
Segala persiapan telah selesai. Hari yang telah ditentukan tiba. Lena dan Sari sibuk mempersiapkan semuanya.
Besok adalah hari yang dinanti oleh Aria dan Mira. Hari di mana mereka berdua akan menyatukan cinta dan janji suci mereka.
Aria sudah tak sabar untuk menanti hari esok Rasa di hatinya sangat bahagia dapat mempersunting Mira menjadi istrinya besok.
Malam itu keluarga Aria berkumpul. Tampak Rossa pun baru saja datang dari bandara setelah menempuh perjalanan cukup melelahkan dari Singapura.
Lena sedang berbincang- bincang dengan Rossa.
" Rossa.. kamu diundang oleh Aria datang ke sini ?" tanya Lena.
" Iya ma, waktu itu Antony telepon memberitahu Aria akan menikah. Waktu Rossa telepon,
Aria mengiyakan ma," sahut Rossa.
Rossa sudah terbiasa memanggil mama pada Lena sejak masih ada Anita dulu.
" Ya.. jodohnya Aria setelah Anita itu ya Mira, kamu sebagai saudara harus mendukungnya, kebahagiaan Aria ya pasti kebahagiaan kita semua. Biarkan Aria bahagia setelah sekian waktu dulu ia bersedih ditinggal Anita. Tak bisa ia bersedih terus, waktu tetap berjalan, Aria harus menemukan kebahagiaannya. " kata Lena menatap Rossa.
Lena bukannya tidak tahu Rossa jatuh cinta dari dulu pada Aria, hanya memang nasibnya tidak bagus Aria tak pernah mencintainya.
" Rossa kamu mengertikan maksud mama barusan ?" tanya nya tegas serta menatap tajam Rossa.
Rossa yang tak bisa berbuat sesuai dengan rencananya hanya mengangguk tanpa kata. Ia tak bisa menggagalkan pernikahan Aria dan Mira karena semua keluarga melindungi Aria dan Mira sehingga Rossa harus tersenyum pahit melihat Aria dan Mira bahagia.
Bahkan sampai acara selesaipun mereka tetap berjaga- jaga dan melindungi Aria dan Mira dari incaran Rossa.
Rossa yang menyadari itu tak dapat berbuat apa- apa selain duduk diam menyaksikan acara bahagia mereka sampai selesai.
__ADS_1
Tangan Rossa terkepal erat, ia marah dengan keadaan yang ada, tetapi ia tak punya keberanian untuk menghancurkan pernikahan Aria dan Mira.
Tamu undangan mulai satu persatu pulang, sekarang yang tinggal hanya keluarga dan kerabat saja. Aria senang sudah dapat melaksanakan pernikahannya dengan lancar sampai akhir.
Tadinya ia kuatir dengan Rossa, ia takut Rossa buat ulah yang dapat menggagalkan rencananya Tapi ternyata mama Lena dan semua keluarga dapat melindunginya sehingga tak terjadi kekacauan dan Rossa tak berkutik
Karena tak ada lagi yang dapat Rossa kerjakan, maka ia pun pamit pulang. Ia tak mau bermalam di rumah Aria. Hatinya masih panas melihat kenesraan mereka berdua.
" Mama Lena dan papa, aku pamit pulang ya, " kata Rossa .
" Baiklah Rossa, mama hanya akan bilang padamu, biarkan Aria bahagia, Anita sudah bahagia di atas sana, daripada menderita sakit. Aria sudah membuktikan cintanya pada Anita dengan terus bersedih selama 2 tahun lebih, mendidik dan membesarkan Antony sendiri, sekarang ia sudah mendapat kebahagiaannya, jadi kamu relakan ya, mama juga ingin lihat kamu bahagia Rossa, carilah pria yang cocok denganmu, lupakan Aria, cintanya bukan untukmu, percuma kamu kejar teruspun Aria tak kan menoleh padamu karena ia sudah punya pilihan, Mira yang sifat dan sikapnya mirip Anita bagi Aria. Aria tulus mencintai Mira. Kamu harus terima ya Ross," kata mama panjang lebar memberi nasehat dan arahan .
Rossa meneteskan air mata. Ia sebenarnya tak siap menerima semua yang terjadi. Sampai saat ini ia nasih mengharap Aria. Tapi ia harus menerima kenyataan.
" Ya mama, Rossa akan berusaha melupakan Aria. Mungkin Aria bukan jodoh yang diberikan Tuhan untuk Rossa. Aku sedih ma, jujur sakit hatiku melihat Aria memilih wanita lain dibandingkan aku yang sudah sejak kuliah mencintainya. Aku harus rela 2 kali melihat pria yang kucintai menikah bukan dengan diriku, tapi demii kebahagiaannya aku harus rela ma," katanya dengan menangis tersedu- sedu. Ia tak kuat dengan semua itu.
Mama Lena yang mendengar itu menjadi terharu lalu memeluk Rossa. Rossa menumpahkan semua yang dihatinya pada mama Lena.
" Baik ma, aku sudah merasa lega sekarang. Aku janji tidak akan mengganggu kehidupan mereka, karena bagiku kebahagiaan Aria itu juga kebahagiianku.
Aku akan membuang kontak Aria dari ponselku untuk aku melupakan Aria, dan aku tidak akan datang ke Indonesia dalam waktu lama agar aku dapat mengobati luka hatiku . Doakan aku mendapat jodoh yang terbaik di sana ya ma," kata Rossa seraya menatap Lena dengan uraian air mata.
Lena mengangguk lalu memeluk Rossa sekali lagi sambil mengelus rambut ikalnya Rossa.
Rossa pun meninggalkan rumah Aria setelah pamit pada Aria dan Mira.
Ia bertekad akan pergi jauh tak akan melihat atau mendengar lagi nama Aria.
Aria dan Mira sedang merasakan kebahagiaan. Dari tadi mereka tersenyum saling menatap dan berpegangan tangan. Mira merasakan kebahagiaan sama seperti dengan di awal pernikahannya bersama Bagas dulu.
__ADS_1
Ia berharap ini kebahagiaan terakhirnya yang akan membuat hari- harinya bahagia. Ia akan merasakan apa artinya mencintai yang sesungguhnya.
Malam harinya Aria benar- benar memperlakukannya dengan lembut, Mira terbuai oleh kenyamanan dan sikap Aria yang sangat baik padanya.
Meski pertama Mira merasa canggung, tetapi karena sikap Aria membuat Mira merasa nyaman.
Dan mereka pun melakukannya beberapa kali. Sampai Mira kelelahan.
Esok harinya Mira terbangun dengan tubuh segar, ia lalu bergegas keluar ingin menyiapkan sarapan pagi bagi Aria.
Lena yang melihatnya tersenyum- senyum senang.
Tak lama Aria sudah bangun dan duduk di ruang dapur.
Lena menghampirinya dan mengajak ngobrol anak dan menantunya.
" Aria.. Mira.. mama sudah tenang sekarang, kalian sudah menikah sekarang. Mama akan pulang ke rumah mama ya, karena selama ini mama dan papa bolak balik untuk melihat Antony dan ikut merawatnya. Sekarang ada Mira, jadi mama rasa sudah selesai tugas mama. Kasihan papa kadang sendiri di rumah bila mama di sini.
Mira.. rawatlah Antony sama seperti kamu merawat Yunia. Dekatkan terus Antony pada Yunia agar Antony mempunyai rasa sayang pada adiknya ini. Kamu harus adil Aria dan Mira pada anak- anak kalian ya, mama berharap ini pernikahan terakhir kalian dan semoga bahagia terus sampai tua ya," kata Lena seraya menatap Aria dan Mira.
" Baik ma, bila itu yang mama katakan Aria akan penuhi keinginan mama, Mira pun pasti akan berusaha menyayangi Antony. Nanti Aria akan sering main ke tempat mama ya," kata Aria seraya bangkit dan memeluk mamanya.
Mira pun mendekati, mencium tangan mama Lena dan tersenyum pada mama.
" Ya ma, Mira akan merawat dan menyayangi Antony sama seperti kasih sayang Mira pada Yunia. Mereka harta yang berharga yang diberikan pada saya dan saya harus menjaganya dengan sebaik- baiknya." sahut Mira.
Aria mendekati Mira lalu ia mencium kening Mira dengan mesra.
Ia yakin tak salah memilih Mira menjadi ratu di hatinya pengganti Anita yang sangat ia cintai.
__ADS_1
***