Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Honeymoon


__ADS_3

Saat itu, Jhon sedang mengusap punggung Samantha yang terlelap disampingnya, ya biasa, mereka habis olahraga.


Saat itu mereka sedang ada disebuah hotel diHawaii, mereka memutuskan untuk berbulan madu ke Hawaii dan tidak jadi pergi ke Maldive Island. Alasannya karena mereka tidak mau repot kembali mengurus Visa dan itu memakan waktu yang lumayan lama.


Samantha memilih pulau Hawaii karena itu masih Kepulauan di Samudra Pasifik yang beribukota di Honolulu, pulau ini mulai bergabung menjadi negara bagian Amerika Serikat pada tanggal 21 Agustus 1959 dan merupakan negara bagian termuda di Amerika Serikat.


Pulau Hawaii tak kalah indahnya dengan Maldives island, pulau itu dikelilingi oleh lautan dan seluruh wilayahnya terdiri dari pulau dan disebut surga dunia.


Mereka menginap disebuah hotel dipinggir pantai, Hyatt Regency Maui Resort & Spa.


Hotel itu merupakan salah satu resor besar terencana pertama di Hawaii yang berada di 200 Nohea Kai Dr, Hawaii. Penginapan yang memiliki 806 kamar dan suite yang tenang ini membawa kesan modern, mewah, dengan sentuhan-sentuhan kayu rotan.


Pemandangan di setiap kamar berbeda-beda, terdapat pemandangan pepohonan hijau hingga laut yang sangat indah.


Resor Hyatt Regency ini menghadap ke hamparan pasir putih yang sangat luas, para pasangan bisa berjalan-jalan santai untuk menikmati keindahan pantai yang berada tepat di depan hotel.


Terdapat juga kursi pantai dan payung-payung yang disediakan oleh penginapan, tempat ini benar-benar area terbaik untuk berenang, bermain pasir, hingga olahraga air.


"Baby, wake up." bisik Jhon ditelinga istrinya.


"Jhon, aku lelah." gumam Samantha


"Hei,kita kesini tidak hanya untuk tidur bukan?"


"Aku tahu, tapi aku lelah karena perbuatanmu dan apa yang akan kita lakukan setelah ini?"


Samantha membuka matanya dan menatap suaminya sedangkan Jhon menatapnya dengan senyum diwajahnya.


"Banyak yang bisa kita lakukan sayang tapi jika kau masih ingin tidur maka kita akan melewatkan moment manis kita selama kita berada dipulau ini."


"Hm." Samantha menyembunyikan wajahnya didada suaminya. Sungguh rasanya dia ingin tidur tapi apa yang diucapkan oleh suaminya sangat benar adanya.


"Bagaimana jika kita berendam bersama." ajak Jhon sambil mencium dahinya.


"Hm, gendong." pinta Samantha.


Jhon terkekeh dan mencium dahi istrinya kembali dan setelah itu, dia angun dari tidurnya begitu juga dengan Samantha, dia juga bangun dari tidurnya dan duduk disisi ranjang.


Jhon mendekati Samantha dan menggendong istrinya menuju kamar mandi.


Didalam kamar mandi itu terdapat sebuah bathup bulat besar, Jhon menurunkan Samantha disana dan menyalakan air hangat yang ada.


Setelah itu, Jhon masuk kedalam bathup dan memeluk istrinya. Samantha memejamkan matanya, bersandar pada tubuh suaminya.


"Baby, kau mau punya berapa anak?" tanya Jhon sambil mencium wajah Samantha.

__ADS_1


"Dua." jawab Samantha singkat.


"Hei, itu terlalu sedikit."


"Memangnya kau mau punya berapa?" tanya Samantha penasaran.


"Aku ingin punya banyak anak agar rumah kita tidak sepi nantinya." jawab Jhon.


"Jika kau suka keramaian maka pergi saja kesupermarket saat ada obral." ucap Samantha kesal.


Jhon terkekeh pelan dan mengusap perut istrinya yang berada dibawah air.


"Baby."


"Hm?"


"I love you baby." bisik Jhon.


Samantha mengangkat kepalanya dan mengecup bibir suaminya.


"I love you too Jhon."


"Jadi, berapa anak kita nanti?" tanyanya lagi.


"Aku sudah bilang dua."


Samantha terbelalak kaget dan melepaskan diri dari pelukan Jhon.


"Hei, kau sudah gila ya, kau pikir aku ini mesin." katanya kesal.


Jhon hanya tersenyum dan menarik tangan istrinya agar kembali kedalam pelukannya


"I'm just kidding baby."


Samantha kembali tersenyum dan memeluk lengan suaminya yang melingkar didadanya.


"Dua saja cukup Jhon, lagipula kita sudah punya Edward, kau tidak mungkin melupakannya bukan?"


"Tentu tidak sayang, walaupun dia bukan anak kita tapi dia adalah bagian dari kita."


"Thank you Jhon."


"Sstttt.....baby."


Jhon mengangkat dagu istrinya dan mencium bibir istrinya dengan mesra.

__ADS_1


Setelah selesai mandi, Samantha memakai pakaiannya. Sebuah mini dress bermotif bunga, bertali satu dan panjangnya sampai diatas lutut saja.


Begitu juga dengan Jhon, dia memakai baju kaus berwarna putih dipadukan dengan sebuah kemeja santai dan celana selutut pula, mereka berencana berjalan-jalan dipinggir pantai sambil menikmati matahari terbenam.


Setelah rapi merekapun keluar dari hotel tempat mereka menginap, tidak perlu jauh-jauh karena didekat hotel itu sudah terhampar pasir putih dan pantai yang indah, tempat itu memang paling cocok untuk pasangan bulan madu seperti mereka.


Mereka berjalan bersama-sama sambil bergandengan tangan, mereka begitu tampak mesra seperti pasangan lainnya.


Mereka berbicara ringan dan sesekali bercanda dan tertawa, tak henti-hentinya Jhon melemparkan candaan kepada istrinya yang membuat wanita itu tertawa dan terlihat semakin cantik.


Sesekali angin pantai bertiup menyapu rambut Samantha yang panjang, hal itu membuat mereka menghentikan langkah mereka dan Jhon merapikan rambut istrinya yang berantakan.


Jhon mengusap rambut istrinya dan mencium wajahnya, tidak hanya itu mereka juga berciuman dengan mesra dan setelah itu mereka kembali berjalan menunggu matahari terbenam.


Saat matahari mulai menenggelamkan dirinya, Samantha dan Jhon sedang duduk diatas kursi panjang yang sudah disediakan oleh hotel dimana mereka menginap.


Samantha bersandar pada bahu suaminya dan tangan Jhon melingkar dibahu istrinya sambil membelai rambutnya.


Mereka sangat menikmati waktu mereka yang berharga tanpa perduli dengan orang-orang disekitar mereka.


Lagi pula tidak ada yang perduli dengan apa yang mereka lakukan karena disana juga terdapat beberapa pasangan seperti mereka.


Mereka akan berada disana selama sebulan untuk menikmati masa bulan madu mereka.


"Baby."


"Hmm?"


"Semoga kita selalu bisa bersama sampai kita tua nanti dan maut memisahkan kita."


"Aku juga berharap begitu Jhon, aku akan selalu mencintaimu walau apapun yang terjadi nanti. Sekalipun kau bangkrut atau cacat bagiku kau adalah pria terbaik untukku dan tidak akan pernah ada lagi pria yang bisa menggantikanmu didalam hatiku." kata Samantha panjang lebar.


Jhon tersenyum senang, tangannya tak henti-hentinya mengelus kepala istrinya dengan kelembutan yang ada.


"Aku juga begitu baby, hanya kau yang akan aku cintai untuk seumur hidupku."


Samantha mengangkat kepalanya dari bahu suaminya dan mencium wajah suaminya dengan mesra.


"I love you my hubby, forever." ucapnya dengan senyum diwajahnya.


Jhon tersenyum dan memegangi wajah istrinya, dia mulai mendekatkan bibirnya ke bibir istrinya dan mengecup bibir istrinya dengan lembut pula.


"I love you to my wife."


Mereka berciuman sejenak dan setelah selesai, mereka kembali berpelukan.

__ADS_1


Mereka seperti itu untuk menikmati keindahan matahari yang mulai menenggelamkan diri diatas sana.


__ADS_2