Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka
Bab. 80 . Bagas Bicara Dengan Mira


__ADS_3

Bagas memikirkan semua omongan dari papanya, ia bertekad akan mencari waktu bicara dengan Mira.


Ia sebenarnya bukan sibuk, itu hanya alasan yang di buat Bagas ketika di tanya papanya.


Ia sebenarnya belum siap bertemu Mira karena ia tak mau mendengar kata pisah bila Mira sudah tak menginginkannya.


Ia tak mau pisah dengan Mira. Mira adalah cintanya ketika ia terpuruk Mira dapat membuatnya bangkit.


Tetapi ia pula yang akhirnya membuat luka di hati Mira.


Malam itu ia sedang berada di rumah Intan, ia terlihat banyak merenung. Intan yang melihatnya menghampirinya lalu bermanja- manja dengan Bagas.


" Mas... kenapa? Ada yang dipikirkan?" tanyanya.


" Nggak, aku cape saja sayang, katanya.


" Mas.. coba kamu pegang perutku, ini sudah mulai bergerak anak kita, aku senang sekali, tak sabar menunggu calon bayi kita lahir mas, " kata Intan memeluk Bagas.


" Kamu jaga baik- baik ya sayang, anak kita," sahut Bagas mencium bibir Intan sekilas.


Intan pun lantas mencium balik. Ia selama ini sabar menunggu reaksi Bagas yang lama tak mencumbunya. Ia sudah pendam hasratnya beberapa hari, karena ia melihat Bagas yang sangat terpuruk dengan masalah Mira dan papanya.


Bagas melihat Intan yang sangat agresif, maka ia pun menuntun Intan ke kamar dan mereka pun malam itu menuntaskan hasrat terpendamnya.


Setelah selesai, Bagas pun keluar kamar dan duduk di teras depan. Ia sebenarnya tak ingin lagi mengulangi itu, tetapi pesona Intan dan dorongan kebutuhannya yang membuat ia terus dan terus melakukannya.


Ia akan menghubungi dan bicara dengan Mira secepatnya.


Ia tak mungkin terus diam karena Intan pun sudah mulai terlihat perutnya.


Tapi rasa sayang dengan Intan pun tak dapat ia sembunyikan. Ia tak ingin calon bayinya tak ada ayahnya ketika lahir.


Mungkin bila Mira dapat menerima Intan sebagai sirinya, maka Bagas akan bersikap adil pada keduanya.


Ia masih tetap mencintai Mira, tetapi ia tak dapat juga melepas Intan.


Hari ini hari Minggu, Bagas berniat untuk datang menemui Mira dan Yunia. Sudah 1 bulan ia tak melihat Yunia.


Di pacunya mobil menuju rumah ibunya Mira.


Tak lama ia sudah berada di depan rumah.


Di ketuknya pintu dan ia menunggu.

__ADS_1


Tok tok tok


Ada yang membuka pintu, ia melihat siapa yang membukanya. Ternyata Ibu Mira sudah berada di depannya.


" Selamat pagi bu, apa kabar?" tanyanya sopan.


" Oh kamu Bagas, kabar ibu baik. Ada apa Gas, kamu mau bertemu Mira ya?" tanyanya.


" Iya bu, saya kangen dengan Yunia bu," sahutnya.


" Miranya ada bu, boleh saya bicara dengannya bu?" sahutnya lagi.


" Ada. Nanti ibu suruh keluar menemuimu ya," kata Sari.


" Baik bu, terima kasih, " jawabnya.


Sari pun masuk ke dalam, sebelum masuk ke kamar Mira, ia menyuruh Neni untuk membawa Yunia ke depan menemui ayahnya.


Neni membawa Yunia keluar menemui Bagas.


" Pak, ini Yunia, " katanya sopan.


Bagas yang melihat Yunia langsung mengambil dari tangan Neni dan menggendongnya.


Neni pun yang melihatnya terharu.


Sementara itu, Sari masuk ke kamar Mira, dilihatnya Mira sedang menyisir rambutnya. Ia tampak segar sehabis mandi.


" Mira.. segar sekali kamu, ibu senang melihat kamu yang sudah banyak perubahan," katanya.


" Ya bu," sahut Mira tersenyum.


" Mira.. ada Bagas di luar, ia ingin bicara padamu, bicaralah nak tak baik saling mendiamkan, itu tak menyelesaikan masalah, ingat yang ibu kemarin bicara, jangan pertahankan ego bila masih ada jalan keluar, semua lakukan untuk Yunia, anakmu, ia butuh perhatian orangtuanya,"kata ibu sambil tersenyum.


Mira terdiam, ada rasa malas dan tak ingin menemui suaminya itu, ia tak mau melihatnya dan mendengarnya, karena bila ia melihatnya maka akan terbayang bagaimana suaminya memperlakukan selingkuhannya dengan mesra.


Ia masih terasa sakit bila mendengar Bagas memohon minta maaf padanya, tetapi di luar sana suaminya merasa tidak bersalah.


" Temui dulu nak, lihat dan dengar apa maksud suamimu datang ke sini, dari situ kamu bisa ambil kesimpulan dan putuskan yang terbaik, kata ibu seraya mengelus rambut Mira.


Mira pun akhirnya keluar untuk menemui Bagas, suaminya. Ia mendengar dari dalam rumah Bagas yang sedang bersenda gurau dengan Yunia.


Terdengar tawa anaknya memecah kesunyian di pagi itu.

__ADS_1


Bagas merasa terhibur mendengar Yunia yang tertawa senang.


Mira keluar dan duduk di depan Bagas. Neni yang melihat itu lalu berinisiatif membawa Yunia ke dalam.


Saat itu tinggal mereka berdua, saling berdiam dan menatap ke arah lain.


Bagas lalu memulai pembicaraan," Mira, apa kabarmu?" tanyanya.


" Baik," jawab Mira datar.


" Mas, senang melihatmu lagi, senang melihat kamu baik- baik saja," sahut Bagas seraya mengamati Mira.


" Ada apa mas kemari, langsung saja tidak usah basa- basi mas," katanya seraya menatap ke arah lain.


" Mas kangen Yunia dan ingin melihatmu Mira," katanya.


" Mas sudah lihat aku baik- baik saja dan sudah melepas kangen dengan Yunia, itu sudah cukup kan mas, cepat pulang nanti di cari oleh wanita simpananmu," kata Mira ketus.


Ada yang sakit didadanya mendengar Mira menyebut wanita simpanan.


" Mira, mas datang ke sini tidak untuk berdebat atau bertengkar, mas ke sini karena memang kangen denganmu dan Yunia, itu saja," katanya.


" Hanya itu? bohong kamu mas, pasti ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau disampaikan, tidak usah jaga image depanku," katanya kembali ketus.


" Baiklah Mira,kamu tidak bisa diajak bicara baik- baik, selalu ketus bila aku yang bicara, aku langsung pada intinya saja," kata Bagas mulai naik nada suaranya.


" Sebelum nya aku mohon maaf kembali padamu atas perbuatanmu yang menyakiti hatimu, aku hanya ingin tanya apakah masih ada kesempatan bagiku untuk balik kembali bersamamu dan Yunia.


Aku memikirkan Yunia, dia harus bahagia tanpa harus melihat dan.mendengar pertengkaran kita orangtuanya," kata Bagas.


' Aku tidak memaksa padamu Mira, bila kamu nyaman dengan keadaanmu sekarang aku tidak dapat bicara apapun.


Bila kamu ingin kita membesarkan Yunia bersama, kembalilah padaku Mir," katanya.


Mira terdiam, rasa sakit di dada masih terasa.


Bagas menunggu jawaban Mira sampai alhirnya Mira berkata," Sekarang aku masih memikirkan bagaimana tentang Yunia mas, aku belum dapat memberi jawaban pada mu saat ini, temui aku 2 minggu lagi, di situ aku akan memberi jawaban apa aku akan kembali padamu atau aku akan pergi jauh darimu," katanya.


Bagas merenung lalu ia berkata," Baiklah Mira aku akan menunggu dalam 2 minggu ini, apapun jawabanmu aku akan menerimanya dengan iklas," sahutnya.


" Baik mas, bila tidak ada lagi yang hendak dibicarakan, aku akan masuk kembali ke dalam, terima kasih sudah melihat dan bermain dengan Yunia," katanya seraya berdiri dan bergegas masuk.


Bagas tertegun melihat sikap Mira yang sangat jauh dari pemikirannya. Mira telah banyak berubah menjadi pribadi yang sulit dikenali lagi oleh Bagas.

__ADS_1


__ADS_2