Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka
Bab. 90. Aria Mulai Dekat


__ADS_3

Lena merasa senang akhirnya Aria mulai membuka perhatiannya walau sedikit pada wanita.


Dan wanita yang sepertinya dapat membuka pintu hatinya mungkin Mira, dan Lena berharap itu.


Di pagi hari Minggu Lena ingin berjalan- jalan di taman, ia membangunkan Antony agar dapat membujuk papanya jalan- jalan. Lena ingin berolahraga berjalan kaki di taman tak jauh dari kompleks rumah mereka.


" Antony, cucu oma yang ganteng, bangun nak, kita jalan- jalan yuk, nanti oma belikan es krim yang enak," kata Lena mengusik tidur cucunya yang nyenyak.


" Oma.. ini masih pagi, Tony masih ngantuk oma," katanya manja.


" Mau es krim nggak? kata omanya lagi.


" Tony sudah besar oma, bukan anak kecil lagi," jawabnya kesal sembari menarik selimut menutupi wajahnya.


" Terserah Tony mau apa nanti oma kasih, asal bangunin papa, oma mau jalan- jalan sama papa," katanya.


" Benar oma? terserah Tony mau apa boleh ?" tanyanya.


" Iya, ayo cepat nanti keburu siang," kata Lena .


Tony pun lalu bangun dan pergi ke kamar papanya.


Tok tok tok


Tony mengetuk kamar papanya.


" Pa... sudah bangun belum?" tanya Tony seraya membuka pintu kamar.


" Hmm ada apa Tony.. ini masih pagi, sini tidur lagi dekat papa," sahutnya seraya memejamkan matanya lagi.


" Pa .. bangun.. kita jalan - jalan.. oma pengen jalan - jalan tuh," katanya seraya memeluk papanya.


" Oma atau Tony yang mau jalan- jalan?" tanyanya heran.


" Oma pa, tapi oma nggak berani bangunin papa, jadi Tony deh yang di suruh," katanya cemberut.


" Tumben kamu mau di suruh oma bangunin papa, oma janjikan apa sama kamu heh?" tanya Aria tertawa.


" Oma bilang terserah Tony pa..." jawab Tony tertawa.


Aria langsung menggeleng- gelengkan kepala dan tersenyum, diusapnya kepala anak semata wayangnya dengan penuh kasih.


" Ya sudah, papa mau mandi dulu, suruh oma siap2 ya," katanya seraya bangun dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi.


Tony keluar dan melihat omanya yang menunggu di depan kamar.


Tony mengangguk dan berkata," Sip oma, papa lagi mandi, oma di suruh siap- siap," katanya .


Lena pun bergegas ke kamarnya untuk bersiap- siap.


Tak lama mereka pun berangkat untuk berjalan- jalan di taman yang berada tak jauh dari kompleks perumahan elit mereka.


Mereka berjalan kaki seraya bercerita dan bergurau, setelah beberapa kali putaran Lena terduduk kecapean. Aria dan Tony pun akhirnya duduk.

__ADS_1


" Pa.. lapar.. " rengek Tony.


" Masa anak papa baru 2 putaran sudah lapar, ini papa aja 4 putaran belum lapar," kata Aria.


" Lapar pa, ayo beli bubur di langganan oma pa, " katanya lagi.


" Jauh Tony, masa kita jalan kaki, itu di luar kompleks dan kita harus pakai mobil," kata Aria.


" Telepon saja Rasyid, Aria, suruh jemput kita di sini, mama pun kalau jalan kaki pulang nngak sanggup, cape, " kata Lena.


" Mama ini, yang mau jalan- jalan kan? sudahnya Aria yang harus telepon Rasyid untuk jemput, itu bukan olah raga namanya ma," sahut Aria tertawa.


" Rasyid.. kamu jemput kami di taman kompleks ya," kata Aria berkata di telepon pada saat Rasyid menjawab.


" Baik tuan segera," katanya.


Tak lama Rasyid datang dengan mobil, mereka pun pergi untuk membeli bubur di langganan Lena.


Sesampainya di sana, banyak orang mengantri makan di tempat, bubur ini sangat enak sehingga tak heran.banyak orang yang membelinya.


Setelah makan Tony menagih janji pada omanya.


Ia ingin jalan- jalan ke mall dan membeli peralatan untuk main game.


Ya Tony senang main game, apalagi bila libur, tetapi bila sekolah dan banyak tugas maka tidak diperbolehkan oleh Aria untuk main game.


" Aria, apa kita langsung ke mall atau nanti sore saja kita pergi lagi, ini mama sudah di tagih janji oleh anakmu," kata Lena.


" Nanti malam saja ma, sekalian kita keliling kota Semarang di waktu malam, sudah lama Aria tak lakukan, dulu sering bersama Anita," katanya sambil matanya menerawang jauh mengingat itu semua.


Sementara itu dikediaman Mira


Neni sedang melipat baju Yunia yang baru di angkat dari jemuran.


Ia melihat Mira sedang menulis sesuatu di meja, lalu ia menghampiri Mira.


" Bu.. permisi mau kasih tahu, ini baju sehari- hari Yunia sudah banyak yang kekecilan, mungkin sudah harus beli bu," katanya


" Oh ya Neni, untung kamu ingatkan ibu, nanti malam kita ke mall cari bajunya sekalian kalau ada kebutuhan yang lain kita beli," kata Mira.


" Baik bu," jawabnya.


Sari keluar dari kamar dan menghampiri Mira, lalu bertanya," Ada apa Mir, mau kemana nanti malam?, " sahutnya.


" Mau ke mall bu, Neni baru bilang baju Yunia banyak yang sudah tidak muat,ibu mau ikut ?" tanyanya.


" Yunia sudah mulai gemuk ya bu, sudah banyak makan sekarang," kata Mira.


" Iya,.. ibu ikut saja Mir sekalian jalan- jalan sama ayahmu juga," sahut ibu.


Mira mengangguk dan tersenyum.


Malam itu sekitar jam 7 malam Mira, Neni dan ayah ibunya pergi ke mall terbesar di kota Semarang.

__ADS_1


Demikian juga di tempat lain Aria dan keluarganya juga berangkat ke mall yang sama untuk membeli peralatan game Antony.


Sesampainya di sana, masing- masing keluarga mencari yang di butuhkannya.


Mira banyak membeli baju Yunia dan ia mempergunakan uang yang diberi oleh Bagas dan orangtua Bagas untuk membeli kebutuhan Yunia.


Setelah cape berkeliling, Mira mengajak untuk makan malam di counter food, mereka memesannya.


Begitupun Aria dan keluarga, setelah membeli semua kebutuhan Tony, mereka pun makan malam di counter food.


Setelah memesan, maka Aria pun harus membayar terlebih dahulu, pada saat ingin membayar matanya tertuju pada sosok yang akhir- akhir ini dia kenali, ia langsung menyapanya," Mbak Mira, lagi jalan- jalan juga ?" tanyanya dengan riang.


Mira menoleh karena ada yang memanggil namanya," Oh iya pak Aria, " katanya kaget.


Mereka pun saling bertegur sapa sebentar, lalu kembali ke tempat duduk masing- masing.


Aria mulai makan, tetapi matanya kadang mencuri pandang pada seseorang. Itu tak luput dari perhatian Lena.


" Kamu lihat siapa Aria?" tanya Lena heran.


" Itu ma, orang yang mama pesan katering, yang kata mama masakannya enak, namanya Mira ma," kata Aria seraya meliriknya lagi.


Lena senang, ia melihat dengan langsung bagaimana Aria menunjukkan ketertarikannya pada Mira.


Hatinya gembira, Aria sudah melupakan kesedihannya dan mulai tertarik pada wanita kembali.


" Nanti sebelum kita pulang, kenalkan mama dengannya, ternyata selain masakannya enak, orangnya juga menarik," kata Lena melirik Aria.


Aria tertunduk lalu tersenyum.


Tak lama terlihat keluarga Mira sudah selesai dan beranjak dari kursi.


Dengan cepat Aria menghampirinya dan berkata," Mira.. itu mama ku yang sangat menyukai masakanmu," kata Bagas menunjuk mamanya yang sedang berjalan ke arahnya.


" Halo Mira,.. kamu yang punya katering Ayu itu ya, " sapa Lena.


" Hai tante, iya, tante suka masakanku ya," tanya Mira.


" Iya, masakanmu enak loh, tante suka banget, mudahan terus jadi langganan kamu ya," harap Lena.


" Makasih tante semoga seterusnya masakan saya dapat tante nikmati," katanya tanpa sadar berucap itu.


" Seterusnya? wah apa bisa nih untuk masak di rumah aja nemani tante?" kata Lena tertawa.


" Maaf tante bukan begitu maksud saya," kata Mira tertunduk malu.


Aria semakin gemas melihat Mira tertunduk malu..


" Kenalkan ini ibu dan ayah saya tante, " katanya mengenalkan mereka.


" Ya .. ini sudah malam, kita harus berpisah, tetapi saya senang dengan perjumpaan ini, kapan- kapan main ke rumah tante ya," sahutnya.


" Baik tante, terima kasih, selamat malam," ujar Mira membawa keluarganya lebih dahulu pulang.

__ADS_1


Aria sangat senang bertemu Mira, wajahnya pun berseri- seri tanda ketertarikannya pada Mira. Ia berharap semakin dekat dengan Mira.


***


__ADS_2