Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Kau pria terbaik untukku


__ADS_3

Saat itu Jhon dan Billy masih berada diruang tamu apartemen Samantha untuk membicarakan sesuatu dengan serius.


Setelah mendengar permintaan Billy, Samantha segera berlalu pergi membawa Edward bersamanya dan masuk kedalam kamar Edward meninggalkan kedua pria itu.


"Billy, apa kau telah menjalankan perintahku?" tanya Jhon memastikan.


"Of course master, aku telah menyiapkan semua yang telah kau perintahkan."


"Bagus, apa yang sedang Frans Rional lakukan saat ini?"


"Sepertinya sedang menemui dokter yang telah kau siapkan."


"Kapan dia akan kembali?"


"Apa kau membutuhkannya?"


"Tentu, aku sudah tidak sabar ingin membuat Frans Leonardo menyesal dan aku telah berjanji pada Frans Rional jika nyawa Frans Leonardo adalah miliknya. Aku ingin segera mengakhiri permainan ini karena aku sudah ingin melamar Samantha."


"Master jangan kawatir, nanti aku akan mencoba menghubungi Frans Rional."


Jhon hanya mengangguk dan memperhatikan asistennya dengan malas.


"Sudah sana, kau boleh pergi." usirnya.


Billy masih duduk disana, tidak bereaksi,vsepertinya pria itu belum mau pergi.


"Billy, apa lagi yang kau tunggu?" tanya Jhon heran.


"Master, boleh aku bertanya sesuatu?"


"Apa lagi?"


"Bagaimana caramu mendapatkan Ms Samantha?"


"Oh my God,vBilly!" Jhon mengusap wajahnya kesal.


"Apa kau tidak tahu bagaimana caranya mengambil hati seorang perempuan?" tanyanya kesal.


"Maaf master, aku sungguh tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Boleh kau ajari aku?"


Jhon menarik nafasnya, frustasi. Apa hal seperti itu bisa diajarkan?


"Billy, ini bukan hal yang bisa diajarkan."


"Master, bantulah aku. Jika aku bisa mendapatkannya maka kita bisa melakukan double date."


Jhon memperhatikan Billy sedangkan sebuah senyuman mengembang diwajahnya.


Date?


Dia belum pernah melakukannya dengan Samantha.


"Billy, percayalah dengan wajahmu." ujarnya.


"Apa Ms Samantha menyukaimu karena wajahmu?"


"Tentu saja." jawabnya dengan percaya diri.


"Hei, aku mendengarnya. Siapa bilang aku menyukaimu karena wajahmu?"


Samantha keluar dari kamar Edward dan melotot pada kedua pria itu.


"Kenapa kalian masih ada disini?" tanyanya kesal.


"Sorry Ms." jawab Billy.


"Sana kalian pergi!!" usir Samantha.


Samantha mendengus kesal dan segera masuk kedalam kamarnya.


"Kau lihat? Sebaiknya kau segera pergi, rapikan rambut dan wajahmu. Pakai pakaian yang rapi saat menemui wanita yang kau sukai." saran Jhon.


"Siap master."


Setelah itu, Billypun pergi dari sana.


Jhon bangkit berdiri dan melangkah menuju kamar Samantha.


Didalam kamar tampak Samantha sedang merapikan isi lemarinya.


"Baby, apa yang kau lakukan?"


Jhon menghampiri Samantha dan memeluknya dari belakang.


"Jhon, jangan ganggu aku!"


"Baby."


"Hmm..?"


"Apa yang kau sukai dariku?"


"Kenapa bertanya demikian?"

__ADS_1


"Yah, aku ingin tahu saja."


"Apa ini karena pertanyaan Billy?"


"Anggap saja begitu."


Jhon menggendong tubuh Samantha, membawa wanitanya duduk disisi ranjang dan mendudukkannya diatas pangkuannya.


"Sayangku, katakan padaku apa yang kau sukai dariku!" pintanya lagi.


"Tidak ada." jawab Samantha cepat.


"What?"


"Apa maksudmu tidak ada?"


Samantha tersenyum dan melingkarkan kedua tangannya dileher Jhon dan memeluknya dengan erat.


"Jhon sayang."


"Yes."


Jhon memejamkan matanya, menikmati panggilan sayang dari Samantha untuknya.


"Kau itu pria menyebalkan, jadi menurutmu apa yang bisa aku sukai darimu?"


"Hei, kenapa malah kau yang balik bertanya?"


Samantha terkekeh pelan dan menggigit telinga Jhon dengan gemas.


"Jhon, tidak perlu banyak alasan yang pasti saat ini hanya kau yang ada dihatiku."


Jhon tersenyum senang dan membelai punggungnya dengan lembut.


"Asal kau tahu sayang, kau duluan yang telah mencuri hatiku."


Samantha menempelkan dahi mereka dan menatap mata Jhon dengan lekat.


"Aku tahu jadi, kapan kau akan melamarku?" tanyanya.


"Segera sayang, setelah keluargaku kembali dari Australia."


"Apa yang mereka lakukan disana?"


"Baby, ayahku berasal dari sana. Mereka kembali untuk mengunjungi makam nenekku."


"Oh ya? Lalu kenapa kau tidak kesana?"


"Yah, aku tidak bisa berjauhan darimu."


"It's true honey."


"Lalu kenapa kalian pindah kesini?" tanyanya penasaran.


"Sayang, rumah kami ada banyak. Jadi kami memutuskan untuk pindah kemari."


"Ohh."


"Ayahku juga punya rumah di China, jika kau ingin kesana aku bisa mengajakmu."


"Wow, dasar keluargamu aneh."


Jhon hanya terkekeh pelan.


"Jadi kau maukan menunggu sampai keluargaku kembali?"


"Tentu saja."


"Sayangku, i love you so much."


Samantha begitu senang, walaupun Jhon selalu mengungkapkan cintanya tapi dia tidak bosan mendengarnya.


"Jhon, apa kau bisa bahasa mandarin?"


Jhon menggaruk pelipisnya.


"Bisa, sedikit." jawabnya.


"Coba, aku ingin dengar."


"Sayang, sebaiknya jangan. Aku tidak begitu mahir."


"Ayolah, aku ingin mendengarnya. Katakan kau cinta padaku dalam bahasa mandarin?" pinta Samantha lagi.


"Hanya itu?" tanyanya dan Samantha mengangguk.


Kalau mengucapkan cinta dalam bahasa mandarin dia bisa karena sejak kecil ibunya sering mengucapkannya.


"Wo ai ni." bisiknya.


(Aku cinta padamu.)


"Wah, kau hebat. Bisa ajari aku?"

__ADS_1


"No baby, selebihnya aku tidak bisa."


"Baby."


"Hm?"


Jhon menyelipkan anak rambut Samantha dan berbisik ditelinganya.


"Apa kau ingin aku memuaskanmu malam ini?"


"of course i want."


"Are you ready?"


"Yes."


Jhon segera mendorong tubuh Samantha diatas ranjang, pria itu segera menunduk dan menciumi bibirnya.


"Bersiaplah." bisiknya.


Beberapa menit kemudian:


"Jhon."


"Yes baby."


"Pelan-pelan, sakit!"


"Sorry sayang, aku akan pelan-pelan."


"Apakah sudah enak?" tanya Jhon.


Samantha mengangguk.


"Engghh..!" Samantha menggigit bibirnya.


"Jhon, kenapa kau begitu hebat."


"Benarkah?"


"Yah, aku rasa kau sangat cocok jadi tukang pijit."


Yak, saat itu Jhon sedang memijit telapak kaki Samantha.


"Just for you baby."


"Thank you Jhon."


"Apa kau merasa nyaman sayang?" tanyanya sambil memijit-mijit kaki Samantha.


"Yes."


"Baby, bagaimana jika kita berkencan?"


"Kencan?"


"Yes."


"Boleh saja."


"Dimana kita akan kencan sayang?Paris, Inggris atau Dubai?"


"Ck, jangan terlalu berlebihan!"


Jhon tersenyum dan membelai rambutnya.


"Baby, selama ini kau tidak pernah meminta sesuatu padaku, apa kau tidak ingin aku membelikan sesuatu untukmu?"


"Tidak perlu Jhon."


"Hei, mintalah padaku."


"Jhon, yang aku butuhkan cuma cintamu. Aku bukan orang yang romantis jadi cukup berikan cintamu saja."


"Itu sudah pasti sayang."


"Dan satu hal lagi!"


"Apa itu?" tanya Jhon dengan cepat.


"Jika terjadi sesuatu dengan hubungan kita suatu saat nanti, apakah kau mau mempercayaiku?"


"Kenapa kau bertanya seperti itu sayang?"


"Entahlah, aku hanya ingin kau percaya padaku."


"Baby, jangan kawatir. Aku akan selalu mempercayaimu."


"Thank you so much, kau memang pria terbaik untukku."


"Sttss!"


Jhon segera mencium bibir kekasihnya, Samantha memejamkan matanya menyambut bibir pria itu.

__ADS_1


Sedangkan saat itu Billy, mengikuti saran bosnya. Pergi merapikan rambutnya supaya penampilannya maksimal saat bertemu dengan Amber dan membeli pakaian baru.


Walaupun belum tentu Amber mau menerimanya tapi dia akan berusaha, berpenampilan menarik saat bertemu dengan Amber agar wanita itu tertarik padanya.


__ADS_2