
Lena tetap ingin mengadakan acara 7 bulanan untuk Mira dan bayinya.
Aria sudah beberapa kali mengingatkan mamanya untuk acara itu tidak diadakan, karena ia tak ingin nanti Mira kecapean atau pun sakit.
Tetapi Lena katakan acara ini penting dan tidak akan membuat Mira kecapean.
Aria malas untuk berdebat dengan mamanya, karena Aria tidak mau mamanya menjadi marah padanya.
Aria adalah sosok seorang anak yang taat pada orangtua, tetapi bila yang tidak masuk akal atau membuat orang yang ia kasihi sakit atau menderita ia akan protes apapun itu.
Dia hanya memperingatkan mamanya sekali lagi setelah itu ia pergi masuk kamar.
Di dalam kamar ia berkata pada Mira.
" Mira.. aku sebenarnya tidak setuju dengan acara tujuh bulanan ini. Aku tidak mau kamu sakit atau kecapean.
Aku ingin kamu sehat sampai nanti saat melahirkan.
Aku sudah memperingatkan mama beberapa kali tapi mama tetap pada pendiriannya.
Kamu kan kata dokter tidak boleh kecapean. Aku menjaga kehamilan mu agar anak kita ini lahir dengan selamat.
Jadi kamu juga Mira, jaga kesehatan dan jaga anak kita dengan baik ya," kata Aria dengan tatapan kuatir.
" Ya mas aku akan jaga kesehatan dan anak kita," kata Mira tersenyum.
" Mama itu sangat senang aku hamil mas, karena itu ia ingin aku didoakan untuk tetap sehat dan selamat ketika melahirkan. Jadi bila masih positif ya kita hargai aja apa yang mama mau mas," kata Mira menenangkan Aria.
" Ya sudah.. aku percaya kamu bisa jaga kesehatan ya sayang " kata Aria sambil mencium kening Mira.
Hari yang dinanti untuk acara 7 bulanan telah siap. Acara di mulai jam 10 pagi.
Lena sudah mempersiapkan semua dari kemarin dengan di bantu oleh Sari dan kerabat dekat mereka.
Aria tidak memperbolehkan sama sekali Mira untuk ikut membantu. Ia tak mau nanti waktu acara ia akan kecapean.
Tepat jam 10 pagi ia baru memperbolehkan Mira untuk keluar dari kamar.
Acara demi acara berlangsung dengan lancar.
Ketika acara sudah selesai Mira lapar ingin makan.
Aria mengambil makanan untuk Mira. Ia tak ingin istrinya kelaparan.
Mira pun makan disuapi oleh Aria.
Ketika makanan yang disuapi Aria sisa sedikit, ia melihat Mira memegang kepalanya dan tak lama ia pun muntah dan pingsan.
__ADS_1
Aria kaget bukan kepalang, ia lalu memeluk Mira dan membopongnya langsung ke mobil.
Ia menyuruh mbok ambil kunci mobil di kamar.
Aria bergegas masuk mobil dan meminta memanggil Lena dan Sari untuk ikut.
Sepanjang jalan Aria terdiam. Mira baru siuman dan mengeluh pusing serta mual.
Aria menjalankan mobilnya dengan cepat dan ia tak mau Mira kenapa- napa.
Setelah sampai di rumah sakit, Mira di bawa ke UGD untuk diperiksa sakit apa.
Sambil menunggu waktu Mira di periksa, Aria menatap ibunya dan berkata," Mama .. Aria kan sudah memperingatkan mama beberapa kali bahwa Mira itu tidak usah diadakan acara tujuh bulanan. Tetapi mama ngotot, sampai aku kuatir ada apa- apa. Sekarang Mira sakit, kepalanya pusing dan mual.
Siapa yang bertanggung jawab kalau sudah begini ma? " kata Aria sedih.
" Ini yang sangat dikuatirkan bila diadakan acara ini. Aria bukan melarang diadakan acara itu, tetapi mama pun sebenarnya yang ingin dan ngotot untuk acara ini. Mira tidak sekuat yang mama kira. Dokter sudah bicara pada ku ma bahwa Mira tidak boleh kecapean.
Sekarang ia pingsan pasti kondisinya yang tidak sanggup untuk ikut acara ini.
Aria sedih ma takut Mira kenapa- napa juga dengan anakku ma." kata Aria pelan.
Lena merasa bersalah dengan apa yang terjadi.
Ia tak menyangka ternyata Mira kondisinya tidak sekuat yang ia kira.
Mereka menunggu dokter memeriksa kondisi Mira.
15 menit kemudian dokter memanggil Aria masuk untuk melihat kondisi Mira.
Aria pun bergegas masuk untuk melihat Mira.
Aria dan Lena serta Sari mendengarkan apa yang dikatakan oleh dokter.
" Pak Aria, kondisi ibu Mira sekarang agak turun, karena ibu Mira terkena anemia, kurang darah. Jadi ia pusing dan muntah.
Memang ibu hamil ada yang dapat mengalami itu. Saya minta untuk pak Aria dan ibu dapat menjaga dan memantau kesehatan ibu Mira. Karena bila terus seperti ini akan menganggu untuk perkembangan dan kesehatan anaknya.
Ibu Mira dapat melakukan aktivitas yang ringan saja, tetapi jangan yang berat- berat serta jangan banyak pikiran.
Bersyukur ibu Mira cepat di bawa kemari, sehingga pertolongan pertama bisa dilakukan. Nanti saya kasih resep obatnya, tetapi saya minta untuk ibu Mira di rawat 1 hari lagi untuk saya dapat lebih mudah memantau perkembangan anaknya." kata dokter pada Aria.
Aria mengangguk setuju agar Mira dapat beristirahat total.
" Dok.. tapi anak saya sehat - sehat saja kan dok?" tanya Aria kuatir.
" Dari pemeriksaan anak bapak sehat- sehat saja. Karena itu saya katakan tafi bersyukur ibu Mira cepat di bawa kemari, kalau terlambat itu yang membahayakan anaknya, karena pasokan nutrisi dan oksigen dapat menghambat pertumbuhannya," kata dokter pada Aria.
__ADS_1
" Terima kasih dokter," kata Aria.
Aria pun menghampiri Mira setrlah dokter pergi.
Ia melihat Mira yang terlihat pucat dan lemah.
Digengamnya tangan Mira dengan lembut dan diciumnya.
Ia sedih melihat kondisi istrinya seperti ini.
Lena pun mendekat dan memegang pundak Aria dengan lembut serta berkata," Nak.. mama minta maaf, mama menyesal, karena keegoisan mama membuat kamu dan Mira hampir kehilangan anak kalau tadi kamu tidak cepat bawa Mira maka mama akan lebih menyesal lagi," kata Lena seraya mengusap air mata yang keluar dari pipinya.
" Ya ma... bersyukur saja Mira dan anaknya tidak terjadi apa- apa. Pokoknya Mira tidak boleh kecapean atau pun melakukan aktivitas yang memberatkan, ia harus banyak istirahat, " kata Aria.
Sari pun mendekati Mira dan mengusap lembut wajah anaknya. Ia pun sedih melihat keadaan Mira.
" Ma, suruh Neni siapkan baju Mira, untuk ganti karena Mira menginap di sini, juga pakaian ku ma, biar nanti supir yang antar sekalian jemput mama dan ibu Sari.
Saya yang akan menunggu di sini. Mama tolong liat Yunia juga ya ma, Antony juga diperhatikan," kata Aria.
" Ya mama telepon Neni dulu. Mama pulang nanti bersama supir," kata Lena.
Tak lama Mira tersadar, ia memanggil Aria.
Aria yang di sebelahnya langsung menggenggam tangan Mira dan dibisikkannya untuk tenang.
" Mira.. ini mas.. tenang ya kamu ada di rumah sakit. Mas ada di sini, untuk menjaga kamu. " kata Aria sembari mencium tangannya.
" Aku sakit apa mas?" bagaimana kondisi bayi kita mas?" tanyanya dengan nada kuatir.
" Kamu terkena anemia sayang, sehingga pusing dan muntah.
Tetapi sudah ditangani dokter sehingga sekarang aman.
Istirahat ya dan tidak boleh kecapean. " kata Aria mengusap lembut rambut Mira.
" Mira, mama minta maaf ya, karena gara- gara mama ingin acara itu, jadi kamu pingsan. Nanti sepulang dari rumah sakit, mama akan jagain kamu ya," kata Lena.
Mira mengangguk dan tersenyum.
Sari pun tersenyum melihat Mira, di ciumnya kening anak kesayangannya.
Semua lega melihat Mira tidak terjadi sesuatu yang mengkuatirkan.
Lena dan Sari pun pulang setelah supir datang membawa semua kebutuhan Mira.
***
__ADS_1