Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
pekerjaan baru


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Samantha sudah bangun dari tidurnya dan bersiap-siap karena hari ini hari pertamanya bekerja dan dia tidak mau terlambat.


Setelah menandatangi surat kontrak Samantha segera kembali dengan perasaan gembira, Samantha pulang keapartemennya dan meletakkan surat perjanjian itu diatas meja tanpa membacanya.


Dia terlalu gembira dan langsung mengajak Edward pergi untuk merayakan pekerjaan barunya.


Samantha mengajak Edward bermain sampai puas,bmembelikan makanan kesukaannya dan membelikan apapun yang Edward minta hari itu.


Dia melakukan hal itu untuk menyenangkan Edward dan tentu saja, dengan gaji fantastis yang nanti akan dia dapatkan nanti, maka dia tidak akan kawatir lagi dengan keuangannya.


Samantha telah siap tapi waktu masih terlalu pagi karena dia begitu bersemangat.


Samantha kembali kekamarnya dan melihat Edward yang masih tertidur pulas, dia sudah memberi tahu Anne untuk datang lebih cepat karena dia tidak ingin terlambat dihari pertamanya.


Dia harus memberikan kesan bagus untuk bos barunya dan dia sangat berharap dia akan mendapat bos yang baik sehingga dia bisa bekerja lima tahun disana dengan betah.


Samantha mengelus wajah Edward, dia merasa bahwa Edward adalah keberuntungannya selama ini. Segala sesuatu yang dia lakukan untuk Edward Karena dia ingin memberikan yang terbaik untuk Edward.


Edwardmengeliat saat merasakan sentuhan tangannya, dia terbangun dan segera memeluk ibunya dengan manja.


"God morning mommy."


"Morniang honey, sorry membangunkanmu." Samantha menciumi Wajah Edward dengan lembut.


"Mom, i dreamed." ujar Edward.


"Oh yeah, what's that?" Tanyanya sambil mengusap-usap kepala Edward.


"Aku bermimpi kita pergi bermain dipantai." Jawab Edward dengan riang.


"Apa kau ingin bermain dipantai, sayang?" tanyanya


"Apakah boleh mom?"


"Tentu sayang, bagaimana jika kita pergi bermain kepantai akhir pekan?" ajaknya.


" Are you sure, mom?" Edward terdengar begitu gembira.


Samantha tersenyum dan mengangguk, dia sangat senang melihat Edward begitu gembira.


"Tentu, tapi sekarang mommy harus pergi bekerja dan seperti biasa, jadilah anak baik." pesan Samantha sambil menciumi dahi Edward dengan Lembut.


Edward mengangguk dan tersenyum dengan manis dan pada saat itu, Anne telah datang untuk melakukan pekerjaan yang seperti biasa dia lakukan.

__ADS_1


Samantha mengangkat tubuh Edward dan memeluknya sejenak


Setelah itu dia kembali menurunkan tubuh Edward diatas ranjang.


"Sam, apa kau belum berangkat?" tanya Anne yang mendekati mereka untuk mengambil Edward.


"Yah, aku memang sudah mau berangkat. doakan aku ya aunty ,mudah-mudahan bos baruku orang yang baik." katanya.


"Tentu saja Sam, aku akan mendoakanmu."


Samantha segera meraih tasnya dan melirik jam dipergelangan tangannya sejenak. Sebelum keluar dari kamarnya Samantha kembali menciumi wajah Edward.


"Mommy pergi bekerja dulu sayang."


"Yes mom, hati-hati, Edward sayang mommy." Edward memeluk tubuh ibunya dan mencium wajahnya.


"Mommy love tou too honey."


Samantha mencium pipi Edward dan setelah itu dia keluar dari apartemennyabdan jika tidak salah ingat Billy mengatakan akan ada supir yang menjemputnya.


Samantha turun kebawah dan berdiri didepan lobi, tidak lama kemudian sebuah mobil berhenti didepannya dan bertanya padanya.


Setelah yakin jika mobil itulah yang akan menjemputnya, Samantha segera masuk kedalam mobil tanpa banyak bertanya.


Samantha sama sekali tidak curiga karena dia ingat poin pertama yang dia baca kemarin.


"Setiap pagi diharus datang kerumah bos dan berangkat bersama."


Sebenarnya dia sedikit heran, untuk apa dia diminta datang kesana? Apakah menjemput atasan adalah tugas seorang sekretaris?


Inilah yang dia tanyakan kemarin pada Billy tapi karena Billy tidak menjawab jadi dia hanya bisa mengikuti perjanjian itu.


Tapi hanya itu yang dia baca, selebihnya dia belum tahu karena belum membaca perjanjian itu lagi.


Samantha segera turun dari mobil saat mobil itu sudah berhenti, dia hanya menatap rumah mewah itu tanpa tahu harus melakukan apa.


Seorang pria yang sudah berusia keluar dari rumah itu untuk menyambutnya. Pria itu terlihat ramah dan tersenyum dengan ramah pula padanya.


"Nona Samantha?" tanya pria itu.


"Ya." jawab Samantha sambil mengangguk.


Pria itu mengulurkan tangannya dan Samantha segera membalas uluran tangan pria itu.

__ADS_1


"Saya Ron, saya pelayan pribadi keluarga Smith turun temurun jadi panggil saja Ron."


"Senang berkenalan dengan anda tuan Ron tapi kenapa tuan Smith meminta mku datang kemari?" tanya nya heran.


"Apa nona belum tahu?" Ron melihatnya dengan heran sedangkan Samantha menggeleng karena dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


Dan lagi pila, mana mungkin dia bisa tahu? Selain dia belum mempelajari surat kontrak itu, dia juga masih merasa bingung, bukankah dia harus kekantor dan bekerja disana? Tapi kenapa dia diminta datang kerumah itu setiap pagi? Apakah dia harus melakukan pekerjaan lainnya dirumah itu?


Dengan gaji yang dia dapatkan dia rasa mungkin dia memang harus melakukan pekerjaan lain selain dikantor.


"Baiklah, mari ikut denganku." ajak Ron.


Samantha mengangguk dan mengikuti langkah pria itu masuk kedalam rumah mewah itu, dia mengikuti Ron sampai tiba didepan sebuah kamar.


Samantha semakin bingung dibuatnya, untuk apa dia dibawa didepan kamar itu?


"Tuan Ron, apa maksudnya ini?" tanya nya heran.


"Jangan panggil tuan, panggil saja aku Ron. Nah nona, tugas anda adalah membangunkan tuan muda setiap pagi dan membuatkan sarapan untuknya."


Mata Samantha terbelalak kaget. Apa maksud dari perkataan Ron?


"Aku rasa ada kesalahan disini, kenapa aku harus membangunkan tuan muda?"


Dia tampak tidak terima dan sebenarnya dia juga tidak tahu siapa yang dia panggil tuan muda.


"Anda nona Samantha Jackson bukan, sekretaris baru tuan muda?" tanya Ron memastikan.


"Benar!" jawabnya.


"Kalau begitu masuklah dan bangunkan tuan muda, setelah itu nona harus menyiapkan sarapan."


Ron membuka pintu kamar itu dan didalam tampak remang-remang yang hanya diterangi lampu tidur saja.


"Tunggu Ron, sebenarnya tugas seorang sekretaris apa sih?" tanyanya bingung.


Ron tidak menjawab dan langsung mendorong tubuh Samantha hingga masuk kedalam, setelah itu Ron menutup pintu kamar itu dengan cepat.


Ron tersenyum bahagia diluar sana, semalam Jhon telah memberitahu segala sesuatu tentang Samantha padanya.


Sudah lama dia melayani keluarga Smith, semenjak Jhon lahir dia tidak lagi melayani tuan besarnya lagi. Ron sangat bahagia diberi kepercayaan untuk menjadi pengurus Jhon dan sekarang dia berharap bisa menjadi pengurus anak dari tuan mudanya kelak.


"Tuan muda, semoga kau berhasil. Aku sudah tidak sabar mengendong Smith junior berikutnya." kata Ron yang masih berdiri didepan kamar majikannya sedangkan Samantha, masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


__ADS_2