Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Jadian


__ADS_3

"Jhon, cepat masukkan!"


"Sabar baby."


"Cepat Jhon, aku sudah tidak sabar!"


"Sayang, kau benar-benar begitu bersemangat!"


"Cepatlah, aku tidak mau menunggu lagi."


"Hmm, baiklah, akan aku masukkan."


Jhon segera mendorong pisau mainan yang ada ditangannya kedalam lubang drum plastik yang ada didepannya dan?


"Ploppp!" kepala mainan pirates langsung meloncat dari atas drum plastik itu dan jatuh diatas lantai.


"Yeay...aku menang!" sorak Samantha girang.


"Cih sial, kenapa kau selalu menang? Apa kau curang?" tanya Jhon curiga.


"Enak saja, aku sudah sering bermain dengan Edward. Mana mungkin aku bisa kalah!"


Malam itu, setelah membawa Edward tidur, Samantha dan Jhon sedang melakukan sebuah permainan. Ya saat itu mereka sedang bermain jumping pirates, Samantha mengajak Jhon memainkan permainan itu karena bosan.


Tentu saja yang kalah akan mendapat hukuman dan mereka sudah bermain beberapa kali tapi sialnya Jhon selalu kalah karena dia tidak pernah memainkan permainan seperti itu.


Jhon sudah membuka bajunya dan hanya tersisa celananya saja. Dia juga sudah menuruti beberapa hukuman dari Samantha. Sekarang, diapun harus menerima hukuman dari wanita itu.


"Sekarang lepaskan celanamu dan tidur diluar!" perintah Samantha.


Samantha mengambil sebuah bantal dan memberikannya pada Jhon.


"Kau benar-benar tega!"


Samantha hanya memalingkan wajahnya cuek.


"Ayo bermain sekali lagi." ajak Jhon.


"Tidak mau, pasti hasilnya akan sama, kau pasti akan kalah." tolak Samantha


"Kali ini tidak akan!" Jhon meyakinkan.


"Tidak mau, sana tidur diluar." Samantha berusaha mendorong tubuh Jhon untuk keluar dari kamarnya.


"Apa kau takut?"


"Tidak!"


"Jadi, apa seorang Samantha Jackson begitu pengecut tidak berani menerima tantanganku?"


Jhon mencoba memancing Samantha dan pada satSamantha menghentikan langkahnya,tidak terima dikatai Jhon sebagai seorang pengecut.


"Jadi kau masih ingin bermain?"


"Tentu!"


"Baiklah, jika kau kalah kau harus pergi dari rumahku saat ini juga!"


"Tentu sayang, aku akan pergi dan tidak akan mengganggumu lagi ,tapi jika aku menang apa yang aku dapatkan?" tanyanya kemudian.


"Kau boleh meminta apapun dariku dan aku akan menurutinya!" jawab Samantha dengan percaya diri.


"Baby, jangan menyesal!"


"Tidak akan!"


"Jadi,vkau menerima tantanganku?" Jhon mengulurkan tangannya.


"Cih, aku terima!" Samantha menyambut tangan Jhon.


Mereka saling melemparkan pandangan yang begitu tajam seperti sedang berhadapan dengan musuh saja.


Mereka melepaskan pegangan tangan mereka dan kembali memulai permainan itu,bmereka mulai menusuk kan pisau mainan itu satu persatu kedalam lubang drum yang tersedia sambil berpikir dengan serius dan mereka bermain sampai lupa waktu.


"Baby, sekarang giliranmu!"


Jhon tersenyum puas saat dia bisa berhasil melakukan permainan itu sampai sejauh ini.

__ADS_1


Hanya tersisa dua pisau saja yang belum mereka masukkan kedalam drum, sekarang giliran Samantha dan pisau terakhir adalah giliran Jhon.


"Jhon, segera siapkan kopermu dan jangan kembali lagi!" kata Samantha dengan percaya dirinya.


"Tidak semudah itu baby." jawab Jhon.


"Saat aku memasukkan pisau ini sudah pasti aku yang menang, dan kaulah pecundangnya!" kata Samantha lagi dengan yakin.


"Sayang, jangan banyak bicara, cepat masukkan! Aku sudah tidak sabar mengucapkan permintaanku!"bJhon melebarkan senyumnya dengan licik.


"Oke,vaku juga tidak sabar melihat mu pergi dari sini."


Samantha mulai mendekatkan pisau mainan itu kelubang drum yang sangat dia yakin, dia sudah memainkan permainan itu dengan Edward hampir setiap hari dan sudah bosan memainkannya.


Karena itu dia sangat percaya diri, dia pasti menang dalam permainan itu dan dapat menedang Jhon pergi dari rumahnya.


Saat pisau mainan yang dia pegang sudah mau masuk kedalam lubang drum itu tiba-tiba Jhon berkata:


"Ah Edward?"


Samantha menghentikan tangannya dan memalingkan wajahnya kearah pintu, dia kira Edward terbangun dan masuk kedalam kamarnya.


Saat itu juga Jhon langsung memutar drum mainan itu dan mengganti lubang yang Samantha pilih dengan lubang yang tersisa lainnya.


"Mana ada Edward?" tanya Samantha.


"Baby,vaku hanya kepikiran Edward saja."


Jhon tersenyum kearahnya pura-pura tidak melakukan apapun.


Samantha melotot padanya curiga, tapi kemudian dia berfokus kembali pada mainan didepannya.


Samantha kembali mendekatkan pisau kedalam lubang drum yang telah diganti Jhon tanpa curiga.


"Yes, do it baby, do it!" Jhon berkata dalam hati dengan tidak sabar.


"Tuan Smith, segera siapkan dirimu dan barangmu."


Samantha tersenyum manis kearahnya dan memasukkan pisau mainan itu kedalam lubang drum yang telah dipilihnya.


Dia sangat yakin, kemenangan ada ditangannya, tapi pada saat itu?


Samantha tercengang tidak percaya, padahal dia sudah yakin tapi kenapa dia bisa salah?


Jhon melebarkan bibirnya tersenyum penuh kemenangan.


"Baby, aku menang!" katanya dengan gembira.


"Jhon, kau curang ya?" tanyanya tidak percaya.


"Apa kau melihat aku melakukan kecurangan tadi?" Jhon balik bertanya.


Samantha mengigit bibirnya, dia masih tidak percaya dia bisa kalah oleh permainan yang sudah sering dia mainankan itu.


"Baby, ingat perkataanmu tadi. Kau harus mengikuti setiap perkataanku!"


Wajah Samantha langsung pucat, apa yang mau pria itu lakukan padanya?


"Jhon, kita ulangi permainannya ya." pintanya.


"No baby!"


Jhon meninggalkannya dan naik keatas ranjang, pria itu merebahkan dirinya dan menahan kepalanya dengan sebelah tangannya sedangkan satu tangannya menepuk ranjang yang ada disebelahnya.


"Baby, kemarilah!"


"Jhon, jangan minta yang aneh-aneh!"


"Tidak akan sayang, aku ingin kau melepaskan bajumu dan tidur disebelahku." pintanya.


"Tidak mau!" Samantha menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.


"Baby, jangan menjilat ludah sendiri."


Jhon kembali menepuk-nepuk ranjang yang ada disisinya dan tersenyum penuh kemenangan.


"Come on baby, sebelum aku berubah pikiran dan memintamu melakukan hal lain."

__ADS_1


Samantha memejamkan matanya dan menarik nafasnya, dia tidak punya pilihan dan melepaskan baju yang dipakainya, dia bahkan melemparkan bajunya kewajah Jhon.


"Sialan kau Jhon, jika kau berani melakukan sesuatu padaku maka akan aku bunuh kau! "ancamnya.


Samantha segera naik keatas ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang setengah telanjang.


"Baby, kau terlalu banyak berpikir.


"Apa yang kau inginkan?"


"Aku ingin kau jadi pacarku."


Samantha terbelalak kaget, apa maksud dari perkataan Jhon?


"Jhon jangan bercanda, aku tidak mau!" tolaknya


"Aku tau kau akan mengatakan ini, jika kau tidak mau tidak apa-apa. Aku akan mengganti permintaan ku, aku ingin kau melayaniku malam ini sampai aku puas!"


"Apa? Kau sudah gila ya?"


"Baby, bukankah kau bilang aku boleh meminta apapun? Aku hanya minta kau jadi pacarku, tidak lebih."


Samantha mengigit bibirnya, kenapa Jhon meminta hal itu darinya?


"Oke...oke..aku akan jadi pacarmu!" jawabnya


"Are you serious?" Jhon begitu gembira mendengarnya sedangkan Samantha mengangguk.


Jhon memeluk Samantha dengan erat, dia tidak menyangka gara-gara permainan itu dia bisa mendapat keuntungan sebesar ini, yah walaupun dengan cara yang curang.


"Apa ada lagi?" tanya Samantha lagi.


"No Baby, hanya itu!"


"Jika begitu kenapa kau memintaku untuk buka baju?" tanya Samantha kesal.


"Aku hanya ingin mengetes saja, apa kau serius dengan ucapanmu."


"Apa? kau sungguh menyebalkan! Kembalikan bajuku!"


Samantha ingin meraih bajunya yang dipegang oleh Jhon sedari tadi.


"Eit"


Jhon melemparkan baju Samantha keatas lantai.


"Jhon! Kau benar-benar iblis, jelmaan raja neraka!" makinya


"Terima kasih atas pujiannya sayang!"


"Huh!!"


Samantha membalikkan tubuhnyabdan memeluk selimut yang menutupi dirinya.


Jhon tersenyum senang dan memeluk Samantha dari belakang.


"Baby,vi love you."bisiknya


Samantha kaget mendengarnya, apa Jhon sadar dengan yang dia katakannya?


Samantha memutar tubuhnya dan menatap Jhon dengan serius.


"Jhon, jangan main-main dengan perkataanmu!"


"Aku tidak main-main baby, aku bersungguh-sungguh denganmu!" Jawab Jhon dengan yakin.


Wajah Samantha langsung memerah, dengan cepat dia menarik selimut untuk menutupi wajahnya.


"Sayang, apa kau malu?" tanya Jhon menggoda.


"Berisik!"


Jhon terkekeh pelan dan menarik selimut yang menutupi wajah Samantha.


"Baby, aku akan menunggu sampai saat kau mengatakan cinta padaku." bisiknya.


Jhon mengangkat dagu Samantha dan menciumi dengan lama.

__ADS_1


"Ini tanda kita sudah jadian!"


Samantha memeluk Jhon dengan erat dan menyembunyikan wajahnya yang merona, dia juga mengatur jantungnya yang berdegup dengan cepat. Ada apa dengannya?


__ADS_2