Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Pertemuan Frans dan Stela


__ADS_3

Frans sedang berada disebuah bar pada malam itu, pria itu sedang menghisap rokoknya dalam-dalam sambil melihat liukan tubuh para penari yang berada didepannya.


Pria itu sedang menunggu seseorang disana, menunggu wanita yang pernah bersamanya dulu.


Bukan tanpa alasan dia kembali kekota itu, tiga tahun lalu Frans sedang menjalin hubungan dengan kekasihnya, bahkan mereka telah berjanji akan menikah dan kekasihnya sedang mengandung anaknya.


Tapi tiba-tiba wanita itu memutuskan hubungan mereka secara sepihak dan mengugurkan anak mereka.


Frans sangat marah, tapi karena tiga tahun lalu dia tidak punya kekuataan apa-apa maka dia terpaksa membiarkan kekasihnya bersama dengan pria lain.


Malam ini, setelah mengetahui keberadaannya, Frans mengirimkan sesuatu pada wanita itu supaya dia mau datang untuk menemuinya.


Dipintu masuk bar itu tampak Stela sedang mengedarkan pandangannya untuk mencari pria yang pernah bersamanya.


Frans mengirimkan sebuah foto kebersamaan mereka, foto itu diambil saat mereka sedang berdua tanpa busana diatas ranjang.


Frans juga menuliskan ancaman dibelakang foto itu, jika Stela tidak mau menemuinya maka foto-foto kebersamaan mereka akan dia kirimkan pada Jhon.


Hal itu tentu saja membuatnya takut,vbagaimana jika sampai Jhon tahu hubungannya dengan Frans?


Yang membuatnya lebih takut bagaimana jika sampai Frans mengatakan pada Jhon bahwa dia pernah mengandung anak pria itu.


Jhon pasti akan menendangnya mengingat Jhon dan Frans adalah musuh.


Stela menangkap sosok pria tampan yang sedang melihat kearahnya, dengan cepat Stela menghampiri pria yang pernah bersama dengannya dulu.


Dengan perasaan kesal Stela melemparkan foto yang dikirimkan Frans tepat kewajahnya.


"Apa maksud dengan ancamanmu Frans?" tanya Stela dengan kesal.


Frans hanya melihatnya dan terus menghisap rokoknya dengan santai.


"Frans!!" teriak Stela.


"Stela, sudah tiga tahun kita tidak bertemubtapi kenapa kau malah marah-marah padaku?" tanya Frans dengan santai.


"Jangan basa-basi denganku,bapa maksud dari ancamanmu ini?"


Frans tidak menjawab pertanyaan Stela dan mematikan rokoknya dengan santai.


Stela memejamkan matanya, entah ada maksud apa Frans memanggilnya kesana?


"Jika kau tidak mau menjawab tidak apa-apa! Aku akan pergi!" katanya kesal.


"Santai saja Honey, kenapa kau begitu buru-buru?"


"Frans, cepat katakan padaku. Apa maksud ancamanmu ini?"


"Stela, aku hanya menggertakmu supaya kau mau datang. Kenapa kau begitu serius dengan gertakkanku?"


"Frans, ini sama sekali tidak lucu!" teriak Stela.


Orang-orang yang berada dibar itu mulai melihat kearah mereka, Frans berdecak kesal dan menarik tangan Stela pergi dari sana.

__ADS_1


"Stela, kau sama sekali tidak berubah!"


Frans membawa Stela naik kelantai atas bar itu dimana disana menyediakan kamar dilantai atas untuk para pasangan untuk melepaskan hasrat mereka.


"Frans, lepaskan aku!"


Stela berusaha melepaskan tangannya tapi Frans menggenggam tangannya dengan erat, Frans bahkan tidak perduli dengan orang-orang yang melihat kearah mereka.


Frans mendorong tubuh Stela masuk kedalam sebuah kamar dan menutup pintu kamar itu bahkan menguncinya agar Stela tidak bisa melarikan diri.


"Frans, jangan main-main denganku!" teriak Stela.


Frans hanya tersenyum dan mendorong tubuh Stela diatas ranjang, kemudian pria itu menekan tubuh Stela hingga wanita itu sulit untuk bergerak.


"Stela, kenapa kau meninggalkan aku tiga tahun lalu?"btanyanya.


Stela mengyunggingkan bibirnya.


"Kau tidak tahu kenapa?"


Frans hanya menggeleng.


"Karena kau miskin!" teriak Stela.


Frans sangat kesal dengan perkataan Stela dan dengan cepat pria itu menampar wajah Stela sehingga wanita itu meringgis kesakitan.


"Jadi itu sebabnya! Kau gugurkan anakku dan menjadi tunangan Jhon Smith!"


Stela memegangi pipinya yang terasa panas dan menatap Frans dengan tajam.


Frans mengangkat tangannya kembali hendak memukul Stela tapi kemudian dia urungkan. Walaupun hubungannya dengan Stela telah lama berakhir tapi didalam hatinya masih tersimpan sedikit perasan untuk Stela.


"Ya, aku sampah tapi akulah yang paling tahu apa yang kau suka." katanya.


"Apa maksudmu?"


Frans segera menunduk dan menciumi bibir Stela sedangkan tangannya mulai meraba-raba bagian tubuh Sensitif Stela.


Stela mengeliat dan mengerang dengan nikmat karena sentuhannya.


Frans tersenyum dengan puas, dia tahu sejak dulu Stela paling tidak tahan jika disentuh dibagian tertentu.


"Lihat, aku yang paling tahu dan yang paling bisa memuaskanmu. Apa Jhon juga menyentuhmu dibagian ini?" tanyanya.


Tangannya masih sibuk menyentuh bagian tubuh sensitif Stela.


Mata Stela terbelalak kaget tapi dia tidak melawan karena sentuhan tangan Frans membuatnya tidak tahan.


Sudah lama dia tidak disentuh seperti itu dan tubuhnya terasa lapar, Jhon bahkan tidak pernah menyentuhnya sejak mereka bertunangan.


Reaksi tubuhnya tidak bisa berbohong, walaupun dalam hatinya berteriak untuk tidak menikmati sentuhan Frans tapi dia tidak bisa menolak.


Desahan demi desahan lolos dari bibirnya sedangkan Frans tersenyum dengan penuh kemenangan.

__ADS_1


Itulah yang dia inginkan, menyiksa Stela dengan sentuhannya seperti yang pernah dulu mereka lakukan.


Tapi saat-saat itu tidak akan kembali lagi!


Frans segera menghentikan tangannya dan bangkit berdiri. Stela menatap pria itu dengan heran karena menghentikan aksinya.


"Ternyata kau tidak berubah, masih saja murahan seperti dulu!" hina Frans.


Wajah Stela merah padam menahan amarah, apa Frans hanya mengujinya?


"Frans,vkau ba**ngan!" teriaknya.


Frans mendekati Stela dan menjambak rambutnya dengan kasar sedangkan matanya menatap Stela dengan tajam.


"Kaulah yang telah mengubahku menjadi ba**ngan! Seandainya kau tidak pergi dariku dan membunuh anakku maka aku tidak akan menjadi seperti ini!"


Wajah Stela langsung pucat. Bagaimana jika Frans tahu bahwa anaknya masih hidup? Bisa-bisa pria itu tidak akan melepaskannya.


"Brengsek, lepaskan rambutku!" pintanya sambil berteriak.


Frans langsung mendorong tubuh Stela.


"Dengarkan perkataanku baik-baik Stela! Kau akan merasakan apa yang aku rasakan saat aku tahu kau mengugurkan anakku. Maka nanti, aku akan membunuh Jhon didepan matamu dan kau akan merasakan penderitaan saat kehilangan orang yang kau cintai. Tunggu saat itu tiba, dan aku sudah selesai bermain-main denganmu, kau bisa melampiaskan sisa nafsumu pada tunanganmu itu!"


Setelah berkata demikian Frans segera meninggalkan Stela diruangan itu.


Stela sangat kesal dengan Frans. Dia mulai bimbang, apa yang harus dia lakukan?


Apakah dia harus tetap membunuh anak itu atau malah dia harus merampas anak itu dan mengembalikannya pada Frans?


Tapi yang jadi masalahnya, kemana perempuan itu menyembunyikan anaknya?


Dia sudah mencarinya tapi wanita itu sudah pindah dan dia tidak tahu kemana wanita itu membawa anaknya.


Sedangkan saat itu disebuah gudang tua.


Jhon sedang mencuci tangannya yang berlumuran darah karena dia sedang mengintrogasi pria yang ditangkap oleh bawahannya.


Pria itu tetap dengan pendiriannya dan tidak mau menggatakan siapa yang membayarnya.


Walaupun dagingnnya telah di iris dan ada yang lepas dari tulangnya tapi pria itu tetap tidak mau berbicara.


Jhon menghentikan pisaunya saat melihat pria itu sudah tidak sadarkan diri. Jhon segera mencuci tangannya dengan air yang telah disediakan oleh anak buahnya.


"Sepertinya dia tidak akan berbicara, kalau begitu lemparkan saja kekandang singa!" perintahnya


Anak buahnya mengangguk dan membawa pria yang tidak sadarkan diri itu pergi dari sana, dan tentu saja untuk melemparkan pria itu kekandang singa seperti perintah bos mereka.


Billy mendekati bosnya dan memberikan handuk bersih padanya.


"Billy, apa kau sudah menemukan tempat mereka berada?"


"Maaf master, belum!"

__ADS_1


Jhon menarik nafasnya dan tampak kecewa.


"Dimana Samantha dan Edwrad berada sekarang?"


__ADS_2