
Hari ini adalah hari yang telah dinantikan oleh Jhon dan Samantha dimana mereka akan melangsungkan pernikahan mereka.
Samantha sedang berada disebuah kamar untuk menghias wajahnya dan rambutnya.
Seorang perias wajah profesional yang didatangkan oleh Jhon sedang menghiasi wajahnya.
Tidak perlu dengan make up yang berlebihan, hanya dipoles sedikit saja wajahnya sudah terlihat cantik maksimal.
Seorang penata rambut mulai menggulung rambutnya yang lurus untuk membuat sedikit gelombang.
Rambutnya yang panjang dan sudah berombak dikesampingkan dan dikepang sedemikian rupa.
Selama Samantha sedang didandani, Ana Jackson menghampiri putrinya dengan sesuatu ditangannya.
"Sam, ini ada titipan dari Jhon."
Samantha mengernyitkan dahinya dan menerima sebuah kotak yang diberikan oleh ibunya dan dengan cepat Samantha membuka kotak itu, matanya terbelalak saat melihat isi dari kotak itu, sebuah Tiara.
Tiara itu terbuat dari emas putih dengan hiasan bunga kecil-kecil, tidak hanya itu saja, Tiara tersebut terlihat sangat istimewa karena design bunganya yang rumit, Tiara itupun ditaburi berlian yang menghiasi disetiap kelopak bunga yang ada sehingga Membuat Tiara itu terlihat begitu mewah.
Samantha menutup mulutnya, dia sungguh tidak menyangka Jhon bahkan memberikan tiara indah itu untuknya.
"Mom, apa Jhon yang memberikannya padamu?"
"Tidak sayang, asistennya yang memberikannya pada mommy."
Sebuah senyuman menghiasi wajah Samantha, tidak mau menunggu lagi, Samantha memberikan tiara itu pada penghias rambutnya untuk disematkan nanti diatas kepalanya.
Dia Sangat ingin melihat penampilannya menggunakan Tiara yang diberikan Jhon dan sungguh Jhon adalah pria paling romantis yang pernah dia kenal.
Setelah dandanannya selesai, seorang lainnya membantunya memakai gaun pengantin hasil rancangan seorang perancang terkenal.
Gaun itu tampak sederhana, dengan leher berbentuk V dan dengan lengan panjang yang terbuat dari brokat sehingga menimbulkan kesan sopan.
Meski demikian, potongan gaun ini bergaya modern bak bunga mekar, penampilannya tampak sempurna apalagi ditambah dengan Tiara yang Jhon berikan.
Tidak lupa, dia juga memakai kalung A Harritage In Bloom yang diberikan oleh Jhon sebagai hadiah ulang tahunnya waktu itu. Penampilan Samantha benar-benar bisa membuat iri semua wanita yang melihatnya.
Samantha melihat penampilannya didepan cermin dan dia sendiri tidak percaya melihat penampilannya yang terlihat, wah!
Ana Jackson menahan air matanya saat melihat putri satu-satunya terlihat begitu cantik didalam balutan gaun pengantin yang dipakainya.
Dia Segera memeluk putrinya dan tidak bisa menahan air matanya lagi karena antara bahagia menjadi satu. Bahagia karena putrinya akan segera menikah dengan pria pilihannya dan sedih kini putrinya akan dibawa pergi darinya.
"Samantha, akhirnya aku harus melepasknanmu." ucapnya sambil menangis.
__ADS_1
Samantha memeluk ibunya dengan erat dan berusaha menahan air matanya.
"Mom, don't cry. Walaupun aku sudah menikah, aku tetap putrimu seperti yang dulu."
Ana Jackson mengangguk dan mengusap air matanya, putri kecilnya dulu kini sudah tumbuh dewasa dan akan diambil darinya.
"Apa kalian sudah siap?" tanya Alex Jackson yang masuk kedalam kamar itu.
Pria itu melihat putrinya sejenak dan dengan cepat pula Alex Jackson melangkah kearah putrinya dan memeluknya sekaligus dengan istrinya.
"Sam, kau sudah dewasa sekarang. Maafkan daddy yang selalu egois terhadapmu."
"Dad, jangan mengatakan perkataan yang bisa membuatku menangis." Samantha kembali menahan airmatanya dengan susah payah.
"We love you Samantha." kata ayah dan ibunya bersamaan.
"Mom, dad, please. I just merried, i don't go anywhere."
Samantha memeluk Kedua orang tuanya dan mulai menangis karena dia tidak bisa membendung air matanya lagi.
Mereka berpelukan untuk sesaat dan setelah itu Alex Jackson dan Ana Jackson melepaskan pelukannya dan menatap putrinya sejenak.
"Jemputan sudah menunggu, ayo bergegas." ajak ayahnya.
Mereka keluar dari sana untuk menuju tempat dimana Jhon telah menunggunya.
Pria itu telah mengutus beberapa orang untuk mengawal pengantinnya selama diperjalanan, dia tidak ingin ada orang yang menggangu hari pernikahannya.
Jhon juga menempatkan beberapa pengawal ditempat acara pernikahannya bahkan setiap tamu undangan yang hadir harus memperlihatkan kartu undangan baru diperbolehkan masuk kesana.
Samantha turun dari mobil dan digandeng oleh ayahnya, waktu dia tiba disana, tepat pada waktu acaranya pernikahannya.
Semua tamu undangan sudah berkumpul menunggu kehadiran mempelai wanita sedangkan Jhon sudah berdiri diatas altar dengan balutan jas putih dan terlihat gagah.
Alex Jackson menggandeng tangan putrinya memasuki taman terbuka itu, disana tampak para tamu undangan berdiri saat pengantin wanita mulai memasuki tempat acara.
Alunan suara musik mulai terdengar, saat itu Alex Jackson mengandeng tangan putrinya dan dia membawa putrinya menghampiri pria yang akan menggantikannya menjaga putrinya kelak.
Semua mata terpana melihat mempelai wanitanya dan para wanita disana iri melihatnya.
Begitu pula dengan Jhon, pria itu terpana melihat Samantha yang bagaikan putri dalam negri dongeng, dia memang tidak salah memberikan tiara itu untuk Samantha.
Samantha tersenyum penuh kebahagiaan saat melihat pria tampan yang berdiri menunggunya, Jhon segera mengulurkan tangannya saat Samantha tiba didekatnya.
"Baby, you look so beautiful." pujinya.
__ADS_1
"Thanks." jawab Samantha singkat.
"Are you ready to be my wife?"
Samantha mengangguk dan menyambut tangan Jhon dengan senyum penuh kebahagiaan dan dia berdiri disamping Jhon. Mereka berdiri dihadapan seorang pendeta dan siap mengucapkan sumpah pernikahan mereka.
"Jhon Smith,bapakah kau bersedia menerima Samantha Jackson menjadi istrimu dalam suka maupun duka?" tanya pendeta itu.
"Tentu saja." jawab Jhon dengan mantap.
Pendeta itu kemudian bertanya pada Samantha dan wanita itu menjawabnya dengan penuh keyakinan.
Dia tidak akan mungkin salah memilih pria itu menjadi pendamping hidupnya.
Setelah mengucapkan sumpah pernikahan, Billy menghampiri mereka dan memberikan dua buah cincin pada bosnya.
Jhon mengambil cincin itu dan menyematkan dijari manis istrinya.
Samantha memandangi cincin itu tidak percaya.
"Jhon, ini?"
Sebuah cincin berlian platinum dimana ditengah cincin itu terdapat berlian oval 5.98 karat dan dikelilingi 3,96 karat berlian bulat sebanyak sepuluh buah sehingga membentuk bunga.
"Sttss baby, ini pernikahan sekali untuk seumur hidup kita jadi biarkan aku melakukan yang pantas untukmu."
"Tapi kau terlalu berlebihan Jhon, dan tiara ini?"
"Baby, aku tidak mau mendengarnya! Cepat kau pakaikan cincin itu karena aku sudah tidak sabar untuk menciummu."
Samantha tersenyum dan mengambil cincin yang diberikan Billy dan segera memakaikan cincin itu dijari Jhon.
Setelah itu, Jhon menciumi wanita yang telah menjadi istrinya itu begitu lama.
"I love you baby." bisiknya.
"I love you too my hubby."
Jhon tersenyum penuh kebahagiaan dan memeluk istrinya dengan erat.
Para tamu undangan bertepuk tangan untuk pasangan yang baru saja resmi menjadi pasangan suami istri itu.
Hari itu Samantha benar-benar bahagia, Jhon benar-benar menepati janjinya memberikan pernikahan impiannya.
Tapi tidak untuk seseorang!
__ADS_1