Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Edward,do you love me?


__ADS_3

Selama diperjalanan kembali Jhon hanya diam saja, entah kenapa baru kali ini dia seperti ini saat melihat musuhnya mati.


Seharusnya Frans tidak mengatakan ingin mengambil anaknya kembali, mungkin dengan demikian dia akan mengampuni Frans Leonardo.


Dia bisa memerintahkan Frans Rional untuk tidak membunuh Frans Leonardo, mungkin memotong kedua tangan dan kaki pria itu akan lebih baik dan membiarkannya hidup untuk meratapi kebodohannya seumur hidup.


Tapi dia tidak mau mengambil resiko, bisa saja Frans Leonardo mendapat bantuan hukum untuk menjerumuskannya kepenjara. L


Pria itu juga bisa meminta bantuan hukum untuk merebut Edward, pada saat itu mau dia ataupun Samantha tidak akan bisa melawan karena dia ayah kandungnya.


Jhon kembali kerumah pribadinya untuk mandi, dia tidak mau menemui kekasihnya dalam keadaan seperti itu.


Saat tiba, pria itu segera menuju kamar mandi, berdiri dibawah guyuran air shower begitu lama.


Jhon mengusap wajahnya, melihat dirinya didepan cermin. Jika dia diposisi Frans Leonardo pasti segala cara akan dia lakukan untuk mendapatkan anaknya kembali.


Tapi dia tidak akan berbuat bodoh seperti yang dilakukan oleh Frans Leonardo.


Setelah mengganti pakaiannya, Jhon segera pergi kerumah kekasihnya. Dia berjalan dengan cepat karena sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Samantha dan Edward.


Jhon membuka pintu apartemen Samantha dengan cepat, didalam sana tampak Samantha dan Edward sedang melakukan sesuatu.


"Hai guys, apa yang sedang kalian lakukan?" sapanya.


Saat Edward mendengar suaranya, dia mengangkat kepalanya dan melihat kearahnya.


"Daddy."


Edward langsung bangkit berdiri dan berlari kearah pria yang dia sangka ayahnya sampai saat ini.


Jhon membuka tangannya dan segera membawa Edward kedalam gendongannya.


"Daddy, i miss you." ujar pria kecil itu.


"I miss you too, so, what are you doing?"


"Daddy, mommy bilang kau yang akan menemaniku kesekolah besok."


"Of course, apa aku tidak mau?"


Edward melingkarkan tangan kecilnya keleher Jhon dan membenamkan wajahnya kebahu pria itu.


"Of course i want dad."


Jhon hanya tersenyum dan membelai punggung Edward, sekalipun Edward anak Frans tapi dia layak mendapatkan cinta yang seharusnya dia dapatkan.


Ada pepatah yang mengatakan, "Like father laki son." Dia berharap,


Edward tidak seperti ayahnya kelak.


Yang pastinya dia dan Samantha akan mendidik Edward dengan baik dan memberikan kasih sayang untuknya.


"Edward, kau belum selesai." Sela Samantha yang sedari tadi tersenyum melihat kearah mereka berdua.


"Edward, apa yang sedang kau buat?" tanya Jhon kemudian.


Edward segera melepaskan pelukannya, turun dari gendongan Jhon. Dia segera berlari kembali keibunya.


Jhon melangkah menghampiri Samantha dan duduk disisinya.


"Dad, look."


Edward mengangkat sebuah gambar yang dibuatnya, sebuah gambar keluarga.


Walaupun gambar itu berantakan tapi masih bisa dimengerti saat melihatnya.

__ADS_1


"Wah, apa itu?" tanya Jhon pura-pura.


"Its me, mommy, daddy, grandpha Michael and grandma Xiau Yu."


Edward mulai menunjukan satu persatu gambar yang dibuatnya.


"And this?"


Dia juga menunjuk sebuah gambar yang belum selesai.


"Grandpa Alex and grandma Ana." ujarnya dengan ceria.


"Apa kau tidak membuat gambar aunty Silvia?" tanya Jhon pula.


"No, i dont like aunty Silvia." jawab Edward dengan cepat.


"Why?"


"Because aunty Silvia very annoying!"


Jhon dan Samantha tertawa mendengarnya.


"Lihatlah, bahkan anak kecil tidak suka dengannya." ujar Samantha.


"Baby, dia memang seperti itu."


"Apa Silvia sudah punya pacar?"


"I dont know."


Jhon segera memeluk Samantha dan membenamkan wajahnya dibahu wanitanya.


"Jhon, ada apa denganmu?" tanya Samantha heran.


"Tidak apa-apa sayang."


"Jhon."


"Yes baby."


"Apa kau sudah makan?"


"Belum."


"Hei ini sudah jam berapa, kenapa kau belum makan?" tanya Samantha kesal.


"Sorry baby, aku lupa."


"Jhon, sesibuk apapun kau tidak boleh lupa makan."


"I know."


"I know?"


Samantha menarik telinga Jhon, menjewernya seperti anak kecil.


"Au..baby, apa yang kau lakukan?"


Jhon memegangi telinganya yang ditarik oleh Samantha.


"Lain kali jika kau lupa makan lagi aku akan menghukummu."


"Sorry baby."


Samantha segera melepaskan diri dari pelukan Jhon dan bangkit berdiri.

__ADS_1


"Tunggu disini, aku akan membuatkan makanan untukmu."


"Baby."


"Yes."


"I love you."


Samantha tersenyum senang dan segera berlalu pergi menuju dapurnya, membuatkan makanan untuk Jhon.


Jhon segara menghampiri Edward yang tampak sibuk mewarnai gambar yang dibuatnya.


"Edward." panggilnya.


"Yes daddy."


Jhon mengangkat tubuh Edward dan mendudukkannya keatas pangkuannya.


"Do you love me?"


"Of course I love you and mommy."


"I love grandpa and grandma to."


Jhon tersenyum dan memeluk Edward, dalam hatinya berkata:


"Frans Leonardo, kau tidak perlu kawatir dineraka sana, aku akan menjaga anakmu dengan baik."


"Edward, maukah tidur dengan daddy malam ini?" tanyanya.


"Of course i want dad."


Setelah membuat makanan, Samantha kembali dan pada saat melihat Jhon dan Edward, sebuah senyuman menghiasi wajahnya.


"Jhon, pergilah makan."


"Mom, daddy ingin tidur denganku malam ini." ujar Edward dengan ceria.


"Benarkah?"


"Baby,jangan cemburu ya. Hanya malam ini saja dan setelah itu aku akan menemanimu tidur lagi." kata Jhon dengan cepat.


"Kau terlalu percaya diri, sana makan sebelum dingin." jawab Samantha ketus.


Jhon bangkit menghampiri Samantha dan mencium wajahnya.


"Thank you baby."


"Dont worry Jhon, lain kali kau jangan lupa makan karena itu tidak baik untuk kesehatanmu. Jika kau tidak bisa makan direstoran maka mintalah seseorang untuk membuat makanan untukmu, pelayan dirumahmu banyak bukan?"


Jhon mengusap wajah Samantha sedangkan sebuah senyuman menghiasi wajahnya, dia benar-benar dapat bersyukur dapat mengenal Samantha.


"Tidak perlu baby, sekarang sudah ada dirimu yang akan membuatkan makanan untukku setiap hari." bisiknya ditelinga Samantha sedangkan bibirnya sudah bermain diwajah Samantha.


"Jika begitu pergilah makan."


"Setelah ini." Jhon mengecup bibir Samantha sejenak dan setelah itu mereka saling pandang untuk sesaat.


Jhon kembali menunduk dan mencium bibir Samantha dengan mesra dan setelah itu, Jhon berjalan pergi untuk makan.


Samantha melihat kepergiannya dengan heran, hari ini Jhon benar-benar aneh tidak seperti biasanya.


Tapi dia tidak mau bertanya, Samantha kembali menemani Edward yang kembali sibuk mewarnai gambarnya yang tertunda.


Dan saat malam, Jhon benar-benar tidur dengan Edward, tidur disampingnya dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


Samantha tersenyum melihat mereka, dia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka dan tidak lupa, Samantha mencium dahi Jhon dan Edward, dia juga membisikkan selamat malam pada mereka berdua.


Samantha keluar dari kamar Edward dan menutup pintu kamar itu dengan pelan, entah apa yang terjadi dengan Jhon hari ini tapi dia tahu Jhon sangat menyayangi Edward dan dia sangat bahagia kerena Jhon dapat menerima Edward.


__ADS_2