
Beberapa hari kemudian California disuatu tempat.
Saat itu tampak seorang laki-laki tertunduk tidak berdaya, wajahnya memar dimana-mana dan tampak darah kering diujung bibirnya.
Ya, pria itu adalah Frans Leonardo.
Saat sadar dari pengaruh obat bius beberapa hari lalu, Frans Leonardo begitu kaget karena mendapati dirinya sudah ada disebuah tempat bersama dengan Frans Rional yang memandangnya penuh dengan kebencian.
Pria cacat itu langsung memukuli wajah Frans Leonardo sampai babak belur tanpa memperdulikan tangannya yang berdarah karena memukuli Frans Leonardo.
Dengan dendam yang membara dihatinya, Frans Rional memukuli wajah Frans Leonardo dan menendangnya berkali-kali.
Darah segar mengalir dari bibir Frans Leonardo, dia benar-benar berharap Frans Rional segera membunuhnya.
Frans Leonardo berlutut tidak berdaya sedangkan kedua tangannya direntangkan dan diikat dengan rantai.
Pria itu telah menerima banyak pukulan dari Frans Rional, pria cacat itu memukulinya tanpa ampun bahkan memberikan makanan busuk padanya.
Walapun Frans Leonardo selalu memuntahkan makanan yang diberikan oleh Frans Rional, tapi pria cacat itu kembali memaksa Frans Leonardo untuk memakan makanan busuk itu tanpa sisa.
Frans Rional benar-benar ingin membuat Frans Leonardo merasakan apa yang telah dia makan selama tiga tahun belakangan ini.
Sebenarnya Frans Rional sudah sangat ingin membunuh Frans Leonardo tapi dia harus bersabar karena Billy memintanya untuk tidak membunuh Frans Leonardo sampai Jhon datang.
Dia harus menahan diri dan hanya bisa memberikan beberapa pukulan pada Frans Leonardo. Dia yakin, Jhon akan membuat pria itu mengalami kematian yang mengerikan.
Dan saat ini, Frans Rional kembali memukuli pria yang telah menghabisi keluarganya dengan keji.
"Ba*ingan, pembunuh!"
Frans Rional menendangi perut Frans Leonardo hingga pria itu memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Cepat bunuh aku!" teriak Frans Leonardo.
"Cih, aku sudah sangat ingin membunuhmu, apa kau tidak tahu?" tanya Frans Rional.
"Maka lakukan!" pancing Frans Leonardo.
Dia akan memancing emosi Frans Rional agar pria itu membunuhnya dengan cepat daripada harus berakhir tragis ditangan Jhon.
Frans Leonardo tidak berani membayangkan apa yang akan Jhon lakukan padanya jika saat pria itu telah kembali, dia berharap pada saat pria itu datang, dia sudah mati ditangan Frans Rional.
"Ba*ingan, jika saja bukan karena perintah dari Billy aku pasti sudah membunuhmu!" geram Frans Rional.
"Dasar pria cacat, kau tunduk pada perintah pria itu?" hina Frans Leonardo.
"Kurang ajar!" Frans Rional kembali menendang perut Frans Leonardo.
__ADS_1
"Uhuk!" darah segar kembali keluar dari mulut Frans Leonardo.
"Jangan membuatku tambah emosi, aku bisa membunuhmu kapan saja!"
Frans Leonardo menarik bibirnya, tersenyum licik. Memang itu yang dia harapkan.
"Lalu kenapa tidak kau lakukan?" tanya Frans Leonardo kembali memancing.
Frans Rional hanya mengepalkan tangannya, menatap pria itu dengan tajam.
"Apa mau aku ceritakan bagaimana saat ayahmu memohon padaku untuk tidak membunuhmu?"
Mata Frans Rional melotot saat mendengarnya.
"Aku sangat ingat waktu itu, bagaimana pria tua itu berlutut dihadapanku, menangis agar aku melepaskan semua keluarganya."
"Diam!!!" teriak Frans Rional.
"Oh ayahmu bahkan mencium sapatuku waktu itu."bpancing Frans Leonardo lagi.
"Bhuukkk!!!!"
Frans Rional kembali memukuli wajah Frans Leonardo dengan kencang.
"Chuiiih!"
Frans Leonardo meludah, membuang darah dari mulutnya.
"Kenapa kau ragu? Apa kau sudah menjadi an*ing peliharaan Jhon Smith!"
"Jangan asal bicara, aku bukan an*ing peliharaannya!"
"Tanpa kau sadari kau sudah jadi peliharaan Jhon Smith!!"
"Ba*ingan, jangan banyak bicara. Dia orang yang telah menolongku, aku sudah bersumpah setia untuk mengikutinya."
"Kaulah an*ing peliharaan yang tidak tahu diri, ayahku begitu baik padamu dan memberikan kepercayaan padamu walaupun kau hanya seorang supirnya!"
"Tapi lihatnya, apa yang kau lakukan pada keluargaku! Kau benar-benar pantas mati!!" kata Frans Rional penuh emosi.
"Hahahahahaha!" Frans Leonardo tertawa terbahak-bahak.
"Kau hanya seorang banci yang tidak bisa melakukan apapun, sedari tadi kau hanya mengancam ingin membunuhku tapi kau tidak berani melakukannya. Aku berani bertaruh, membunuh seekor nyamukpun kau tidak akan bisa!" hina Frans Leonardo.
"Kau jangan menguji kesabaranku!!" geram Frans Rional.
"Frans Rional, kau sungguh naif. Itulah kenapa aku memanfaatkan keluargamu dan mengambil posisimu. Kau bahkan tidak berusaha merebut kembali posisimu tiga tahun lalu."
__ADS_1
"Memangnya apa yang kau tahu?" teriak Frans Rional.
Frans Rional mengepalkan tangannya, tiga tahun lalu dia tidak berdaya, hanya bisa menyembunyikan diri semenjak pelayan pribadi yang menolongnya mati.
Memangnya apa yang Frans Leonardo tahu tentang ketakutan yang harus dia hadapi selama tiga tahun belakangan ini?
Dia bahkan begitu trauma dan tidak berani keluar untuk bertemu dengan orang-orang.
"Semua ini gara-gara supir tidak tahu diri sepertimu! Aku mengalami kehidupan yang begitu mengerikan selama tiga tahun belakang ini."
Frans Rional menghapus air matanya, teringat dengan wajah keluarganya yang mati dengan mengerikan saat dia menemukannya.
Jika saja pelayan pribadinya tidak menyembunyikan dirinya mungkin dia juga sudah mati ditangan Frans Leonardo, walaupun dia sangat berharap demikian.
Pada saat itu, bahkan pelayan pribadinya tertembak dan masih bisa membawanya lari.
"Ya, aku memang sengaja menghabisi keluargamu jadi bunuhlah aku cepat!" pancing Frans Leonardo.
Ini sudah lewat beberapa hari, bisa saja Jhon muncul tiba-tiba, jika pria itu datang maka habislah, sudah dipastikan dia harus menghadapi siksaan yang mengerikan dibandingkan pukulan yang harus dia dapat saat ini.
"Aku tidak akan membunuhmu sekarang."
Frans Rional memutar langkahnya hendak pergi dari sana.
"Apa kau tidak tahu bagaimana aku memperkosa adikmu?"
Perkataan Frans Leonardo menghentikan langkahnya.
"Apa maksudmu?" Frans Rional memutar kembali tubuhnya dan menatap pria itu.
"Oh adikmu sungguh cantik. Hari itu, sebelum membunuh ayahmu, aku masuk kedalam kamarnya dan bermain dengannya. Adikmu menangis dan memberontak, tapi darah perawan itu sungguh nikmat." kata Frans Leonardo lagi.
"Frans!" Darah Frans Rional langsung mendidih dikepalanya.
"Kau tega memperkosa adikku yang baru berumur sepuluh tahun?!"
"Benar, setelah itu aku menembaknya sampai mati."
Frans Rional yang dibakar api amarah langsung berjalan menghampiri sebuah besi panjang yang ada didekat situ.
"Aku akan membunuhmu!!"
Dengan cepat Frans Rional mengangkat besi itu,bingin menusuk Frans Leonardo dengan benda itu.
"Yes, do it." kata Frans Leonardo dalam hati.
"Frans Rional, hentikan. Jika kau membunuhnya saat ini maka kau akan membuat permainan ini jadi tidak menarik sama sekali."
__ADS_1
Frans Rional menghentikan tangannya, memalingkan wajahnya dan melihat dua orang pria berjalan dengan gagah masuk kedalam ruangan itu.
Sedangkan wajah Frans Leonardo langsung pucat karena merasa, sepertinya setelah ini dia akan mengalami hal yang tidak bagus.