
Hari demi hari tiada berita dari Baskoro.
Aria pun akhirnya merasa dipermainkan oleh Baskoro.
Tiada niat darinya untuk bertemu atau mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukannya.
Anita pun ikut marah dan geram atas sikap Baskoro pada Aria.
Berulang kali Anita mencari Baskoro di rumahnya, di kantor dan pabriknya, tetapi tiada hasil.
Baskoro hilang bagai di telan bumi.
Aria tak habis pikir, Baskoro menghilang meninggalkan kantor dan pabriknya yang sedang maju dengan omset perhari yang sangat besar dan banyaknya perusahaan asing yang banyak tertarik menanam modal di perusahaannya.
Sekarang perusahaan ini sudah berkembang dengan sangat luar biasa.
Akhirnya Aria pun mulai melupakan itu semua
Bagi Aria dianggap sebagai sebuah amalan bagi keluarganya.
Anita pun akhirnya mengiklaskan itu semua.
Bagi Aria uang dapat di cari tetapi kebahagiaan bersama keluarga itu yang tak dapat di tukar oleh apapun.
Apalagi beberapa tahun kemudian Anita melahirkan Antony buah cinta mereka berdua.
Mereka berdua saling bahu membahu untuk merawat dan membesarkan Antony sampai dewasa nanti.
Tak ada yang menduga ternyata Antony sudah dewasa sekarang dan ia sudah punya kekasih hati yaitu Ranny, anak Baskoro, orang yang di cari- cari selama ini oleh Aria, yang akhirnya membuat Aria melupakan sudah kejadian dulu.
Saat ini...
Di hadapan Aria duduk manis Ranny, anak Baskoro.
Di pandanginya dengan lama wajah Ranny.
Ranny tertunduk malu mendapati Aria sedang menatapnya.
Sampai akhirnya Aria bertanya padanya.
" Apa kabar dengan ayahmu Baskoro ?" tanyanya.
" Kabar papa baik om, apa om kenal dengan papa ?" tanya Ranny heran.
" Om kenal sekali dengan papamu. Dulu om dan tante teman kuliah papamu . Kita bersahabat selama kuliah dan ketika lulus papamu berpisah dengan kami. " kata Aria tersenyum.
" Oh ya om, papa sering juga sebut nama om dan tante. Kata papa om teman yang paling baik dari dulu, selalu bantu papa saat susah di masa kuliah.
Tapi kata papa ada sesuatu yang akhirnya buat papa menjauh dari om, " kata Ranny bercerita.
" Apa yang membuat papamu menjauh dari om ?" tanya Aria ingin tahu.
" Kata papa sih, om itu lebih bahagia dari papa, mendapatkan orang yang paling papa sayang, dan lebih banyak teman dari pada papa.
Ranny pernah tanya sama papa, mengapa papa tidak pernah cerita isi hati papa pada om? tetapi papa berkata tidak tega pada om yang sudah banyak membantu papa dulu saat susah.
__ADS_1
Jadi papa pendam saja, lagi pula orang yang papa sayang itu sudah bahagia. itu om jawabnya papa bila ku tanya . " jawab Ranny menjelaskan.
Aria dan Anita berdiam dan mengangguk.
Mereka berdua paham apa yang sedang Ranny ceritakan.
" Papamu sekarang ada di mana? Sudah lama om tidak berjumpa," tanya Aria .
" Papa ada di rumah om. Baru datang dari Bali.
Papa buka usaha di sana di bidang air minum.
Sudah 3 bulan papa di Bali bersama mama dan adikku yang kecil om. " jawab Ranny.
" Bisa minta nomor telepon papamu? Om kangen ingin ngobrol dengan papamu. " sahut Aria
" Boleh om, ini nomornya. " jawab Ranny seraya menyebut nomor telepon Baskoro .
" Terima kasih Ranny. Om dan tante mau ke kamar dulu . Silahkan bicara sama Antony dulu ya.
Om senang kamu bisa bermain kemari dan dekat dengan Antony. " kata Aria tersenyum.
" Ya om, terima kasih " jawab Ranny dengan tersemyum pula.
Aria dan Anita pun mereka naik ke atas untuk menuju balkon kamarnya.
Aria langsung memencet nomor telepon Baskoro yang tadi diberi oleh Ranny.
Tak lama telepon itu berdering, ada sahutan suara yang terdengar Aria.
Aria lalu langsung menyapa si empunya suara.
" Halo.. Bas.. ini aku. Kemana saja kamu ? Kenapa menghilang ?" tanya Aria.
" Siapa ini ya? nomornya tak ku kenal. " jawab Baskoro heran.
" Lupakah kamu dengan suaraku Bas ? Aku Aria temanmu sejak kuliah dulu sampai sekarang. " jawab Aria kesal.
" Oh kamu Aria ? Apa kabar ? " tanya Baskoro terdengar biasa saja .
" Aku mau tanya kenapa kamu pergi dan menghilang? Kamu lupa bahwa perjanjian kita dulu dengan pak Adi bahwa cicilan ku itu masuk ke rekening perusahaan yang meminjam bukan padamu Bas !
Kamu tidak menyetor pada pak Adi sehingga Anita di tagih dan belum kamu bayarkan selama 6 bulan. Dan itu dikategorikan menunggak oleh mereka, padahal aku tidak pernah lupa untuk transfer pada mu untuk dibayarkan. " kata Aria.
" Apa maksudmu Bas ? Kenapa kamu tipu aku temanmu dari dulu, aku kamu tipu, apa kamu lagi butuh uang Bas ?" tanya Aria mencecar Baskoro.
" Kamu setega itu padaku dan Anita.
Kamu kesal karena Anita menolakmu dan memilih aku sejak dulu.
Kamu harus berbesar hati Bas bila di tolak.
Harus bedakan dong urusan pekerjaan dengan urusan hati atau cinta, jangan kamu campur adukkan. " kata Aria semakin jengkel dan marah.
" Oke, nanti aku akan kembalikan uang mu itu. Berapa yang aku harus balikan. Tenang saja. " kata Baskoro santai.
__ADS_1
" Bukan soal uangnya yang harus kamu balikan padaku Bas, tetapi lebih ke soal yang lain. " kata Aria mulai marah.
" Apa ? " tanya Baskoro.
" Aku tidak suka caramu itu, kalau kamu marah Anita menolakmu kenapa kamu pakai cara menipu untuk membalas dendam pada Anita?" tanya Aria geram.
" Jangan seperti itu Bas.. coba dulu kamu bilang dengan jujur, aku suruh Anita untuk memilihmu atau aku sebelum terlanjur aku berhubungan jauh dengannya, mana ku tahu kamu suka Anita kalau kamu tak bicara padaku. " kata Aria.
" Apa kalau aku bicara padamu Anita akan memilihku dan kau relakan padaku ?" tanya Baskoro.
" Bas.. kamu pikir Anita barang apa? Aku tidak akan memberikan Anita padamu yang egois.
Kamu seharusnya bila memang suka dengan Anita ya berjuang untuk bersaing denganku dulu, bukan malah kamu baik- baik tetapi sesudahnya kamu malah menusuk temanmu dari belakang seperti itu.
Aku kecewa padamu Bas. " kata Aria.
" Aku tak pernah menyangka kamu seperti itu Bas. Aku tahu kamu dari dulu, tetapi sekarang kamu sudah berubah dan kamu menjauh dariku.
Aku berpikir aku tidak punya salah apapun padamu bahkan dari dulu aku selalu menolongmu.
Hanya karena kamu tidak mendapatkan Anita, kamu berbuat seperti itu.
Bukan uangnya ya yang ku masalahkan di sini, tetapi sikap kamu Bas yang buat aku marah dan kecewa padamu. " kata Aria menjelaskan .
" Aria dengar, aku memang dulu suka dengan Anita. Tetapi sekarang aku sudah bahagia dengan isteriku.
Hanya uang segitu kamu kecewa denganku Aria ? Bahkan sekarang uangku melebihi kamu Aria, mengapa aku takut tersaingi oeh mu ?" tanya Baskoro tajam.
Aria hanya mendengus kesal mendengar Baskoro bicara seperti itu.
" Ya sudah Bas.. aku sudah tahu duduk persoalannya sekarang.
Tidak usah kamu pernasalahkan uang itu lagi, aku iklas kok.
Aku sudah tahu siapa kamu sekarang Baskoro. " kata Aria geram.
Lalu setelah itu ia tutup teleponnya dan ia menghembuskan napasnya beberapa kali membuang rasa marah dan kesal dari hatinya.
Aria pun menatap pada Anita yang dari tadi mendengarkan pembicaraan Aria dan Baskoro.
" Mas sudah.. dari pada ribut dan marah, lebih baik kita iklas kan saja.
Percuma bicara pada orang yang sudah tertutup pintu hatinya karena dendam. " kata Anita mengelus pundak Aria.
" Ya sayang.. mas sudah iklaskan kok. Biar saja, uang bisa di cari. Yang terpenting kita tidak ikut ribut hanta gara- gara dia.
Aku hanya tidak percaya Baskoro mengelak semua itu.
Dulu sifatnya tidak begitu.
Sekarang kita akan pikirkan Antony yang sedang kasmaran dengan Ranny anak si Baskoro " kata Aria .
" Kita selidiki dulu saja mas, apakah sifat Ranny seperti Baskoro atau tidak.
Mudahan tidak sama dengan sifat Baskoro.
__ADS_1
Kasihan Antony bila kita larang tanpa kita melakukan pendekatan dulu pada Ranny untuk mengetahuinya. " kata Anita.
Aria menganggukkan kepalanya tanda setuju dan tersenyum pada Anita.