
Antony hari ini sangat senang karena diperbolehkan oleh orangtuanya menemui kekasihnya.
Ya Ranny adalah kekasih Antony semasa mereka sekolah dulu.
Antony dulu menolong Ranny yang dibully oleh teman sekelasnya yang sangat cinta pada Antony, tetapi itu tak membuat bergeming Antony padanya.
Ia sangat tertarik dan kasihan pada Ranny yang ketakutan dan timbul rasa ingin melindunginya.
Sejak kejadian itu Tony selalu menyimpan rasa pada Ranny, tetapi karena ingat aturan dari papanya, ia baru menyatakan cintanya pada Ranny setelah lulus sekolah.
Bak gayung bersambut Ranny pun menerimanya dan mereka pun menjalaninya dengan cara LDR, karena Ranny masih kelas 3 SMA sekarang
Antony bersiap untuk berangkat. Ia terlihat senang akan berjumpa dengan Ranny.
Sengaja ia memilih tempat yang bagus agar suasananya terkesan romantis.
Sebelum masuk mobil ia menelepon Ranny.
" Halo Ranny.. kamu sudah siap? Aku berangkat sekarang ya . Kita akan makan malam berdua di suatu tempat yang romantis. " kata Tony lembut.
" Ya, aku sudah siap. Tinggal tunggu kamu jemput," kata Ranny .
Maka Antony pun berangkat.
Ia menjalankan mobilnya dengan santai, terdengar musik mengalun lembut membuat hati Tony tak sabar untuk cepat menjumpai kekasih hatinya.
Sesampainya di rumah Ranny, Antony terlihat berbincang sebentar dengan orangtua Ranny.
Mereka senang melihat Antpny yang kaya raya mau berteman dengan Ranny yang dari leluarga sederhana.
" Pak, Bu, saya ijin pergi dengan Ranny dulu untuk makan malam. Nanti setelah makan malam kami langsung pulang bu," kata Antony sopan.
" Baik nak, silahkan. " kata ayah Ranny tersenyum.
Maka merekapun pergi dengan hati senang.
Antony membawa Ranny makan di sebuah hotel berbintang yang ternama di kotanya. Dan ia ingin memberi surprise pada Ranny.
Sesampainya di hotel itu Ranny mendadak ragu untuk turun.
Antony heran melihat Ranny yang sudah dua kali diajak turun tapi diam saja tak bergeming.
" Sayang kenapa tidak mau turun? Ada apa ? Kamu sakit kah ?" tanya Antony dengan wajah heran menatap Ranny.
Ranny hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali lalu terdiam.
__ADS_1
Hanya matanya saja yang gelisah. Bola matanya terlihat betapa takut dirinya.
Antony bingung melihatnya.
" Ranny kamu kenapa seperti orang ketakutan. Jawab aku Ranny jangan kamu diam saja ! " tanya Antony dengan tegas dan nada kesal karena Ranny hanya terdiam.
" Kalau kamu tidak mau menjawab, kita pulang saja," kata Antony mulai masuk mobil lagi.
" Antony.. jangan pulang.. aku hanya takut," akhirnya Ranny berbicara.
" Takut kenapa?" tanya Antony.
" Tadi kamu mau bawa aku makan, tetapi kenapa sekarang kamu bawa aku ke hotel ?" tanya Ranny dengan mimik muka hampir menangis.
Antony yang mendengar itu langsung tertawa.
Ranny yang melihat Antony tertawa lalu marah.
" Kenapa kamu tertawa? Kamu mau menjebakku kan? Niatmu sudah terbaca olehku maka itu kamu tertawa," kata Ranny marah.
" Ranny... Ranny .. sayangku.. aku tertawa itu bukan karena sudah ketahuan niatku olehmu, tetapi aku tertawa karena ketakutanmu yang membuat pikiranmu aneh," kata Antony masih tertawa.
" Aneh ? Aneh apa maksudmu Tony?" tanya Ranny bingung.
" Dengar ya sayangku.. tempat makan atau restorant itu di hotel juga ada. Malah suasananya lebih romantis di banding di cafe atau restorant.
Aku pun memegang aturan yang sudah diberikan papaku.
Kamu tahukan aku sangat mengikuti aturan papa dari sejak kita sekolah.
Masa aku mau melanggarnya hanya karena aku mengajak kamu makan di hotel.
Atau jangan- jangan kamu yang sudah berpikir buruk tentangku karena aku sekarang kuliah di Singapura?
Walau aku kuliah di sana, tetapi aturan- aturan yang diberikan papa padaku tetap kujalankan dan tidak kulanggar.
Karena itu kamu tak perlu kuatir, walau banyak wanita di sana yang cantik dan menarik, aku tetap memilih kamu di hatiku, karena aku mencintaimu tulus dari hatiku, bukan karena harta atau kecantikan." jelas Antony.
Ranny menunduk malu lalu ia menengadahlan wajahnya menatap Antony.
" Maafkan aku Tony, aku sudah menuduh dan mendugamu yang tidak- tidak.
Jujur aku memang takut tadi karena kamu membawaku ke hotel.
Harusnya kamu itu kasih tahu aku dulu, jadi aku tidak salah paham.
__ADS_1
Dan akupun tidak pernah makan di hotel jadi aku tidak tahu ada restorantnya.
Aku berpikir kita akan makan di cafe atau restorant. " jawab Ranny.
" Ya sudah, aku juga minta maaf ya karena tidak memberitahumu dulu. Tadinya aku akan surprise tanpa ku kasih tau tempatnya, tetapi malah kamu yang ketakutan," jawab Antony dengan tertawa seraya mengacak- acak rambut Ranny.
Merekapun lalu tertawa berdua dan Antony langsung menggandeng tangan Ranny masuk ke dalam restaurant yang ada di hotel itu.
Antony pun memesan makanan dan mereka berdua berbincang hati ke hati seraya menunggu pesanan datang.
Tak lama tampak mereka pun bersiap untuk makan ketika makanan itu sudah terhidang di depan mereka.
Ketika mereka selesai makan dan ingin pergi dari restorant di hotel itu, tiba- tiba ada yang memanggil Antony.
" Tony... Antony .. ! serunya dengan riang.
Antony menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya.
Lalu dilihatnya Stella yang berjalan tergesa menghampirinya.
" Hai Antony... bagaimana kabarmu ? Aku dengar kamu kuliah di Singapura ya ? Kok tidak kasih kabar padaku Ton? Kamu sudah lupa padaku ?" tanya Stella dengan muka yang senang.
Antony melihat dan menjawab pertanyaan Stella.
" Aku baik- baik saja, aku memang kuliah di Singapura, dan sekarang lagi libur semester. " katanya .
" Kamu kemari lagi main atau ada janji dengan seseorang ?" tanya Stella seraya menatap terus eajah Antony, pria yang sangat disukai oleh Stella.
" Aku kemari habis makan malam berdua Ranny. Kamu masih ingatkan Ranny ? Gadis yang sering kamu bully. Bila aku tak ada disisinya maka ia habis kamu kerjai sewaktu sekolah dulu," katanya .
" Ranny .. ?? Ranny yang penakut itu ? Ini kamu Ranny itu kan ?" tanya Stella heran melihat Antpny memilih dia dibandingkan dirinya.
" Apa kamu tidak salah memilihkah Antony? Aku yang lebih dari segalanya kamu tidak peduli.
Tetapi dia yang model seperti ini kamu sukai. Di mana matamu Tony?" tanyanya heran.
" Aku memilih dia bukan karena kecantikan atau fisiknya.
Mungkin kamu merasa lebih dari semua orang sehingga kamu lupa ada kecantikan alamiah yang tak dapat orang pungkiri dalam diri seseorang. Itu terpancar bersamaan dengan karakter dan tingkah lakunya yang baik.
Jangan menilai orang dari paras wajahnya atau penampilannya. Itu semua dapat berubah." kata Antony.
Ia lalu menatap Stella dan berkata," Pria itu mencari seseorang wanita tidak harus dari kecantikannya saja, itu bisa berubah sesuai usia. Juga bukan dari fisiknya saja. Jadi tidak usah kamu repot- repot memoles wajahmu Stella. Cukup perbanyak ibadah dan rajin berdoa, serta berbuat baik maka kamu akan lebih baik lagi dibandingkan hari ini. " jelas Antony
Lalu Antony pergi dari hadapan Stella serta menggandeng tangan Ranny keluar dari hotel itu menuju mobilnya.
__ADS_1
***