Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Apa?naik bus?


__ADS_3

Saat psgi, Samantha masuk kedalam kamar Edward dan menarik selimut yang menutupi tubuh Jhon dan Edward.


"Guys, wake up."


"Baby, ini masih pagi."


"Jhon, bangun. Bukankah kau harus menemani Edward?"


"Mmm!" gumam Jhon dengan malas.


Jhon kembali menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, kemudian mengambil sebuah bantal dan menutupi wajahnya.


Samantha hanya menggeleng dan naik keatas ranjang untuk menghampiri Edward yang masih tidur.


"Honey."


Samantha mengelus kepala Edward dan mencium wajahnya.


"Wake up sayang, nanti kau terlambat."


Edward hanya mengeliat dan masuk kedalam pelukan Jhon.


"Edward, jika kau tidak segera bangun maka kau akan ditinggalkan oleh teman-temanmu."


Edward segera membuka matanya, duduk diatas ranjang dan mengucek matanya yang masih mengantuk.


"Mom, apa ini sudah pagi?" tanyanya.


"Yes honey, jika kau tidak segera bangun nanti kau bisa terlambat."


"Oke mom."


Edward memeluk Samantha sejenak dan mencium wajahnya.


"Mommy, good morning." bisiknya


Samantha tersenyum senang dan memeluk Edward.


"Good morning honey."


Setelah itu Edward segera turun dari ranjang dengan penuh semangat, dia segera berlari masuk kedalam kamar mandi untuk menggosok gigi dan mandi.


Setelah kepergian Edward,Samantha segera mengguncang tubuh Jhon untuk membangunkannya.


"Jhon, ayo bangun."


Panggilnya sambil mengguncang-guncang tubuh pria itu.


"Baby, kau benar-benar menyebalkan." gerutu Jhon dengan kesal.


"Jika kau tidak mau bangun juga jangan pernah datang dan tidur disini lagi!" Samantha juga mulai kesal.


Samantha hendak pergi tapi Jhon menarik tangannya hingga Samantha jatuh diatas ranjang.


"Baby, kau selalu mengancamku."


Jhon memeluk Samantha dengan erat dan mulai mencium wajahnya.


"Morning baby." bisiknya.


"Jhon, bukankah kau harus menemani Edward? Cepatlah bangun dan bersiap-siap, jika tidak kalian akan terlambat dan ditinggalkan oleh bus."


Mata Jhon langsung terbuka lebar.


"What? Bus?" tanyanya dalam hati.


Sebenarnya ada acara apa disekolah Edward? Dia belum menanyakan hal ini.


"Baby, sebenarnya apa yang harus aku lakukan?" Jhon mulai penasaran sekarang.


"Kau harus menemani Edward ke kebun binatang."


"What?"


"Kenapa? Apa ada yang salah?" tanya Samantha heran.


"Tunggu dulu, apa maksudnya ini?"

__ADS_1


"Jhon, hari ini Edward akan berkunjung ke kebun bintang bersama dengan teman-temannya. Para orang tua diwajibkan ikut untuk menjaga anak mereka masing-masing. Kalian akan pergi menggunakan bus jadi segerelah bangun untuk bersiap-siap." jelasnya.


"Apa? Naik bus?" tanya Jhon tidak percaya.


"Yes."


"Baby, apa tidak salah?"


"No, jangan bilang kau tidak pernah naik bus."


"Ya itu?" Jawabannya ragu-ragu.


Jhon mengusap wajahnya, naik bus? Yang benar saja.


"Jhon."


"Yes baby."


"Apa kau tidak pernah naik bus?" tanyanya penasaran.


"Tentu pernah sayang."


"Kau serius? Kapan?"


Samantha jadi penasaran dibuatnya.


"Sudah lama, waktu aku seumuran Edward. Untuk seumur hidupku baru kali itu aku naik bus."


"Wah, aku ingin mendengarnya." kata Samantha penasaran.


"Sebaiknya jangan sayang."


"Ayolah, kau tidak ingin membuatku mati penasaran bukan?"


"No baby."


Itu pertama kalinya dia naik bus dan dia tidak mau sampai Samantha tahu apa yang telah dialaminya waktu itu.


"Jhon, ayo katakan! Sebagai imbalannya aku akan mengelusmu setiap malam.".rayunya.


"Baby, jangan merayuku."


"Please."


"Please." pintanya lagi.


Jhon menarik nafasnya dan melihat langit-langit kamar, sepertinya mau tidak mau dia harus menceritakan pengalaman menyebalkannya waktu dia kecil.


"Ini sudah lama Baby, waktu itu?"


Jhon mulai menceritakan pengalamannya naik bus waktu dia masih kecil.


Jhon umur tiga tahun.


Waktu Jhon berumur tiga tahun, waktu itu mereka tinggal di Australia dan Jhon masih Tk. Disekolah menyelenggarakan sebuah acara dan para orang tua diwajibkan mengikuti kegiatan itu untuk ramah tamah.


Mereka harus pergi kesebuah tempat menggunakan sebuah bus yang sudah disediakan dari sekolah.


Saat itu Xiau Yu sedang mengandung Silvia jadi Michael Smith yang harus menemani putranya.


Pria itu datang dengan beberapa bodyguardnya untuk mengawal putranya.


Dan saat didalam bus selama didalam perjalanan, Jhon duduk dengan ayah dan para bodyguardnya, dia tidak diijinkan kemana-mana oleh ayahnya.


Tidak hanya itu, selama menemani Jhon kecil, ayahnya memasang tampang bengis dan menyeramkan.


Para orang tua dan guru tidak ada yang berani mendekati mereka, bahkan teman-teman Jhon tidak ada yang berani mengajak Jhon bermain karena dilarang oleh orang tuanya untuk mendekati pria kecil malang itu.


Saat itu Jhon sangat kesal dengan ayahnya, itu pertama kalinya dia naik bus dan hancur sudah kesenangan Jhon kecil untuk bermain dengan teman-temannya.


Bahkan tidak ada yang mau bermain dengannya sampai acara itu selesai.


Samantha tertawa terbahak-bahak saat Jhon telah selesai mencaritakan pengalamannya naik bus dengan ayahnya.


"Baby, jangan menertawakan aku!"


Jhon mulai kesal, dia tahu Samantha pasti akan menertawakannya.

__ADS_1


"Sorry."


"Hahahaha..." Samantha kembali tertawa sambil memegangi perutnya.


"Baby, awas kau ya!!"


"Sorry Jhon, keluargamu memang aneh." katanya disela-sela tawanya.


"Yah." ujar Jhon dengan malas.


Saat itu Edward keluar dari kamar mandi dan berlari kearah mereka.


"Mom, aku sudah mandi."


"Oke honey, wait a minute."


Samantha segera bangun dari atas ranjang dan berjalan kearah lemari pakaian untuk mengambil pakaian Edward.


Jhon bangun dari tidurnya, dia juga harus bersiap untuk menemani Edward.


Dia sudah bertekad untuk tidak seperti ayahnya, pokoknya hari ini Edward harus menikmati harinya dengan teman-temannya.


Pria itu segera berlalu pergi, masuk kedalam kamar Samantha untuk mandi.


Jhon berpakaian dengan rapi, memakai pakaian baju dan celana putih. Tidak hanya itu, dia juga memakai jas berwarna putih pula untuk membuat penampilannya terlihat semakin oke.


Setelah selesai pria itu keluar dari kamar Samantha, berjalan menuju dapur, disana tampak Edward sudah siap dan menyantap sarapannya dengan cepat.


"Edward, are you ready?" tanyanya penuh semangat.


"Jhon, sarapan dulu." ujar Samantha.


Pria itu mengangguk dan segera duduk bersama mereka untuk sarapan.


"Baby, jam berapa kau akan menemani Billy menemui sahabatmu?"


"Nanti siang."


"Dimana?"


"Restoran."


"Daddy, i'm ready." sela Edward.


"Oke."


Jhon bangkit berdiri begitu juga dengan Samantha.


"Sayang, ingat jangan nakal ya." saran Samantha sambil memakaikan sepatu Edward dan memakaikan tasnya.


"Yes mom."


Edward tampak ceria dan sudah terlihat tidak sabar.


Jhon menghampiri Samantha dan memeluknya.


"Baby, berhati-hatilah nanti."


"Of course. Kau juga, nikmati harimu dengan Edward dan jangan lupa?"


Samantha mengangkat kedua tangannya dan menarik bibir Jhon.


"Remember, smile, don't like your father." ujarnya.


"Of course baby."


Setelah itu Jhon menciumi bibir Samantha sejenak kemudian pria itu memakai sepatunya.


"Daddy, lets go." ujar Edward dengan tidak sabarnya.


"Oke."


Jhon mengambil kaca mata hitamnya dan memakainya.


"Be careful."


"Yes madam."

__ADS_1


Setelah itu Jhon membawa Edward pergi kesekolahnya dan dia bertekad tidak akan seperti ayahnya dulu.


__ADS_2