
Frans Rional yang melihat kearah Frans Leonardo langsung dikuasai oleh emosi, kejadian tiga tahun lalu langsung terngiang kembali dikepalanya.
"Frans Leonardo!! Aku akan mencincangmu sampai habis!!" geram Frans Rional.
Frans Rional ingin menghampiri Frans Leonardo tapi Billy menahannya, mereka tidak boleh gegabah karena anak buah Frans masih menodongkan senjata dikepala Alex Jackson.
Jika mereka salah langkah bisa saja ada yang mati.
"Wah lihatlah, tuan muda yang selamat telah mendapat bantuan!" hina Frans Leonardo.
Sebenarnya dia tidak menyangka jika pria itu masih hidup, ditambah kedatangan mereka yang tiba-tiba, seharunya dia membereskan hal ini dengan cepat.
"Frans Leonardo kau!!!"
Jhon mengepalkan tangannya kuat-kuat dan matanya berkilat marah.
Samantha mengangkat kepalanya saat mendengar suara Jhon disana, dia melihat kearah Jhon dan tersenyum dengan lemah.
Hati Jhon bagai di iris pisau melihatnya, melihat darah kering dipelipis dan bibir Samantha.
Belum lagi wajahnya yang membiru dan bengkak, sepertinya Frans memukul Wajah wanitanya.
Dia juga melihat kemeja Samantha yang terbuka, Jhon tidak berani membayangkan apa yang telah dilalui oleh Samantha.
"Kebetulan kau datang!" kata Frans Leonardo.
Frans Leonardo mengarahkan pistol kearah Alex Jackson dan putrinya.
"Aku tidak tahu kenapa kau bisa ada disini tapi ini akan menjadi pertunjukkan yang menarik." tuturnya.
"Jika kau berani melakukan lebih dari ini maka aku tidak akan menampunimu!" ancam Jhon.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Frans kemudian.
"Frans, aku sungguh-sungguh tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah!"
"Hahahahahaha!" Frans tertawa.
"Jhon, mari kita selesaikan permusuhan diantara kita disini. Aku akan membunuh wanita ini untuk membayar nyawa anakku yang mati karenamu." ujarnya.
"Anakmu? Kau benar-benar sudah ditipu oleh Stela dan asal kau tahu, perempuan ini tidak ada hubungannya dengan permasalahan kita."
"Tentu ada!" teriak Frans .
"Perempuan ini berhubungan denganmu dan aku ingin dia mati didepanmu sehingga kau merasakan apa yang aku rasakan tiga tahun lalu saat aku tahu anakku mati karena dirimu."
Jhon melirik kearah Samantha sejenak, dia tidak boleh gegabah karena Frans sedang menodongkan pistol kearah wanitanya.
Padahal dia sudah sangat ingin berlari menghampiri Samantha untuk memeluknya tapi dia tidak bisa.
"Hentikanlah Frans, perbuatanmu hanya sia-sia. Kau membunuh keluarga Rional demi ambisimu dan sekarang kau ingin membunuh keluarga Jackson? Apa sebenarnya yang kau mau?"
"Kau tidak tahu? Yang aku mau adalah kematianmu dan melihatmu hancur saat orang yang kau cintai mati didepanmu!!" teriak Frans Leonardo.
"Kau sungguh bodoh, jika kau membunuhnya maka kau akan melukai perasaan anakmu."
Samantha melihat Jhon dengan lekat, apa yang mau dikatakan oleh pria itu?
__ADS_1
"Apa maksud dari ucapamu?"
"Jhon, tidak!" pinta Samantha dengan suara yang lemah.
"Trust me baby." Jhon mencoba meyakinkan Semangat sedangkan Samantha mengangguk dengan lemah.
"Asal kau tahu, anakmu masih hidup dan ada bersamaku."
"Apa kau bilang?" Frans melotot tidak percaya dan pada saat itu, perkataan Stela kembali terngiang dikepalanya.
"Percaya atau tidak, anakmu ada bersama dengan Jhon."
Frans Leonardo mengusap wajahnya, siapa yang berbohong sebenarnya? Jhon atau Stela?
"Jangan bercanda denganku! Pria sepertimu untuk apa mengasuh anakku?" kata Frans Leonardo tidak percaya.
"Bukan aku yang mengasuh anakmu, tapi dia."
Frans Leonardo menatap kearah Samantha, apa benar?
Waktu itu Samantha membawa seorang anak laki-laki dan langsung lari saat melihat dirinya dan menyembunyikan diri. Apa anak yang dibawa Samantha adalah anaknya?
"Hahahahaha !"Frans tertawa terbahak-bahak.
Apa dia harus senang saat tahu kenyataannya?
Tapi semua sudah jadi seperti ini, dia tidak akan percaya begitu saja. Bisa saja Jhon menipunya supaya dia menyerah.
"Aku salut dengan kebohonganmu, tapi?"
Ana Jackson yang telah sadar dari pingsannya langsung berteriak melihat suaminya.
Setelah itu Frans menarik rambut Samantha dan menodongkan pistol dibahu kanan wanita itu.
Samantha meringis kesakitan dan memegangi rambutnya.
Frans menekan pelatuk pistol yang berada ditangannya siap mengeluarkan timah panas dari sana.
Frans menunduk dan menjilati wajah Samantha sedangkan Samantha memejamkan matanya, jijik dengan perbuatan Frans.
"Tadinya aku ingin bersenang-senang dengannya, aku ingin membuatmu hancur melihat wanitamu aku nodai tapi sekarang, aku berubah pikiran."
Jhon tidak tahan melihatnya, melihat wanitanya diperlakukan seperti itu.
"Frans jika kau berani, maka aku benar-benar tidak akan mengampunimu!" ancam Jhon dengan nada tinggi.
Jhon menyembunyikan satu tangannya dibelakang, memberikan sebuah kode untuk Billy.
Billy yang melihat kode dari bosnya langsung menyelinap dibalik para anak buahnya.
"Hahahahahah !"Frans Leonardo kembali tertawa.
"Bagaimanapun aku akan mati, jadi aku akan membawa wanita ini mati bersamaku."
Frans Leonardo mengangkat dagu Samantha dan menghadapkan wajah wanita tidak berdaya itu dihadapan Jhon.
Samantha hanya bisa memandangi Jhon dan menangis.
__ADS_1
"Lihatlah wajah kekasih cantikmu untuk terakhir kalinya."
Setelah berkata demikian Frans menarik pelatuk pistol yang dia todongkan dibahu Samantha.
"Dor...!"
Jhon terbelakak melihat Samantha ditembak didepan matanya.
"Ughhhhh!" Samantha memegang bahunya sedangkan satu tangannya terulur kearah Jhon.
Frans Leonardo segera mendorong tubuh Samantha yang bersimbah darah diatas lantai.
Alex Jackson dan istrinya berteriak histeris melihat putri semata wayangnya.
"Billy!" teriak Jhon dengan cepat.
Saat itu Billy datang dan menembakkan sebuah senjata yang telah diambilnya kearah Frans Leonardo dan dengan cepat senjata itu memuntahkan isinya dan mengenai perut Frans Leonardo.
Frans melihat perutnya dan sebuah senjata bius tertancap disana.
Frans menarik senjata itu dari perutnya, matanya mulai gelap dan tidak lama kemudian kesadarannya mulai hilang.
Frans Leonardo terjatuh diatas lantai, tidak sadarkan diri karena obat bius itu.
Jhon segera berlari kearah Samantha sedangkan anak buahnya mulai menembaki anak buah Frans yang tersisa.
"Oh Baby." Jhon memeluk tubuh Samantha dan melihat keadaanya.
Anak buahnya membuka ikatan Ana Jackson dan para pelayanannya, setelah ikatannya terbuka Ana Jackson dan suaminya berlari kearah Samantha.
"Sam, oh tidak!" Ana Jackson menangis melihat keadaan putrinya.
"Mom, dont worry." kata Samantha dengan lemah dan dia kembali memuntahkan darah dari mulutnya.
Jhon segera mengangkat tubuh Samantha dan berjalan melewati para anak buahnya dengan cepat untuk membawa Samantha kerumah sakit.
Jhon mulai khawatir, dia sangat takut jika terjadi sesuatu dengan Samantha dan tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja.
Samantha mengangkat tangannya dengan lemah untuk menghapus air mata Jhon.
"Jhon, kau menangis?"
"Tidak sayang, aku tidak menangis." elaknya.
"Sorry."
"Stts...baby, jangan banyak bicara. Maaf karena aku terlambat."
Dengan cepat Jhon keluar dari rumah itu tapi sebelum itu dia memerintahkan Billy untuk menangkap Frans Leonardo.
Pengacara yang dipanggil oleh Alex Jacksonpun tiba, saat melihat mayat didepan rumah klientnya membuat pengacara itu langsung menghubungi polisi.
Dalam sekejap mata rumah Alex Jackson dipenuhi oleh polisi tapi sebelum polisi tiba, Billy telah membawa Frans Leonardo bersamanya.
Alex Jackson dan istrinya memberi keterangan jika terjadi perampokan disana, mereka tidak mengatakan tentang Frans Leonardo kepada polisi karena Billy telah meminta mereka merahasiakannya.
Sedangkan saat itu, selama diperjalanan dirumah sakit, Jhon memeluk tubuh Samantha dengan erat sedangkan Samantha semakin lemah karena mulai kehabisan darah.
__ADS_1