Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
penyesalan Alex Jackson


__ADS_3

Rumah sakit St. Francis Medical Center Colorado.


Didepan ruangan gawat darurat tampak Jhon sedang berdiri disana dengan wajah cemas.


Jhon mengusap wajahnya dengan frustasi, dia kembali teringat permintaan Samantha kepadanya selama perjalanan menuju kerumah sakit.


"Jhon, jika aku mati tolong jaga Edward untukku." pinta Samantha.


"Baby, jangan asal bicara. Kau tidak akan mati."


Jhon kembali menitikkan air matanya karena dia tidak sanggup melihat keadaan Samantha.


"Jalankan mobilnya dengan cepat!" perintahnya kepada anak buahnya.


Samantha mengangkat tangannya yang dipenuhi dengan darah dan membelai wajah Jhon.


"Jhon, berjanjilah padaku jika kau akan selalu menjaga Edward untukku sekalipun dia anak Frans"


"I'm promise baby, i'm promise." jawab Jhon.


Samantha tersenyum mendengarnya.


"Thank you Jhon, aku bisa tenang sekarang."


"Jangan berkata demikian seolah-oleh kau akan mati, baby."


Dengan susah payah Samantha mengangkat kepalanya dan mengecup bibir Jhon.


"Aku hanya takut saja, takut jika waktuku tidak banyak. Jadi jangan salahkan dirimu jika aku mati." katanya lagi.


"Uhuk!" Samantha kembali memuntahkan darah dari mulutnya.


"Stop baby, don't say that! Aku sudah bilang kau tidak akan mati dan sebaiknya kau jangan banyak bicara terlebih dahulu."


Jhon mencium wajah Samantha dan menyeka darah yang ada dibibirnya, dia tidak akan pernah mengijinkan Samantha mengatakan perkataan itu lagi.


"I love you Jhon." bisik Samantha dengan lemah.


"I know baby, i love you tou." jawabnya dengan cepat.


Samantha kembali tersenyum dengan lemah dan mulai memejamkan matanya dan pada saat melihatnya, Jhon mulai panik, dia mulai memanggil-manggil Samantha agar tetap sadar.


"Baby, jangan tidur, tetaplah bersamaku." pintanya tapi Samantha diam saja.


"Sayang, jawab aku, please!" pintanya.

__ADS_1


"Sorry Jhon, aku lelah." jawab Samantha dengan lemah.


"Bertahanlah, bertahanlah sayang. Sebentar lagi kita akan tiba dirumah sakit."


Jhon memeluk Samantha dengan erat, untuk pertama kali dalam hidupnya baru kali ini dia menangis, menangis untuk seorang wanita.


Dia tidak akan bisa kehilangan Samantha begitu saja.


Saat tiba dirumah sakit, Jhon keluar dari mobilnya dengan cepat. Pria itu berlari seperti orang gila dan berteriak disana.


Para dokter yang melihat langsung membawa ranjang kearahnya dan dengan cepat pula, Jhon meletakkan tubuh Samantha disana.


Dia juga mengikuti para dokter itu sampai didepan ruangan gawat darurat.


Dia berdiri disana dengan cemas dan menerima panggilan dari asistennya.


Jhon meminta Billy memberitahukan kedua orang tua Samantha dimana putrinya berada dan meminta Billy membawakan pakaian bersih untuknya karena pakaian yang dipakainya sudah basah terkena darah Samantha.


Jhon kembali mengusap wajahnya, berharap keadaan Samantha baik-baik saja.


Didalam ruangan gawat darurat itu Samantha sedang menjalani operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang dibahu kanannya.


Saat itu Billy berjalan dengan cepat menyelusuri koridor rumah sakit, setelah menangkap Frans Leonardo dan membawanya, Billy langsung menghubungi bosnya dan menanyakan keberadaan bosnya.


Setelah mendapat kabar, Billy segera menuju rumah sakit St. Francis Medical Center yang ada dikota itu.


Billy tiba diruangan gawat darurat dan melihat kearah seorang pria dengan wajah kawatirnya. Selama mengikuti Jhon dia tidak pernah melihat bosnya seperti itu, berdiri disana dan terlihat Frustasi.


Wanita mana yang bisa membuat bosnya seperti itu? Bahkan Billy sangat tahu jika bosnya tidak pernah berhubungan serius dengan para mantan pacarnya.


"Master."


Billy menghampiri Jhon dan memanggilnya.


Jhon memalingkan wajahnya dan melihat asistennya dengan malas.


"Ini yang anda minta."


Billy segera memberikan pakaian bersih yang dia bawa kepada bosnya.


"Bagaimana dengan keadaan disana?"


"Master, pengacara tuan Alex memanggil polisi dan saat ini rumah tuan Alex sedang diamankan oleh polisi." jelasnya.


"Apa kau telah membawa Frans Leonardo?" tanyanya pula.

__ADS_1


"Pasti master, aku telah meminta para anak buahku membawa Frans Leonardo kembali ke California dan membawa pria itu kemarkas kita. Aku yakin dalam waktu dua belas jam Frans Leonardo tidak akan sadarkan diri karena obat bius itu. Aku juga telah meminta Frans Rional mengikuti anak buahku, sepertinya dia sudah tidak sabar untuk menghajar Frans Leonardo." jelas Billy panjang lebar.


Jhon mengangguk dan mengambil pakaian bersih yang diberikan oleh Billy.


Saat membawa Samantha, Jhon melihat pelipis Samantha yang terluka karena pukulan benda tumpul.


Tidak hanya itu, dia juga melihat perut dan kepala Samantha yang membiru


Darahnya kembali mendidih saat membayangkan perlakuan yang harus diterima oleh Samantha dan akan dia pastikan, setelah ini Frans Leonardo akan menerima akibat dari perbuatannya.


"Billy, katakan pada Frans Rional, dia boleh menghajar Frans Leonardo sepuasnya tapi jangan sampai mati. Aku akan membuat Frans Leonardo membayar setiap luka yang diterima oleh Samantha dan aku akan membuatnya mati dengan penuh penyesalan karena telah melukai orang yang telah merawat anaknya."


"Baik master." jawab Billy sambil mengangguk.


Jhon segera berlalu dari sana untuk mengganti pakaiannya yang basah oleh darah Samantha tapi tidak lama kemudian dia kembali lagi, kembali diruangan gawat darurat itu.


Lampu masih menyala disana yang menandakan operasi masih berjalan.


Jhon kembali berdiri disana dengan perasaan cemas, sungguh dia tidak bisa membayangkan jika sampai Samantha mati. Bagaimana nanti dengan dirinya dan Edward?


Edward pasti akan sangat terluka jika Samantha tidak ada dan lagi apa yang harus dia katakan pada Edward?


Sedangkan dari ujung ruangan, tampak Alex Jackson dengan istrinya berjalan dengan cepat kearahnya.


Wajah mereka tentu saja kawatir bahkan Ana Jackson menangis menuju ruangan itu. Mereka sungguu tidak menyangka jika putri semata wayang mereka akan mengalami hal itu.


"Jhon, bagaimana dengan Samantha?" tanya Ana Jackson saat sudah tiba didepan ruangan itu.


Jhon hanya menggeleng, lampu ruangan itu masih menyala dan dokter belum juga keluar dari sana.


"Dad, bagaimana jika Samantha?"


Ana Jackson menangis dengan pilu dan memeluk suaminya.


"Jangan khawatir, putri kita wanita kuat." hibur suaminya.


"Tapi dad?"


"Sorry Ana, semua uni kesalahanku. Seandainya aku tidak bersikeras menjodohkan Samantha? Aku menyesal, sangat menyesal sehingga harus mencelakai putri kita."


Alex Jackson memeluk istrinya dengan erat dan dalam hatinya menyesal, menyesal karena selalu ingin menjodohkan putrinya sehingga dia harus mengenal pria gila seperti Frans dan mencelakai putrinya.


Seandainya dia mendengarkan putrinya tiga tahun lalu, tidak mengusirnya mungkin putrinya tidak akan mengalami hal seperti ini.


Jika Samantha sudah sadar nanti, dia akan meminta putrinya kembali, kembali kerumahnya seperti tiga tahun lalu.

__ADS_1


Tinggal bersama dengannya lagi, dia juga tidak akan menjodohkan Samantha lagi dan menghormati setiap keputusan yang diambil oleh Samantha.


Mereka menunggu disana dan berharap Samantha baik-baik saja dan pada saat itu, lampu ruangan gawat darurat itu mati dan dokter yang menangani Samantha keluar dari sana dengan wajah cemas.


__ADS_2