Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka
Bab. 151. Bagas Terkejut


__ADS_3

Desi menyelesaikan semua tugasnya sepanjang hari hingga malam menjelang.


Ia tak pedulikan perutnya yang lapar meminta diisi.


Yang ada di pikirannya hanya bagaimana menyelesaikan semuanya hari dan malam ini.


Pak Andi sudah memecatnya jadi lebih baik ia bersiap untuk lebih sabar dan tanggung jawabnya sebagai staff pemasaran dia selesaikan sebaik- baiknya.


Tepat pukul 10 malam semua yang ia kerjakan sudah selesai.


Ia merasa bersyukur walau tubuhnya terasa penat dan letih.


Ia merapikan semua berkas yang ada dan berjalan menuju ruangan pak Andi.


Tadi dia berpesan pada bagian kebersihan kantor untuk tidak mengunci dulu ruangan pak Andi .


Ia pun meletakkan map berkas pekerjaannya di atas meja pak Andi dan tak lupa ia pun menaruh di bawahnya berkas pengunduran dirinya dari perusahaan.


Setelah itu Desi pun keluar dari ruangan pak Andi dengan menghela napas berat.


Ia sangat menyesal dengan segala yang terjadi, tetapi apa boleh buat ia harus bertanggung jawab dalam hal ini.


Ia pun menyusuri kantor dengan hati yang sesak.


Selama ini gaji sebagai staff pemasaran membuatnya senang.


Ia dapat membantu perekonomian keluarganya, sehingga kondis ini membuatnya sedikit terguncang.


Ia harus mulai mengatur ulang keuangannya sebelum ia mendapat pekerjaan baru sehingga keluarganya tidak terlalu terdampak terguncang perekonomiannya bila ia belum mampu membiayai keluarganya lagi.


Ia pun keluar dari kantor itu dengan kepala yang tertunduk dan langkah gontai.


Banyak yang akan dipikirkannya.


Hatinya sedih, baru merasakan sesuatu yang di dapat dengan usahanya dan sangat menunjang perekonomiannya, sekarang harus bingung lagi memikirkannya.


Pak Kosim satpam perusahaan itu melihat dengan heran pada Desi.


Gadis ini dikenal oleh pak Kosim sebagai seorang wanita yang energik, periang dan cerdas.


Tetapi malam itu ia melihat Desi melangkah keluar dari kantor dengan lesu dan air mata berlinang di pipinya.


Pak Kosim merasa kasihan melihatnya dan sempat berpikir yang jelek sesuatu sudah terjadi pada diri Desi.


Karena itu dia menghampiri Desi dengan cemas.


" Mbak Desi ada apa ? Kenapa menangis ?" tanya nya heran.


Desi hanya terdiam, menoleh sebentar pada pak Kosim lalu melangkah menjauh dari pak Kosim.

__ADS_1


Pak Kosim menggelengkan kepalanya, ada iba di hatinya dan ingin tahu tetapi Desi tak memberi kesempatan untuk pak Kosim mendapat penjelasan darinya.


Akhirnya pak Kosim juga terdiam.


Ia hanya melihat Desi semakin jauh melangkah keluar dari kantor itu.


Pagi itu suasana di kantor terlihat sibuk, masing- masing orang sibuk dengan tugas dan tanggungjawabnya.


Pak Bagas hari ini akan bertemu dengan staff dan kepala bagian pemasaran.karena omset perusahaan dalam 6 bulan terakhir menurun.


Bagas akan meeting dengan seluruh divisi pemasaran untuk mengetahui apa yang menyebabkan kendala omset turun.


Setelah seluruh staff dan kepala bagian kumpul, maka Bagas pun masuk.


Ada kecemasan di wajah pak Andi karena salah satu staff nya yang belum hadir yaitu Desi.


Sudah berkali- kali Ina sahabatnya menelepon Desi tetapi ponselnya tidak aktif.


Ina pun heran mengapa Desi terlambat datang padahal kemarin sudah diumumkan akan ada rapat penting.


" Pak Andi, kita akan mulai meeting ini." kata Bagas.


Pak Andi pun mengangguk setuju.


"Saya ingin bertanya pada pak Andi, ada kendala apa di bagian pemasaran sampai omset kita menurun tajam ? " tanya Bagas menatap Andi.


" Sebelumnya saya mohon maaf pak, kendala di bagian pemasaran itu beragam.


Saya sudah menggiatkan para bawahan saya untuk promosi, dan rata- rata mereka menjalankan semua perintah saya pak, hanya.. ada kesalahan pak dalam hal promosi barang kita sehingga konsumen tidak jadi membelinya pak. " kata pak Andi .


" Kesalahan dalam hal promosi ? maksudnya apa pak Andi ?" tanya Bagas heran.


" Begini pak, saya itu menyuruh staff saya untuk mempromosikan barang kita tiap 2 bulan sekali beda promonya pak .


Dan promo 6 bulan ini, perusahaan yang membeli barang kita sebanyak - banyaknya maka akan mendapatkan diskon 20 %, khusus untuk pembelian yang kami promokan pak. " kata Andi menjelaskan.


" Lalu di mana salahnya yang bapak sebut kesalahan promo ?" tanya Bagas heran .


" Kesalahannya karena karyawan saya menjual promo itu bukan 20 % tetapi 50 % selama ini.


Sehingga perusahaan kita merugi pak. " kata Andi seraya menunduk.


" Apa ... !! Bagaimana bisa seperti itu pak Andi??


Kenapa anda teledor seperti itu? Mengapa anda tidak cek ke lapangan ??


Siapa orang yang menjualnya ? Mengapa tidak anda training dulu sebelum dia menasarkannya?" tanya Bagas marah.


" Siapa orangnya pak ? Saya akan menanyakan langsung padanya di meeting ini, agar kita bisa temukan kesalahannya serta memperbaikinya untuk selanjutnya. " kata Bagas seraya menatap tajam pak Andi.

__ADS_1


" Maaf pak, anak buah saya yang menjualnya hari ini tak masuk kerja.


Tadi saya sudah cari dan telepon orangnya tetapi tidak aktif ponselnya.


Mohon maaf pak atas kelalaian dan keteledoran saya.


Saya janji akan memperbaikinya. " kata pak Andi dengan raut wajah kesal.


" Anak buah bapak itu apa tidak pernah bapak kasih tahu dan traning dulu sebelum memasarkannya kah ? Sampai bisa teledor seperti itu menyebabkan kerugian perusahaan.


Saya anggap bapak salah di sini, karena tidak memantau anak buah dalam memasarkan barang. " sahut Bagas masih dengan nada marah.


" Coba beri sanksi untuk anak buah bapak, jangan diam saja, nanti bila rugi terus bapak saya pecat karena saya anggap bapak tidak becus mengatur di divisi pemasaran perusahaan. " kata Bagas tegas.


Pak Andi tertunduk. Wajahnya merah menahan malu dan marah.


Ia marah pada anak buahnya yang teledor dan tidak meminta persetujyannya dulu dalam memasarkan barang promo.


Ingin ia melihat anak buahnya di marahi bahkan di pecat saat itu oleh bosnya, pak Bagas, tetapi sayang anak buahnya tidak masuk kerja hari ini tanpa ia tahu apa alasannya


" Siapa anak buah pak Andi yang teledor itu namanya, yang bapak bilang tidak masuk kerja? Apa alasannya tidak masuk kerja?" tanya Bagas lagi.


" Saya belum cek alasan dia tidak masuk pak, Ini teman dekatnya pun dari tadi sebelum meeting meneleponnya terus, tetapi ponselnya tidak aktif dan tidak ada pesan yang masuk di ponselnya.


Jadi kami belum tahu alasannya tidak masuk kerja hari ini. " kata pak Andi .


" Anda itu kerjanya seperti apa ya pak Andi? Saya sungguh kecewa dengan hasil kerja bapak 6 bulan ini.


Saya minta bapak tanya orang itu dan pecat dia ketika masuk kembali.


Saya tidak mau perusahaan saya bangkrut hanya karena kesalahan fatal seperti ini.


Lain kali bagian personalia, bila menerima karyawan harus lebih seleksi ya, jangan asal terima. Kalian saya percaya untuk hal ini malah memnbuat rugi perusahaan. Saya kecewa !" kata Bagas marah.


" Mohon maaf sekali kagi. Nanti saya segera akan memecat Desi pak.


Saya akan meminta pertanggungjawabannya yang membuat perusahaan merugi seperti ini. " kata Andi menunduk lagi.


Hatinya sungguh geram dan ia ingin membuat Desi keluar hari ini juga dari perusahaan.


" Apa ... Desi ?? Desi yang pernah memaki saya itu ? Desi yang tidak menuruti aturan di sini ? " tanya Bagas kaget.


" Iya pak, itu Desi yang keaalahan promo, karena itu saya akan langsung pecat dia hari ini. " kata pak Andi.


Bagas menggelengkan kepalanya karena terkejut mendengar nama Desi yang memvuat perusahaannya merugi.


Tidak ada alasan baginya untuk menahan orang itu di perusahaannya .


Gadis itu selalu membuat masalah. Lihat saja nanti, kamu akan menyesal hari ini.

__ADS_1


Batin Bagas berkata..


***


__ADS_2