Yunia. Karena Yunia yang sudah SD kelas 2 itu sangat lucu dan manja, sehingga bila pagi itu hampir selalu ada teriakan Yunia dan tertawanya Antony yang iseng membuat Yunia menangis atau teriaknya.
Bila sudah seperti itu maka Mira akan berteriak menyuruh Antony untuk diam atau membujuk Yunia untuk berhenti menangis.
Aria yang melihat itu kadang tertawa melihatnya. Dia bersyukur ternyata kebahagiaan yang ada dalam keluarganya membuat ia selalu bersemangat bekerja.
Minggu ini Aria harus ke Singapura untuk bertemu rekan bisnis baru perusahaannya di sana.
Antony ketika tahu itu ingin ikut karena ingin bertemu Rossa tantenya yang dari dulu dekat dengannya.
Ia sedang merengek pada Aria untuk boleh diijinkan ikut.
Sampai ia memohon pada Mira untuk diperbolehkan ijin dari sekolah .
" Ma.. boleh ya ma ikut papa ke Singapura? Mau bertemu tante Rossa ma, sudah lama tidak bertemu, boleh ya ?" kata Antony merengek pada mamanya juga.
" Ijinlah pada papamu nak, kalau papa bilang boleh, mama akan ikuti," kata Mira.
Aria terdiam. Ia sebenarnya berat untuk mengijinkan Antony ikut, karena ia masih kuatir Rossa akan mempengaruhi Antony lagi.
Mira yang melihat itu memutuskan untuk mereka harus bicara berdua terlebih dahulu sebelum mengijinkan
Antony ikut.
" Antony.. kamu ke kamar dulu ya, papa dan mama mau bicara dulu, nanti keputusannya mama akan kasih tahu kamu ya," kata Mira.
__ADS_1
Antony pun menurut dan masuk ke kamarnya.
Setelah Antony masuk kamar, Mira berkata," Mas..ada yang mas kuatirkan ?" tanya Mira lembut.
" Ya .. mas kuatir Mir.. karena dulu Rossa itu sempat berniat untuk menghancurkan hubungan pernikahan kita,"kata Aria.
" Mas.. itu kan dulu waktu Rossa belum punya suami. Dulu kan Rossa sangat suka dengan mas.
Lagipula kan Antony sudah besar sekarang mas, sudah SMA. Jangan kuatir bila Antony tidak suka pasti ia langsung protes," kata Mira.
" Berapa hari mas di Singapura?" tanya Mira.
" Paling lambat 1 minggu Mir," katanya.
" Ya sudah.. kan lusa tanggal merah, terus dua hari sesudahnya hari sabtu jadi banyak senggangnya waktu sekolah Tony ini jadi bila mas ijinkan bawalah Tony bertemu tantenya," kata Mira bijak.
" Kamu di sini bagaimana? 1 minggu loh aku perginya," kata Aria kuatir.
" Aku ada mbak Ani dan Yunia, serta Darman supir. Tidak apa mas. Nanti aku sering ke rumah mama Lena aja. Biar mama Lena juga senang aku kunjungi" kata Mira .
" Oke kalau begitu, aku akan bilang Antony," kata Aria.
Mereka pun memanggil Antony dan memberitahukannya.
Ia sangat senang dan berteriak seraya memeluk papa dan mamanya.
Maka dalam 2 hari itu Aria dan Mira mempersiapkan semua keperluan Antony termasuk pasportnya.
Di Jakarta
Di perusahaan yang di pimpin Bagas yang telah berjalan dengan sukses, Yanto menyuruh Bagas untuk menangani ada sedikit masalah yang terjadi di perusahaan kerjasama mereka di Jogjakarta.
Bagas setuju untuk pergi karena perusahaan ini sedang mencuat namanya dan Bagas ingin kerjasama ini menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
Maka di hari yang ditentukan ia pergi ke Jogja.
Masalah yang ada telah diselesaikan dan salah seorang rekan kerjanya ingin membawa Bagas liburan menikmati kuliner Jogja dan Semarang.
Ketika ia memasuki kota Semarang, ia teringat sesuatu. Ya ia ingat Yunia anaknya dan mantan istrinya ada di kota ini.
Ia ingin bertemu tetapi ia tak punya nomornya.
Rekan kerja Bagas itu mengajak ke rumah makan yang terlenal di kota Semarang.
Bagas setuju untuk mencoba masakan di rumah makan itu.
Ketika sedang makan, ia melihat anak usia SD baru datang dari sekolah bersama seorang wanita yang tak mungkin ia lupa.
Ia langsung berdiri memanggil Mira.
" Mira.. Yunia... " katanya.
Mira menoleh dan terkejut. Ia sangat kaget melihat Bagas ada di situ.
__ADS_1
" Mira... itu Yunia ?" tanyanya seraya menunjuk pada anak yang masih memakai seragam SD.
" Mas.. kenapa ada di sini ?" tanyanya heran.
" Mira aku ada kerjaan di Jogja tapi diajak kuliner ke Semarang oleh rekan bisnisku," kata Bagas.
" Itu Yunia? Anakku Mir?" tanyanya seraya menatap Yunia.
Anak yang sangat dirindukan, sudah hampir 4 tahun ia tak melihat Yunia. Hari ini ketika ia melihatnya, ia terharu. Anaknya yang cantik dengan wajah lembut seperti Mira.
Yunia menatap tajam pada Bagas.
" Mama... siapa om ini ma?" tanyanya agak takut.
" Om... ? Om.. ? Ini aku papamu nak, bukan om," katanya Bagas dengan suara berat.
" Papa ?? Ma .. papanya Yunia kan papa Aria," kata Yunia heran.
Mira mengelus punggung Yunia. Ia berniat meredakan kecemasan Yunia.
Ditatapnya mata Yunia lalu ia menggengam tangan Yunia lalu berkata," Sayang.. memang papanya Yunia adalah papa Aria.
Tetapi ada lagi papa kandungmu, yaitu papa Bagas.
" Jadi aku punya 2 papa ma? " tanyanya.
" Aku mau nya papa Aria, aku ingin papa Aria bukan yang ini," kata Yunia menangis dan marah.
" Yunia sayang.. itu papa mu, " kata Mira lembut.
Tetapi Yunia tetap menangis. Mira pun meredakan tangisan Yunia dan bicara pada Bagas.
" Mas.. ku minta jangan paksa Yunia mengingat semua itu. Ia masih terlalu kecil untuk mengerti semua ini. Harus pelan- pelan pada anak," kata Mira.
Bagas pasrah dan tertunduk karena ia sadar Yunia tidak ingat dirinya sejak ia bercerai dengan Mira.
" Baik Mira. Mungkin Yunia memang tak ingat padaku. Bagaimana kabarmu Mira?" tanya Bagas.
" Baik seperti yang mas lihat," katanya.
" Mira dari tadi hanya aku yang menanyakan, tetapi tidak satu kalipun kamu menanyakan keadaanku Mir?" tanya Bagas.
Mira terdiam.
" Baiklah ini kuberitahu padamu Mir, Mas sudah tidak bersama Intan. Intan pergi meninggalkan mas karena anak yang dilahirkannya bukan anak mas. Sekarang mas hanya sendiri. " kata Bagas.
Mira menatap Bagas, ia hanya melihat adanya kebahagiaan yang semu di hidup Bagas.
Ada rasa iba melihat kehidupan Bagas sekarang.
Tetapi ia bukan siapa- siapa Bagas lagi sehingga ia tak banyak bicara.
***
__ADS_1