
New York waktu setempat.
Seorang pria sedang duduk meringkuk di gang sempit sambil memakan makanan sisa yang dipungutnya ditong sampah, pria itu sudah lama hidup sebagai homeles sejak kejadian pembantaian keluarganya.
Tapi berkat pertolongan pelayan pribadinya, pria itu dapat melarikan diri dan selamat.
Ya, pria itu adalah Frans Rional.
Tapi selama beberapa tahun, kehidupannya sungguh menyedihkan karena wajahny yang cacat dan ditakuti oleh setiap orang yang melihatnya.
Setiap orang yang melihatnya akab menyebutnya sebagai Ogre! Karena dikucilkan oleh orang-orang membuatnya berharap tidak selamat dan ikut terbantai dengan keluarganya waktu itu.
Pelayan pribadi yang menolongnya mati setelah membawanya, pria itu tertembak saat membawanya lari.
Frans Rional memeluk lututnya diatas jalanan yang basah, hiruk pikuk kota New York membuatnya seperti tikus saat orang-orang melihatnya.
Tidak ada yang berani mendekatinya karena wajahnya, bahkan para homeles lain lari saat melihatnya.
Frans Rional memakan makanan ditangannya yang sudah mulai terlihat membusuk, dia tidak punya pilihan karena bagaimanapun dia harus tetap bertahan.
Tujuannya bertahan hidup agar pengorbanan pelayan pribadinya tidak sia-sia dan tentu saja untuk balas dendam, membalas orang yang telah membunuh semua anggota keluarganya dan yang telah membuatnya hidup seperti itu.
"Over here master, anak buahku melihatnya ada disini."
Suara seorang pria diujung gang membuat Frans Rional terkesiap dan melihat kearah datangnya suara.
Selama ini tidak ada yang mau datang ditempat kotor itu tapi dari ujung jalan tampak seorang pria sedang memegangi payung untuk memayungi seorang pria lainnya. Karena memang kondisi cuaca yang buruk dan hujan rintik-rintik yang tidak juga berhenti sedari tadi.
Frans Rional bangkit berdiri saat melihat kedua orang itu berjalan mendekatinya, dia tidak tahu mereka siapa tapi jika itu polisi maka dia harus lari.
Jhon dan Billy yang sudah tiba masuk kedalam gang sempit dan basah, bau tidak sedap menyeruak kemana-mana bahkan binatang menjinjikanpun berlarian dimana-mana.
Billy menunjuk keseseorang yang berdiri diujung gang sedangkan Jhon melihat seorang pria yang terlihat menyedihkan.
Rambut dan janggut yang sudah panjang dan berantakan, serta pakaian yang sudah compang camping, tapi dia bisa tahu itulah pria yang dia cari dari wajahnya yang hancur.
Pria itu bahkan begitu waspada saat melihat kedatangannya.
"Frans Rional?" tanyanya.
"Siapa kau?" tanya Frans dengan curiga.
Selama ini tidak ada yang tahu siapa dirinya, dia bahkan menyembunyikan diri supaya tidak ditemukan oleh pembunuh yang telah membunuh keluarganya.
"Aku bukan siapa-siapa, aku datang kesini untuk menawarkan bantuan untukmu."
Frans melotot tidak percaya, apa ini bantuan dari langit? Tapi dia tidak akan percaya begitu saja, bisa saja pria itu yang telah membunuh semua keluarganya dan berpura-pura mengenalnya.
__ADS_1
"Kau salah orang!" jawabnya.
"Oh, jadi aku salah? Tapi tidak akan ada lagi orang yang memiliki wajah sepertimu."
"Pergi!" usir Frans dengan sinis.
Jhon dan Billy tidak bergeming dari tempatnya, mereka tahu, Frans hanya sedang berhati-hati.
"Jika kita salah orang maka mari kita pergi, kita harus menemukan Frans Rional yang asli dan membantunya membalas dendam." ujar Jhon pada Billy.
Mereka berdua memutar tubuhnya, pura-pura hendak pergi dari sana.
"Tunggu!"
Frans menghentikan langkah kedua orang itu.
"Siapa kau sebenarnya? Ada tujuan apa datang mencariku?"
"Frans, aku akan memberikan satu penawaran padamu, tapi jika kau menolak maka aku tidak akan memberikan penawaran lainnya."
"Apa itu?" tanya Frans dengan cepat.
"Ikutlah denganku maka aku akan membantumu balas dendam."
Frans terdiam sejenak tapi kemudian dia tertawa terbahak-bahak.
"Memangnya kau tahu siapa yang membunuh keluargaku? Aku rasa kau hanya bercanda saja! Bahkan polisi tidak tahu siapa yang membunuh keluargaku, tapi kau?"
Frans kembali tertawa, peristiwa pilu yang dia alami tiga tahun lalu kembali terngiang dikepalanya.
Frans mengusap air matanya yang keluar dari sela-sela tawanya. Itu bukan air mata gembira tapi itu air mata kesedihan saat harus mengingat kembali kejadian tiga tahun lalu dimana dia harus menyaksikan keluarganya dibantai begitu saja.
Bahkan dari berita yang dilihatnya polisi berkata bahwa tidak bisa menemukan orang yang membunuh keluarganya dan menutup kasus itu begitu saja.
Tapi pria yang sedang berdiri didepannya ini berkata jika akan membantunya balas dendam?
Sungguh sebuah lelucon yang sempurna.
"Billy." Jhon memberikan isyarat kepada asistennya.
"Frans, master menawarkan kerja sama denganmu. Jika kau mau kau cukup mengikutinya maka master akan membawamu menemui pembunuh keluargamu."
Master?
Frans melihat penampilan Jhon dari atas sampai kebawah, memang tidak terlihat seperti orang biasa tapi dia tidak boleh percaya begitu saja bukan?
"Kenapa kau ingin menolongku?" tanyanya.
__ADS_1
"Anggap kau sedang beruntung!"
"Apa yang kau inginkan sebenarnya?"
"Tidak ada!" jawab Jhon lagi.
Frans masih melihat Jhon dengan penuh selidik, apa pria itu tidak sedang menipunya?
"Pertimbangkanlah, aku akan membantumu keluar dari kehidupanmu saat ini. Aku akan membantumu merebut kembali hak milikmu yang seharusnya memang milikmu dan aku akan mempertemukan kau dengan pembunuh itu."
"Siapa? Memangnya siapa pembunuh itu?" tanya Frans penasaran. Jika pria itu bisa menjawab maka dia akan mempercainya dan jika jawabannya masuk akal.
"Percaya atau tidak, dia adalah supir pribadi ayahmu."
Frans melotot tidak percaya, supir pribadi ayahnya?
Frans Leonardo? Dia adalah orang yang sangat dipercaya oleh ayahnya.
"Jangan mengatakan lelucon yang bodoh, bukankah dia juga terbunuh waktu itu?"
"Sayang sekali, kau terlalu naif. Seharusnya pelayan pribadimu tidak perlu mengorbankan dirinya untuk menyelamatkanmu."
"Apa maksudmu?"
"Ketahuilah, sekarang Frans Leonardo sedang menempati posisimu dan menikmati semua milikmu." jelas Jhon.
Frans menatap kedua pria itu dengan tajam, haruskah dia mempercayai mereka?
Tapi mungkin ini kesempatannya, jika tidak dia akan mati dijalanan cepat atau lambat tanpa bisa membalas kematian keluarganya.
Walaupun nantinya dia akan hidup kembali dijalanan, dia tidak akan keberatan. Asalkan keinginannya untuk balas dendam dapat terwujud sebelum dia mati dan agar pengorbanan pelayan pribadinya tidak menjadi sia-sia.
"Tell me, who are you? Kenapa kau tahu namaku saat melihatku dan kenapa kau bisa tahu siapa pembunuh keluargaku?" tanyanya.
"Aku? Kau tidak perlu memusingkan siapa aku tapi yang paling penting maukah kau ikut denganku?" tanya Jhon pula.
Frans menelan ludahnya sejenak dan meremas makanan yang hampir busuk ditangannya.
"Aku akan ikut, aku akan mengikutimu." jawabnya.
Jhon menyunggingkan senyumnya dan Frans Rional mengambil keputusan yang tepat.
"Bagus."
Pria itu segera memutar langkahnya dan Billy mengikutinya dari belakang.
Frans melihat kedua orang itu dan mulai mengikuti mereka, semoga ini adalah kesempatan bagus untuknya balas dendam.
__ADS_1