Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Anak mu masih hidup


__ADS_3

Disebuah club malam yang ada dikota itu, seorang wanita cantik sedang menunggu seseorang didalam ruang private yang telah di bookingnya.


Ya wanita itu adalah Stela. Setelah membalut jarinya dengan perban dan membersihkan diri Stela langsung mencari Frans.


Berkat bantuan ayahnya, Stela tidak mengalami kesulitan untuk menemui pria itu, mantan kekasihnya dulu.


Stela menunggu disana sambil meminum brandy yang berada ditangannya dan tidak perlu menunggu lama, Frans sudah tiba ditempat itu dan melihat Stela telah menunggunya disana.


"Stela, apa yang kau inginkan?" tanyanya.


"Frans, kau baru tiba, bagaimana jika minum dulu?" tawarnya.


Frans menghampiri Stela dan duduk disamping wanita itu.


"Jangan basa basi denganku, aku tidak punya waktu!"


"Hahaha.....!" Stela tertawa dan meletakkan gelas brandy yang dipegangnya diatas meja.


"Kau begitu sombong sekarang, apa karena kau begitu sukses sampai kau tidak mau berbicara lagi denganku?"


"Dengar, sekarang aku sudah sangat membencimu!" jawab Frans dengan kesal.


"Oh Frans, bukankah dulu kau bilang cinta mati denganku?"


Stela menatap Frans dan tersenyum menggoda padanya.


"Dulu? Itu dulu! Tapi semenjak kau bunuh anakku cinta itu ikut mati dengan anak yang kau gugurkan itu!"


"Hahahahaha.....!" Stela kembali tertawa terbahak-bahak.


"Frans...Frans....aku memang tidak menginginkan anak itu ada. Aku tidak menginginkan anak seorang supir sepertimu!" hinanya.


Frans sangat kesal, dengan cepat pria itu menarik rambut Stela dengan kencang.


"Kau memanggilku kemari hanya untuk menghinaku?" tanyanya penuh dengan emosi.


Stela memegangi rambutnya dan berusaha bersikap tenang. Bagaimanapun hari ini dia akan memanfaatkan Frans dan mengatakan jika anaknya masih hidup.


"Lepaskan rambutku, aku memanggilmu kemari ingin mengatakan sesuatu yang penting padamu." katanya.


Frans melotot padanya dan segera mendorong tubuh Stela sehingga tubuhnya jatuh diatas sofa.


Stela menumpu tubuhnya dengan sebelah tangannya dan mengusap-usap rambutnya.


"Cepat katakan apa yang ingin kau sampaikan!"


"Sebelum aku mengatakannya, kau harus menuruti satu permintaanku."


"Apa itu?" tanya Frans cepat.


"Beri aku lima ratus ribu dolar!"


Frans memperhatikan Stela dan kemudian tertawa terbahak-bahak.


"Apa aku tidak salah dengar?" tanyanya disela-sela tawanya.

__ADS_1


"Putri Bill Lourent dan tunangan Jhon Smith pria terkaya meminta uang padaku yang mantan seorang supir?" hinanya.


Frans kembali tertawa, dia tidak bisa menahan tawanya karena lelucon yang di ucapkan oleh Stela.


Stela mengigit bibirnya, jika saja bukan karena perusahaan ayahnya yang bangkrut dan dicampakkan oleh Jhon, tentu dia tidak akan mengemis seperti ini.


"Hentikan tawamu yang menghina itu!" kata Stela dengan kesal.


"Oke..oke..aku akan berhenti tertawa! Jadi katakan padaku, kenapa kau meminta uang padaku? Apa ayahmu sudah kehabisan uang dan tunanganmu yang kaya itu tidak memberikan uang sepeserpun padamu?"


Stela memejamkan matanya, dia harus bersabar menerima hinaan seperti ini. Bagaimana pun dia butuh uang itu untuk pergi ke australia.


"Jangan banyak bertanya, cukup berikan aku lima ratus ribu dolar dan aku akan mengatakan sesuatu yang sangat penting padamu!" katanya.


"Apa itu? Aku rasa kau tidak memiliki info penting apapun untukku!"


"Frans, kau sangat menginginkan anakmu bukan?"


"Apa maksudmu? Apa anak yang kau bunuh masih bisa hidup kembali?"


Stela menarik bibirnya, tersenyum dengan licik.


"Asal kau tahu, aku tidak pernah mengaborsi anakmu."


Frans melotot tidak percaya, apa maksud dari ucapan Stela?


"Kau jangan main-main denganku Stela!" Frans menekan setiap perkataannya.


"Apa aku terlihat sedang bermain-main?"


Stela membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kertas dari sana.


Setelah berkata demikian Stela memberikan kertas itu pada Frans.


Frans mengambil kertas itu dan pada saat itu juga, matanya kembali melotot saat membaca isi kertas itu.


Laporan persalinan disebuah rumah sakit dan nama Stela tertera jelas disana.


"Kau sungguh pintar Stela, aku akui itu. Jadi kau ingin memerasku menggunakan cara seperti ini?" tanyanya tidak percaya.


"Oh Frans, lihatlah betapa bodohnya dirimu! Seorang mantan supir yang meskipun derajatnya sudah naik tapi tetap saja bodoh!" hinanya.


"Stela!!" teriak Frans dengan kencang.


"Jelas kan padaku, sejelas-jelasnya apa maksud semua ini?"


Stela tersenyum penuh kemenangan, untunglah kertas itu masih ada dan belum dibuang olehnya. Dengan adanya kertas itu maka Frans pasti akan percaya dengan perkataannya.


"Sudah jelas bukan? Aku malahirkan anakmu dan anak itu masih hidup!"


Frans menahan nafasnya, tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia langsung mendorong tubuh Stela diatas sofa dan men**dihnya.


"Kau tidak bercanda bukan? Tidak sedang menipuku?"


"Untuk apa aku menipumu?"

__ADS_1


"Waktu itu kau memutuskan hubungan kita seenaknya dan mengatakan akan menjadi tunangan Jhon Smit, saat itu aku masih tidak percaya tapi yang paling membuatku marah adalah saat kau mengatakan padaku bahwa kau telah mengugurkan anakku!sampai...sampai..?" Frans mengusap wajahnya dan teringat kejadian tiga tahun yang lalu.


Tiga tahun lalu.


Frans sedang menunggu Stela ditepi danau tempat mereka biasa bertemu secara diam-diam.


Stela putri orang kaya sedangkan Frans hanya seorang supir biasa, mereka bertemu dengan tidak sengaja dan jatuh cinta.


Frans tergila-gila dengan Stela dan sangat senang Stela juga menyambut cintanya, walaupun cinta mereka terhalang oleh status dan derajat mereka.


Ditepi danau itu, Frans menunggu wanita pujaan hatinya begitu lama, hatinya sangat bahagia karena Stela mengatakan bahwa dia sedang mengandung anaknya.


Frans menunggu hampir dua jam disana, tapi Stela belum juga datang. Tidak ingin berputus asa, Frans masih setia menunggu Stela sampai matahari akan tenggelam.


Tapi panantiannya tidak sia-sia, Stela datang dan menghampirinya. Frans sungguh senang, penantiaannya membuahkan hasil.


"Sayang, akhirnya kau datang. Kenapa begitu lama?" tanyanya.


"Frans, aku tidak ingin basa basi lagi, aku ingin kita putus!" kata Stela tanpa basa basi.


Frans terperanjat kaget dan tidak percaya mendengar ucapan Stela. Apa dia berbuat salah?


"Kenapa? Jelaskan padaku?"


"Karena aku mau menjadi tunangan Jhon Smith."


Frans begitu kaget, Jhon? Pria terkaya itu?


"Tidak bisa, bukankah kau bilang cinta mati denganku? Dan sekarang kau sedang mengandung anakku." tolaknya.


"Frans, jangan naif. Kau bukan siapa-siapa dibandingkan dengan Jhon."


"Apa maksudmu?"


"Seharusnya kau tahu maksudku. Pokoknya aku mau kita putus!" setelah berkata demikian Stela pergi meninggalkan Frans disana.


Frans berusaha mencegah Stela tapi wanita itu tidak memperdulikannya.


Selama beberapa saat Frans masih tidak percaya dengan perkataan Stela, tapi dihari Berikutnya dia mendapat panggilan dari wanita itu.


Yang membuatnya lebih hancur, Stela mengatakan telah mengaborsi anaknya.


Frans benar-benar marah, dia benci dengan Stela dan juga Jhon Smith yang telah menghancurkan hubungannya dengan Stela dan telah membuatnya kehilangan anaknya.


Sebab itulah, Frans pergi ke New York, menjadi supir pribadi Aldrick Rional, memanfaatkan situasi yang ada dan membunuh keluarga Rional.


Dia kembali sebagai Frans Rional untuk membalas perbuatan kedua orang itu yang telah membuatnya harus kehilangan anaknya


#Flash back off#


Frans melepaskan Stela dan bangkit berdiri, pria itu mengusap wajahnya dengan frustasi.


Dia masih ingat betul bagaimana perasaannya saat mengetahui anaknya telah dibunuh oleh Stela.


Dan sekarang, wanita itu mengatakan anaknya masih hidup?

__ADS_1


Frans menatap tajam kearah Stela, wanita yang telah mencampakkannya dan menipunya.


"Jika kau tidak bercanda, katakan padaku dimana anak itu berada?" tanyanya sedangkan Stela diam saja.


__ADS_2