
Jhon terbangun dari tidurnya saat mendengar pintu ruangan itu terbuka, semalam pria itu tertidur disisi ranjang sambil menggenggam tangan Samantha.
Tampak Alex Jackson bersama dengan istrinya masuk kedalam ruangan itu, Jhon segera bangkit berdiri dan masuk kedalam kamar mandi.
Tidak lama kemudian pria itu keluar lagi dan melihat Ana Jackson yang sedang duduk disisi putrinya dan menangis.
Billy masuk kedalam ruangan itu dan membisikkan sesuatu ketelinganya.
"Master, nyonya besar mencarimu!"
Billy menyodorkan ponselnya kepada Jhon.
Jhon segera meraih ponsel Billy, keluar dari tempat itu dan menjawab panggilan dari ibunya.
"Mom, what wrong?"
"Oh Jhon, finally!" kata ibunya dengan kawatir.
"Kenapa mom?"
"Kemana saja kau? Amu sudah lelah menghubungi ponselmu."
Jhon segera merogoh ponsel dari saku celananya yang ternyata sudah mati.
"Sorry mom, ponselku mati."
"Sudahlah, itu tidak penting. Dengar, Edward menangis sepanjang malam mencari ibunya. Apa yang sedang kalian lakukan berdua?" tanya ibunya.
"Mom, ada sedikit masalah disini. Apa kau tidak bisa membujuk Edwrad?"
"Jhon, kami sudah lelah bahkan daddymu tidak tidur sepanjang malam untuk membujuk Edward .Edward terus menangis mencari ibunya bahkan tidak mau pergi kesekolah."
"Dimana dia sekarang?"
"Sleeping with your dad, dia sudah kelelahan menangis sepanjang malam. Jika nanti dia terbangun, mommy yakin dia akan menangis lagi."
Jhon menarik nafasnya dengan berat, sepertinya dia tidak punya pilihan kembali ke California untuk menjemput Edward.
"Mom, aku akan segera kembali tolong siapkan barang-barang Edward." pintanya.
"Baguslah, cepatlah kembali, mommy sungguh tidak tega melihatnya."
"Oke mom, thanks."
Jhon mematikkan ponsel itu dan mengembalikannya kepada Billy.
"Billy, kita harus kembali ke California."
"Siap master."
Jhon segera kembali masuk kedalam ruangan dimana Samantha sedang terbaring dan menghampiri kedua orang tua Samantha yang berada disisi putrinya yang masih belum sadarkan diri.
__ADS_1
"Tuan Alex, aku harus segera kembali ke California." ujarnya.
"Jhon terima kasih telah menjaga putriku."
"Tidak masalah."
Ana Jackson bangkit berdiri, menghampiri Jhon dan memeluk pria itu.
"Jhon, terima kasih. Aku sangat berterima kasih padamu, Samantha sangat beruntung bertemu denganmu."
"Nyonya, tidak perlu berterima kasih. Akulah yang sangat beruntung bisa bertemu dengan Samantha." jawabnya.
Ana Jackson melepaskan pelukannya dan kembali menghampiri putrinya, tampak air mata kembali mengenang dipelupuk mata wanita paruh baya itu saat memandangi wajah putrinya.
"Aku berharap Samantha cepat sadar." ujarnya.
"Aku juga berharap demikian, beritahu aku jika dia sudah sadar. Nanti aku akan kembali lagi bersama Edwrad."
"Siapa Edward?" tanya Alex Jackson penasaran.
"Anak asuh putrimu."
Alex Jackson kembali teringat perkataan Samantha jika dia mengadopsi seorang anak. Dia juga teringat waktu Jhon berkata kepada Frans jika anaknya diasuh oleh Samantha.
"Anak siba*ingan itu?" tanyanya memastikan.
"Ya." jawab Jhon dengan santai.
Alex Jackson langsung emosi saat tahu kenyataan bahwa putrinya mengasuh anak seorang ba*ingan seperti Frans!
"Tuan Alex, percayalah! Jika Samantha tahu dia akan sangat membencimu karena Edward segalanya untuknya."
"Aku tidak perduli dan aku tidak akan pernah mau menerima putriku mengasuh anak ba*ingan seperti Frans!!!" katanya lagi.
"Tuan Alex, Edward hanya anak kecil yang tidak bersalah. Putrimu menemukannya tanpa tahu siapa orang tuanya, apa kau tega membiarkan anak berumur tiga tahun tahu jika ayahnya seorang pembunuh?"
Alex Jackson terdiam, tidak bisa menjawab pertanyaan Jhon sedangkan Ana Jackson menghampiri Jhon dan suaminya.
"Dad, stop! Apa kau tidak belajar dari kesalahan? Aku yakin semua ini serba kebetulan." tuturnya.
"But mom, ba*ingan itu telah mencelakai putri kita."
"I know dad, benar yang Jhon katakan. Dia hanya anak kecil yang tidak bersalah, apa waktu dilahirkan dia bisa memilih orang tua?"
"Pokoknya aku tidak bisa menerimanya!" tutur alex Jackson keras kepala.
Dia tidak akan pernah memaafkan perbuatan Frans, apalagi harus menerima darah daging ba*ingan itu.
"Lebih baik aku mati daripada harus menerima seorang anak ba*ingan menjadi cucuku, apalagi dia bukan anak putriku!!"
"Pllaakkk!" Ana Jackson menampar wajah suaminya dengan kencang karena dia kesal dengan sikap suaminya.
__ADS_1
Jhon hanya melihat mereka tanpa tahu harus melakukan apa.
"Stop dad!!!" Ana Jackson sangat marah dengan suaminya dan kembali menangis.
"Seharusnya Samantha mati waktu tertembak." katanya dengan berlinang air mata.
"Kenapa kau berkata demikian?"
"Because of you!" teriak Ana Jackson dan dia mulai menutupi wajahnya mencoba membendung air matanya.
"Kau selalu keras kepala, selalu seperti itu! Kau tidak pernah mau berubah bahkan disaat putrimu sedang sekarat! Apa kau lebih senang jika dia mati?!"
Alex Jackson hanya bisa melihat istrinya, benar, semua ini karena kesalahannya!
Padahal dia sudah memutuskan akan menerima semua keputusan Samantha tapi saat tahu putrinya mengasuh seorang anak ba*ingan yang mencelakai mereka membuatnya dikuasi emosi.
"Sorry Ana." Alex Jackson memeluk istrinya dan menghiburnya.
Ana Jackson mengusap air matanya dengan kasar ,melepaskan pelukan suaminya dan berjalan mendekati Jhon.
"Jhon, bawalah anak asuh putriku kemari. Mungkin dengan adanya dia, Samantha akan cepat sadar." pintanya.
Jhon mengangguk dan menghampiri Samantha. Pria itu mengusap kepala Samantha, menunduk dan menciumi dahinya.
"Baby, aku harus pergi tapi nanti aku akan kembali lagi dengan Edward. Aku harap saat aku datang kau sudah sadar." bisiknya ditelinga Samantha.
Setelah berkata demikian, Jhon segera keluar dari tempat itu bersama dengan Billy karena dia harus kembali untuk menenangkan Edward.
Dengan jet pribadinya membuat perjalanan itu cuma memakan waktu beberapa jam saja.
Dengan cepat Jhon masuk kerumah pribadi keluarganya, benar saja apa yang dikatakan oleh ibunya, Edward kembali menangis mencari ibunya.
Mata Edward terlihat membengkak dan tampak pula keluarganya terlihat lesu karena kurang tidur.
Jhon menghampiri Edward dan membawanya dalam gendongannya.
"Edward, kenapa kau menangis?"
"Dad, where is mommy?" tanya Edward sambil menangis.
"Apa kau ingin bertemu mommy?"
"Yes." jawab Edward sambil mengangguk.
"Jika begitu jangan menangis, daddy akan membawamu bertemu dengan mommy."
"Are you sure dad?" Edward mulai terlihat ceria.
Jhon mengangguk dan membelai kepala Edward, setelah menjelaskan situasi yang dialami oleh Samantha kepada keluarganya, Jhon segera pergi untuk kembali ke Colorado.
Semula ibunya ingin ikut tapi Jhon melarang, dia berjanji akan segera membawa Samantha kembali saat telah sadar.
__ADS_1
Dia juga iba melihat keadaan keluarganya yang tampak kelelahan karena harus menjaga Edward.
Tanpa merasa lelah, pria itu kembali ke Colorado membawa Edward bersamanya, dia berharap Samantha baik-baik saja dan dia juga berharap, Samantha bisa secepatnya sadar.