Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Kedatangan Jhon


__ADS_3

Samantha berusaha memberontak sedangkan kedua tangannya dipegangi oleh anak buah Frans.


Setelah melonggarkan dasinya, Frans mulai membuka ikat pinggangnya dan mendekati Samantha.


"Frans, jangan nodai putriku! Aku akan memanggil pengacaraku dan memberikan semuanya untukmu?" teriak Alex Jackson.


Dia tidak akan pernah bisa melihat putrinya dinodai didepan matanya sedangkan istrinya hanya bisa menangis melihat putrinya.


"Stop dad, Jika kau lakukan maka kita akan mati sia-sia." teriak Samantha.


"Tapi Sam?" Alex Jackson benar-benar tidak bisa melakukan apapun.


"Frans, jika kau berani menyentuhku maka aku akan mati didepanmu!" ancam Samanta.


"Oh ya? Aku ingin melihatnya."


Frans meraih kemeja yang dipakai oleh Samantha dan menariknya, kancing kemeja yang dipakai Samantha langsung terlepas dan memperlihatkan dadanya.


Frans menelan ludahnya dan tanpa membuang waktu, pria itu menindih tubuh Samantha yang berada diatas meja. Frans menunduk dan me*umat bibir Samantha dengan kasar sedangkan Samantha berusaha menutup bibirnya karena dia jijik dengan Frans tapi Frans memaksa membuka bibir Samantha dan memasukkan lidahnya.


Samantha memejamkan matanya, dia benar-benar muak dengan Frans dan hanya satu orang saja yang boleh menciumnya yaitu Jhon.


Frans terus memainkan lidahnya didalam sama dan pada saat itu, Samantha mengigit lidah Frans hingga berdarah.


Frans melepaskan bibirnya dan bangkit berdiri, dia menatap Samantha dengan tajam sambil menahan perih dilidahnya.


"Kau j*lang!"


Frans mengangkat tangannya dan memukul wajah Samantha kembali dengan kencang.


Samantha hanya bisa menangis menerima semua itu, ini lebih baik dari pada dicium oleh Frans.


Alex Jackson dan istrinya terus berteriak, memohon supaya Frans menghentikan aksinya.


Tapi pria itu tidak bergeming, Frans membuka kancing celananya dan kembali mendekati Samantha.


"Kau baj*ngan, jangan coba-coba menyentuhku!" teriak Samantha.


Samantha mengangkat kakinya dan menendang kem*luan Frans dengan kencang, Walaupun tangannya dipegang tapi kakinya masih bisa menendang.


"Auuchhhhh!"


Frans meringis kesakitan dan memegangi miliknya yang terasa nyeri dibawah sana sedangkan Samantha sedikit merasa puas, seharusnya dia tendang sedari tadi dan seharunya dia menendangnya sekuat tenaga sampai telur Frans pecah.


"J*lang sialan, hajar dia!" perintahnya sedangkan dia masih sibuk memegangi asetnya yang berharga.


Anak buah Frans yang lainnya segera menghampiri Samantha dan memukulinya.

__ADS_1


Samantha dipukuli habis-habiskan oleh anak buah Frans sampai wanita itu meringkuk diatas lantai.


Tidak hanya memukuli wajahnya tapi mereka juga menendangi perutnya hingga Samantha memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Mereka bahkan membenturkan kepala Samantha diatas meja berkali-kali dan melempar tubuh wanita itu begitu saja.


"Frans, tolong lepaskan putriku. Aku akan mengikuti semua keinginanmu." mohon Alex Jackson dengan pilu.


Pria tua itu menangis, tidak sanggup melihat lebih jauh lagi apa yang dilakukan oleh anak buah Frans terhadap putrinya.


Sedangkan Ana Jackson, sudah pingsan saat melihat putrinya dianiaya dengan begitu keji.


Samantha tergolek lemah diatas lantai sedangkan matanya melihat pistol yang masih tertodong dikepala ayahnya.


Jika saja Frans tidak mengancam mungkin dia bisa melawan, tapi situasi itu sungguh sulit baginya.


Semua anak buah Frans memegang senjata sedangkan dia hanya sendirian disana tanpa apa-apa.


"Bagus, kalau begitu panggil pengacaramu, cepat!" perintah Frans.


"No dad." dengan susah payah Samantha merangkak mendekati ayahnya.


Alex Jackson segera menghampiri putrinya yang sedang berusaha merangkak mendekatinya.


"Sam, jangan memaksa lebih dari ini."


Samantha mendekatkan wajahnya ditelinga ayahnya dan membisikkan sesuatu disana.


"Dad, jangan ikuti keinginan Frans. Jika kau sudah memberikan semuanya maka kita akan mati juga."


"Tapi Sam..?"


"Dad, percayalah padaku. Kau harus mengulur waktu sampai Jhon datang." bisiknya lagi.


"Jhon?"


Samantha mengangguk lemah dan berusaha menahan sakit disekujur tubuhnya dan tidak hanya itu, kepalanya terasa sakit karena terbentur oleh meja. Tapi dia masih berusaha agar kesadarannya tidak hilang.


"Baiklah, tapi daddy harus berpura-pura memanggil pengacara daddy kemari!" bisik ayahnya sedangkan Samantha mengangguk dalam pelukan ayahnya.


"Biarkan aku mengambil ponselku untuk menghubungi pengacaraku." pintanya.


"Temani dia." perintah Frans.


Anak buah Frans mengikuti Alex Jackson untuk mengambil ponselnya dan setelah itu mereka kembali lagi disana.


Alex Jackson kembali mendekati putrinya yang tidak berdaya dan memeluknya.

__ADS_1


Setelah itu dia menghubungi pengacara pribadinya, memintanya untuk datang. Dia berharap, sebelum pengacaranya tiba, Jhon sudah datang terlebih dahulu.


Dia tidak perduli jika harus mati karena semua kesalahannya dan yang dia inginkan putrinya bisa selamat dari sana.


Sedangkan saat itu Jhon baru tiba dirumah Samantha, berkat alat pelacak yang terpasang dikalung Samantha membuatnya tidak mengalami kesulitan mencari lokasi wanita itu berada.


Dia berharap, Samantha dan kedua orang tuanya baik-baik saja didalam saja.


Mobil yang membawanya berhenti didepan rumah Samantha dan tanpa menunggu lagi, Jhon segera keluar dari mobil dan berjalan melewati gerbang masuk kedalam taman rumah itu.


Billy, Frans Rional dan para anak buahnya mengikuti pria itu dari belakang.


Saat melihat ada anak buah Frans yang berjaga disana, Jhon segera menarik dua buah senjata dari balik bajunya.


Tanpa basa basi Jhon menarik pelatuk senjata apinya dan menembakkan peluru yang ada didalam pistol itu kearah anak buah Frans yang berjaga didepan rumah kekasihnya.


"Dorr....dor...dor...dor....!"


Empat timah panas langsung keluar dari senapan api yang dipegangnya dan melesat dengan cepat mengenai kepala empat anak buah Frans yang berjaga disana.


Mereka langsung jatuh diatas tanah, mati begitu saja sebelum mereka bisa melakukan perlawanan.


Anak buahnya segera berjalan didepannya dan menodongkan senjata api didepan mereka, mereka siap melindungi bos mereka.


Sedangkan Billy dan Frans Rional bersiap dengan senjata mereka disampingnya, mereka siap untuk masuk kedalam rumah itu.


Suara letusan senjata api yang berada diluar membuat Frans Leonardo dan anak buahnya begitu kaget. Siapa yang datang?


"Periksa!" perintahnya.


Tapi belum juga mereka sempat untuk keluar, pintu rumah itu sudah didobrak dari luar. Anak buah Jhon segera masuk kedalam dan menembakkan senjata api yang berada ditangan mereka kearah anak buah Frans Leonardo.


Beberapa dari anak buah Frans Leonardo tertembak begitu saja tanpa perlawanan karena orang-orang itu muncul tiba-tiba tanpa mereka duga.


Dalam sekejap mata anak buah Frans Leonardo mati bersimbah darah dan sisanya bergetar ketakutan karena mereka kalah jumlah.


Mereka tidak menduga jika akan ada yang datang.


Frans Leonardo menelan ludahnya saat melihat begitu banyak orang yang datang dan menodongkan pistol kearahnya.


Dan yang lebih membuatnya kaget saat melihat Jhon masuk kedalam bersama dua orang disampingnya.


Frans Leonardo menahan nafasnya saat melihat seorang pria berwajah cacat yang berdiri disamping Jhon.


"Frans Rional!"


Sedangkan Jhon, darahnya mendidih dikepalanya saat melihat keadaan Samantha didalam pelukan ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2