Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Malam yang panjang.


__ADS_3

Setelah kepergian Jhon, Stela langsung menghubungi ayahnya. Rencananya untuk menjebak Jhon gagal total.


Bahkan pria itu pergi begitu saja, saat ini Jhon pasti pergi ketempat wanita yang dimaksudnya tadi untuk melampiaskan hasratnya.


Stela sangat kesal, tapi dia harus memberitahukan hal itu pada ayahnya terlebih dahulu.


"Dad, rencanaku gagal." katanya.


Bill Luorent sangat kaget mendengar ucapan putrinya karena ini bukanlah hal bagus.


"Kenapa bisa gagal?" pria itu sangat marah mendengar kegagalan putrinya.


"Sory dad, Jhon sama sekali tidak tergoda karena dia mempunyai wanita lain. Dia bahkan mengancam akan melakukan sesuatu padamu."


"Apa?" Bill Lourent ketakutan mendengarnya.


"Anak bodoh, besok kau harus menemuinya dan meminta maaf padanya dan kau harus cari tahu, siapa wanita yang dimaksud oleh Jhon!" katanya lagi.


"Baiklah dad, besok aku akan menemui Jhon!"


Bill Lourent mematikan ponselnya dengan emosi tinggi, jika Stela tidak bisa meminta maaf pada Jhon maka habislah dia.


Stela mencengkram ponselnya dengan erat dan melemparkan ponselnya diatas lantai. Siapa wanita yang dimaksud Jhon? Dia akan mencari tahu dan saat nanti, dia akan melenyapkan wanita yang menghalangi jalannya.


Sementara itu dirumah Samantha.


Jhon sedang menggendong Samantha menuju kamarnya sedangkan Samantha belum mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Jhon.


"Jhon apa maksudmu meminta bantuanku?"


"Ssstttt...jangan berisik, nanti Edward bangun!"


"Tapi, apa-apa ini? Lepaskan!"


Samantha memberontak dalam gendongan Jhon.


"Sorry baby, aku sedang dalam pengaruh obat. Bisa kau bantu aku?" tanyanya dengan kesadaran yang sudah sulit dia kendalikan.


"Apa? Obat?"


"Yes baby."


"Kurang ajar, beraninya kau!"


Saat sudah berada didalam kamar, Jhon langsung mel*mat bibirnya, Samantha berusaha mendorong tubuh Jhon tapi pria itu memeluknya dengan erat.


Samantha mulai panik saat Jhon mulai membawanya kearah ranjang.


"Jhon, jangan seperti ini, lepaskan! Aku akan membuatkan susu hangat untukmu."


"Baby, aku hanya ingin milikmu."


"What? Kau pria gila, apa kau mau mati?!" makinya.


"No baby, aku hanya ingin dirimu!"

__ADS_1


"Jhon kenapa kau tidak mandi air dingin saja." sarannya.


"Baby, apa air dingin bisa membantu? I Want you!" bisik Jhon ditelinganya.


Jhon meletakkan tubuh Samantha diatas ranjang dan mulai melepaskan pakaian yang sedang dipakainya satu persatu dan membuangnya begitu saja.


Samantha menelan ludahnya, apa yang harus dia lakukan sekarang?


"Jhon, sadarlah! Jangan seperti ini." pintanya.


Jhon tidak bergeming karena kesadarannya hampir habis oleh pengaruh obat itu.


Jhon naik keatas ranjang dan mendekati Samantha sedangkan Samantha semakin memundurkan dirinya sampai diujung ranjang.


"Baby, jangan lari! Aku sudah tidak tahan!"


"Jhon, kau gila ya! Apa kau pikir aku mau menyerahkan keperawananku untukmu yang sedang dibawah pengaruh obat?" teriak Samantha marah.


"Apa? Keperawanan?" Jhon tidak percaya mendengarnya.


"Baby, jangan bercanda disaat seperti ini!"


Jhon segera menarik tangan Samantha dan memeluknya dengan erat, pria itu kembali mel*mat bibir Samantha dan tangannya mulai menerobos masuk kedalam baju yang dikenakan oleh Samantha.


Samantha berusaha memberontak tapi Jhon memeluknya dengan erat. Tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Jhon apalagi pria itu sedang dalam pengaruh obat.


Pria itu bahkan sudah melepaskan kait bra yang dipakainya dan tangan Jhon mulai membelai dadanya bahkan me***asnya.


"Jhon, sadar lah! Apa kau sudah gila?" Samantha masih berusaha melawan.


Nafas Jhon sudah memburu, dia segera mengangkat baju yang dikenakan Samantha dan melemparkannya disembarang tempat.


Jhon kembali menciumi bibir Samanth, tangannya tidak tinggal diam dan membelai tubuhnya.


Samantha memejamkan matanya, berusaha menahan diri dan akal sehatnya. Dia tidak akan mau menyerahkan dirinya seperti ini, apalagi dibawah pengaruh obat?


Jhon antara sadar dan tidak dengan apa yang dilakukannnya karena pengaruh obat itu. Bagaimana jika dia hamil nanti?


Tangan Jhon mulai merayap masuk kedalam celananya sedangkan Samantha memeluk leher Jhon dan segera mengigit bahunya dengan kencang.


"Jhon, br*ngsek! Aku tidak akan memaafkanmu jika berani melakukan ini dibawah pengaruh obat!" makinya.


Jhon meringis dan memegangi bahunya yang digigit oleh Samantha.


"Baby, apa yang kau lakukan?"


Samantha menutupi matanya dengan lengannya, dia mulai menangis dan dia benci dengan yang dilakukan Jhon padanya.


"Jhon,bjika kau berani melakukan ini maka aku akan sangat membenci mu! Aku tidak akan menemuimu lagi untuk seumur hidupku! Jika kau berani mengambil keperawananku dalam keadaan seperti ini maka jangan harap aku akan melihat wajahmu lagi!" katanya dibalik tangisannya.


"Baby, apa maksudmu keperawanan? Apa seorang wanita yang sudah pernah menikah dan mempunyai anak masih bisa disebut perawan?" tanyanya tidak percaya.


Samantha mengigit bibirnya, apa dia harus mengatakan yang sebenarnya?


Jhon mengumpat kesal melihat tangisan Samantha, dia langsung bangkit dari atas ranjang dan melangkah pergi, sambil memaki pria itu berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Samantha memeluk dirinya diatas ranjang, dia memang bukan anak kecil lagi tapi dia ingin melakukan hal itu atas dasar suka sama suka. Bukan dibawah pengaruh obat seperti ini.


"Prangg...!" terdengar sesuatu yang pecah dikamar mandi.


Samantha segera bangun dari tidurnya dan berlari kearah kamar mandi, dia takut Jhon melakukan sesuatu disana.


Matanya terbelalak saat melihat pecahan kaca diatas wastafel dan kaki Jhon yang berdarah.


Pria itu memecahkan kaca kamar mandi dan menusuk pahanya dengan pecahan kaca itu.


"Jhon, apa kau sudah gila?"


Samantha begitu panik dan segera berlari untuk mengambil kotak obat, setelah itu dia kembali lagi kekamar mandi untuk menghentikan darah yang menetes dari paha Jhon.


"Jhon, kenapa kau lakukan ini?" tanyanya.


"Baby, ini hanya luka ringan saja. Lebih baik aku melakukan ini dari pada harus kehilanganmu."


"Kau bodoh..bodoh! Kenapa begitu bodoh sampai bisa terkena obat seperti ini!" katanya sambil menangis.


Dengan tangan bergetar Samantha membalut luka dipaha Jhon dan sesekali dia mengusap air matanya yang mengalir.


"Sebaiknya kau kerumah sakit." sarannya.


"Tidak sayang, begini saja sudah cukup!"


"Bagaimana perasaan


mu? Apa pengaruh obat itu masih ada?" tanyanya.


"Sudah lebih baik, setidaknya aku sudah bisa mengendalikan diriku."


"Jhon, kenapa kau bisa terkena obat seperti ini?"


"Aku sengaja sayang, ini aku lakukan untuk menendang si rubah!"


"Apa? Kau benar-benar gila! Setelah ini kau mau melampiaskannya padaku? Apa kau pikir aku wanita murahan?!"


Samantha segera meraih kotak obat dan hendak berlalu pergi menyimpan kotak obat itu kembali.


"Aku akan membuatkan susu hangat untukmu!"


Jhon menangkap tangannya dan menghentikan langkahnya.


"Baby, bisa kau jelaskan soal keperawanan itu?"


Sedari tadi dia sangat penasaran, Samantha pasti tidak akan asal bicara disaat-saat seperti ini.


Samantha memutar tubuhnya dan melihat tampang Jhon yang melihatnya dengan serius.


"Jhon, apa aneh jika aku masih perawan diumurku ini?"


"Bukan itu permasalahannya, jika kau masih perawan, lalu siapa orang tua Edward?"


Samantha menahan nafasnya, apa dia harus menceritakan masa lalu Edward yang sudah dia tutup rapat-rapat pada Jhon?

__ADS_1


"Jhon, Edward?"Samantha ragu mengatakannya, apakah dia harus mengatakan rahasia yang selama ini dia sembunyikan?


__ADS_2